Merubah Istri Gendut

Merubah Istri Gendut
BAB 50 : Pertengkaran pertama


__ADS_3

Sudah aku katakan jangan menyebutnya dengan sebutan itu," ucap Noah dengan tatapan tajamnya.


Clara memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan Noah, untuk pertama kalinya Noah melakukan ini padanya, ia tidak menyangka jika Noah menamparnya hanya karna membela Kanzia, padahal dulu Noah selalu menuruti semua permintaannya, hanya dengan merayunya dan menggodanya dengan tubuhnya sudah mampu membuat Noah melakukan apa saja untuknya, tapi sekarang untuk sekedar melihatnya saja Noah sudah tidak sudi.


"Apa yang sudah wanita sialan itu berikan padamu Noah? Apa dia memberikan tubuhnya padamu?" Clara masih saja terus menyalahkan Kanzia atas apa yang terjadi pada rumah tangganya.


Noah benar benar kesal dengan Clara yang tidak pernah menyadari kesalahan yang ia buat.


"Apa kamu sama sekali belum menyadari kesalahan yang telah kamu lakukan Clara, kenapa kamu malah terus terusan menyalahkan Kanzia jangan samakan dia dengan dirimu, seandainya Kanzia membalas kita itu juga hal yang wajar karna perbuatan kita yang telah menyakitinya dengan begitu kejam di masa lalu jadi berhenti menyalahkannya dan mengusik hidup Kanzia, karna dia bukanlah lawan kita Clara," ucap Noah.


"Aku tidak peduli jika kamu terus membela perempuan itu, yang terpenting adalah aku tetap tidak ingin bercerai dari mu Noah, karna saat ini aku sedang hamil," Clara mengungkapkan kehamilannya pada Noah.


Noah tersenyum sinis mendengar pengakuan Clara tentang kehamilannya.


"Oh,,,, jadi karna itu kamu bersikeras menolak untuk menandatangani surat perceraian kita,,, tapi apa kamu yakin jika anak itu adalah anakku?" Tanya Noah dengan ekspresi seolah olah sedang merendahkan Clara.


"Apa maksud ucapan mu itu Noah?" Tanya Clara tidak terima dengan apa yang dikatakan Noah.


"Kamu pasti lebih tau apa maksud ucapan ku barusan Clara, bukankah selama ini kamu tidak hanya tidur denganku, jadi bisa saja anak dalam kandunganmu itu bukanlah milikku melainkan anak dari salah satu pria pria yang pernah kamu layani," ucap Noah tanpa memperdulikan perasaan Clara.


"Kamu sungguh keterlaluan Noah, tentu saja ini adalah anakmu kamu bisa saja membenciku tapi bagaimana bisa kamu tidak mengakui darah daging mu sendiri dan aku tidak pernah melakukan apa yang kamu tuduhkan itu," Clara mulai mengeluarkan keahliannya dalam berakting, ia tetap tidak mau mengakui jika dia pernah tidur dengan beberapa pria, dan sebenarnya ia pun agak ragu jika anak yang ia kandung adalah darah daging Noah, mengingat jika ia selalu melakukannya dengan menggunakan pengaman dengan alasan ia belum siap untuk hamil karna pekerjaannya sebagai seorang model.


"Apa kamu benar benar lupa atau pura pura lupa Clara,,, bukannya selama ini kamu selalu mengatakan jika belum siap hamil, karna ingin fokus berkarir jadi kamu selalu memintaku bermain aman jadi besar kemungkinannya jika anak itu bukan darah daging ku," ucap Noah mengingatkan Clara.


"Aku yakin ini pasti anakmu Noah," Clara tetap bersikeras mengatakan jika anak dalam kandungannya adalah anak Noah.


"Sudahlah Clara sebaiknya angkat kakimu dari rumah orang tuaku, percuma berdebat denganmu hanya akan membuang waktuku saja," Noah kembali menepis tangan Clara yang memegang lengannya.


"Tapi,,,"


"Kita lakukan tes DNA saat anak itu lahir, jika terbukti janin itu adalah anakku maka aku akan bertanggung jawab untuk mencukupi kebutuhannya tapi aku tetap pada keputusanku untuk bercerai denganmu dan sekarang sebaiknya kamu segera pergi dari sini sebelum aku memanggil satpam untuk menyeret mu keluar dari rumah ini," ucap Noah kemudian ia beranjak meninggalkan Clara yang sangat kesal dengan sikapnya itu.


Clara akhirnya keluar dari rumah itu setelah kepergian Noah.


"Sialan! Aku tidak akan menyerah begitu saja, jika aku tidak bisa mendapatkan apa yang aku inginkan, maka aku pun tidak akan membiarkan Kanzia hidup tenang, karna dialah penyebab hidup ku ini menjadi kacau setelah ia kembali." gerutu Clara sambil melangkahkan kakinya keluar dari halaman rumah Noah.


*


*


Kediaman Abian

__ADS_1


Abian yang baru saja tiba di rumahnya mendapati Kanzia sudah berada di rumah sedang menonton tv.


Kanzia yang melihat kepulangan Abian langsung menyambutnya dengan senyum manisnya.


"Kamu sudah pulang?" Kanzia mengambil tas kerja Abian.


"Hm,,," jawab Abian dengan ekspresi datar.


Kanzia yang merasa ada yang aneh dengan suaminya itu pun akhirnya bertanya.


"Kamu baik baik saja? Apa ada masalah?" Tanya Kanzia.


"Hm,,,," ucap Abian sambil melanjutkan langkahnya menuju kamar mereka.


"Ada apa dengannya? Kenapa dia terlihat begitu kesal apa aku melakukan kesalahan?" Gumam Kanzia sambil menyusul Abian yang sudah beranjak ke kamar.


Ketika Kanzia masuk ke kamar ia mendengar suara air di kamar mandi, sepertinya Abian sedang mandi, biasanya ia akan bermanja manja dengannya terlebih dahulu.


Tapi hari ini sikap Abian terlihat berbeda bahkan ia tidak menciumnya ketika pulang dari kantor seperti biasanya.


Abian keluar dari kamar mandi lalu mengambil pakaiannya sendiri, ia tidak menggunakan pakaian yang disiapkan Kanzia.


"Bian,,,"


Kanzia yang melihat hal itu langsung membuang pakaian Abian yang ada ditangannya ke lantai karna kesal dengan tingkah Abian yang terus mendiamkannya.


"Kalau aku ada salah kamu bisa katakan padaku bukan malah mendiamkan ku seperti ini!" ucap Kanzia emosi.


"Bukankah ini yang kamu inginkan agar aku bersikap dingin," ucap Abian sepertinya ia masih kesal dengan Kanzia karna masalah telpon tadi.


"Apa maksudmu?" Ucap Kanzia mengerutkan keningnya bingung dengan ucapan Abian.


"Bukannya tadi di telpon kamu bilang kalau aku aneh jika bersikap manis padamu maka dari itu mulai sekarang aku akan bersikap seperti ini, dan tadi aku terus menghubungimu tapi kamu tidak menjawab panggilan telpon ku, tapi kamu malah pergi ke sebuah restoran bersama Bram,


apa kamu sesibuk itu sampai tidak sempat menjawab telponku?"


"Jadi hanya karna itu kamu mendiami ku?"


Kanzia menghela napas, ia harus bersabar menghadapi kecemburuan Abian, jangan sampai hanya karna masalah sepele malah membuat mereka bertengkar hebat.


"Bian,,," Kanzia menatap Abian.

__ADS_1


"Hm,,,"


Kanzia memegang tangan Abian dan mengajaknya duduk ditepi ranjang.


"Apa kamu ingat hari ini tanggal berapa?" Tanya Kanzia dengan lembut.


"Apa hubungannya sekarang tanggal berapa dengan kita?" Jawab Abian tetap dengan wajah dinginnya.


"Ck dasar kamu begitu peduli dengan hal hal kecil yang berkaitan dengan ku tapi kamu lupa dengan dirimu sendiri, hari ini adalah hari ulang tahunmu dan aku baru tau hari ini jadi aku berencana untuk membuat kejutan untukmu," ucap Kanzia.


"Sayang,,,," Abian terlihat merasa bersalah.


"Rencananya aku ingin mengajakmu makan malam di sebuah restoran dan saat aku memesan tempat aku tidak sengaja bertemu dengan pak Bram di sana karna itu adalah restoran milik keluarganya, dan soal aku yang tidak menjawab telpon mu, itu karna aku memang sengaja melakukannya, maaf jika aku malah membuatmu salahpaham dan kamu bersikap dingin padaku," ucap Kanzia menjelaskan semuanya pada Abian.


Abian langsung memeluk tubuh Kanzia, ia merasa bersalah pada istrinya, hanya karna hal sepele ia malah mendiami Kanzia.


"Maaf, aku terlalu cemburu jadi tidak bisa berpikir jernih," ucap Abian sambil tetap memeluk Kanzia.


"Lain kali jangan seperti ini, itu artinya kamu tidak mempercayai ku Bian, kamu secara tidak langsung telah menuduhku mengkhianati pernikahan kita dan itu membuatku sakit Bian,,," ucap Kanzia di dalam pelukan Abian.


"Maaf,,,.aku janji tidak akan mengulanginya lagi," ucap Abian semakin mempererat pelukannya.


"Sekali lagi maafkan aku sayang,,," ucapnya benar benar merasa bersalah pada Kanzia.


.


.


.


Bersambung . . . . . .


Jangan lupa di like👍🏻


Komen


Favorit


Vote


...Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan...

__ADS_1


__ADS_2