Merubah Istri Gendut

Merubah Istri Gendut
BAB 42 : Kejutan


__ADS_3

Pagi harinya


Pagi pagi sekali Kevin sudah datang ke rumah Abian untuk mengambil pakaian ganti untuk Kanzia yang sudah disiapkan bik Sofi sesuai dengan perintah tuannya.


"Apa ini sudah sesuai dengan yang tuan minta?" Tanya Kevin saat mengambil paper bag yang berisi pakaian ganti nona mudanya.


"Iya, tadi saya sudah mengeceknya kembali asisten Kevin," ucap bik Sofi.


"Baiklah kalau begitu terimakasih bik, saya akan langsung mengantarnya ke tempat tuan," ucap Kevin sebelum beranjak dari rumah Abian.


Setelah mengambil paper bag dari tangan bik Sofi, Kevin pun segera bergegas untuk mengantarkan pakaian nona mudanya.


Sementara Abian yang lebih dulu bangun langsung beranjak ke dapur setelah membersihkan diri, ia sengaja tidak membangunkan Kanzia agar istrinya bisa tidur lebih lama sebelum Abian mengajaknya pergi ke suatu tempat seperti yang dikatakannya semalam pada Kanzia.


Abian berencana akan membuatkan sarapan untuk istrinya, pelayan yang sedang berada di dapur untuk menyiapkan sarapan dibuat kaget dengan kedatangan Abian yang tidak biasanya ke dapur.


"Tuan,," ucap salah satu pelayan terkejut melihat tuan mudanya.


"Lanjutkan saja pekerjaan kalian aku hanya ingin membuat sarapan untuk istriku," ucapnya datar.


"Biar kami saja yang melakukannya, tuan bisa menyebutkan makanan apa yang harus kami siapkan untuk nona muda," ucap kepala pelayan di rumah itu.


"Tidak perlu aku ingin membuatnya sendiri untuk istriku," tolak Abian dengan suara dinginnya membuat pelayan tersebut tidak berani untuk membantah ucapan Abian dan membiarkan Abian melakukan apa yang ia inginkan di dapur tersebut.


Abian mulai menyiapkan sendiri sarapan spesial untuk istrinya, ia membuat nasi goreng seafood kesukaan Kanzia ia terlihat seperti seorang ahli, Abian mulai berkutat dengan alat masak dan bahan bahan masakannya, tanpa ia sadari jika para pelayan yang sedang ada di dapur merasa canggung dengan keberadaan tuan mudanya.


Saat ia sedang berkutat dengan masakannya tiba tiba kakeknya datang menghampiri, dan hal itu menambah keterkejutan para pelayan yang ada disana, mereka menundukkan kepala memberi hormat pada tuan besarnya.


"Lanjutkan saja pekerjaan kalian tidak usah hiraukan kami," ucap kekek Bagas yang menyadari kegugupan pelayan yang berada di dapur.


"Wah sepertinya nasi goreng buatan kamu keliatannya enak juga, apakah itu untuk istrimu?" Tanya kakek Abian karna tidak biasanya cucunya itu turun ke dapur.


"Hm,,," ucap Abian.


"Apakah kakek boleh mencicipinya juga?"


"Ini khusus untuk istriku, jika kakek mau kakek bisa meminta pelayan membuatkannya," ia tetap fokus dengan masakannya tanpa menghiraukan kakeknya.


"Dasar pelit," ucap kakek Bagas.


"Sebaiknya kakek segera beranjak dari dapur, kakek membuat mereka tidak nyaman," ucap Abian sambil mengaduk nasi goreng buatannya.


"Kamu yang membuat mereka tidak nyaman bukan kakek," ucap kakek Bagas lalu beranjak dari dapur tersebut membiarkan Abian menyelesaikan masakannya.


Beberapa menit kemudian nasi goreng buatan Abian telah siap, ia tinggal membawanya ke kamar, tidak lupa ia juga menyiapkan segelas susu yang biasa diminum oleh Kanzia.


"Apa kamu yakin masakan mu itu enak?" Tanya kakeknya ketika Abian sudah keluar dari dapur.


"Tentu saja," Abian sangat yakin jika masakannya bakalan disukai oleh Kanzia.


"Percaya diri sekali," ucap kakek Bagas sambil mencibir, tapi Abian tidak menghiraukannya dan melanjutkan langkahnya untuk mengantarkan sarapan untuk Kanzia.


"Ckckck benar benar bocah dingin," gumam kakek Bagas sambil menggelengkan kepalanya melihat sikap dingin Abian.


Ceklek!


Abian membuka pintu kamarnya dan ia melihat Kanzia masih bergelung dengan selimutnya, ia masih tertidur dengan lelapnya.


"Zia,,, bangun,,, ini aku udah siapkan sarapan untukmu,,," ucap Abin membangunkan Kanzia, ia masih menggunakan celemek warna pink ditubuhnya sepertinya ia lupa melepasnya.

__ADS_1


"Hmmmm,,,," Kanzia yang merasa tidurnya terganggu mulai mengerjapkan matanya.


"Bangun dulu hari ini kita akan pergi ke suatu tempat, kamu sarapan dulu ini udah aku siapkan," Abian masih berusaha untuk membangunkan Kanzia.


Kanzia pun segera bangun, setelah nyawanya sudah benar benar terkumpul Kanzia mendudukkan tubuhnya dan melihat penampilan Abian yang masih menggunakan celemek warna pink.


"Astaga ini benar benar pemandangan yang sangat langka," ucap Kanzia terlihat menahan tawa melihat penampilan Abian.


"Kenapa ekspresi mu seperti itu?" Tanya Abian yang melihat Kanzia seperti sedang menahan tawa.


"Bagaimana reaksi karyawan kamu di kantor kalau melihat penampilan bos dinginnya yang terlihat menggemaskan seperti ini?" Ucap Kanzia sambil cekikikan.


Abian menyadari penyebab Kanzia seperti itu langsung melepas celemek pink itu.


"Sudah tidak usah mengejekku seperti itu, aku berpenampilan seperti ini hanya untuk kamu doang, sekarang sebaiknya kamu sarapan dulu keburu makanannya dingin," ucap Abian mengambil nasi goreng yang ia taruh di atas meja lalu ia pun duduk di sisi ranjang dan menyuapi Kanzia.


"Aku bisa makan sendiri, gak usah disuapin," tolak Kanzia.


"Sudah kamu tinggal membuka mulut mu saja, gak usah membantah," ucap Abian dan Kanzia pun membiarkan Abian menyuapinya.


"Bagaimana rasa nasi gorengnya? Apa kamu menyukainya?"


"Mmm enak, ini beneran kamu yang buat?"


"Iya itu spesial cuma buat kamu, biar kamu semakin semangat buat,,,," ucap Abian melirik ke arah tubuh Kanzia.


"Kamu tidak sedang berpikiran mesum kan?" Kanzia menatap Abian penuh curiga sambil menutup dadanya.


"Baguslah kalau kamu paham," ucap Abian mulai menggoda Kanzia.


Plak!


"Sakit,,, kenapa sekarang kamu jadi suka sekali memukul tubuhku,,," Kanzia memukul dada Abian karna kesal dengan Abian yang terus menggodanya.


"Makanya jangan macam macam sama aku," ucap Kanzia.


"Aku cuma mau satu macam doang,,,"


"Bian,,,," Kanzia menatap tajam Abian.


"Baiklah habiskan sarapannya, setelah itu minum susunya," ucap Abian berhenti menjahili istrinya karna melihat tatapan tajam Kanzia.


Setelah selesai dengan sarapannya Kanzia segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sementara Abian membawa bekas sarapan Kanzia ke dapur sekalian mengambil pakaian ganti Kanzia karna Kevin sudah berada di ruang tamu menunggunya.


"Ini tuan pakaian Nona," ucap Kevin memberikan paper bag yang berisi pakaian Kanzia.


"Terimakasih, kamu bisa langsung ke kantor karna aku hari ini tidak akan masuk," ucap Abian.


"Baik tuan," ucap Kevin menundukkan kepalanya lalu beranjak dari kediaman mewah itu.


*****


Kanzia dan Abian sudah terlihat rapi karena hari ini mereka akan pergi ke tempat yang tidak diketahui oleh Kanzia, seperti yang dikatakan Abian semalam jika pagi ini ia akan membawa Kanzia ke suatu tempat.


Di perjalanan menuju tempat yang dijanjikan Abian, Kanzia masih penasaran kemana Abian akan membawanya.


"Sebenarnya kita mau kemana sih Bian?" Tanya Kanzia penasaran.


"Nanti juga kamu bakalan tau," ucap Abian tetap fokus ke arah jalan.

__ADS_1


Setelah kurang dari tiga puluh menit akhirnya mobil yang membawa mereka sampai disebuah bangunan tinggi dan megah, Kanzia hanya bengong saja menatap kagum bangunan perusahaan Angkasa grup yang ternyata tidak kalah megahnya dengan Pramudya grup.


"Loh kok kita malah ke sini? Kamu ada urusan pekerjaan dengan Angkasa grup?" Tanya Kanzia, karna Abian membawanya ke perusahaan yang juga cukup terkenal seperti Pramudya grup, hanya saja perusahaan ini cukup misterius, karna sampai sekarang belum diketahui siapa pemilik sebenarnya dari perusahaan ini setelah Raksa Angkasa Wiguna tiada.


"Ayo kita turun," ajak Abian sambil menggenggam tangan Kanzia untuk masuk ke perusahaan tersebut.


Dua orang pria yang merupakan asisten mendiang tuan Raksa dan pengacaranya telah menyambut kedatangan mereka dan membimbing mereka masuk ke dalam lobi perusahaan.


"Selamat pagi tuan muda dan nona muda Wiguna," sambut mereka.


Kanzia merasa heran dengan sebutan dari kedua pria paruh baya yang menyebutnya dengan Nona muda Wiguna.


"Bian?" Kanzia menatap Abian meminta penjelasan.


"Udah kamu tidak usah terlalu terkejut, karna masih ada kejutan yang lainnya menantimu," jawab Abian dan kembali menggenggam tangan Kanzia untuk masuk ke perusahaan Angkasa grup.


Kanzia hanya mengikuti saja kemana Abian membawanya, semua karyawan telah berjejer menunduk hormat ketika melihat kedatangan Abian ke perusahaan itu.


Abian tetap terlihat cuek berjalan dengan penuh kharisma tanpa menghiraukan sambutan dari karyawan karyawan tersebut, ia hanya mengibaskan tangannya dan tetap melangkah sambil menggenggam tangan Kanzia yang merasa heran.


Semua karyawan tidak henti hentinya mengagumi sosok gagah yang terus berjalan dengan ekspresi dinginnya yang tetap membuatnya terlihat mempesona, hati para karyawan wanita bergetar hebat melihat kehadiran pemilik perusahaan terbesar di kota ini.


Setelah menaiki lift khusus petinggi perusahaan akhirnya mereka pun sampai di lantai 20 gedung teratas perusahaan tersebut.


Disana mereka kembali disambut oleh seorang laki laki yang terlihat masih muda seumuran Abian. Ia menatap Kanzia penuh hormat dengan sorot mata penuh kagum ke arah Kanzia.


"Selamat datang Nona muda," ucap laki laki itu.


"Jaga pandangan mu!"


Tegur Abian pada laki laki dengan penampilan rapi dan maskulin itu, ia menatap tajam penuh ancaman pada laki laki tersebut sambil merangkul pinggang Kanzia posesif, laki laki tersebut langsung menundukkan kepalanya melihat tatapan Abian.


"Maaf tuan,,,," ucap laki laki itu sambil menundukkan kepalanya.


"Sayang kenalin dia adalah Bram direktur perusahaan ini orang yang aku percaya untuk menjalankan perusahaan ini, mulai sekarang dia berada dibawah perintah mu," ucap Abian pada Kanzia.


"Ha,,,, maksudnya?" Kanzia lagi lagi dibuat terkejut dengan ucapan Abian, ia masih belum mengerti arah pembicaraan Abian.


"Kamu adalah pemilik perusahaan ini, pewaris tunggal dari keluarga Wiguna." Jelas Abian.


"Bagaimana mungkin?" gumam Kanzia masih tidak percaya.


Abian pun menceritakan semuanya pada Kanzia tentang keluarganya dan juga kakeknya yang menyembunyikan dirinya selama ini, untuk melindunginya dari orang orang yang ingin melenyapkannya dan tentang perjodohan dirinya dengan Kanzia dan itulah alasan kenapa Abian selama ini menyembunyikan jati dirinya dari Kanzia agar orang orang yang ingin melenyapkannya tidak curiga dengan keberadaan sang pewaris.


.


.


.


Bersambung . . . . . . .


Jangan lupa di like👍🏻


Komen


Favorit


Vote

__ADS_1


...Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan ...


__ADS_2