Merubah Istri Gendut

Merubah Istri Gendut
BAB 88 : Kebesaran hati Kanzia


__ADS_3

Abian menatap Kevin dengan tatapan yang tidak bisa dibaca. Sementara Kevin hanya bisa menundukkan kepalanya, ia yakin Abian pasti ingin menanyakan soal dirinya yang datang terlambat bersama Tania.


"Kamu tidak melakukan sesuatu yang aneh aneh bersama wanita itu kan Kevin?" tanya Abian dengan tatapan curiga. Bagaimana ia tidak berpikiran yang aneh aneh tentang asisten dan sekretarisnya, mereka datang terlambat dengan penampilan yang acak acakan terlihat seperti orang yang sudah melakukan sesuatu.


"Tidak tuan, saya hanya menolong Nona Tania," jawab Kevin.


Abian yang mendengar jawaban asistennya mengerutkan keningnya. "Apa maksud mu menolong wanita itu?" tanya Abian sambil menatap Kevin yang masih tetap menundukkan kepalanya.


"Iya tuan semalam saya tidak sengaja bertemu Nona Tania di tengah jalan dan saya menolongnya saat ia sedang di goda segerombolan preman," jawab Kevin jujur.


"Lalu apa hubungan hal itu dengan kalian yang datang terlambat secara bersamaan dengan penampilan seperti tadi? tidak mungkin itu hanya sekedar kebetulan saja, kan?" tanya Abian penuh selidik.


"Iya Tuan, kami memang berangkat bersama karna setelah menolong Nona Tania saya terpaksa membawanya ke apartemen saya, karna dia tidak tau harus ke mana, dan alasan kami datang terlambat karna tadi pagi kami bangun kesiangan," jawab Kevin kembali tanpa ada yang di tutupinya.


"Wah Kevin ini sungguh berita yang luar biasa, bukannya selama ini kamu paling anti membawa seorang wanita ke tempat tinggal mu, tapi tanpa ragu kamu malah membawa Tania," ucap Abian sambil tersenyum mengejek.


"Saya melakukannya karna terpaksa tuan, karna rasa kemanusiaan saja tidak ada maksud lain," jawab Kevin.


"Iya aku percaya," ucap Abian sambil menggelengkan kepalanya. Ia mempercayai semua yang diucapkan asistennya, karna ia tau Kevin tidak akan mungkin melakukan sesuatu pada Tania.


"Kevin selidiki kenapa Tania bisa keluar malam malam sampai ia harus menginap di rumahmu, cari tau secara detail apakah itu hanya tipu muslihat yang telah direncanakan orang tuannya, atau karna hal lain," ucap Abian dengan tatapan serius, kali ini ia tidak ingin kecolongan lagi soal keselamatan Kanzia.


"Baik tuan segera saya lakukan," ucap Kevin.


"Baiklah, kalau begitu kamu boleh keluar," ucap Abian.


Kevin pun beranjak meninggalkan Abian, tapi sebelum ia benar benar keluar dari ruangan tuannya, Abian kembali berucap.


"Setelah memastikan wanita itu tidak terlibat dengan semua kejahatan kedua orang tuannya, kamu bisa mendekatinya, aku tidak akan melarang mu," ucap Abian tanpa melihat kearah Kevin.


"Baik Tuan," jawab Kevin, walaupun ia tidak mengerti maksud dari ucapan Abian.


...—******—...

__ADS_1


Sementara itu di ruangan Tania, hal yang sama dilakukan oleh Kanzia, ia menanyakan soal kejadian tadi.


"Tania, sejak kapan kamu dekat dengan asisten Kevin?" tanya Kanzia langsung.


Tania mengerutkan alisnya mendengar pertanyaan Kanzia. "Aku sama sekali tidak dekat dengan asisten menyebalkan itu," jawab Tania dengan ekspresi kesal.


"Lalu kenapa kamu bisa datang bersamaan bahkan sampai terlambatnya barengan, terus tadi penampilan kalian benar benar sangat mencurigakan," ucap Kanzia sambil menatap Tania.


"Ish ... semalam aku minggat dari rumah, terus tanpa sengaja ketemu dia dan membantuku dari para preman genit yang ingin melecehkan ku," ucap Tania menceritakan tentang apa yang ia alami semalam. Sikapnya sudah kembali seperti semula, Tania yang apa adanya yang selalu mengatakan apa yang ada di pikirannya tanpa mempedulikan imejnya.


"Terus," ucap Kanzia yang terlihat serius mendengarkan cerita Tania.


"Aku menginap di rumahnya dan itulah alasan kami datang bersamaan," jelas Tania.


"Oh ... gitu, tapi kenapa kamu terlihat sangat kesal dengan asisten Kevin? Bukannya kamu sangat ingin dekat dengannya? Dia tidak melakukan sesuatu yang aneh ke kamu kan?" tanya Kanzia kembali.


"Tidak, bahkan aku berpikiran kalau laki laki itu tidak normal," ucap Tania dengan suara berbisik.


"Ck, jangan mulai lagi Tania ..." ucap Kanzia, yang tau kebiasaan temannya itu yang suka sekali bergosip.


"Oh iya, tapi kenapa kamu bisa pergi dari rumah? Kamu gak takut orang tua kamu khawatir nyariin kamu?" tanya Kanzia.


Tania yang mendapatkan pertanyaan dari Kanzia membuatnya teringat dengan kedua orang tuannya yang sangat ingin menyingkirkan Kanzia, bahkan karna hal itu ia harus keluar dari rumah kedua orang tuannya.


"Tania, Tan, Tania!" teriak Kanzia karna Tania terus saja melamun tidak mendengar panggilan Kanzia.


"Eh, iya Zia ada apa?" ucap Tania yang tersentak kaget dengan suara Kanzia.


"Sebenarnya kamu lagi ada masalah apa sih? Nggak biasanya kamu bertingkah seperti ini, apalagi beberapa hari yang lalu, sikap kamu terkesan cuek seakan akan ingin menghindari ku, terus pakaian kamu juga beberapa waktu yang lalu tidak seperti biasanya, kamu terlihat seperti seorang sekretaris yang hendak menggoda bosnya saja," ucap Kanzia mengatakan semua rasa penasarannya sejak beberapa hari yang lalu.


"Apa aku harus menceritakan soal hubungan keluargaku dengan Kanzia?" batin Tania yang kembali melamun.


"Tania, tuh kan kamu lagi lagi melamun," ucap Kanzia.

__ADS_1


"Zia, apa kamu sudah tahu tentang keluarga ibumu?" tanya Tania, membuat Kanzia mengernyitkan alisnya bingung dengan pertanyaan tiba tiba Tania.


"Kenapa kamu tiba tiba menanyakan soal keluargaku?" tanya Kanzia masih terlihat bingung.


"Sudah, kamu jawab saja pertanyaan ku," ucap Tania. Ia mendadak terlihat serius.


"Iya aku sudah tahu, dan asal kamu tahu keluarga ibuku tidak sehebat yang orang luar beritakan," ucap Kanzia terlihat sendu.


"Memangnya kenapa dengan keluarga ibumu, bukankah keluarga dari ibumu adalah keluarga terpandang," ucap Tania. Ia sengaja pura pura tidak tahu, ia ingin mencari tahu dari Kanzia, karna ia merasa ucapan orang tuanya terlalu bertolak belakang dari apa yang ia lihat selama ini.


"Iya, ibuku harus kehilangan masa mudanya akibat keserakahan orang orang yang ingin menguasai harta keluarga Wiguna, identitas ku pun selama ini di sembunyikan karna ibuku ingin melindungi ku dari kekejaman keluarganya, bahkan sampai saat ini pun sepupu ibuku masih mengincar Angkasa grup dan ingin melenyapkan ku, karna itu Abian bersikap sangat protektif padaku," ucap Kanzia menceritakan soal keluarganya pada Tania, entah kenapa ia begitu percaya pada temannya itu padahal mereka belum lama ini saling mengenal.


"Apa kamu dendam dengan orang orang yang telah menyakiti keluargamu itu?" tanya Tania penasaran dengan tanggapan Kanzia.


"Hem, pastinya aku membenci mereka, tapi kalau mereka benar benar ingin berubah aku akan dengan senang hati memaafkan mereka, karna kita adalah keluarga, apalagi itu hanyalah masa lalu." Kanzia menatap Tania.


"Aku yakin kamu juga pasti akan melakukan hal yang sama kalau hal seperti itu terjadi padamu, kan?" tanya Kanzia pada Tania.


"Belum tentu, aku bisa saja membalas dendam pada mereka dan membuatnya merasakan hal menyakitkan itu," ucap Tania.


"Aku juga awalnya berpikiran seperti itu, bahkan aku pernah melakukannya tapi hal itu bukannya membuatku hidup dengan tenang, tapi sebaliknya karna rasa benci yang tidak bisa aku lupakan membuat ku semakin tersiksa," ucap Kanzia.


"Kamu sungguh luar biasa Zia, aku sangat beruntung memiliki teman seperti dirimu," ucap Tania. Ia salut dengan Kanzia yang mau memaafkan orang orang itu dan itu adalah keluarganya sendiri.


"Aku tidak sebaik itu Tan, tapi aku hanya ingin hidup tenang dengan keluarga kecilku di masa depan.


Tania semakin yakin jika ucapan Mama dan Papanya hanyalah kebohongan yang mereka buat agar ia membenci Kanzia dan mau mengikuti semua rencananya untuk mencelakai Kanzia.


"Tania aku sudah menjawab pertanyaan mu sekarang giliran kamu yang menjawab pertanyaan ku, kenapa kamu bisa kabur dari rumah?" Kanzia yang masih penasaran kembali menanyakan soal Tania yang pergi dari rumahnya.


"Apakah aku harus menceritakannya semuanya pada Kanzia? Tapi bagaimana kalau ia membenciku?" batin Tania.


Bersambung . . . . . . . .

__ADS_1


Jangan lupa di like👍


Komen, Favorit anda Vote


__ADS_2