
LDR (long distance relationship ya, bukan lama-lama direbut), adalah suatu jenis hubungan yang lagi digandrungi sama anak -anak tuyul, eh, anak-anak muda zaman now. Tak terkecuali Hanum A.K.A Hani, yang sekarang sudah ready di dalam sebuah mobil taksi online bersama dengan Riana. Sebenernya Riana pengen banget nganterin anak ini naik motor, tapi kata Pak Fakhry – bapak kost-nya terdahulu yang dititipi soal pengiriman motor tersebut, katanya si roda dua kesayangannya baru akan sampai di tujuan sekitar dua sampai tiga hari lagi, sementara rencana kejutan itu harus dieksekusi sekarang.
“Halo, Wisnu, jangan lupa suruh Ganesh nyanyi lagu yang mbak bilang. Nanti sebelum bait kedua selesai, kasihkan mic ke Hanum, terus tuntun dia ke arah Ganesh. Oke?”
“Iya-iya mbak, ini sesi check sound baru dimulai, mbak udah dimana sih?” tanya Wisnu geregetan. Soalnya dari tadi Riana nelponin terus, memastikan hal yang sama berulang-ulang. Ya gimana ya, soalnya dia gak mau rencana ini gagal.
“Lima menit nyampe, Nu. Jemput kami di pintu ya?” kata Riana. Tepat pada saat itu, taksi online berhenti, mereka sudah sampai.
“Nu, aku turun nih sama Hanum, standby di pintu ya!” seru Riana, nyaris dalam bisikan. Dadanya hampir meledak karena ia menyimpan hadiah yang begitu besar, yang dinanti-nantikan oleh sang adik sejak setahun kemarin. Hanum malah lebih parah, tangannya dingin – dingin sekali, seperti sudah tersimpan di peti es selama beberapa waktu.
“Ayo, sini. Oh ini yang namanya Mbak Hani? Ayu yo rek!” kata Wisnu tanpa sadar.
“Heh! Jangan nikung ya, punya adikku tuh!” kata Riana seraya menepuk keras-keras lengan Wisnu yang lembek dan penuh lemak gurih.
“Ora yo mbak, aku udah punya Mayang kok, lapo ndadak ngepek nggone wong... Ya udah, ayok masuk, langsung jalanin sesuai instruksi, kan?” tanya Wisnu.
“Iya. Ayok, Han, sini sama mbak. Gak usah dingin gitu tangannya, santai aja...”
“A-Anu e mbak, grogi aku. Kalau aku gak sesuai ekspektasi Ganesh gimana?” bisik Hanum gemetar.
“Nggak bakal kayak gitu. Dia nggak akan berharap yang aneh-aneh sama kamu, sama seperti tulusnya kamu yang Cuma pengen ketemu sama dia. Come on, my dear. It’s your time,” kata Riana. Hanum mengangguk akhirnya. Dan sekali lagi mereka berjalan, mengikuti langkah-langkah cepat Wisnu menuju bagian dalam cafe.
***
__ADS_1
“Tergetar aku tepat di hadapanmu
Debar jantungku berdetak saat kugenggam tanganmu
Beruntung aku kini dapatkan cintamu
Yang tercantik di hatiku sejak awal ku bertemu” suara Ganesh terdengar lembut dan penuh cinta saat menyanyikan tembang hits milik Arsy Widianto dan Tiara Andini yang berjudul cintanya aku itu. Dan meski gemetaran, akhirnya Hanum menyambung juga lagu tersebut.
“Janji padaku jangan kau lukai
Hati seperti kisah yang lalu”
“Kau...” Ganesh terhenyak. Ia terdiam di tempatnya, permainan pianonya terhenti, dan ia menoleh ke kanan-kirinya. Suara siapa yang barusan itu? Dia seperti tidak asing, dan suara itu... Demi tuhan, suara itu begitu dekat, bening, jernih, bersih, tidak terhalang apapun. Tidak terhalang kresek-kresek microphone headset yang terletak di tempat yang salah, tidak terputus-putus seperti sinyal/jaringan yang ngadat tiba-tiba. Suara itu begitu nyata, seperti dekat dengan tubuhnya sendiri.
“Mbak... Ha-Ha-Hani...” Ganesh menoleh. Dan ia menggenggam sebuah tangan, tangan yang begitu lembut, tangan yang sudah dinantikannya, tangan yang membuatnya penasaran seperti apa wujud gadis ayu yang dicintainya itu.
“Iya, Nesh, ini aku...” dalam sepersekian detik berikutnya, Ganesh telah menenggelamkan tubuh Hanum ke dalam rengkuhannya yang ketat, rapat, hangat dan melindungi. Ia begitu bahagia, sama bahagianya seperti Riana yang kini tersenyum puas kala menyaksikan apa yang direncanakannya berjalan dengan sangat baik.
“As my promise, someday I will... You know I will?”
“Sure, and now, you’re here, in my arms. Near by my breth. Mbak... Ini beneran kamu, kan?”
“Iya Ganesha, ini akuuuu, oweeeeeekkk...” Hanum tertawa. Ganesh juga tertawa. Ia benar-benar yakin kalau itu Hanum Kartika alias Hani yang asli, setelah dibuktikan dengan bunyi dan bahasa cinta yang khas dari mereka : oweeeeeekkk, yang seperti suara bayi. (buat yang penasaran gimana cara membaca kata oweeek ini yang tepat, boleh japri aku ya, nanti kujelasin by voice, biar lebih enak prakteknya wkwk).
__ADS_1
“Selamat yaaa kalian, terharu tau ngeliatnya...” kata Riana seraya menghampiri sepasang sejoli yang masih merasakan dada mereka hampir meledak karena euforia tadi.
“Mbak Ririiii... Kamu gila, ah, sumpah, out of the box banget ngasih kejutannyaaaa!” seru Ganesh seraya ganti memeluk kakaknya, yang malah asyik mencetin telinganya. Aduh, tadi Hanum juga udah ngelakuin itu, sesuai cita-cita sejak dulu katanya, kalau ketemu, pengen pegang kuping. Nggak nyangka sekarang dia harus ngadepin dua perempuan dengan hobi yang sama begini. My gosh, hharus gimana coba dia?
“Tapi seneng kaaaaan?” goda Riana.
“Seneng? Seneng katamu, mbak? Ya seneng banget lah!” seru Ganesh lagi, seraya mengacak-acak dengan suka cita rambut panjang sang kakak yang sudah ditata.
“Ish, mesti tanganne gak tau meneng. Ngeselin kok bocah!” kata Riana, seraya kembali memenceti telinga Ganesh.
“Aku kiri mbak kanan, ya,” kata Hanum bersemangat seraya ikut-ikutan memencet telinga Ganesh, sehingga si empunya telinga Cuma bisa berteriak di dalam hati (idih! Mana kedengeran?) “Maaaakkk, toloooooong!”
***
Disini mereka sekarang, di sebuah restoran yang cukup terkenal di Kota Pahlawan. Ganesh duduk dengan Hanum, tampak menikmati perbincangan mereka. Wisnu pergi entah kemana, sementara Riana kini sendirian, mengaduk ice capuchino-nya yang tinggal setengah. Ngerti bakal jadi obat nyamuk gini, kenapa dia nggak nelpon Muara dan memintanya menemani dalam perencanaan kejutan ini? Eh, ngomong-ngomong soal Muara, gimana kabar tu anak ya? Perasaan tinggal dia yang belom tau kalau Riana udah sampai di Surabaya. Ya udah, deh, dia telepon aja, sekalian diminta datang juga.
(TBC).
Ah akhirnya, sampai juga di salah satu chapter faforit aku di season ini hehe.
"Salah satu? Berarti masih banyak yang lain, dong?"
Ohh tentu, sudah pasti yang ini gak kalah serunya sama season 1, makanya jangan lupa like and share sebanyak-banyaknya ya, dukungan kalian sangat berarti lho buatku selaku sebuah, eh seorang author 🐿🐿🐿🐿
__ADS_1