
"Jangan coba coba menyentuh istriku!" Abian mencekal tangan Maya, ia menatap wanita paruh baya itu dengan tatapan sedingin es.
"Tuan Jo, jonathan," ucap Maya terkejut sambil meringis menahan sakit dari cekalan tangan Abian.
Apalagi dengan ucapan yang dilontarkan Abian yang menyebut jika Kanzia adalah istrinya semakin menambah keterkejutannya.
Ia menyaksikan langsung bagaimana sosok gagah itu berdiri di hadapannya melindungi dan merengkuh tubuh Kanzia dalam pelukannya, sementara satu tangannya semakin mencekal tangannya.
Clara yang melihat hal itu ikut dibuat merinding hanya dengan melihat tatapan dingin Abian, bahkan ia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk membantu ibunya lepas dari cengkraman tuan Jonathan.
"Kevin amankan tempat ini!" Perintah Abian pada asisten Kevin untuk mengamankan tempat itu dari orang orang yang tidak berkepentingan.
Kevin pun segera menyuruh manager restoran tersebut untuk menutup restorannya sebentar dan menyuruh yang lainnya untuk ke luar dari tempat itu, sebelum semua orang menyaksikan keributan itu.
Noah dan yang lainnya yang masih berada di tempat itu dibuat bergetar melihat tatapan Abian.
"Tuan tolong lepaskan tangan saya tuan," ucap Maya.
"Setelah perbuatan mu yang ingin melukai wanitaku sekarang kamu berani memintaku untuk melepaskan mu!" ucap Arga tetap tidak melepaskan tangan Maya dan tetap menyembunyikan tubuh Kanzia dalam dekapannya.
Clara yang melihat mamanya meringis kesakitan akhirnya memberanikan diri untuk mendekat ke hadapan Abian.
"Tuan tolong lepaskan tangan mama saya, ia melakukan hal itu agar adik saya sadar akan perbuatan yang ia lakukan itu salah," ucap Clara dengan berani.
"Memangnya apa yang dilakukan adikmu nona Clara?" Tanya Abian.
"Dia telah berani merayu suami saya padahal ia telah memiliki seorang suami, bukankah ia juga telah merayu anda tuan?" ucap Clara semakin berani.
Abian melepaskan rengkuhannya pada tubuh Kanzia lalu meraih dagunya.
Clara yang melihat hal itu merasa senang ia sangat yakin jika tuan Jonathan pasti akan memberikan pelajaran pada Kanzia.
"Sayang apa benar yang dikatakan wanita itu jika kamu telah merayu suaminya?" Tanya Abian sambil menatap lembut Kanzia.
"Aku disini sama sekali tidak merayunya, aku dan tuan Noah hanya bertemu di tempat ini untuk urusan pekerjaan," sebelum melanjutkan ucapannya Clara terlebih dahulu memotongnya.
"Cih, urusan pekerjaan memangnya apa pekerjaan mu Zia? Bukankah kamu hanya menggoda pria pria kaya untuk memenuhi kebutuhan mu?" ucap Clara menatap sinis kearah Kanzia.
"Clara!" Bentak Noah.
"Kamu juga selalu saja membelanya Noah! Apa yang telah perempuan ini berikan untukmu sampai kamu tergila gila padanya, apa dia memberikan tubuhnya untukmu?" Ucap Clara yang sudah diselimuti emosi.
Abian yang mendengar istrinya di rendahkan seperti itu langsung melepaskan tangan Maya dengan keras sampai jatuh tersungkur ke hadapan Clara.
"Jangan samakan dirimu dengan istriku nona Clara! Dia tidak pernah merayu suamimu, istriku tidak serendah dirimu yang rela menjajakan tubuhnya untuk mendapatkan kepuasan duniawi!" Ucap Abian dengan rahang yang sudah mengeras, ia sengaja menekankan kata istri agar Clara tau identitas Kanzia yang sebenarnya.
__ADS_1
"Tuan anda sampai segitunya membela wanita simpanan anda, asal anda tau suami Kanzia hanyalah laki laki cacat yang tidak diketahui asal usulnya tuan, jika anda menginginkan kepuasan saya juga bisa memberikannya," ucap Clara dengan senyum menggodanya.
Clara tidak mempercayai semua ucapan Abian, ia malah dengan berani menggoda Abian, sementara yang lainnya hanya bisa bergidik ngeri melihat keberanian Clara, kecuali Maya yang bangga melihat putrinya bertingkah berani.
Kanzia menahan lengan Abian yang hendak mengeluarkan ucapannya kembali, lalu melangkah kearah Clara.
"Clara, Clara, kamu baru saja mengatai ku murahan, tapi kamu sendiri malah bertingkah seperti itu, bahkan kamu belum resmi bercerai, tapi kamu sudah berani merayu suamiku di hadapan suamimu yang sebentar lagi akan menjadi mantan suamimu." Ucap Kanzia.
"Asal kamu tau Clara suamiku sudah cukup puas denganku, jadi ia tidak membutuhkan kepuasan dari wanita sepertimu," ucap Kanzia sambil menatap Clara dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan tatapan merendahkan.
"Apa kamu tidak malu mengakui pria lain sebagai suamimu, apa kamu begitu malu untuk mengakui suami cacat mu itu?" Ucap Clara.
"Akulah suami cacat itu," ucap Abian maju.
"Tuan,,,"
"Kevin," panggil Abian tidak menghiraukan ucapan Clara.
Kevin pun mengerti apa yang diinginkan tuannya, langsung memberikan semua bukti pernikahan tuan dan nona mudanya, Kevin juga memberikan topeng yang selalu dibawa tuannya.
Setelah memperlihatkan semua bukti bukti pernikahannya pada Clara dan Maya, Abian kemudian menggunakan topeng yang diberikan Kevin.
"Coba perhatikan baik baik wajah dengan topeng ini," ucap Abian.
"Tidak mungkin," ucap Clara menutup mulutnya, bagaimana bisa orang penting dan berkuasa itu adalah suami dari adik tirinya itu.
Kanzia yang melihat Abian sampai seperti itu hanya untuk melindunginya hanya bisa menatap Abian dengan tatapan haru, ia semakin dibuat jatuh cinta pada laki laki dihadapannya ini.
"Kenapa menatap ku seperti itu? Apa ada yang sakit?" Tanya Abian dengan lembut sambil mengusap kepala Kanzia.
Semua orang yang ada di sana tercengang melihat perlakuan lembut Abian pada Kanzia, padahal satu menit yang lalu wajah Abian terlihat dipenuhi oleh kabut amarah, tapi ekspresi marahnya itu langsung berubah ketika menatap Kanzia.
"Ingat ucapan ku tadi, terutama anda nyonya." Ucap Abian sambil menunjuk Maya.
Maya semakin dibuat terkejut dengan ucapan Abian. "Tidak mungkin tuan Jonathan mengetahui rencana ku untuk melenyapkan Kanzia bukan?" Ucap Maya dalam hati yang tiba tiba saja merasa gugup.
Setelah mengatakan itu tanpa aba aba Abian langsung saja mengangkat tubuh Kanzia, lalu melangkah pergi dari tempat itu sambil membopong tubuh Kanzia.
"Bian apa yang kamu lakukan?! Jangan bertingkah gila ini tempat umum! Cepat turunkan aku!" Ucap Kanzia yang berusaha turun dari gendongan Abian.
"Diam, jika tidak ingin aku menunjukkan hal yang lebih gila dari ini," ancam Abian sambil mengeratkan dekapannya pada Kanzia.
"Tapi aku malu Bian, semua orang melihat kita,,," keluh Kanzia.
"Biarkan saja tidak usah pedulikan mereka, kamu hanya boleh memperdulikan ku," ucap Abian tetap melangkah, tanpa memperdulikan tatapan para karyawan restoran dan beberapa orang yang masih berada disana.
__ADS_1
"Tapi Bian, aku tidak sepertimu yang tidak tahu malu," kesal Kanzia.
"Sudah, jangan banyak protes atau aku akan benar benar menunjukkan kegilaan ku di tempat ini," Kanzia pun pasrah dan berhenti protes mendengar ancaman Abian, jangan sampai suaminya itu melakukan hal aneh di tempat ini.
Abian membawa Kanzia keluar dari restoran itu, sementara Kanzia terus menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Abian karna malu.
Kevin segera membukakan pintu mobil untuk Abian dan Kanzia.
"Kevin kita langsung menuju perusahaan Pramudya!" Perintah Abian.
"Kenapa kita harus ke kantormu aku masih banyak pekerjaan di kantor," protes Kanzia.
"Kenapa kamu sekarang semakin suka membantah Zia?"
"Aku bukannya membantah tapi aku harus menyelesaikan pekerjaanku."
"Aku sudah menyuruh asisten mu untuk mengantarkan semua pekerjaan mu ke kantorku jadi berhenti protes," ucap Abian.
"Tapi kamu nggak akan melakukan hal yang aneh kan di sana?" Tanya Kanzia dengan tatapan curiga.
"Tergantung, kalau kamu tidak menggodaku," jawab Abian.
"Memangnya kapan aku pernah menggodamu Bian,"
"Setiap saat kau selalu menggodaku nyonya Pramudya,"
"Dasar menyebalkan!"
"Tapi kamu suka kan?"
Kanzia hanya bisa menghela napas mendengar ucapan Abian.
.
.
.
Bersambung. . . . . .
Jangan lupa like👍🏻
Komen
Favorit
__ADS_1
Vote😉