
Dua hari kemudian.
Clara saat ini sedang bersiap siap untuk pergi ke suatu tempat, setelah dua hari sejak pemakaman ibunya ia terus mengurung diri di dalam kamar. Setelah memastikan penampilannya terlihat rapi ia pun keluar dari kamarnya.
"Kamu mau kemana? Apa kamu sudah baikan?" tanya Tuan Rudi sedikit heran melihat Clara yang pagi pagi keluar kamar dengan penampilan yang sudah rapi.
"Aku ingin pergi ke suatu tempat untuk menemui temanku," jawab Clara menghentikan langkahnya.
Tuan Rudi mengernyitkan alisnya mendengar ucapan Clara. "Apa yang kamu ucapkan itu benar? Kamu tidak sedang merencanakan sesuatu yang aneh,kan?" tanya Tuan Rudi. Ia khawatir kalau Clara akan melakukan sesuatu yang buruk.
"Apakah Ayah sedang mencurigai ku?" tanya Clara tidak suka dengan pertanyaan ayahnya.
"Bukannya begitu Ayah hanya –" ucapan tuan Rudi terpotong oleh Clara.
"Ayah tenang saja aku hanya ingin menemui temanku, bukan melakukan kejahatan, apa ayah sedang berpikiran kalau aku keluar rumah untuk menyakiti Kanzia?" ucap Clara.
Tuan Rudi merasa bersalah mendengar ucapan Clara, ia hanya tidak ingin Clara kembali menyakiti Kanzia.
"Kalau begitu berhati hatilah, Ayah tidak bermaksud mencurigai mu, Ayah hanya takut kamu melakukan sesuatu yang akan merugikan mu," ucap Tuan Rudi mempercayai ucapan putrinya dan ia pun membiarkannya pergi.
Clara pun kembali melanjutkan langkahnya keluar dari rumah.
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, mobil yang di kendarai Clara akhirnya sampai di sebuah bangunan yang terlihat sudah tua dan sedikit tidak terawat yang letaknya cukup jauh dari pemukiman penduduk.
__ADS_1
Saat ia keluar dari mobilnya terlihat seorang pria bertubuh besar menghampiri Clara. "Selamat datang Nona, Bos masih ada urusan sebentar jadi anda bisa menunggunya di dalam," ucap orang tersebut mempersilahkan Clara untuk masuk. Pria itu sepertinya adalah anak buah dari orang yang akan ditemui Clara.
Clara hanya menganggukkan kepalanya, lalu mengikuti orang bertubuh besar itu untuk masuk ke dalam bangunan tua itu sambil melihat lihat sekitarnya.
Orang itu menghentikan langkahnya begitu sampai di depan pintu sebuah ruangan. "Silahkan anda bisa masuk, Anda bisa menunggu Bos di ruangannya," ucapnya lalu ia pun meninggalkan Clara yang masih berdiri di depan pintu ruangan tersebut.
Dengan hati hati Clara membuka pintu tersebut sambil memperhatikan isi dari ruangan tersebut. "Walaupun di luar terlihat tidak terawat tapi di dalamnya lumayan terlihat rapi," gumam Clara.
Clara duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut. Ia menelisik setiap sudut ruangan, ia tidak menyangka bangunan tua yang terlihat tidak terawat dari luar ini ternyata sangat rapi dan banyak barang barang mewah disana, siapa pun tidak akan menyangka jika melihat bagian luar ruangan saja yang terlihat lumayan menyeramkan. "Tempat tinggal yang aneh," gumam Clara sambil terus menatap sekitar ruangan.
Setelah menunggu selama lima menit akhirnya masuklah seorang pria ke ruangan tempat Clara saat ini.
Ceklek!
Sosok pria dengan tubuh kekar dan tato di lehernya masuk ke dalam ruangan tersebut. "Apakah sudah lama?" tanya orang tersebut lalu duduk di sofa berhadapan dengan Clara.
"Apa yang kamu inginkan?"
"Berikan aku barang itu sekarang," jawab Clara.
Pria tersebut yang mengerti maksud Clara langsung beranjak dari duduknya dan mengambil sesuatu yang telah ia siapkan untuk Clara dari satu bulan yang lalu.
"Ini," ucapnya sambil menyerahkan barang tersebut pada Clara. "Apa kamu yakin rencana mu kali ini akan berhasil?" tanya pria itu pada Clara.
__ADS_1
"Tentu saja, aku sudah menunggu lama momen ini," jawab Clara tersenyum misterius.
"Kalau begitu terserah kamu saja, tapi ingat jangan sampai melibatkan ku," ucap sang pria.
"Kamu tenang saja, aku tiada akan membuatmu terlibat dalam rencana ku ini dan aku akan pastikan hal itu, kamu hanya perlu membantuku untuk mengalihkan perhatian orang orang yang mengawasi wanita itu," ucap Clara sambil mengelap barang yang ada di tangannya, entah apa yang telah ia rencanakan dan untuk siapa rencana itu.
"Tenang saja anak buah ku akan melakukan apa yang kamu inginkan asalkan," ucap pria itu sambil mengedipkan matanya pada Clara.
"Tenang saja aku akan memuaskan mu sekarang juga," ucap Clara lalu duduk di atas pangkuan pria asing itu.
"Kalau begitu bersiaplah baby ..." ucap pria itu sambil mengangkat tubuh Clara membawanya keluar dari ruangan itu.
.
.
.
Bersambung . . . . . .
Jangan lupa like👍
Komen
__ADS_1
Favorit
Vote