Merubah Istri Gendut

Merubah Istri Gendut
BAB 43 : Pemilik perusahaan


__ADS_3

Kanzia benar benar sangat terkejut dengan semua penjelasan Abian ia merasa semuanya seperti mimpi, bagaimana mungkin ia adalah pemilik sah perusahaan besar ini?


Ia masih tidak bisa percaya jika ia adalah Nona muda dari keluarga Wiguna.


Kanzia tersadar dari keterkejutannya setelah pengacara mendiang tuan Raksa menyodorkannya sebuah dokumen penting.


"Ini nona bisa melihat dan pelajari dokumen ini dengan baik," ucap pengacara mendiang tuan Raksa, sambil memberikan dokumen tersebut pada Kanzia yang masih terlihat bingung dengan kenyataan yang baru saja ia ketahui.


"Apa ini?" Tanya Kanzia mengambil dokumen tersebut.


"Nona bisa langsung melihatnya sendiri," ucap pengacara tersebut, lalu Kanzia pun mulai membuka dokumen tersebut sambil melirik Abian meminta persetujuan, Abian pun menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan Kanzia.


Kanzia semakin dibuat terkejut setelah melihat isi dari dokumen tersebut, ia membuka tiap lembarnya dengan ekspresi yang tidak bisa digambarkan.


"Berkas berkas itu berisi seluruh warisan tuan Raksa yang telah ditinggalkannya dan ia berikan untuk Nona muda cucu satu satunya," jelas pengacara tersebut.


"Kakek anda meminta bantuan pada tuan besar Pramudya untuk mengelolanya sebelum beliau meninggal agar tante anda yang merupakan keponakan tuan Raksa mengira jika seluruh aset miliknya telah diambil alih oleh Pramudya grup, jadi selama ini ia mengira jika Angkasa grup telah bangkrut."


"Jadi maksud anda Tante saya ingin merebut semua harta yang dimiliki kakek?" Tanya Kanzia.


"Benar Nona, dan tentu saja mulai sekarang anda harus mempersiapkan diri, karna ia tidak akan tinggal diam ketika tau jika pewaris tunggal Angkasa grup masih hidup," jelas pengacara tersebut.


Sekarang ia paham kenapa waktu itu bos mesumnya yang ternyata adalah suaminya sendiri memberinya hukuman dengan mempelajari ilmu tentang bisnis bahkan berkas berkas yang ia pelajari waktu itu adalah berkas berkas yang sekarang ini ada ditangannya, yang baru saja diberikan oleh pengacara mendiang kakeknya.


"Kalau begitu apa semuanya sudah siap?" Tanya Abian pada direktur muda itu.


"Sudah tuan semua staf sudah berkumpul di aula," jawab sang direktur muda.


"Baiklah kalau begitu kita harus segera masuk, karna inilah saatnya mereka semua tau siapa pemilik perusahaan tempat mereka bekerja selama ini," ucap Abian sambil melirik ke arah Kanzia yang masih terlihat kaget dengan semua kenyataan yang baru saja ia ketahui.


"Apa kamu sudah siap? Tanya Abian pada Kanzia sambil menggenggam tangan Kanzia untuk meyakinkannya jika semuanya akan baik baik saja.


"Apakah aku sanggup menjalankan semuanya Bian?" Tanya Kanzia pada Abian yang merasa sedikit ragu.


"Kamu tidak perlu khawatir, karna aku akan selalu berada di sampingmu,,," ucap Abian meyakinkan Kanzia.


Kanzia menarik napas dalam dalam setelah mendengar ucapan Abian.


Setelah itu mereka semua masuk ke aula perusahaan yang cukup luas itu, disana sudah berkumpul semua staf dan beberapa petinggi perusahaan yang sudah duduk di kursi khusus paling depan.


Semua orang menyambut kedatangan Abian yang baru saja masuk bersama yang lainnya ke ruangan tersebut. Sementara Kanzia mulai terlihat tegang sambil menatap orang orang yang berada di ruangan itu, Abian yang menyadari hal itu mempererat genggaman tangannya pada Kanzia.


Ketika Abian dan rombongannya masuk, Mereka semua memberi hormat pada Abian sosok yang selama ini memegang kendali dari Angkasa grup dan membuatnya terus berkembang sampai sebesar sekarang ini. Abian hanya mengangkat tangannya menerima sambutan itu dan memerintahkan mereka untuk duduk kembali.


"Baiklah saya akan langsung saja menyampaikan alasan saya mengumpulkan kalian semua disini karna ada hal penting yang harus saya sampaikan tentang Angkasa grup.


Semua orang mulai menatap Abian dan mendengarkan dengan serius apa yang akan dikatakan Abian.


"Alasan kenapa kalian semua dikumpulkan disini adalah karna saya akan memperkenalkan pemilik sah dari Angkasa grup yang selama ini disembunyikan," ucap Abian sambil menatap Kanzia di sampingnya.


Semua orang di ruangan itu terlihat antusias mendengar kelanjutan dari ucapan Abian tentang sang pewaris yang selama ini masih menjadi rahasia.


Mereka semua mulai menatap ke arah wanita cantik yang berdiri di samping Abian dan mulai menduga duga jika wanita cantik itu adalah Nona muda Wiguna yang selama ini sering diperbincangkan disekitaran kantor jika pewaris tunggal dari perusahaan ini adalah cucu perempuan dari tuan besar Wiguna yang keberadaannya masih menjadi rahasia.

__ADS_1


"Kalian pasti sudah bisa menduganya, jadi wanita cantik di sampingku ini adalah Nona muda Kanzia Ayudia Renata Wiguna pemilik sah dari perusahaan Angkasa grup dan juga istriku," ucap Abian tegas sekaligus mulai memperkenalkan status Kanzia sebagai istrinya.


Tentu saja mereka semua dibuat terkejut dengan apa yang disampaikan Abian, bukan hanya tentang Kanzia yang merupakan pemilik perusahaan tapi perkataan Abian yang mengatakan jika Kanzia adalah istrinya juga menambah keterkejutan semua orang, ini benar benar pengumuman yang luar biasa.


Begitupun dengan Kanzia, ia merasakan jantungnya kembali berdebar kencang mendengar Abian mengakui jika ia adalah istrinya, ia sangat bahagia dengan sebutan istri yang diucapkan Abian.


Abian kembali melanjutkan ucapannya.


"Mulai besok Nona Kanzia akan mengambil alih kepemimpinan di perusahaan ini, jadi saya minta untuk kerjasamanya karna dia masih perlu menyesuaikan diri dengan semuanya," tegas Abian.


"Dan satu lagi saya minta untuk kalian semua menjaga rahasia tentang jati diri Nona Kanzia untuk sementara waktu, hal ini untuk melindungi keselamatan pewaris tunggal Angkasa grup dari orang orang yang mengincar harta warisan peninggalan tuan besar Wiguna." Tegas Abian.


"Baik tuan kami akan menjaga rahasia ini dengan baik," ucap salah satu petinggi perusahaan.


"Selamat datang di Angkasa grup Nona Kanzia," ucap mereka semua memberikan sambutan pada Kanzia.


"Terimakasih, senang bisa bergabung dengan kalian semua, semoga kedepannya kita bisa bekerjasama dengan baik, mohon bimbingannya agar saya bisa beradaptasi dengan lingkungan disini," ucap Kanzia dengan suara lembutnya tapi tetap terdengar tegas dan senyum yang terus terpancar dari bibirnya membuat semua orang terpukau dengan senyum ramah sang nona muda.


Setelah acara perkenalan Kanzia telah selesai kini Abian membawa Kanzia untuk melihat ruangan yang selama ini belum ditempati, ruang kerja yang sudah disiapkan khusus untuk Kanzia sejak lama.


Kanzia lagi lagi melihat penuh kagum dengan desain ruang kerjanya, yang terlihat elegan dan mewah dengan desain khusus yang sesuai dengan selera Kanzia.


Kanzia mendekat ke arah meja kerjanya.


"Duduklah itu adalah kursi kebesaran mu mulai sekarang, tempat dimana kamu akan meluangkan semua ide ide untuk mengembangkan perusahaan milikmu," ucap Abian pada Kanzia yang masih terlihat tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya.


"Kalau begitu kami pamit undur dulu Nona muda," ucap pengacara dan asisten kakeknya, yang selama ini juga ikut andil dalam menjaga keselamatan Nona mudanya.


"Terimakasih kalian telah menjaga semua milik kakek dan tetap setia pada kakek," ucap Kanzia sambil menundukkan badannya memberi hormat kepada dua orang paruh baya yang juga berjasa dalam melindungi amanah kakeknya.


Setelah kepergian dua orang paruh baya itu, Bram masuk dengan dua orang wanita dan salah satu dari mereka adalah orang yang Kanzia kenal.


"Siska,,,," ucap Kanzia begitu melihat kedatang Siska bersama Bram dan seorang wanita.


"Selamat datang Nona Kanzia," ucap Siska.


Kanzia menatap Abian meminta penjelasan.


"Mulai sekarang Siska akan menjadi sekretaris pribadimu, jadi jika kamu membutuhkan sesuatu kamu bisa meminta bantuan padanya," jelas Abian yang sebenarnya telah mempersiapkan Siska selama ini untuk menjadi sekretaris Kanzia.


Wanita yang satunya juga maju ke hadapan Kanzia dan memperkenalkan dirinya.


"Salam kenal Nona muda saya Vita, saya di tugaskan oleh tuan Abian untuk mendampingi anda jadi jika Nona ingin bepergian Nona bisa menghubungi saya," ucapnya lalu mengulurkan tangannya pada Kanzia, yang langsung dibalas oleh Kanzia.


"Mulai sekarang bersiaplah untuk direpotkan oleh ku Vita,,," ucap Kanzia bercanda untuk mencairkan suasana yang terlihat kaku ini.


Vita hanya tersenyum tipis menanggapi candaan Kanzia.


"Oh iya dan satu lagi karna istriku masih perlu belajar jadi untuk saat ini urusan perusahaan sepenuhnya masih menjadi tanggung jawab direktur Bram, Nona Kanzia akan tetap berada di belakang layar sambil tetap mempelajari semuanya, jadi diluar ia akan menjadi assiten direktur Bram.


"Baik tuan saya siap melakukan perintah tuan dan membantu nona muda," ucap Bram.


"Terimakasih Bram kedepannya mungkin aku akan sangat merepotkan mu," ucap Kanzia sambil tersenyum ke arah Bram.

__ADS_1


"Sama sama Nona, itu sudah menjadi tugas saya," ucapnya memberi hormat pada Kanzia.


*****


Setelah semua urusannya selesai, Abian dan Kanzia beranjak dari perusahaan tersebut, tapi sepanjang perjalanan Abian hanya diam saja.


"Bian,,," panggil Kanzia.


"Hm,,,"


"Kamu kenapa?"


"Hm,,," lagi lagi Abian hanya menjawab dengan deheman.


"Aku ada buat salah ya?" Tanya Kanzia yang melihat ekspresi kesal Abian.


Abian yang mendengar ucapan Kanzia yang terdengar sendu langsung menghentikan mobilnya dipinggir jalan.


"Bisakah kamu tidak menunjukkan senyum itu kepada laki laki lain? Apa kamu ingin menggoda mereka dengan senyuman mu itu?" Tanya Abian tidak jelas.


"Sebenarnya maksud kamu apa sih Bian,,,"


"Selama di kantor Angkasa grup kamu terus menebarkan senyum manis mu itu, apalagi tadi waktu kamu berbicara dengan Bram kamu tidak henti hentinya tersenyum," kesal Abian yang ternyata cemburu melihat tatapan kagum para karyawan laki laki tadi di perusahaan.


"Lalu aku harus apa Bian?


Masak aku haru cemberut kan gak sopan,,," ucap Kanzia tidak habis pikir dengan suaminya itu.


"Kamu hanya boleh tersenyum padaku,"


"Abian,,, kamu tidak sedang cemburu bukan?" Tanya Kanzia ragu ragu.


Abian langsung membuka sabuk pengamannya lalu menatap Kanzia dan mendekatkan wajahnya pada Kanzia.


Cup!


"Iya aku cemburu, sangat sangat cemburu jadi jangan sembarangan memberikan senyummu itu jika tidak ingin aku menghukum mu, karna kamu adalah milikku," ucap Abian mencium bibir manis kanzia lalu memasang sabuk pengamannya dan kembali melajukan mobilnya, sementara Kanzia sudah memerah mendengar ucapan Abian, yang mengatakan jika dia cemburu.


.


.


.


Bersambung . . . . . . .


Jangan lupa di like👍🏻


Komen


Favorit


Vote

__ADS_1


...Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan...


__ADS_2