
Di perusahaan Pramudya grup
Seperti yang dikatakan oleh asisten Kevin tadi pagi jika tuan Rudi ingin menemui Abian siang ini.
Tuan Rudi melangkah masuk ke perusahaan Pramudya grup dengan perasaan gugup bercampur was was sebenarnya ia sangat takut jika sampai menyinggung pria dingin itu, tapi untuk memastikan ucapan Clara tentang Kanzia, ia telah mengumpulkan keberaniannya dari semalam.
"Aku tidak boleh mundur, aku harus memastikan kebenarannya terlebih dahulu aku yakin Kanzia tidak mungkin melakukan perbuatan rendahan itu," gumam Rudi sambil terus melangkah masuk
Dan saat ini ia sudah berada di ruang kerja CEO Pramudya grup, tuan Rudi duduk di hadapan Abian ia berusaha mengumpulkan keberaniannya dari tadi malam untuk bertemu dan menanyakan tentang hubungannya dengan Kanzia.
"Maaf tuan saya datang ke sini untuk menemui anda bukan untuk urusan pekerjaan, tapi saya ingin menanyakan hal yang bersifat pribadi kepada anda tuan," akhirnya ayah Kanzia mengatakan niatnya untuk menemui Abian setelah mengumpulkan keberaniannya.
"Hal pribadi apa yang ingin anda tanyakan?" Tanya Abian pada ayah kandung istrinya itu, yang terlihat ragu ragu untuk mengeluarkan ucapannya.
"Maaf tuan bukan maksud saya lancang tapi saya hanya ingin menanyakan soal kebenaran dari foto ini tuan, apakah anda memiliki hubungan dengan putri saya?" Rudi langsung saja menunjukkan foto yang dia minta dari Clara tadi pagi.
Abian tersenyum samar melihat foto itu, ia sudah menduga kalau hal ini akan terjadi, Clara tidak mungkin tinggal diam melihat ia dan Kanzia yang begitu mesra semalam.
"Oh,,, foto ini, apa putri mu yang memberikannya padamu? Apa dia menjelek jelekan Zia ku pada mu tuan? Lalu apa tuan Rudi mempercayai apa yang anda liat difoto ini?" Tanya Abian dengan menyebut kata Zia ku, dan hal itu membuat dada tuan Rudi berdetak lebih cepat, karna panggilan itu adalah panggilan khusus darinya untuk Kanzia sebelum seseorang datang mengacaukan keluarga mereka.
"Saya sangat yakin jika putriku Kanzia tidak mungkin melakukan hal seperti ini, apalagi dengan statusnya sebagai seorang istri, tapi saya hanya ingin memastiakannya saja dan satu lagi tuan anda tidak berhak memanggil putriku dengan sebutan itu, karna panggilan itu khusus untukku," ucap tuan Rudi ia tidak rela jika ada orang lain yang memanggil putrinya dengan sebutan Zia ku.
"Apa kau baru saja mengakui putri yang telah kamu telantarkan selama ini tuan Rudi yang terhormat, lalu bagaimana jika apa yang ada difoto itu adalah benar?"
"Dan satu lagi aku sangat berhak memanggilnya dengan sebutan itu, karna dia adalah milikku sejak hari dimana kau membuangnya dan memberikannya padaku." ucap Abian.
Ia berusaha menahan amarahnya jangan sampai ia memukuli wajah Rudi, karna biar bagaimanapun laki laki paruh baya di hadapannya ini adalah ayah kandung istrinya juga mertuanya.
__ADS_1
"Maaf tuan saya tidak mengerti maksud dari ucapan anda, saya tidak pernah membuang putri saya apalagi memberikannya pada tuan, jika memang benar anda memiliki hubungan dengan putri saya Kanzia saya mohon dengan kebesaran hati tuan jauhi Kanzia, saya tidak ingin putri saya dianggap buruk oleh orang orang, karna mengkhianati suaminya."
Tuan Rudi menjeda ucapannya lalu kembali berucap. "Dan Anda tidak tau apa apa tentang saya tuan, saya akui jika saya bukanlah ayah yang baik untuk Kanzia, saya mempunyai alasan sendiri kenapa saya melakukan semua ini padanya, bahkan saya tidak peduli jika dia membenciku seumur hidupnya, jadi saya mohon jauhi putriku," ucap Rudi.
Tuan Rudi mengatakan semuanya dengan sangat lancar entah kenapa rasa takutnya yang tadi tiba tiba saja lenyap begitu saja saat mendengar Abian menyebut jika putrinya adalah miliknya.
"Anda jangan berlagak seakan akan menyayangi Kanzia, padahal selama ini anda tidak pernah memperdulikan putri anda, ia telah banyak menderita akibat ulah kalian yang seenaknya saja memperlakukan dia," ucap Abian menghentikan ucapannya lalu meminum air yang ada di meja, ia dibuat gerah oleh semua ucapan yang dilontarkan Rudi.
"Tuan seperti yang anda katakan putriku sudah banyak menderita selama ini, jadi aku mohon pada tuan jangan mempermainkan Kanzia, cukup aku saja yang membuatnya menderita selama ini, saya mohon tinggalkan putriku, saya tidak ingin ia kembali dikucilkan oleh orang orang disekitarnya jika mengetahui hubungan terlarang kalian," tuan Rudi masih terus memohon agar Abian meninggalkan Kanzia.
"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah meninggalkan Kanzia dan satu lagi yang perlu anda ketahui tuan, saya sangat sangat berhak atas putri anda karna dia adalah istri saya," ucap Abian mengatakan jika Kanzia adalah istrinya.
Tuan Rudi terdiam sejenak mendengar pengakuan Abian lalu ia tiba tiba saja tertawa.
"Hahahaha,,, tuan jangan membodohi saya, putriku telah menikah 2 tahun yang lalu dengan seorang pria asing, bagaimana mungkin ia tiba tiba menjadi istri anda," ucap Rudi, ia masih tidak percaya dengan ucapan Abian dan menganggap pengakuan Abian adalah lelucon.
Tuan Rudi terdiam sambil berusaha mengingat ingat nama pria yang ia nikahkan dengan putrinya waktu itu, ia membulatkan matanya ketika sebuah nama terlintas dipikirannya saat ini.
"Tidak mungkin,,, ini pasti tidak mungkin?" ucap Rudi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya menatap Abian, bagiamana mungkin orang yang ia nikahkan dengan putrinya waktu itu adalah orang yang berada di hadapannya saat ini?
Abian tersenyum sinis melihat keterkejutan mertuanya itu.
"Tepat seperti yang kamu pikirkan saat ini ayah mertua, aku Abian Jonathan Pramudya adalah suami dari Kanzia, pria misterius yang datang 2 tahun lalu dan mengajukan diri untuk menikahi putrimu." ucap Abian yang dengan bangganya memperkenalkan dirinya.
"Anda pasti bercanda?" Rudi masih tidak mempercayai kebenaran tentang Abian dan Kanzia selama ini.
"Apa selama ini kamu pernah mendengar gosip tentang seorang Abian bercanda dengan ucapannya tuan Rudi?"
__ADS_1
Rudi pun terdiam mendengar ucapan Abian, tentu saja tidak mungkin seorang seperti tuan Jonathan membual untuk sesuatu yang tidak penting, mau tidak mau ia hanya bisa mempercayai saja ucapan laki laki di hadapannya.
"Ta,, tapi bagaimana mungkin laki laki itu adalah anda tuan Jonathan? Apa putriku tau soal ini tuan?" Tanya Rudi mengingat waktu itu laki laki yang menikahi putrinya menggunakan topeng.
"Hm,,,, anda tidak perlu tau alasannya, tapi yang pasti aku menikahi Kanzia karna aku mencintainya, jadi jangan coba coba untuk memisahkanku dengan Kanzia, karna aku tidak akan segan segan untuk menghancurkan anda meskipun anda adalah ayah kandung dari istriku," ucap Abian mengingatkan Rudi.
"Tapi tuan bagaimana dengan keluarga anda apa ia menerima putriku dengan baik? Apa keluarga anda tidak merendahkan ataupun menghina Zia ku kan tuan?" Tanya Rudi, terlihat jelas raut kekhawatiran di wajahnya.
"Anda benar benar terlihat begitu menyayangi istriku, anda sedang tidak berakting bukan? Apa anda benar benar menyayangi Kanzia?" ucap Abian sambil tersenyum sinis ke arah mertuanya.
Tuan Rudi hanya bisa menundukkan kepalanya, ia merasa tidak pantas menjawab ucapan menantunya itu, karna walaupun ia mengatakan jika ia menyayangi Kanzia, siapa yang akan mempercayainya jika mengetahui bagaimana sikapnya selama ini pada putrinya.
.
.
.
Bersambung . . . . . .
Jangan lupa di like👍🏻
Komen
Favorit
Vote
__ADS_1
...Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan...