Merubah Istri Gendut

Merubah Istri Gendut
BAB 68 : Rencana Clara dan Maya


__ADS_3

"Akhirnya si gendut itu pergi juga, malam ini aku akan membuat tuan Jonathan menjadi milikku, aku akan membuatmu kembali merasakan seperti dua tahun lalu Kanzia, karna apa yang telah kamu miliki harus aku rebut darimu," batin Clara.


Bik Yanti yang melihat Clara berdiri di depan pintu kamar tempat Kanzia dan Abian merasa curiga dan ia berencana untuk memberitahu Kanzia.


Baru saja ia hendak melangkah untuk menyusul Kanzia, Maya tiba tiba saja menariknya.


"Mau kemana kamu? Jangan coba coba ikut campur," ucap Maya sambil menarik lengan bik Yanti agar pergi dari sana.


"Apalagi yang sedang nyonya dan nona Clara rencanakan untuk menyakiti nona muda?" tanya bik Yanti berusaha melepaskan lengannya dari Maya.


"Lakukan saja tugasmu sebagaimana mestinya, jangan sampai kamu memberitahu Kanzia soal rencana kami jika tidak ingin menempatkan keluargamu dalam bahaya," ancam Maya dengan suara berbisik.


"Cepat masuk ke kamarmu," ucap Maya pada bik Yanti.


Bi Yanti yang yang lagi lagi mendapatkan ancaman seperti itu, hanya bisa pasrah membiarkan Clara dan Maya melakukan rencananya dan mengurungkan niatnya untuk memberitahu Kanzia soal Clara.


Setelah kepergian bik Yanti Maya pun segera menyusul Kanzia yang sudah masuk ke ruang kerja tuan Rudi dan ia pun langsung menutup dan mengunci pintunya dari luar.


"Aku yakin rencana malam ini pasti berhasil," gumam Maya dengan senyum liciknya.


*****


Sementara Abian sedang mengguyur tubuhnya di kamar mandi.


Setelah kepergian Kanzia ia tiba tiba saja merasakan panas di tubuhnya, yang ia inginkan saat ini adalah dipuaskan oleh istrinya.


"Sial! Ini pasti ulah dua wanita licik itu!" gumam Abian sambil terus mengguyur tubuhnya di bawah shower, ia tentu saja menyadari apa yang menyebabkan tubuhnya merasakan hal seperti ini.


"Sepertinya aku terlalu meremehkan mereka, padahal aku sengaja tidak meminum minuman yang sudah disediakan di saat makan malam tadi, tapi aku dengan bodohnya malah menenggak habis minuman yang diantar pelayan ke ruang kerja tuan Rudi," Abian terus merutuki kebodohannya.


Abian memang sudah curiga dengan kedua wanita itu makanya ia sama sekali tidak menyentuh minuman yang disediakan Maya saat acara makan malam, tapi siapa sangka ternyata Maya memiliki kesempatan lain, ia menaruh obat perangsang pada minuman Abian yang diantarkan pelayan ke ruang kerja tuan Rudi.


"Aku harus segera mencari Kanzia, hanya dia yang bisa membantuku mendinginkan tubuhku," ucap Abian.


Abian segera keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk.


"Sayang!" panggil Abian yang mengira Kanzia sudah ada di kamar.


"Kamu!" Abian sangat terkejut saat melihat keberadaan Clara yang duduk di atas ranjangnya dengan menggunakan baju tidur yang sangat seksi, memperlihatkan bagian tubuhnya.


"Tuan, apa anda membutuhkan bantuan ku," ucap Clara melangkah ke hadapan Abian.


"Jangan coba coba mendekatiku!" bentak Abian.


"Ayolah tuan aku tau saat ini tuan sangat tidak nyaman, jadi biarkan aku menuntaskannya aku tidak kalah memuaskan dibandingkan dengan istrimu itu," ucap Clara.


Ia dengan berani maju dan mengusap dada Abian yang terpampang nyata di hadapannya.

__ADS_1


Abian terus berusaha untuk menyingkirkan tangan Clara, tapi tubuhnya sangat menginginkan sentuhan itu.


"Sial! Ini benar benar menyiksaku ... ." batin Abian.


"Perempuan kurang ajar aku pastikan kamu akan menyesali apa yang telah kamu lakukan saat ini!" bentak Abian sambil mendorong tubuh Clara.


Tapi Clara tidak menyerah ia kembali maju ke hadapan Abian yang sudah terbakar gairah.


"Tuan, hanya aku yang bisa membantumu saat ini, karna aku sudah menyuruh mama mengunci istrimu di ruang kerja ayah, jadi ia tidak akan bisa kembali ke kamar ini untuk menuntaskan hasrat mu itu tuan," ucap Clara dengan penuh percaya diri.


Ia terus mendekat dan kembali mengelus dada Abian dengan gerakan menggoda sambil menempelkan tubuhnya pada tubuh Abian yang semakin memanas.


"Shhh ****,,," Abian berusaha menahan gairahnya.


"Ayolah tuan sampai kapan kamu akan menahannya ... ." ucap Clara di dekat telinga Abian dengan suara yang dibuat menggoda.


Bruk!


Kanzia berhasil mendobrak pintu kamar yang sudah terkunci dari dalam dan sudah pasti itu adalah ulah Clara.


Clara pun menghentikan kegiatannya karna terkejut dengan suara keras itu.


Kanzia melangkah ke arah Clara dengan rahang yang sudah mengeras.


"Bagaimana bisa ia membuka pintu itu?" batin Clara. Ia terkejut saat melihat Kanzia bisa mendobrak pintu kamar yang sudah ia kunci.


"Tahan sebentar, aku harus memberikan pelajaran pada wanita ular ini terlebih dahulu," ucap Kanzia sambil tersenyum ke arah Abian.


Ia terus melangkah ke arah Clara. "Oh,,, jadi ini alasan kalian begitu semangat menyuruhku menginap, ingin menjebak suamiku dengan cara murahan mu," ucap Kanzia dengan tatapan merendahkan ke arah Clara.


Plak! Plak! Plak!


Kanzia melayangkan tangannya menampar pipi Kanzia berulang kali.


"Aw!" jerit Clara, ia merasakan panas di pipinya karna Kanzia menamparnya lebih dari sekali.


"Kanzia! Apa yang kamu lakukan pada kakakmu?!" teriak Maya yang baru saja datang karna mendengar suara keributan dan ia berpikir jika Clara telah berhasil menjalankan rencananya.


"Zia, apa yang kamu lakukan pada Clara?" tanya Rudi yang juga menyaksikan Kanzia menampar Clara.


"Aku sedang memberikan pelajaran pada perempuan yang sudah berani menggoda suamiku," jawab Kanzia dengan ekspresi datarnya.


"Kanzia! Beraninya kamu menuduh kakak mu seperti itu!" bentak Maya.


"Apa kalian pikir aku tidak tau dengan semua rencana kalian, bahkan kamu mengunciku di ruang kerja ayah, untuk melancarkan rencana kalian menjebak suamiku," ucap Kanzia.


Kanzia melangkah ke arah clara sambil mengeluarkan sesuatu dari kantong bajunya.

__ADS_1


"Bukankah ini yang kalian berikan pada suamiku," ucap Kanzia menunjukkan obat perangsang yang ia temukan di dapur.


"Kamu juga harus merasakan apa yang di rasakan suamiku perempuan licik!" ucap Kanzia sambil mencengkram dagu Clara memaksanya untuk meminum obat itu.


"Kanzia apa yang kamu lakukan!" teriak Maya ingin mendekat untuk membantu putrinya, tapi Clara sudah keburu menelan obat itu.


Kanzia pun segera membawa Abian keluar dari kamar itu, tanpa memperdulikan kemarahan Maya.


Sementara Rudi dibuat terkejut melihat apa yang dilakukan Kanzia, tapi ia hanya diam saja dan membiarkan putrinya mengeluarkan amarahnya pada kedua wanita itu. "Sepertinya kalian terlalu meremehkan putriku," ucap Rudi sambil tersenyum sinis pada Maya dan ia pun keluar dari kamar itu.


Beberapa menit kemudian Clara mulai terlihat gelisah, ia merasakan panas di tubuhnya obat itu bereaksi dengan cepat karna dosis yang diberikan Kanzia sangat tinggi.


"Ma tolong aku, tubuhku rasanya panas sekali ... ." ucap Clara sambil menggeliat.


"Awas kamu Kanzia!" ucap Maya mengepalkan tangannya dengan penuh emosi.


*****


Sementara di kamar Kanzia.


Abian sedang menuntaskan hasratnya yang sudah ia tahan sejak tadi pada sang istri. Ia sangat bersyukur Kanzia berhasil menggagalkan rencana Clara dan ibunya.


"Terimakasih sayang ... ." ucap Abian lalu mencium kening Kanzia yang langsung terlelap karna kelelahan.


"Sepertinya istriku sudah benar benar berubah sekarang," gumam Abian sambil menatap Kanzia kagum.


Abian bangun menggunakan celananya lalu keluar dari kamar Kanzia untuk menelpon seseorang.


"Semuanya akan terungkap besok pagi," gumam Abian setelah memutuskan sambungan telponnya.


.


.


.


Bersambung . . . . . .


Jangan lupa di like👍🏻


Komen


Favorit


Vote


Kira kira apa yang akan dilakukan Abian besok pagi ya????

__ADS_1


__ADS_2