
Farah tampak duduk diam sembari mata nya mengamati cafe yang menurutnya sangat bagus untuk bersantai.
"Bapak sering ke sini?." Tanya Farah memulai obrolan kecil.
"Iya."Balas Bima.
Setelah satu pertanyaan itu, tak ada lagi obrolan yang berlanjut di antara mereka, Bima hanya menyeruput kopi nya sembari mata nya melihat ke atas panggung, tampak ada band yang sedang menyanyi menghibur pengunjung cafe.
Setelah merasa puas, Bima lekas berdiri dari duduk nya, ia lalu berjalan keluar cafe begitu saja, membuat Farah yang heran lekas mengikuti nya.
"Sudah mau pergi, tapi tidak mengajak ku, entah apa mau nya orang ini, padahal di yang ingin ku temani."Gumam Farah kesal
Di Kamar Farah.
Farah membarifkan tubuh nya Karena meras sangat lelah, Memejamkan sejenak mata nya lalu melihat Langit-langit kamar.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
Ketukan pintu lekas membuat Farah bangun dari berbaring nya dan duduk di tepi tempat tidur. tampak Windi masuk ke dalam kamar sembari tersenyum.
"Cie, yang habis jalan-jalan ngopi cantik sama Bos kita."Kata Windi. Farah mengerutkan kening nya, bagaimana Bisa Sahabat nya itu tahu, ia bahkan belum bercerita.
"Udah, gak usah ngeles, ada teman kantor yang chat aku, kata nya liat kamu sama Pak Bima di cafe, kalian dekat ya?." Tanya Windi.
"Engak, Pak Bima cuman minta temani, aku ngikut, lagian bosan, cuman duduk aja, kalau sama kalian lebih seru."Balas Farah.
"Tapi Far, aku dengar pak Bima tu engak pernah ngajak sembarangan orang ngopi sama dia, Apa jangan-jangan pak Bima suka sama kamu?." Tutur Windi tersenyum mengoda.
"Jngan ngaur dech."Balas Farah.
"Udah ah, aku mau mandi dulu "Kata Farah bergegas berjalan masuk ke kamar mandi.
Farah yang sudah masuk ke kamar mandi, lekas kembali membuka pintu kamar mandi. "Makasih ya"Kata Farah saat mendengar Windi membuatkan nasi goreng untuk makan malam nya.
•••
Pagi itu.
Farah yang sedang bekerja menatap layar monitor nya tiba-tiba di datangi Reno.
__ADS_1
"Hai Farah."Sapa Reno.
"Hai Ren. kamu ngapain disini?." Balas Farah. namun belum sempat Reno membalas tentang sedang apa ia disini, tiba-tiba Bima keluar dari ruangan nya dan menghampiri kedua nya.
"Farah, Ikut saya!, kita akan menjemput klain dari luar negri."Kata Bima.
"sekarang pak?." Tanya Farah. Bima mengangguk.
Farah pun lekas bergegas mengambil tas nya dan mengikuti kedua pria itu keluar dari kantor.
Saat sedang dalam perjalanan menuju k bandara yang letak nya lumayan jauh dari kantor, Bima menyandarkan tubuh nya sembari melihat ruko-ruko yang berderet saat mobil Yang di kemudikan Reno berhenti di lampu merah.
Kedua mata Bima terbelalak saat ia melihat Rossa sedang berjalan dengan seorang pria dan tampak sedang bergandengan tangan dengan mesra nya.
"Sial!." Ucap Bima dengan kesal. tentu saja itu membuat Reno dan Farah terkejut.
"Kenapa Bim?." Tanya Reno. namun Bima hanya diam.
Reno pun mengikuti kearah dimana Mata Bima tertuju dan melihat Rossa sedang berjalan dengan pria lain.
"Kau ingin menghampiri nya?." Tanya Reno.
__ADS_1
"Tidak, jalan saja terus."Kata Bima dan mengalihkan pandangan nya dengan geram. Melihat kekasihnya berjalan dengan laki-laki lain dan begitu Mesra tentu saja perasaan Bima begitu kacau saat ini. Farah pun melihat Hal itu, namun ia hanya diam tak mengatakan apa pun, ia sudah tahu semua ini pasti akan terjadi.