
Beberapa menit kemudian Tania telah sampai di rumahnya, dengan langkah tergesa-gesa ia masuk ke dalam rumah untuk menemui kedua orang tuanya untuk memastikan soal apa yang ia ketahui malam ini.
"Ma, siapa sebenarnya Kanzia?" tanya Tania pada nyonya Sinta begitu melihat mamanya di ruang tamu.
"Tania, kenapa kamu sudah ada di sini? Bukankah malam ini kamu harus menjalankan rencana untuk mendapatkan tuan Jonathan?" tanya Karin yang terkejut karna putrinya tiba tiba sudah ada di rumah dan menanyakan soal Kanzia.
"Apa mama sudah mengetahui soal pemilik perusahaan Angkasa grup? Apa mama mengetahui soal perempuan bernama Kanzia? Lalu apa hubungannya dengan keluarga kita?" bukannya menjawab pertanyaan mamanya, Tania lebih memilih untuk mengulang pertanyaannya soal Kanzia.
"Dari mana kamu mengetahui soal wanita itu?" tanya tuan Bara yang baru saja tiba di rumahnya dan mendengar pertanyaan Tania.
"Tidak penting dari mana aku mengetahui soal Kanzia, yang aku butuhkan sekarang adalah penjelasan kalian," ucap Tania.
"Em ... baiklah sepertinya sudah saatnya kamu mengetahui tentang teman dekatmu itu," ucap tuan Bara sambil mendudukkan dirinya di sofa. Ia sudah mengetahui soal Kanzia yang berteman dekat dengan putrinya.
Tania pun ikut duduk untuk mendengarkan jawaban papanya, ia ingin mendengarnya langsung dari papanya dugaannya soal Kanzia.
"Wanita bernama Kanzia itu adalah sepupumu, dia adalah cucu kandung dari tuan besar Wiguna, orang yang harus kita singkirkan," ucap Tuan Bara.
Tania yang mendengar hal itu mengerutkan alisnya ia belum mengerti dengan ucapan papanya.
__ADS_1
"Kita harus merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milik kita Tania, jika dia mengetahui tentang kita sebelum kita bertindak bisa saja wanita itu melakukan hal yang sama seperti yang kakeknya lakukan pada kakek mu dulu," ucap Karin mulai menghasut putrinya dan mengatakan jika kakek Kanzia adalah orang yang telah merebut semua aset milik keluarganya, padahal sebaliknya dialah yang telah merebut banyak hal dari keluarga Wiguna.
Tania hanya diam saja mencerna apa yang baru saja diucapkan kedua orang tuanya. Ia bingung apakah ia harus percaya dengan ucapan kedua orang tuanya atau tidak.
"Ingat Tania kamu lebih berhak atas Angkasa grup dari pada Kanzia, kamu harus bisa menyingkirkan Kanzia kamu harus tetap bersikap seperti biasa menjadi sahabat yang baik untuknya," ucap tuan Bara.
"Tapi sekarang untuk menyingkirkan Kanzia bukanlah hal yang mudah, karna Kanzia bukan hanya pemilik dari Angkasa grup tapi juga istri sah dari Tuan Jonathan, itu artinya kita bukan hanya menghadapi Kanzia tapi juga tuan Jonathan, Mama dan papa pasti tau seperti apa sepak terjangnya," ucap Tania sambil menatap kedua orang tuanya.
"Kamu jangan bercanda Tania, dari mana kamu mendapatkan informasi itu?" tanya mamanya pada Tania.
"Jika aku bercanda aku tidak mungkin pulang sekarang meninggalkan acara itu, Tuan Jonathan baru saja mengumumkan pernikahannya di acara perusahaan," jelas Tania.
"Apa mama pikir mendekati Tuan Jonathan adalah hal yang mudah? Bahkan aku sudah bertahun tahun bekerja di Pramudya grup, tapi dia sama sekali tidak pernah melihatku," ucap Tania.
"Kamu memang tidak pernah becus bahkan untuk mencari informasi penting tentang rahasia perusahaan saja kamu tidak pernah berhasil, maka dari itu mulai sekarang kamu harus mengikuti arahan dari papa mu, jangan terus membantah," ucap Sinta mengingatkan putrinya yang keras kepala dan tidak pernah mau mengikuti sarannya.
"Terserah kalian, aku capek ingin istirahat," ucap Tania lalu beranjak meninggalkan tuan Bara dan nyonya Sinta.
"Pa, apa kali ini Tania akan menuruti semua perkataan kita?" tanya Sinta pada suaminya setelah memastikan kepergian Tania ke kamarnya.
__ADS_1
Tuan Bara hanya diam saja, ia juga tidak tahu apakah kali ini ia berhasil membujuk putrinya untuk membantunya mencapai tujuannya, ia juga tidak yakin putrinya bisa membantunya. Apalagi setelah mengetahui soal hubungan Kanzia dengan pemilik perusahaan Pramudya grup itu.
"Pantas saja aku begitu sulit untuk melacak keberadaan gadis itu, ternyata semua itu ada campur tangan dari keluarga Pramudya," batin tuan Bara.
.
.
.
Bersambung . . . . .
Jangan lupa Like
Komen
Favorit
Vote
__ADS_1