
"Awas saja kamu Kanzia, aku akan melaporkan semua kelakuanmu ini pada ayah, agar ayah memberitahu suamimu dan ayah akan semakin membenci dirimu, untung saja aku sempat mengambil gambar mereka," gumam Clara sambil menatap kepergian Abian dan Kanzia, lalu ia pun keluar dari tempat itu dan mengurungkan niatnya untuk makan malam di sana.
Sementara itu Kanzia terus tertawa di dalam mobil, ia benar benar puas melihat wajah kesal Clara yang terlihat seperti ingin menjambaknya tapi tidak berani karena Clara yang berusaha menjaga imejnya dihadapan seorang Jonathan.
"Astaga kenapa muka Clara yang menahan kesal terlihat sangat lucu, pasti dia bersusah payah menahan amarahnya," ucap Kanzia sambil tertawa ia benar benar tidak bisa menahan tawanya mengingat bagaimana ekspresi Clara tadi.
"Apa kamu sangat senang?" Tanya Abian yang sedang fokus melihat jalanan sambil sesekali melirik ke arah Kanzia yang sedang tertawa.
"Hm,,," jawab Kanzia sambil berusaha menghentikan tawanya. "Aku sangat yakin wanita genit itu tertarik padamu, makanya ia dengan sekuat tenaga berusaha menahan diri untuk tidak melayangkan tangannya ke arahku," ucap Kanzia masih dengan sisa sisa tawanya.
"Ingat aku juga ikut andil dalam membuatnya kesal, jadi kamu harus membayar ku," ucap Abian.
"Apa kamu tidak salah meminta bayaran padaku Bian, bukannya kamu sudah punya banyak uang kenapa kamu malah memeras istrimu,"
"Memangnya siapa yang memintamu membayar dengan uang?"
"Kalau bukan dengan uang lalu dengan apa Bian? Saham perusahaan Angkasa grup?"
"Aku tidak butuh itu semua,"
"Terus apa?" Kanzia dibuat bingung dengan permintaan Abian.
Sebelum Abian memberitahu Kanzia mobil yang membawa mereka sudah sampai di halaman rumah mewah mereka.
"Mendekat biar aku kasih tau," ucap Abian menyuruh Kanzia untuk mendekat padanya sebelum keluar dari mobil lalu ia membisikkan sesuatu pada Kanzia.
"Dasar mesum, apa kamu gak ada bosan bosannya?" Kanzia dibuat merinding dengan bisikan Abian.
"Aku tidak akan pernah bosan kalau soal itu, lagian hari ini hari ulang tahunku seharusnya kamu memberikanku hadiah, jadi anggap saja itu sebagai hadiah ulang tahun spesial darimu," ucap Abian.
"Itu sih maunya kamu," ucap Kanzia lalu turun dari mobil.
"Ingat aku ingin kamu memakai yang warna merah!" Teriak Abian yang melihat Kanzia meninggalkannya masuk.
"Ishh dasar mesum!"
Sementara para pelayan di rumahnya, hanya bisa senyum senyum saat melihat tingkah kedua majikannya yang menurut mereka sangat romantis.
*
*
Di kediaman Rudi
__ADS_1
Clara yang baru saja tiba di rumah orang tuanya melangkah masuk sambil tersenyum licik.
"Kali ini aku akan membuatmu benar benar terlihat sangat buruk di mata ayah, apalagi kalau suaminya yang terlihat kejam itu tau kalau istrinya berselingkuh pasti pria aneh itu tidak akan tinggal diam dan Kanzia akan dibuat menderita oleh suaminya sendiri atau mungkin saja ia akan langsung diceraikan, aku benar benar tidak sabar menantikan saat itu tiba dimana wanita sialan itu akan kembali dicampakkan," gumam Clara dalam hati sambil terus melangkah masuk.
"Clara akhirnya kamu datang juga, bagaimana dengan hubungan pernikahanmu dan Noah? Apa semuanya baik baik saja?" Tanya Maya yang dari kemarin mengkhawatirkan hubungan pernikahan putrinya.
"Entahlah ma, Noah tetap bersikeras ingin menceraikan ku, tapi itu tidak penting sekarnag, karna ada sesuatu yang harus aku lakukan sekarang," ucap Clara.
"Sejak keluar dari penjara kamu baru kali ini datang ke rumah ini, apa telah terjadi sesuatu?" Tanya Maya ketika melihat kedatangan Clara karna semenjak keluar dari penjara Clara langsung pulang ke apartemennya dan tidak pernah datang menemuinya.
"Iya ma aku ingin ketemu papa, ada yang ingin aku katakan soal Kanzia," ucap Clara pada Maya.
"Apa dia membuat masalah lagi denganmu?" Maya terlihat khawatir.
"Coba mama lihat ini," Clara menyodorkan ponselnya yang menampilkan foto Kanzia saat duduk dipangkuan Abian sambil berciuman.
"Apakah ini foto asli?"
"Tentu saja,"
"Tapi mama seperti tidak asing dengan laki laki yang ada difoto ini," gumam Maya.
"Tunggu! bukannya ini tuan Jonathan CEO Pramudya grup?" kaget Maya yang baru menyadari siapa laki laki yang bersama Kanzia difoto.
"Iya dan sepertinya mereka memiliki hubungan dan aku tidak akan membiarkan hal itu, aku akan menunjukkan foto ini pada ayah dengan begitu ayah akan semakin membencinya dan pasti akan meminta Kanzia menjauhi tuan Jonathan," Clara memberitahukan rencananya untuk menyingkirkan Kanzia.
Clara pun langsung beranjak untuk menemui Rudi di ruang kerjanya.
Tok!
Tok!
Tok !
Ceklek!
"Selamat malam ayah,,," sapa Clara mulai berakting menjadi anak yang baik dihadapan Rudi.
"Clara? Ada apa?"
"Ayah ada yang ingin aku sampaikan soal Kanzia." Ucap Clara sebelum masuk ke ruang kerja Rudi.
"Masuklah!" Rudi memberikan izin pada Clara untuk masuk.
__ADS_1
"Katakan apa yang ingin kamu sampaikan soal adikmu!" perintah Rudi.
"Ayah coba lihatlah kelakuan Kanzia di luar sana," ucap Clara sambil menyodorkan ponselnya.
Rudi membulatkan matanya saat melihat foto putrinya yang berciuman dengan seseorang yang sangat dikenalnya.
"Ini tidak mungkin, Kanzia tidak mungkin melakukan hal memalukan seperti ini apalagi sekarang putriku telah menjadi seorang istri, Zia ku bukanlah perempuan seperti ini, foto ini pasti hanya editan," gumam Rudi tidak percaya dengan apa yang dilihatnya pada ponsel Clara.
"Apa ayah tidak mempercayaiku? Apa ayah sedang menuduhku mengedit foto itu untuk membuat Kanzia terlihat buruk?" Clara berusaha menahan emosinya di hadapan ayahnya.
"Ayah tidak bermaksud seperti itu, hanya saja ayah sangat tau dengan sifat adikmu, Kanzia tidak mungkin melakukan hal itu,"
"Ayah bisa melihat tanggal pengambilan gambarnya adalah malam ini, ini foto asli aku tidak mungkin mengeditnya," ucap Clara.
"Jika sudah tidak ada yang ingin kamu bicarakan lagi sebaiknya kamu keluar," ucap Rudi.
"Apa ayah mengusirku, ayah tidak percaya dan menganggap jika aku berbohong?"
"Bukan begitu Clara, ayah hanya ingin sendiri," ucap Rudi.
"Pokoknya ayah harus menghentikan apa yang dilakukan Kanzia, jangan sampai karna kelakuannya itu malah berdampak buruk pada keluarga kita terutama perusahaan." Ucap Clara sebelum keluar dari ruang kerja Rudi.
Setalah kepergian Clara Rudi masih saja terdiam memikirkan tentang foto itu.
"Jika memang benar apa yang ada difoto itu adalah nyata itu pasti karna diriku yang belum becus menjadi ayah yang baik untuknya, aku terlalu takut dengan wanita licik itu,"
"Renata maafkan aku karna belum bisa memberikan kebahagian untuk putri kecil kita, selama ini ia selalu menderita, maafkan aku Renata,,,," lirih Rudi dan tanpa sadar ia mengeluarkan air matanya, ia merasa bersalah setiap kali melihat putrinya itu.
"Sepertinya aku harus menemui tuan Jonathan untuk menanyakan kebenaran soal foto itu dan jika itu memang benar aku akan memohon padanya supaya ia meninggalkan Kanzia." Batin Rudi.
.
.
.
Bersambung . . . . . .
Jangan lupa di like👍🏻
Komen
Favorit
__ADS_1
Vote
...Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan...