
Sepanjang perjalanan Abian terus menciumi kening Kanzia yang masih belum sadar dari pingsannya, ia juga telah menghubungi dokter untuk datang ke rumahnya untuk memeriksa keadaan Kanzia.
"Hei bangunlah jangan membuatku takut seperti ini," ucap Abian yang masih berusaha menyadarkan Kanzia.
"Sial!"
"Sebenarnya seberapa banyak obat tidur yang ia berikan pada istriku, sampai ia belum bangun bangun juga," geram Abian.
Sesampainya di rumah Abian segera membawa Kanzia ke kamar. Ia membaringkan tubuh Kanzia dengan hati hati di atas ranjang dan menyelimutinya, disana sudah ada dokter yang akan memeriksa keadaan Kanzia.
Dokter pun mulai mendekat ke ranjang tempat Kanzia, ia hendak memeriksa keadaannya dan saat ia akan menyentuh tubuh Kanzia, suara Abian menghentikan kegiatannya.
"Hentikan!" Teriak Abian.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Abian yang melihat dokter yang hendak menyentuh tubuh Kanzia.
"Tentu saja memeriksa keadaan Nona Kanzia tuan,,," ucap dokter tersebut gugup melihat tatapan tajam Abian.
"Aku tau, tapi kenapa harus menyentuh tubuh berharga istriku?" ucap Abian.
"Lalu bagaimana saya akan memeriksanya tuan?" Tanya dokter itu bingung dengan ucapan Abian.
"Segera periksa istriku!" Perintah Abian dan membiarkan dokter menyentuh Kanzia, tanpa mengalihkan tatapannya pada dokter yang sedang memeriksa istrinya dan hal itu malah membuat sang dokter manjadi gugup melihat tatapan dingin Abian.
Lagi lagi saat ia akan menyuntikkan obat pada tubuh Kanzia untuk mengurangi epek dari obat yang diberikan Noah, Abian kembali memarahinya.
"Apa yang akan kamu lakukan pada tubuh istriku! Apa kamu berniat untuk menyakiti istriku!" bentak Abian sebelum jarum kecil itu mengenai kulit Kanzia.
"A,,, anu tuan,,," ucap dokter tersebut gugup.
Kevin yang melihat hal itu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tuannya yang tiba tiba bertingkah seperti orang bodoh, jika menyangkut keamanan Kanzia.
"Maaf tuan biarkan dokter memeriksa Nona Kanzia, bukankah dia dokter kepercayaan tuan, jadi tidak mungkin ia berani menyakiti Nona," ucap Kevin berusaha membantu dokter yang sudah terlihat memucat melihat raut kemarahan diwajah Abian.
Abian pun mendengarkan ucapan asisten Kevin dan membiarkan dokter melakukan apa yang seharusnya dilakukannya.
__ADS_1
"Bagiamana keadaan istriku? Apa dia baik baik saja?" Tanya Abian setelah dokter selesai memeriksa keadaan Kanzia, ia masih mengkhawatirkan keadaan Kanzia, ia takut jika Noah memberikan obat tidur dengan dosis yang berlebihan dan dapat membahayakan Kanzia.
"Sepertinya Nona bukan hanya diberikan obat tidur, tapi juga nona telah diberikan obat perangsang yang dapat meningkatkan gairah seksualnya tuan," jelas dokter tersebut.
"Kurang ajar!" Abian mengepalkan tangannya.
"Keadaan Nona Kanzia saat ini baik baik saja, tidak ada yang perlu di khawatirkan, hanya saja untuk efek obat perngsangnya tetap akan menunjukkan reaksinya, jadi untuk hal itu nona membutuhkan bantuan dari tuan," ucap dokter tersebut.
"Jika istriku baik baik saja, tapi kenapa sampai saat ini dia belum bangun bangun juga? Apa kamu sedang membohongiku?" ucap Abian mulai mengeluarkan tanduknya mendengar ucapan dokter yang mengatakan jika Kanzia baik baik saja tapi Kanzia belum juga sadarkan diri.
"Tidak tuan, saya mana berani melakukan hal itu pada tuan," ucap dokter tersebut.
Setelah mendengarkan penjelasan dari dokter akhirnya Abian pun berhenti protes.
"Karna keadaan nona baik baik saja, kalau begitu saya permisi tuan,,," pamitnya pada Abian, yang hanya dijawab anggukan oleh Abian tanpa mengalihkan pandangannya dari sosok yang terbaring di atas ranjang.
Setelah beberapa menit kepergian dokter tersebut, terdengar suara lenguhan dari mulut Kanzia yang menandakan jika ia telah sadarkan diri.
"Engh,,," Kanzia mulai sadar dari pingsannya.
Abian yang mendengar suara lenguhan dari mulut Kanzia langsung memeriksa keadaan istrinya.
"Baik tuan," ucap Kevin yang tau apa yang mesti ia lakukan untuk menangani kekacauan yang terjadi dan ia pun segera keluar dari kamar tuan dan Nonanya.
"Apa kamu baik baik saja?" Tanya Abian yang melihat Kanzia mulai bertingkah aneh.
"Panas,,, Bian tolong aku ini panas,,," racau Kanzia sambil menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya.
Tentu saja Abian tau apa yang terjadi pada istrinya yang sudah terlihat seperti orang
kepanasan dan terus menggeliat dengan wajahnya yang semakin memerah karna menahan sesuatu ditubuhnya yang terus bergejolak.
"Sialan!" umpat Abian yang melihat Kanzia yang semakin bergerak gelisah di atas ranjang.
"Ternyata dia tidak hanya mencampurkan obat tidur pada minuman Zia, tapi dia juga telah memberikan obat perangsang pada istriku, sepertinya dia benar benar ingin menguasai istriku sepanjang malam," geram Abian yang membayangkan bagaimana jadinya jika ia terlambat menghentikan perbuatan Noah pada Kanzia.
__ADS_1
"Bian panas, aku sudah tidak tahan ini sangat menyiksaku," Kanzia merasakan tubuhnya semakin tidak nyaman, ia merasakan sesuatu yang aneh yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya pada tubuhnya.
Kanzia terus bergerak gelisah ia membutuhkan sesuatu untuk mendinginkan tubuhnya, ia terus bergerak bahkan ia mulai terlihat akan membuka pakaian yang ia gunakan.
"Bian,,, ini benar benar panas, aku ingin mandi," racau Kanzia.
Ketika tangan Abian menyentuh kulitnya, Kanzia merasakan sedikit rasa nyaman ia terus menggosokkan tangan Abian pada dadanya, dan hal itu tentu saja membuat Abian juga merasakan kepanasan dengan tingkah Kanzia yang semakin menempelkan tubuhnya padanya, jantung Abian berdebar kencang menahan gejolak aneh yang memulai menyerang tubuhnya, apalagi melihat tatapan Kanzia yang penuh damba seperti menginginkan sesuatu yang lebih darinya entah apa itu.
"Oh ****,,,, kalau seperti ini aku tidak akan bisa terus terusan menahan diri untuk tidak menyentuhmu Zia,,,," gumam Abian dengan napas yang sudah mulai terdengar berat.
Sementara Kanzia semakin merapatkan tubuhnya pada tubuh Abian untuk mencari kenyamanan.
Abian yang sudah tidak tahan dengan godaan di hadapannya tentu saja langsung menindih tubuh Kanzia, ia menatap mata Kanzia yang sudah berkabut gairah karna pengaruh obat yang diberikan Noah.
"Apa kamu tidak akan menyesali semua ini Zia? Kamu tidak akan marah jika aku mengambil hak ku malam ini dengan keadaan mu seperti ini?" Tanya Abian dengan tatapan lembutnya sambil membelai rambut panjang Kanzia.
Kanzia yang sudah dikuasai oleh kabut gairah hanya bisa menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Abian.
"Kamu akan menjadi milikku seutuhnya malam ini sayang,,," ucap Abian kembali mencium kening Kanzia sebelum melakukan apa yang sudah lama tertunda.
Akhirnya malam ini Kanzia telah menjadi miliknya seutuhnya, Abian terus tersenyum memandangi wajah lelap Kanzia dibalik selimut tebal itu.
"Aku tidak akan membiarkan siapapun kembali menyakitimu, aku akan terus berusaha melindungi mu, dan sebentar lagi kamu akan tau siapa dirimu sebenarnya Zia," gumam Abian sambil mengelus rambut Kanzia yang terlelap dan ia pun ikut menyusul Kanzia yang sudah terlelap.
.
.
.
Bersambung . . . . .
Jangan lupa di like👍🏻
Komen😁
__ADS_1
Favorit😉
...Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan...