Merubah Istri Gendut

Merubah Istri Gendut
BAB 37 : Kekecewaan Kanzia


__ADS_3

Pagi harinya


Kanzia yang terlebih dulu bangun karna ia ingin buang air kecil malah dibuat kaget ketika menyadari tubuhnya yang hanya berbalut selimut tebal, apalagi saat ia merasakan perih pada area pribadinya. Ia pikir kejadian semalam hanya mimpi.


"Jadi apa yang aku rasakan semalam bukan mimpi? Apa aku benar benar melakukan hal itu dengan Abian? Tapi bukannya Abian masih di luar negeri?" Gumam Kanzia yang tidak mengingat apa yang terjadi padanya semalam.


Ia hanya ingat jika semalam ia bertemu dengan Noah dan makan malam di sebuah restoran, saat ia akan beranjak tiba tiba ia merasakan kepalanya pusing setelah itu ia tidak mengingat apa yang terjadi selanjutnya, selain mimpi indah yang terasa nyata jika ia menghabiskan malam panjang dengan Abian.


Kanzia memperhatikan sekelilingnya dan ia merasa lega karna ia berada di kamarnya, dengan perlahan ia menoleh ke samping tempat tidur memastikan siapa orang yang tidur dengannya.


Ia dibuat terkejut ketika melihat siapa orang yang berada di sampingnya dalam keadaan yang sama sepertinya tanpa sehelai benang ditubuhnya.


Kanzia menutup mulutnya agar tidak teriak karena keterkejutannya, ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, tapi sosok di sampingnya benar benar nyata, laki laki yang terlelap di atas ranjangnya adalah Jonathan.


"Astaga, apa yang terjadi kenapa aku bisa tidur dengan pak Jonathan?" Kanzia memundurkan tubuhnya, jantungnya berdetak kencang dan tubuhnya bergetar karena keterkejutannya, bahkan ia melupakan niatnya untuk buang air kecil.


Tubuh Kanzia semakin bergetar memikirkan bagaimana bisa ia tidur dengan Jonathan atasannya di kantor, apa yang akan ia katakan pada Abian.


"Tuhan apa yang telah aku lakukan, apa aku telah mengkhianati suamiku, apa aku telah memberikan apa yang seharusnya aku berikan pada suamiku kepada laki laki lain, aku bahkan melakukannya di rumah kami," gumam Kanzia yang mulai terisak, ia merasa bersalah dengan Abian.


"Abian maafkan aku yang tidak bisa menjaga kehormatan ku sebagai seorang istri, aku gagal menjadi istri yang baik, aku telah melakukan perbuatan yang sangat menjijikan, aku sekarang telah kotor," ucapnya sesenggukan sambil mengeratkan selimutnya dan menelusupkan wajah di lututnya.


Kanzia benar benar merasa jijik dengan dirinya sendiri, ia merasa dirinya sangatlah kotor karena telah menghianati Abian dan tidur dengan laki laki lain.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa yang harus aku katakan pada Abian? Apa ia bisa memaafkan perbuatan ku ini? apa aku masih pantas berada di samping Abian?" Kanzia semakin terisak dan hal itu membuat tidur seseorang di sampingnya menjadi terganggu.


Abian mengerjapkan matanya, ia dibuat terkejut ketika ia membuka mata dan langsung disuguhkan pemandangan yang membuat hatinya merasakan sesak mendengar suara isakan istrinya, ia berpikir jika Kanzia menyesal telah melakukan hal itu dengannya.


"Zia, ada apa dengan mu?" Abian langsung bangun dari tidurnya dan meraih tubuh Kanzia dan membawanya ke dalam pelukannya dan hal itu malah membuat Kanzia semakin terisak.


"Lepaskan aku tuan," ucap Kanzia pada Abian, tapi Abian tetap memeluk tubuh Kanzia sambil mengusap rambut panjang yang tergerai itu.


"Maaf,,," ucap Abian, ia masih berpikir jika Kanzia menyesal memberikan haknya.


"Apa yang harus aku lakukan tuan?"


"Aku telah menghianati suamiku, sekarang aku sangat menjijikan dan kotor, aku tidak pantas disebut seorang istri," ucap Kanzia dengan suara lirih.


Deg

__ADS_1


Abian yang mendengar ucapan Kanzia mulai menyadari sesuatu, tentu saja saat ini Kanzia berpikir jika ia adalah Jonathan bos mesumnya di kantor karna ia tidak menggunakan topengnya.


"Astaga, Abian kenapa kamu bodoh sekali,,, pasti saat ini Kanzia sangat terkejut dan berpikir jika ia telah menghianatiku," batin Abian merasa bersalah pada Kanzia.


Abian berpikir mungkin ini saat yang tepat untuk mengatakan yang sebenarnya pada Kanzia, memberitahunya jika ia sebenarnya adalah Abian suaminya.


Tapi apa ia akan memaafkan dirinya setelah tau semuanya, apa Kanzia bisa menerimanya.


Abian menarik napas sebelum memberitahu Kanzia siapa ia sebenarnya.


"Zia, lihat aku," Abian mengangkat wajah Kanzia untuk menatap wajahnya.


Kanzia pun mendongakkan wajahnya menatap Abian, dengan air mata yang masih mengalir membasahi pipi mulusnya. Abian menghapus air mata yang tak henti hentinya jatuh ke pipi Kanzia.


"Berhentilah menangis, karna itu sangat menyakitiku, kamu tidak pernah menghianati siapa pun, jangan pernah mengatai dirimu kotor dan menjijikkan, kamu telah menjaga hal yang sangat berharga itu untuk suamimu, kamu telah menjadi istriku seutuhnya kamu telah memberikan sesuatu yang selama ini kamu jaga hanya untuk suamimu," ucap Abian sambil menatap Kanzia dengan tatapan penuh cinta.


Sementara Kanzia masih belum memahami maksud dari ucapan Abian.


"Apa maksud tuan?" Tanya Kanzia bingung dengan ucapan Abian.


Abian mengambil topeng yang biasa dipakainya diatas laci, lalu menggunakannya di hadapan Kanzia.


"Coba perhatikan aku baik baik, dengan begitu kamu akan memahami maksud ucapanku," ucap Abian setelah menggunakan topeng yang biasa ia gunakan.


"Bagaimana mungkin,,," gumam Kanzia terlihat shock. "Apa itu artinya Jonathan dan Abian adalah orang yang sama?" Tanya Kanzia pada laki laki di hadapannya entah itu Abian ataupun Jonathan.


"Iya, aku adalah Abian Jonathan Pramudya suami dari Kanzia Ayudia Renata, jadi kamu tidak melakukan kesalahan karna kamu memberikan hal berharga itu kepada suamimu dan itu aku Kanzia, kamu adalah wanita yang sangat terhormat,,,," Tegas Abian sambil menatap mata Kanzia dalam.


"Jadi selama ini kamu membohongiku tuan?" Tanya Kanzia, terlihat tatapan kecewa di matanya.


"Aku tidak bermaksud membohongimu sayang aku melakukan hal itu karna suatu alasan, tolong maafkan aku Zia,,,," ucap Abian sambil menggenggam tangan Kanzia yang hanya menatap lurus ke depan dengan tatapan kosongnya.


"Ini bukan salah anda tuan, tapi aku saja yang terlalu bodoh, sejak dulu aku memang bodoh seperti ini," ucap Kanzia sambil tersenyum miris.


Tapi Abian dapat melihat arti senyuman itu menunjukkan kekecewaan Kanzia, apalagi Kanzia kembali memanggilnya dengan sebutan tuan.


"Jangan berkata seperti itu Kanzia, ini memang salahku, aku terlalu takut kehilangan mu, aku masih belum  percaya diri untuk dapat melindungimu sepenuhnya, tolong maafkan aku Zia," mohon Abian.


"Tapi kenapa harus menyembunyikan semuanya padaku? Apa karna aku hanyalah seseorang yang telah dibuang dan tidak diinginkan? Kamu malu orang orang tau jika kamu telah menikahi wanita terbuang sepertiku?"

__ADS_1


Abian menggelengkan kepalanya mendengar semua ucapan Kanzia.


"Kamu tidak perlu mengakui keberadaan ku di hadapan orang orang, tapi setidaknya aku tau siapa laki laki yang telah aku nikahi," ucap Kanzia lirih.


"Itu tidak seperti yang kamu pikirkan Zia,,," ucap Abian sambil meraih tubuh Kanzia yang terisak ke dalam pelukannya.


"Lepaskan aku tuan,,, perempuan sepertiku sangat tidak pantas untuk orang hebat seperti anda tuan Jonathan," ucap Kanzia berusaha lepas dari pelukan Abian.


"Hentikan Kanzia, jangan katakan apa pun semua itu tidak seperti yang kamu pikirkan, aku akan menjelaskannya nanti setelah kamu tenang," ucap Abian semakin mempererat pelukannya.


"Kamu membuatku terlihat sangat bodoh tuan, aku terus menceritakan kekesalanku tentang bos ku di kantor pada orang yang sama, aku merasa kamu hanya ingin mempermainkan ku saja Abian." Suara isakan Kanzia semakin terdengar, membuat Abian ikut merasakan sesak mendengar Isak tangis istrinya.


"Maafkan aku,,, aku mohon maafkan aku, aku benar benar tidak bermaksud membohongimu apalagi mempermainkan mu, bagiku kamu sangatlah berharga Zia, jadi jangan ucapkan kata kata yang merendahkan dirimu sendiri." Mohon Abian sambil tetap memeluk tubuh Kanzia.


Kanzia melepaskan pelukannya Abian dan menghapus air matanya dengan kasar sambil menatap Abian.


"Tolong biarkan aku sendiri Abian, aku ingin menenangkan diriku agar bisa memahami situasi ini." ucap Kanzia.


"Tapi,,,"


"Aku tidak akan pergi kemana pun aku hanya butuh waktu sendiri Abian untuk mencerna semua ini," ucap Kanzia memotong ucapan Abian.


"Zia,,,,"


"Aku mohon,,,,"


Mau tidak mau Abian pun akhirnya membiarkan Kanzia sendiri dan keluar dari kamar setelah menggunakan pakaiannya.


.


.


.


Bersambung . . . . . .


Jangan lupa di Like👍🏻


Komen

__ADS_1


Favorit


...Selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan ...


__ADS_2