Merubah Istri Gendut

Merubah Istri Gendut
BAB 49 : Nasib Kevin 2


__ADS_3

Setelah mengetahui tentang masa lalu Maya dan kecelakaan ibu kandung istrinya, Abian tiba tiba merasakan khawatir tentang bagaimana perasaan Kanzia jika ia tau kalau kecelakaan yang menimpa ibunya adalah karna perbuatan yang disengaja.


Abian meraih ponselnya lalu mencari nomor Kanzia untuk menelponnya, karna dengan mendengar suara sang istri bisa membantu menenangkan pikirannya saat ini.


Tanpa menunggu lama terdengar suara seseorang di sebrang sana, yang membuat hati Abian sedikit tenang.


"Halo,,,," terdengar suara Kanzia di sebrang telpon.


"Hm,,, apa kamu masih sibuk?" tanya Abian.


"Tidak sesibuk suamiku," jawab Kanzia.


"Oh ... apakah istriku merindukanku?" tanya Abian mulai menggoda Kanzia.


"Tidak," jawab Kanzia.


"Wah istriku benar benar kejam, padahal aku disini sangat merindukannya sampai sampai aku tidak bisa fokus bekerja tapi ternyata ia disana sama sekali tidak merindukan diriku."


"Astaga sejak kapan suamiku ini menjadi tukang gombal?" ucap Kanzia.


"Aku tidak sedang menggombal tapi itu dari hati, aku benar benar merindukanmu istriku sayang, haruskah aku menyuruh Kevin untuk menjemputmu dan membawamu ke kantorku agar aku bisa tenang," ucap Abian.


"Berhenti bertingkah aneh seperti itu tuan karna itu sangat tidak cocok denganmu, kamu lebih cocok menjadi tuan dingin, jadi–" ucapan Kanzia terpotong karna Abian terlebih dahulu berucap.


"Kenapa setiap kali aku mengungkapkan perasaanku kamu selalu mengatakan aku aneh?" ucap Abian yang sepertinya salah paham dengan candaan Kanzia.


"Iya kamu memang sangat aneh, oh iya Bian kamu masih ingatkan soal rencana kita untuk mencarikan Kevin pacar?" Kanzia yang tidak peka dengan kekesalan Abian, malah menanyakan soal rencananya untuk menjodohkan Kevin, dan hal itu semakin menambah kekesalan Abian, ia merasa jika Kanzia lebih memperdulikan laki laki lain.


"Hm,,,," Abian mulai terdengar dingin.


"Aku berencana untuk mengenalkan asisten Kevin dengan Tania teman satu divisi ku dulu di Pramudya grup, siapa tau mereka cocok," Kanzia mengatakan rencananya pada Abian.


"Terserah!" jawab Abian.


"Beneran boleh?"


"Hm,"


"Ya udah kalau gitu aku telpon Tania dulu ya,,,, sampai bertemu di rumah suamiku," ucap Kanzia lalu memutuskan sambungan telponnya dengan Abian.


Setelah sambungan telpon benar benar terputus Abian meremas ponsel mahal miliknya sambil menatap layarnya, Kanzia benar benar memutuskan sambungan telponnya dan hal itu semakin membuatnya kesal.


"Dasar tidak peka bisa bisanya dia mematikan sambungan telponnya, apakah dia lebih peduli dengan nasib Kevin dari pada suaminya sendiri?" Kesal Abian.


Sementara orang yang telah membuat seseorang kesal dan tidak fokus dengan pekerjaannya sedang asik telponan dengan sahabatnya tanpa ia sadari jika dia telah membangunkan macan tidur.


Kevin yang baru saja masuk ke ruangan Abian merasa heran melihat sikap tuannya yang terlihat kesal, bahkan bosnya terus menatapnya dengan tatapan tajamnya.


"Ada apa dengan tuan Abian? Padahal tadi pagi ia masih menebarkan aura positif? Bahkan tadi setelah makan siang pun tuan masih terlihat normal? Tapi kenapa sekarang ekspresinya terlihat seperti ingin memakan orang? Apa ini karna nona Kanzia?" Kevin bertanya tanya dalam hati melihat tingkah tuannya, karna hanya nona mudanya itu yang mampu membuat tuannya bertingkah aneh, ia terus berpikir apa orang jatuh cinta sikapnya memang aneh seperti tuannya itu.


Abian yang menyadari jika Kevin sedang memperhatikannya, langsung menatap Kevin dengan ekspresi kesal sambil berucap.

__ADS_1


"Kenapa kamu melihatku seperti itu? Apa kamu sedang mengatai ku aneh?" tanya Abian pada Kevin.


"Maaf tuan saya tidak berani melakukan hal itu, saya hanya merasa sepertinya tuan sedang memikirkan sesuatu yang menggangu pikiran tuan," jawab Kevin gugup karna tebakan Abian benar, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal untuk mengurangi kegugupannya.


"Aku sedang kesal dengan istriku, dan itu semua gara gara dirimu Kevin," Abian malah menyalahkan Kevin yang tidak tau apa apa.


"Ha?" Kevin kembali dibuat heran dengan ucapan Abian yang tiba tiba menyalahkan dirinya yang tidak tau apa apa.


"Astaga ada apa dengan tuan Abian? Ia sedang kesal dengan Nona tapi kenapa ia malah menyalahkan ku? Astaga aku sudah seperti orang ketiga saja dalam hubungan tuan dan nona,,,," gerutu Kevin dalam hati.


"Kevin!" panggil Abian.


"Iya tuan," ucap Kevin sambil menundukkan kepalanya.


"Kamu masih menyukai perempuan kan?" Tanya Abian sambil menatap Kevin penuh curiga mengingat ucapan Kanzia waktu itu.


"Astaga apalagi ini? Kenapa ia malah bertanya seperti itu? apa tuan pikir aku ini penyuka jeruk sama jeruk?" batin Kevin yang miris mendengar pertanyaan yang dilontarkan Abian.


"Tentu saja tuan, saya ini laki laki normal tentu saja saya menyukai seorang wanita," jawab Kevin berusaha sabar menghadapi bosnya yang sedang dimabuk cinta.


"Baguslah jadi aku tidak perlu khawatir kalau kamu merebut ku dari istriku," ucap Abian dengan santainya.


"Apa jatuh cinta juga dapat membuat orang menjadi bodoh? Seandainya saja yang mengatakan hal seperti ini bukan tuan Abian sudah aku pastikan untuk memasukkannya kedalam karung dan membuangnya ke tengah laut biar jadi santapan ikan ikan disana," tentu saja hal itu hanya berani ia ucapkan dalam hati, kalau saja ia mengucapkannya secara langsung bisa bisa ia yang akan di buang ke tengah laut oleh Abian.


"Kenapa kamu diam saja? Apa kamu sedang mengumpati ku?" ucap Kevin sambil menatap Kevin penuh selidik.


"Tidak tuan," jawab Kevin.


"Kenapa tuan selalu menebak dengan benar kalau aku sedang mengumpatnya dalam hati? Apa tuan dulunya adalah seorang cenayang?" batin Kevin.


"Maaf tuan saya tidak akan melakukannya lagi," ucap Kevin tanpa sadar mengakui jika yang dikatakan Abian benar.


"Oh, jadi kamu benar benar melakukannya padahal aku hanya menebak saja, kalau begitu mulai besok kamu harus lembur selama tiga hari!"


"Baik tuan," ucap Kevin pasrah.


"Dan satu lagi, jika nona menyuruhmu untuk berkencan dengan temannya kamu harus menurutinya," ucap Abian kembali.


"Baik tuan," Kevin mengiyakan saja ucapan Abian walaupun ia tidak paham dengan maksud ucapan tuannya itu, dari pada urusannya semakin panjang.


Kevin pun keluar dari ruang kerja Abian sambil menghela napas lega, ia benar benar tidak habis pikir dengan sikap tuannya yang semakin hari semakin aneh saja.


*


*


Kediaman Noah


Clara yang tidak terima dengan surat cerai yang diberikan Noah untuknya mendatangi kediaman orang tua Noah, karna di kantor dan apartemen ia tidak menemukan keberadaan suaminya itu.


"Noah! Sayang cepat keluar aku tau kamu masih ada disini!" Clara yang baru saja masuk ke rumah Noah langsung memanggil Noah dengan suara keras.

__ADS_1


Nyonya Rosa yang sedang menyiram tanamannya di taman belakang menghentikan kegiatannya lalu beranjak ke ruang tamu saat mendengar suara Clara.


"Dasar perempuan tidak tau diri, apa kamu pikir rumahku hutan makanya kamu berteriak seperti itu!" Ketus nyonya Rosa yang menghampiri Clara.


"Aku sedang tidak ingin ribut dengan mama, aku kesini datang untuk bertemu suamiku," ucap Clara tidak menghiraukan mertuanya dan tetap memanggil Noah.


"Cih suami, sebentar lagi juga kamu akan menjadi mantan istrinya Noah," ucapnya sambil menatap sinis Clara.


"Sebaiknya mama tidak usah ikut campur urusan rumah tangga ku dengan Noah, aku sangat yakin jika Noah masih sangat mencintaiku, dia hanya sedang sedikit salah paham saja padaku," ucap Clara dengan percaya diri.


"Terserah kamu Clara, berdebat dengan kamu hanya akan membuat kepalaku tambah pusing saja," ucap Mama Noah dan beranjak meninggalkan Clara di ruang tamu, ia malas jika harus berdebat dengan mantunya itu, yang sebentar lagi mungkin akan menjadi mantan menantu.


Setalah kepergian mertuanya Clara segera beranjak untuk mencari keberadaan Noah di kamarnya yang berada dilantai dua.


Sebelum ia membuka handle pintu kamar Noah, pintu itu sudah terlebih dahulu dibuka dari dalam oleh Noah.


"Sayang,,,," Clara langsung memegang lengan Noah begitu ia membuka pintu kamarnya, tapi Noah malah menepis tangan Clara dengan kasar.


"Ada urusan apa kamu datang ke rumah ini?" Tanya Noah tanpa melihat ke arah Clara.


"Noah kita perlu bicara,"


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan, sebaiknya tanda tangani saja surat perceraian itu, jangan membuat masalah," ucap Noah.


"Tapi aku tidak ingin bercerai darimu Noah, karna aku sangat mencintaimu," mohon Clara kembali memegang tangan Noah tapi lagi lagi ia mendapatkan penolakan.


"Sudahlah aku tidak percaya dengan kata cintamu itu, keputusanku tidak dapat diganggu gugat kita akan tetap bercerai."


"Kenapa kamu melakukan ini? Apa karna Kanzia? Apa wanita murahan itu yang memintanya?" ucap Clara yang sudah emosi dengan sikap Noah padanya.


"Berhenti menyalahkan Kanzia atas apa yang terjadi padamu, kamu seharusnya menyadari jika semua yang terjadi pada kita saat ini karna perbuatan kita sendiri, dan satu lagi jangan pernah menyebut Kanzia dengan sebutan rendahan itu, karna sebutan itu lebih pantas untuk mu," ucap Noah yang tidak terima jika Kanzia dikatakan murahan oleh Clara.


"Cih, bahkan kamu dengan terang terangan membelanya di hadapan ku, biar bagaimana pun aku ini masih istrimu, apa yang di janjikan wanita murahan itu padamu?" ucap Clara dengan tatapan sinisnya.


Plak!


Noah langsung menampar pipi Clara yang kembali menyebut Kanzia dengan sebutan yang tidak pantas itu.


.


.


.


Bersambung . . . . . .


Jangan lupa di like👍🏻


Komen


Favorit

__ADS_1


Vote


...Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan...


__ADS_2