
Kanzia menatap lekat wajah Abian yang menatapnya dengan penuh kelembutan dan perasaan cinta. Begitu pun dengan Kanzia ia juga merasakan hal yang sama, ia tidak menyangka Abian akan benar benar mengumumkan pernikahannya di acara penting ini.
Para wanita yang hadir di sana merasa kecewa karna sudah tidak ada lagi kesempatan untuk mereka mendekati CEO tampan itu, tapi ada juga beberapa yang tidak menyerah dan rela bila harus jadi yang kedua.
Abian kembali mengalihkan tatapannya menatap semua orang yang hadir di tempat itu.
"Kami sudah menikah sejak dua tahun yang lalu, tapi karna alasan pribadi kami harus merahasiakan pernikahan kami dan baru bisa mempublikasikannya di momen penting ini." suara Abian kembali terdengar membuat semua orang tersadar dari keterkejutannya.
Suasana di pesta itu kembali terdengar riuh, para tamu undangan mulai berbisik halus, berusaha meyakinkan diri dari apa yang baru saja mereka dengar.
"Jadi selama ini Tuan Jonathan telah menikah? Bahkan usia pernikahan mereka bukan satu atau dua bulan, tapi dua tahun, ini benar benar kabar yang sangat menggemparkan, kita sangat beruntung bisa hadir di acara ini yang membuat kita mengetahui sebuah berita besar," bisik salah satu tamu undangan.
"Ini memang benar benar berita yang sangat besar, karna kita bukan hanya mengetahui tentang hubungan mereka tapi kita juga mengetahui sebuah fakta yang mengejutkan tentang siapa pewaris Angkasa grup yang selama ini disembunyikan."
"Tapi kenapa baru sekarang Tuan Jonathan mempublikasikan hubungannya dengan wanita itu?" tanya yang lainnya penasaran.
"Apa mungkin karna wanita yang dia nikahi adalah pewaris tunggal dari keluarga Wiguna?" tamu lainnya ikut menimpali ucapan temannya.
"Bisa jadi, karna dari rumor yang tersebar selama ini jika pewaris dari keluarga Wiguna tidak pernah diketahui keberadaannya semenjak perebutan kekuasaan antar keluarga itu, jadi aku rasa itu salah satu alasan mengapa tuan Jonathan menyembunyikan pernikahannya yaitu untuk melindungi istrinya yang merupakan pewaris sebenarnya."
Para tamu undangan mulai mengeluarkan tanggapannya tentang alasan Abian yang merahasiakan hubungannya.
Kakek Abian yang melihat hal itu tersenyum puas kearah Kanzia dan Abian yang masih berada di atas panggung, karna akhirnya sang cucu telah mengungkapkan tentang hubungannya di hadapan publik.
Sementara itu seorang pria tampan menatap Kanzia dengan sorot mata hampa.
"Aku tidak pernah menyangka kalau ternyata kamu adalah wanita milik pria berkuasa seperti Abian, tapi kalian memang terlihat sangat serasi menjadi pasangan," gumam Diki sambil menghela napas.
"Padahal aku telah mengetahui kebenarannya terlebih dahulu, tapi kenapa hatiku tetap saja merasa sakit, bahkan di sini rasanya seperti hancur berkeping keping," batin Diki sambil memegangi dadanya, lalu ia pun mendekat ke arah ayah dan kakeknya yang berada di area khusus keluarga.
Abian yang masih berada di atas panggung tiba tiba saja menarik pinggang ramping Kanzia dan memberikan ciuman mesra pada kening Kanzia. Kemudian ia kembali menatap para tamu undangan yang kembali riuh saat melihat tindakannya itu.
"Ada satu hal lagi berita penting yang ingin saya sampaikan pada kalian, saya ingin membagikan kabar bahagia ini pada kalian kalau saat ini istri saya tengah mengandung buah cinta kami," ucap Abian sambil tersenyum, terlihat aura kebahagian yang terpancar dari wajahnya saat ia mengatakan hal itu.
__ADS_1
"Apa?!" lagi lagi ucapan Abian membuat semua orang kembali tercengang.
Apa mereka benar benar tidak salah dengar, mereka baru saja di kejutkan oleh fakta pernikahan sang tuan muda tapi sekarang mereka kembali dikejutkan oleh sebuah fakta baru tentang kehamilan sang nyonya muda Pramudya, ini sungguh acara yang luar biasa. Kejutan ini datang bertubi tubi mereka butuh waktu untuk kembali menormalkan diri dari rasa terkejutnya.
Semua orang pun mengucapkan selamat atas pernikahan mereka sekaligus kehamilan Kanzia.
Setelah mengungkapkan semua kebenaran tentang mereka Abian pun turun dari panggung sambil menuntun Kanzia dengan hati hati.
Abian menggandeng tangan Kanzia menuju tempat khusus yang telah disiapkan untuk keluarga, dan hal itu tidak luput dari perhatian para tamu undangan, mereka masih tidak menyangka seorang Jonathan yang terkenal dingin dan kaku bisa bersikap begitu lembut pada seorang wanita dan wanita itu adalah istrinya.
"Kakek ... selamat malam ..." sapa Kanzia sambil menunduk hormat pada kakek Abian yang sudah merentangkan tangannya menyambut kedatangan cucu menantunya.
"Kemari lah biarkan kakek memelukmu walaupun suamimu akan mengamuk setelah ini," ucap kakek Abian yang melihat Kanzia masih diam mematung di hadapannya.
Dengan mata berkaca kaca Kanzia masuk ke dalam pelukan sang kakek. "Terimakasih telah menerima wanita sepertiku untuk masuk ke dalam keluarga Pramudya," ucap Kanzia dalam pelukan kakek Abian. Ia benar benar merasa terharu dengan kejutan malam ini.
"Kau tidak perlu berterimakasih, karna kami sudah menunggu kedatangan mu sejak dulu, kakek yakin pasti kakek mu sekarang pasti juga ikut merasakan kebahagian ini," ucap kakek Abian sambil mengelus kepala Kanzia dengan sayang.
"Sudah cukup, jangan terlalu lama memeluk istriku," ucap Abian menarik Kanzia dari pelukan sang kakek dan mendekapnya erat.
"Apa paman juga boleh memeluk istrimu Bian?" tanya ayah Diki yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Abian.
"Apa aku juga boleh?" Diki ikut ikutan menggoda Abian.
"Coba saja, tapi sebelum itu aku akan mematahkan tanganmu," ancam Abian.
"Hahaha!...." mereka pun tertawa melihat kekesalan Abian, ini adalah momen yang sangat langka saat mereka berhasil menggoda pria dingin itu.
Sementara Kanzia hanya bisa tersenyum kaku melihat hal itu.
Semua orang ikut terenyuh melihat suasana keluarga itu dan mereka pun kembali mengikuti pesta seperti sebelumnya setelah bisa menguasai diri dari keterkejutannya.
Di tengah tengah para tamu undangan ada satu sosok yang terus menatap Kanzia dengan sorot mata yang sulit diartikan. Lututnya terasa lemas saat mengetahui fakta tentang Kanzia yang merupakan istri dari CEO Pramudya dan yang lebih mengejutkan lagi Kanzia adalah pemilik sah dari perusahaan Angkasa grup.
__ADS_1
"Kanzia ... aku tidak menyangka jika suami yang sering kamu sebut itu adalah Tuan Jonathan, tapi tunggu dulu, jika Kanzia adalah cucu dari tuan besar Wiguna, itu artinya dia adalah–" wanita itu menutup mulutnya saat menyadari sesuatu. "Ini tidak mungkin, lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?" gumam wanita itu yang ternyata adalah Tania.
Ia terus menatap ke arah Kanzia dan Abian yang terlihat begitu saling mencintai. "Aku harus menanyakan semua kebenarannya pada mama dan papa, aku tidak bisa melakukan hal ini," gumamnya kembali, sambil menatap penampilannya malam ini yang menggunakan gaun yang terlihat cukup seksi.
Saat ia sedang larut dalam pikirannya sendiri tiba tiba saja ponselnya berdering dan menyadarkannya dari lamunannya.
"Bagaimana? Apa kamu sudah melakukan apa yang kami minta?" tanya seseorang di sebrang telpon.
Tanpa menjawab ucapan orang yang menelponnya Tania langsung mematikan sambungan telponnya dan Ia pun segera beranjak meninggalkan pesta sebelum acara selesai setelah orang yang menghubunginya mematikan sambungan telponnya.
"Kamu mau kemana? Bukankah acaranya belum selesai?" tanya Kevin yang dari tadi memperhatikan gerak gerik Tania.
"Maaf Pak Kevin saya harus segera pulang, ada hal penting yang harus saya selesaikan," ucap Tania beralasan.
"Kalau begitu kamu bisa pergi," ucap Kevin tanpa banyak tanya.
"Ikuti wanita itu." Setelah kepergian Tania, Kevin menghubungi seseorang untuk mengikuti Tania.
"Semoga kamu tidak mengecewakan Nona Kanzia," gumam Kevin lalu kembali ke tengah tengah pesta.
.
.
.
Bersambung . . . . .
Jangan lupa Like
Komen
Favorit
__ADS_1
Vote