Merubah Istri Gendut

Merubah Istri Gendut
BAB 39 : Menghilang


__ADS_3

Di perusahaan Pramudya


Abian yang sedang dalam suasana hati yang buruk karna kesalahpahamannya dengan Kanzia belum selesai membuat emosinya tidak stabil ia terus marah marah tidak jelas di kantornya.


Abian tidak bisa tenang memikirkan kemarahan istrinya di rumah.


Semua pegawainya di kantor mendapatkan imbas dari suasana hati sang ceo yang sedang buruk, Kevin yang melihat hal itu hanya bisa menghela napas berusaha meningkatkan kesabarannya untuk menghadapi tingkah bosnya pagi ini, semua pekerjaan karyawannya tidak ada yang benar di matanya.


Bahkan asisten Kevin tidak luput dari sasaran amarah Abian.


"Apa disini tidak ada satupun dari kalian yang becus dalam pekerjaan kalian! Kenapa semuanya berantakan seperti ini! Jika kalian datang ke kantor hanya untuk main main sebaiknya segera angkat kaki dari perusahaan ini!" Ucap Abian memarahi karyawannya yang melakukan kesalahan, padahal itu hanya kesalahan kecil.


Mereka semua tidak ada yang berani mengeluarkan suara mereka untuk membela diri setelah mendapatkan isyarat dari asisten Kevin agar mereka tetap diam, mereka hanya menundukkan kepala tidak berani menatap wajah dingin Abian yang membuat suasana di ruangan itu terasa semakin mencekam.


Kemarahan Abian semakin tidak terkontrol setelah mendapatkan laporan dari anak buahnya jika mereka kehilangan jejak Kanzia, ia dibuat murka mendengar laporan itu dan memberikan ancaman pada anak buahnya yang tidak becus menjaga istrinya, jika terjadi sesuatu pada istrinya ia tidak akan mengampuni mereka, bahkan tanpa pikir panjang Abian meninggalkan meeting pentingnya dan meminta Kevin untuk menggantikannya.


"Siapa yang berani bermain main dengan ku?


Sepertinya ia telah bosan hidup," ucap Abian sambil melangkah keluar dari perusahaan dengan napas memburu dan tatapan dinginnya.


Para karyawan yang tidak sengaja berpapasan dengannya hanya bisa menundukkan kepalanya tanpa berani mengeluarkan sapaannya melihat aura dingin bosnya yang terlihat sangat menyeramkan.


Abian terus menghubungi nomor telpon Kanzia, tapi tetap tidak ada jawaban, hanya terdengar suara nada sambung dari ponsel Kanzia.


"Zia, kenapa kamu suka sekali membuat ku khawatir,,, aku bisa gila jika sampai terjadi hal buruk padamu," gumam Abian sambil melajukan mobil mahalnya dengan kecepatan tinggi.


"Aku mohon kamu harus baik baik saja Zia,,, aku pasti akan menemukanmu bagaimanapun caranya," gumam Abian yang sangat mengkhawatirkan keselamatan istrinya, ia takut kejadian kemarin terulang kembali.


*****


Sesampainya di kediamannya, Abian segera turun dari mobilnya dengan langkah tergesa gesa, ia berlari menuju kamarnya sambil memanggil nama Kanzia.


"Zia! Zia! Sayang!" Abian terus memanggil Kanzia, semua pelayan di rumah itu tidak ada yang berani mendekat ke arah Abian, mereka takut akan terkena sasaran amarah Abian.


Ceklek!


Abian masuk ke kamarnya dan ia melihat ponsel Kanzia tergeletak di atas sofa.


"Pantas saja dari tadi tidak ada jawaban ternyata dia tidak membawa ponselnya," ucap Abian lalu masuk ke kamar mandi dan disana ia menemukan cincin nikah yang biasa digunakan Kanzia yang telah ia pasangi pelacak ada di dekat wastafel.

__ADS_1


"Sudah ku duga pasti ia tidak menggunakan cincinnya," ucap Abian karna ia melihat di layar ponselnya jika posisi Kanzia masih berada di sekitar rumahnya, ia hanya bisa menghela napas berusaha untuk tenang, agar ia dapat melakukan sesuatu untuk menemukan keberadaan istrinya.


"Kenapa kamu ceroboh sekali Kanzia,,," ucap Abian sambil memegang cincin nikahnya lalu menelpon semua anak buahnya dan keluar dari kamarnya.


Abian telah mengumpulkan semua anak buahnya di kediamannya, ia sudah mulai mengeluarkan aura dinginnya, membuat mereka semua merasa ciut hanya dengan menatap Abian, mereka pasrah jika harus mendapatkan amukan Abian, karna hal ini terjadi memang karna kelalaian mereka.


"Apa yang kalian lakukan sehingga kalian lagi lagi harus kecolongan?" Tanya Abian dengan suara dinginnya sambil memasukkan tangannya ke kantong celananya.


Ia menatap satu persatu anak buahnya dengan tatapan tajamnya seperti akan menguliti mereka satu persatu.


"Aku telah membebaskan kalian dari hukuman karna gagal menjaga istriku dan membuatnya hampir saja di lecehkan oleh laki laki brengsek itu karna aku tidak ingin berlaku kejam lagi, tapi sekarang kalian lagi lagi mengulangi kesalahan yang sama,"


"Apa perlu aku kembali seperti dulu agar kalian becus dalam menjaga istriku!


Sepertinya kalian sekarang menganggap remeh diriku karna terlalu sering memaklumi kesalahan kalian,"


"Maafkan kami tuan,,," ucap mereka tetap menundukkan kepalanya.


"Dan kamu," tunjuk Abian pada Gery agar maju ke hadapannya.


Bugh!


"Apa yang kamu lakukan sampai sampai kamu kehilangan istriku? Bukankah aku menyuruhmu untuk tetap di dekatnya saat ia keluar rumah?"


"Maaf tuan," ucap Gery.


"Apa hanya itu yang akan kamu katakan, tanpa menjelaskan kronologi kejadiannya?" Ucap Abian berusaha mengontrol emosinya, jangan sampai ia melenyapkan pria di hadapannya itu.


"Jadi sebelum Nona menghilang kami beristirahat di taman lalu Nona meminta saya untuk membelikannya minum karna ia merasa haus, jadi saya pergi meninggalkan nona mencari minum sebentar dan menyuruh Nona untuk tetap menunggu saya di sana, tapi saat saya kembali saya sudah tidak menemukan nona di taman itu tuan," jelas Gery.


"Lalu?" Tanya Abian kembali.


"Saya mencari Nona Kanzia dan menanyakannya pada orang orang di sekitar tempat itu dan ada satu orang yang melihat jika Nona terlihat berbicara dengan dua orang laki laki, setelah itu ia tidak tau karna langsung pergi dari taman itu," ucap Gery kembali menceritakan pada Abian.


"Apa kamu sudah memeriksa semua rekaman CCTV di sekitar tempat itu?"


"Sudah tuan, tapi anehnya pada saat kejadian hilangnya nona semua CCTV di sekitar tempat itu mengalami masalah." Jawab Gery.


"Sepertinya orang yang membawa istriku bukan orang sembarangan, sepertinya ia telah merencanakannya dengan matang," ucap Abian mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Bagaimanapun caranya kalian harus menemukan istriku!" Perintah Abian menatap semua anak buahnya.


"Baik tuan," ucap mereka lalu beranjak dari hadapan Abian untuk segera mencari Nona mudanya.


"Sebenarnya siapa yang telah menculik Kanzia? Apakah laki laki itu?" Gumam Abian.


Ia pun segera beranjak untuk mencari keberadaan Kanzia, ia menelusuri semua tempat, tapi ia merasa aneh karna anak buahnya belum bisa mendapatkan satupun petunjuk dimana keberadaan istrinya, Kanzia seperti hilang di telan bumi, baru kali ini orang orangnya mengalami hal seperti ini, karna ia tau bagaimana cara kerja anak buahnya tidak sembarangan, kecuali orang itu memiliki kekuasaan dan kemampuan yang sama bahkan lebih darinya.


Malam harinya


Abian masih terus mencari Kanzia tapi ia masih belum menemukan satupun petunjuk dimana keberadaan istrinya.


"Sebenarnya dimana kamu Zia? Siapa yang telah berani membawa istriku sebenarnya?" Gumam Abian dan tiba tiba salah satu orangnya kembali menghubunginya.


"Halo tuan kami telah menemukan siapa orang yang membawa Nona Kanzia," ucap anak buah Abian terdengar ragu.


"Katakan apa yang kamu temukan!"


Anak buahnya mulai menyampaikan apa yang ia temukan saat mencari Nona mudanya dan siapa orang yang telah membawa Kanzia.


"Sial! Kenapa aku tidak kepikiran soal itu,,," Umpat Abian setelah mengetahui siapa orang yang telah menculik istrinya.


.


.


.


Bersambung . . . . . . .


Jangan lupa di like👍🏻


Komen


Favorit


Vote


^^^Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan^^^

__ADS_1


__ADS_2