Merubah Istri Gendut

Merubah Istri Gendut
BAB 41 : Wanita licik


__ADS_3

Kanzia bersandar di dada bidang Abian yang bertelanjang dada setelah mendapatkan hukumannya, Kanzia terus menatap wajah tampan Abian karna ia masih merasa sedikit canggung dengan wajah itu, ia masih tidak menyangka jika bos mesum yang selalu membuatnya kesal ternyata adalah Abian suaminya sendiri.


"Kenapa terus menatapku? Apa ada yang aneh dengan wajahku? atau kamu baru menyadari jika bos mesum mu ini sangatlah tampan?" Tanya Abian yang menyadari jika Kanzia terus menatapnya, Kanzia hanya bisa membulatkan matanya mendengar ucapan Abian.


"Kalau soal itu kamu tidak perlu mengatakannya, ketampanan ku memang tidak diragukan lagi siapapun pasti akan terpesona dengan wajah sempurna ini," ucap Abian kembali karna melihat Kanzia masih tetap diam sambil menatapnya.


Kanzia dibuat melongo dengan ucapan Abian yang menurutnya sangat aneh dan terdengar menggelikan, jika orang lain yang mengatakannya ia tidak akan heran tapi kata kata ini keluarnya dari mulut seorang Abian, bahkan di kantor ia yang dikenal sebagai jonathan terkenal dengan sikap dinginnya dan irit bicara, tapi laki laki di hadapannya ini bertolak belakang dengan apa yang orang orang gosipkan tentangnya.


"Ish,,, sejak kapan kamu tiba tiba berubah menjadi narsis seperti ini?" Kanzia merasa geli dengan ucapan Abian.


"Bukannya narsis, tapi memang begitu kenyataannya jika suamimu ini sangatlah tampan nona dan selalu menjadi incaran para wanita,"


"Astaga, kamu lebih cocok menjadi tuan dingin daripada harus jadi tuan narsis, kamu benar benar terlihat sangat aneh jadi hentikan tingkah aneh mu itu sudah cukup kamu menjadi tuan mesum jangan ditambah lagi dengan predikat tuan narsis," ucap Kanzia benar benar tidak habis pikir dengan tingkah Abian.


"Baiklah, sepertinya kamu lebih suka aku yang mesum daripada harus narsis seperti ini, kalau begitu bagaimana kalau aku kembali berbuat mesum pada mu istriku,,,," ucap Abian dengan senyum jahilnya.


"Berhenti menggangguku tuan, biarkan aku istirahat aku ingin tidur," ucap Kanzia.


"Bisakah kamu berhenti memanggilku dengan sebutan tuan," protes Abian pada Kanzia yang tidak suka jika Kanzia kembali memanggilnya dengan sebutan tuan.


Kanzia kembali terdiam dan menatap Abian.


"Kenapa?" Tanya Abian yang kembali melihat tatapan Kanzia seperti tadi.


"Mmm,, aku harus memanggil mu apa? Jonathan atau Abian?" Kanzia merasa bingung harus memanggilnya suaminya dengan sebutan yang mana.


"Jadi kamu melihatku dari tadi hanya karna memikirkan hal itu? bukan karena terpesona dengan ketampanan ku?" Tanya Abian, yang dijawab anggukan oleh Kanzia.


"Astaga ada apa dengan laki laki ini? Kenapa tingkahnya semakin aneh saja?" batin Kanzia.


"Kamu bisa tetap memanggilku dengan nama Bian, karna aku tetaplah Abian suamimu," ucap Abian sambil mengelus puncak kepala istrinya.


"Baiklah Bian,,," ucap Kanzia.


"Tapi sepertinya akan lebih bagus kedengarannya jika kamu memanggilku sayang saja, jadi bagaimana kalau mulai sekarang kamu memanggilku dengan sebutan sayang," ucap Abian mulai menggoda Kanzia.


"Ishh,,, menyebalkan ingat aku masih belum memaafkan mu ya,,," ucap Kanzia.


"Benarkah?"


"Hm,,," ucap Kanzia.


"Oh jadi ternyata istriku belum memaafkan ku, haruskah kita mengulang kegiatan tadi supaya kamu bisa memaafkan ku,,," Abian lagi lagi menggoda Kanzia.

__ADS_1


"Itu sih maunya kamu, kalau aku ogah," ketus Kanzia.


"Benarkah kamu tidak menginginkannya, bukankah tadi kamu terlihat sangat menikmatinya, bahkan sayangku ini terus meneriaki namaku," ucap Abian semakin semangat menggoda Kanzia.


Kanzia langsung memerah mendengar ucapan Abian.


"Abian berhenti menggoda ku, bukankah kamu bilang ingin menjelaskan semuanya padaku, tapi kamu malah mengambil kesempatan dalam kesempitan, jadi lebih baik sekarang kamu jelaskan kenapa membohongiku daripada kamu terus berbicara yang aneh aneh," kesal Kanzia karna Abian yang terus menggodanya, ia membalik tubuhnya memunggungi Abian.


Abian yang melihat Kanzia kembali merajuk segera membalik tubuh Kanzia menghadap dirinya.


"Ini sudah malam sebaiknya kita segera tidur, aku akan menjelaskan semuanya besok," ucap Abian sambil mengusap pipi mulus Kanzia.


Kanzia menatap Abian penuh curiga.


"Kamu tidak sedang mengulur waktu untuk menjelaskannya padaku kan Bian? Kamu tidak sedang membohongiku lagi kan?" Tanya Kanzia pada Abian.


"Aku janji akan menjelaskan semuanya besok pagi, aku juga ingin menunjukkan sesuatu padamu," ucap Abian meyakinkan Kanzia.


"Benarkah?" Abian hanya menjawabnya dengan anggukan.


"Sekarang sebaiknya kita segera tidur ini sudah tengah malam atau kamu mau mengulang,,,"


"Arghh!"


"Habisnya kamu nyebelin dan mesum!" Ucap Kanzia cemberut dan kembali memunggungi Abian.


Abian hanya tersenyum melihat Kanzia yang mulai merajuk, ia merasa lega melihat sikap Kanzia kembali seperti semula padanya, walaupun ia belum berkata telah memaafkannya, tapi ia yakin dari tindakan dan sikapnya istrinya itu telah memaafkan dirinya. Abian menelusupkan tangannya pada pinggang Kanzia yang membelakanginya, dan ia pun terlelap sambil memeluk Kanzia.


Kanzia yang masih belum benar benar tertidur membalikkan tubuhnya menghadap Abian setelah mendengar suara dengkuran halus dari Abian.


Ia terus memandangi wajah lelap Abian sambil jemari lentiknya menelusuri setiap inci wajah Abian, menikmati keindahan di hadapannya, mulai dari alis, mata, hidung sampai bibir.


"Benar benar ciptaan tuhan yang sempurna," gumam Kanzia yang mengagumi ketampanan Abian yang mampu menghipnotis para wanita disekitarnya.


"Bagiamana bisa ada orang setampan ini?" Gumam Kanzia sambil tetap mengelus pipi Abian.


"Terimakasih untuk semuanya Abian,,," gumam Kanzia, yang menyadari jika semua perubahan hidup yang terjadi padanya selama 2 tahun ini adalah karna campur tangan Abian, tanpa laki laki di sampingnya ini ia tidak akan bisa seperti sekarang ini, seandainya Abian tidak membantunya mungkin saja saat ini ia masih menjadi gadis gendut yang dekil.


Kanzia memeluk pinggang Abian dan menelusupkan wajahnya pada dada bidang Abian menikmati kehangatan tubuh suaminya sampai akhirnya ia pun ikut terlelap.


*


*

__ADS_1


Sementara itu di sebuah kamar hotel sepasang manusia yang sudah tidak muda lagi baru saja selesai melakukan hubungan yang tidak seharusnya mereka lakukan, kedua orang itu adalah Maya dan salah seorang aparat kepolisian yang memiliki jabatan yang cukup berpengaruh di kepolisian.


"Terimakasih kamu memang selalu luar biasa Maya, kamu tidak pernah berubah sejak dulu dalam hal memuaskanku," ucap laki laki paruh baya itu.


"Tentu saja semuanya tidak gratis Robin,,," ucap Maya pada laki laki bernama Robin dengan tidak tahu malunya.


"Jadi apa yang harus aku lakukan untukmu sayang?" Tanya laki laki itu, ia sudah tahu jika Maya mendatanginya dan menawarkan kepuasan padanya pasti ada sesuatu yang harus ia lakukan untuk wanita itu.


"Kamu pasti tau bukan, jika Clara ditahan karena penggrebekan yang dilakukan disebuah kamar hotel beberapa hari yang lalu?"


"Tentu saja aku tau, bukankah beritanya sangat ramai diperbincangkan di media?" ucap Robin.


"Jadi aku minta kamu untuk membantunya keluar dari tempat menjijikkan itu bagaimanapun caranya," ucap Maya.


"Lalu bagaimana dengan anak tiri mu? Apa kamu masih tetap ingin menyingkirkannya?" Tanya Robin yang mengetahui keinginan Maya untuk menyingkirkan Kanzia.


"Tentu saja, karena ia adalah penghalang untuk aku bisa menguasai harta Rudi, jika ia masih tetap disini Clara tidak akan mendapatkan apa apa karna statusnya yang hanyalah seorang anak tiri, jadi bagaimanapun caranya aku harus menyingkirkan gadis itu," ucap Maya.


"Kamu benar benar sangat licik Maya, setelah menyingkirkan ibunya kamu juga ingin menyingkirkan putrinya," ucap Robin sambil kembali menciumi leher Maya.


"Aku akan menyingkirkan siapapun yang menghalangi jalanku, jadi segera lakukan sesuatu untuk membebaskan Clara dari penjara itu," ucap Maya.


"Baiklah kamu tenang saja aku pasti akan segera membantu putrimu agar segera keluar dari tempat itu, tapi sebelum itu puaskan aku kembali," ucap Robin dengan seringai mesumnya, kembali menindih tubuh Maya.


Maya pun melakukan apa yang diinginkan laki laki paruh baya itu untuk memuaskannya.


Maya dan Robin sudah menjalin hubungan terlarang dari sebelum Maya menikah dengan Rudi, Maya menggunakan tubuhnya untuk memanfaatkan kekuasaan laki laki itu, Robin yang memang merupakan laki laki hidung belang tentu saja tidak akan menolak kepuasaan yang diberikan Maya padanya dan sejak saat itu ia menjadikan Maya sebagai simpanannya.


.


.


.


Bersambung . . . . . . . .


Jangan lupa di like👍🏻


Komen


Favorit


Vote

__ADS_1


...Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan...


__ADS_2