Merubah Istri Gendut

Merubah Istri Gendut
BAB 60 : Kegeraman tuan Bara


__ADS_3

Esok harinya


Kanzia tersentak dari tidurnya, saat ia membuka mata sinar matahari sudah terlihat terang memasuki celah jendela kamarnya.


"Astaga, aku kesiangan!" Ucap Kanzia sambil melihat jam.


Kanzia segera bangun dari tempat tidurnya, ia melupakan jika saat ini lengannya terluka.


"Bisa bisanya aku kesiangan saat ada meeting penting seperti ini," gumam Kanzia merutuki kelalaiannya.


Semalam sebelum tidur Abian memberikannya obat yang di berikan dokter Marcel untuknya dan sepertinya karna efek obat itu membuat tidur Kanzia menjadi sangat nyenyak.


"Abian mana? Apa dia sudah berangkat ke kantor?" Gumam Kanzia saat menyadari jika Abian tidak ada di kamar.


"Sudahlah, sebaiknya aku segera bersiap, masih ada waktu beberapa menit sebelum meeting di mulai," gumam Kanzia segera bergegas ke kamar mandi.


Tapi baru saja ia membuka pintu kamar mandi suara seseorang menghentikannya.


"Kamu mau ngapain?" Tanya Abian yang baru saja masuk ke kamar, ia terlihat sudah rapi dengan setelan kerjanya sambil membawa nampan berisi sarapan untuk Kanzia.


"Loh kamu belum berangkat ke kantor?" Bukannya menjawab pertanyaan Abian ia malah balik bertanya sambil tetap berdiri di depan pintu kamar mandi.


Setelah menaruh sarapan yang ia bawa di atas meja, Abian menghampiri Kanzia dan langsung mengangkat tubuh istrinya.


"Bian apa yang kamu lakukan?" ucap Kanzia yang reflek mengalungkan tangannya pada leher Abian.


"Seharusnya aku yang bertanya, apa yang ingin kamu lakukan?"ucap Abian sambil mendudukkan tubuh Kanzia pada pinggiran tempat tidur.


"Tentu saja aku mau ke kamar mandi, aku harus segera bersiap siap untuk berangkat ke kantor."


"Siapa yang mengizinkanmu untuk ke kantor hari ini?" Tanya Abian.


"Bian...."


"Gak ada bantahan, hari ini kamu harus full istirahat di rumah, apa kamu lupa kalau lukanya belum bisa kena air," ucap Abian.


"Tapi hari ini aku ada meeting sayang,,, lagian juga lukanya udah gak sakit, ini liat lukanya udah kering,,,," Kanzia berusaha membujuk Abian.


"Apapun alasannya kamu harus tetap istirahat di rumah hari ini, dan kamu tidak usah khawatir soal meeting hari ini, karna tadi pagi Siska menelpon dan memberitahukan jika meeting hari ini diundur," ucap Abian.


"Kamu gak bohongkan? Ini beneran bukan cuma akal akalan kamu doang?" Tanya Kanzia sambil menatap penuh curiga.

__ADS_1


"Bukan, sepertinya Vita telah memberitahukan soal kamu yang terluka kemarin makanya meeting ya dibatalkan,"


"Terus kamu juga ikutan bolos kerja?" Tanya Kanzia yang melihat penampilan suaminya sudah rapi, tapi sampai jam segini ia masih berada di rumah.


"Aku tetap ke kantor, hanya saja agak telat," jawab Abian.


"Oh,,,," ucap Kanzia.


"Sekarang sebaiknya kamu sarapan dulu, keburu makanannya dingin," ucap Abian kembali dan mulai menyuapi Kanzia.


Setalah selesai menyuapi sang istri, Abian kembali menggendong tubuh Kanzia membawanya ke kamar mandi dan mengelap tubuh Kanzia sampai memakaikannya baju.


Sementara Kanzia yang diperlakukan seperti itu oleh Abian merasa sangat terharu , padahal luka yang ia dapatkan tidak terlalu parah, ia masih bisa untuk mengurus dirinya sendiri, tapi Abian tidak membiarkannya dan tetap dengan telaten mengurusnya.


"Terimakasih sayang,,,," ucap Kanzia sambil memberikan ciuman pada pipi Abian setelah suaminya itu membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


"Aku berangkat kerja dulu, ingat kamu harus istirahat kalau ada yang kamu butuhkan kamu bisa memanggil bik Sofi atau pelayan lainnya lewat sini," ucap Abian sambil menunjuk telpon kabel yang tersedia di atas meja.


"Iya,,,," Kanzia hanya mengiyakan saja semua yang diucapkan Abian, dari pada suami tampannya itu tidak jadi berangkat bekerja dan terus menceramahinya.


"Aku berangkat," ucap Abian sambil mencium kening Kanzia sebelum berangkat ke kantor.


*


*


"Apa kamu telah memdapatkan informasi tentang gadis bernama Kanzia itu?" Tanya tuan Bara duduk di sofa sambil menyilang kan kaki dengan gaya angkuhnya.


"Ini tuan, anda bisa langsung periksa sendiri hasilnya," ucap laki laki berperawakan besar itu sambil menyerahkan sebuah amplop dengan warna coklat di hadapan tuan Bara.


Ia membuka amplop itu dengan sangat antusias, ia benar benar penasaran dengan gadis itu, ia yakin kali ini dugaannya tidak salah.


Raut wajah tuan bara terlihat mengeras setelah melihat tulisan yang tertera pada kertas tersebut.


"Ternyata benar dugaan ku jika tua bangka itu telah menyembunyikan cucunya selama ini dan diam diam ia telah memindahkan seluruh asetnya pada gadis itu," ucap tuan Bara," sambil meremas kertas di tangannya.


"Apa bukti yang kamu berikan ini benar benar akurat?" Tanya tuan Bara memastikan.


"Iya tuan, semua bukti yang kami berikan benar benar akurat, gadis itu benar benar kepanikan nyonya," jawab salah satu dari pria bertubuh besar itu.


"Apa yang dikatakan oleh teman saya memang benar tuan, karna semalam kami mendapatkan sampel darah dari gadis bernama Kanzia itu dan kami telah memastikan jika informasi yang kami berikan memang akurat."

__ADS_1


"Jadi benar jika dia adalah putri kandung Renata," gumam tuan Bara dengan seringai kecil.


"Sepertinya renta dan tuan Wiguna benar benar menyembunyikan keturunan satu satunya dengan sangat baik,"


"Bahkan orang suruhanku baru bisa melacak keberadaannya setelah sekian lama,"


"Maaf tuan tapi sepertinya bukan cuma tuan besar Wiguna dan nona Renata yang telah menyembunyikannya," ucap anak buah tuan Bara.


"Maksud kamu?"


"Sepertinya ada orang lain yang sangat berpengaruh berada dibelakang gadis itu tuan, karna kami bisa lihat dari kesulitan kesulitan yang kami alami selama ini ketika menyelidiki gadis itu tuan,,," jelasnya.


"Sial, itu artinya selama ini tua Bangka itu memang sudah merencanakan semuanya sebelum ia menemui ajalnya," geram tuan Bara setelah mendengar penjelasan anak buahnya.


"Selain itu apa ada lagi informasi yang kamu temukan tentang gadis itu?" Tanya tuan Bara.


"Dia juga sekarang bekerja di perusahaan Angkasa grup milik tuan Wiguna, tapi ia disana hanya sebagai seorang asisten manager tuan dan di sana tidak terlihat sesuatu yang mencurigakan,"


"Apa mungkin gadis itu belum tau tentang jati dirinya sebagai pewaris tunggal kekayaan keluarga Wiguna?" gumam tuan Bara menduga duga.


"Untuk hal itu kami masih menyelidikinya tuan,"


"Satu lagi mulai sekarang kalian harus mencari tau siapa orang yang berada di belakang gadis itu selama ini!" Perintah tuan Bara.


"Aku ingin tau siapa orang yang berani bermain main dan menghalangi rencana ku untuk menguasai seluruh aset keluarga Wiguna." ucapnya kembali.


"Baik tuan soal itu kami masih berusaha untuk menyelidikinya, karna sosok itu tidak bisa diremehkan," ucap anak buah tuan Bara.


.


.


.


Bersambung . . . . . .


Jangan lupa di like👍🏻


Komen


Favorit

__ADS_1


Vote


...Selamat hari raya idul Fitri 1443 H mohon maaf lahir dan batin...


__ADS_2