
Sementara di kediaman Abian.
Abian memutuskan untuk pulang lebih dulu dari acara pesta karna khawatir dengan kondisi Kanzia yang sedang hamil, Abian tidak ingin istrinya sampai kelelahan.
"Tunggu aku sebentar, malam ini aku akan menagih janjimu," ucap Abian setelah membaringkan tubuh Kanzia di tempat tidur.
"Kamu mau kemana?" tanya Kanzia yang melihat Abian hendak keluar dari kamar.
"Aku akan menemui Kevin di ruang kerjaku, aku tidak akan lama jadi jangan sampai tertidur," ucap Abian sebelum ia keluar dari kamar.
"Dasar," gumam Kanzia sambil tersenyum menatap kepergian sang suami.
******
"Bagaimana? Apa kamu menemukan sesuatu tentang wanita itu?" tanya Abian pada Kevin.
"Iya Tuan, tepat seperti dugaan tuan selama ini, ternyata teman Nona yang bernama Tania adalah putri dari Tuan Bara dan nyonya Kiran,, orang orang yang ingin melenyapkan Nona Kanzia," ucap Kevin.
Abian tersenyum mendengar laporan Kevin. "Sepertinya ia juga masih ingin menghancurkan Pramudya grup, benar benar manusia serakah," ucap Abian.
"Benar tuan, itulah mengapa Tuan Bara memasukkan putrinya ke perusahaan dengan identitas palsu, agar mereka bisa mendapat informasi soal rahasia perusahaan," ucap Kevin kembali.
"Tapi pada akhirnya mereka tidak berhasil dan mereka pun memanfaatkan kecantikan putrinya untuk menggodaku," ucap Abian tersenyum sinis mengingat Tania yang merubah penampilannya sejak dia menjadi sekretarisnya.
Sejak awal Abian memang sudah curiga dengan identitas Tania, tapi ia tidak terlalu memperdulikannya selama ia tidak membuat ulah di perusahaannya, sampai akhirnya ia mengetahui jika wanita itu dekat dengan Kanzia, barulah ia meminta Kevin untuk menyelidiki latar belakang Tania, tapi sepertinya Tuan Bara telah mempersiapkan semuanya sebelum memasukkan putrinya ke perusahaan, membuat orang orang suruhannya mengalami sedikit kesulitan menemukan tentang siapa Tania, tapi Abian tidak menyerah ia tetap meminta Kevin untuk mengawasi dan mencari informasi tentang wanita itu.
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang Tuan?" tanya Kevin.
"Ikuti saja permainan mereka, dan tetap awasi wanita bernama Tania itu, aku masih berharap ia tidak sama seperti kedua orang tuanya karna dia adalah satu satunya sahabat istriku, Kanzia pasti akan sangat kecewa jika orang yang ia percaya kembali menghianatinya," ucap Abian.
__ADS_1
"Baik Tuan, kalau begitu saya pamit dulu," ucap Kevin sambil menundukkan kepalanya.
"Hm," jawab Abian sambil menganggukkan kepalanya.
Setelah kepergian asisten Kevin, Abian pun kembali ke kamarnya sambil tersenyum lebar, ia sudah tidak sabar untuk menghabiskan malam yang panjang dalam kehangatan sang istri.
"Sayang," ucap Abian saat membuka pintu kamarnya, senyumnya semakin cerah saat melihat penampilan Kanzia dengan baju tidur seksi dan pose menggodanya.
Abian semakin mendekat ke arah Kanzia dan ia pun akhirnya dapat menyalurkan hasratnya yang sudah tertahan selama beberapa hari ini.
*
*
Keesokan harinya.
Pagi pagi sekali Clara dan Tuan Rudi yang sedang sarapan dikagetkan dengan kedatangan dua orang polisi ke rumahnya.
"Ayah kenapa polisi datang ke rumah kita?" tanya Clara pada Rudi.
"Entahlah, ayah juga tidak tau sebaiknya kita temui saja langsung, sepertinya ini berkaitan soal kasus mama mu," ucap Rudi lalu beranjak meninggalkan meja makan.
"Selamat pagi pak, maaf jika kami mengganggu waktu anda, kami hanya ingin menyampaikan soal nyonya Maya."
"Ada apa dengan istri saya?" tanya tuan Rudi.
"Istri anda di temukan di dalam sel dalam keadaan sudah tidak bernyawa, diduga jika dia melakukan bunuh diri, dan sekarang jenazahnya sudah berada di rumah sakit," jelas polisi.
Deg.
__ADS_1
Ucapan polisi itu membuat tuan Rudi tidak bisa berkata kata, berita ini benar benar membuatnya terkejut, ia memang sangat membenci semua yang telah dilakukan Maya pada keluarganya tapi bukan ini yang ia inginkan, ia ingin Maya membayar semua perbuatannya sebagaimana mestinya.
Begitu pun dengan Clara yang baru saja menyusul ayahnya dibuat terkejut dengan apa yang baru saja di ucapkan polisi, ia merasakan lututnya lemas.
"Apa maksud Anda!" bentak Clara pada kedua polisi tersebut ia tidak terima mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh polisi soal ibunya.
"Nyonya Maya diduga telah melakukan bunuh diri yang mengakibatkan ia kehilangan nyawanya," ucap polisi kembali menjelaskan pada Clara.
"Tidak! Ini tidak mungkin mamaku tidak mungkin melakukan hal itu! Ini semua pasti gara gara Kanzia!" teriak Clara tidak terima dan lagi lagi menyalahkan Kanzia.
"Clara! Berhenti menyalahkan Kanzia, Mama mu melakukan hal itu karna kemauannya sendiri," ucap Rudi, ia tidak suka dengan sikap Clara yang selalu menyalahkan Kanzia.
"Tidak! Mamaku tidak mungkin mati sebelum ia melenyapkan gadis sialan itu! Kalian pasti hanya ingin membodohiku, kan?" teriak Clara histeris, ia sudah seperti orang yang kehilangan akal sehatnya, ia tidak peduli dengan ucapan Rudi.
"Clara sadarlah Nak, Mamamu akan sedih jika melihat mu seperti ini, kita harus ikhlaskan kepergian mamamu," ucap Rudi berusaha selembut mungkin untuk menyadarkan Clara, ia khawatir dengan keadaan Clara saat ini.
"Hahaha! Tidak mungkin Mamaku tidak mungkin meninggalkanku," gumam Clara dan ia pun tidak sadarkan diri.
.
.
.
Bersambung . . . . .
Jangan lupa Like
Komen
__ADS_1
Favorit
Vote