
Sementara itu di sebuah perusahaan milik tuan Bara. Ia yang saat ini sedang berada di ruang kerjanya tiba tiba kedatangan seseorang di kantornya.
"Tuan diluar ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda," ucap sekretaris tuan Bara sambil menundukkan kepala di hadapannya.
"Hm,,, suruh dia masuk!" ucapnya memberikan izin.
"Baik tuan," ucap sekretaris itu lalu beranjak ke depan pintu untuk mempersilahkan orang tersebut masuk ke ruang kerja tuan Bara.
Seseorang dengan pakaian serba hitam dan tubuh tinggi dengan otot otot yang terlihat menonjol masuk ke ruangan tersebut.
"Selamat siang tuan," sapa laki laki dengan tubuh besar itu.
"Duduklah!"
Laki laki itu menunduk hormat lalu duduk di hadapan tuan Bara.
"Apa yang kamu temukan soal Renata?" tanya tuan Bara pada laki laki yang ia suruh untuk menyelidiki tentang masa lalu Renata.
"Saya menemukan laki laki yang pernah dinikahi oleh sepupu nyonya Sinta, dan dari informasi yang kami dapatkan laki laki itu telah menikah lagi dan memiliki dua orang putri, tapi ada sedikit keanehan tentang putri keduanya tuan," ucap laki laki itu.
Tuan Bara yang mendengar ucapan anak buahnya mengerutkan alisnya.
"Maksudnya?"
"Iya tuan karna laki laki itu terlihat lebih menyayangi putri pertamanya dibandingkan dengan putri keduanya, bahkan jarang ada orang yang tau jika gadis itu adalah putri kandungnya," cerita laki laki itu pada tuan Bara.
"Kalau begitu lakukan tes DNA pada keduanya bagaimanapun caranya!" Perintah tuan Bara pada anak buahnya.
"Baik tuan," ucap laki laki itu patuh.
Setelah menyampaikan informasi yang didapatkannya laki laki itu segera beranjak dari ruangan tuan Bara, ia harus segera mencari cara untuk menemukan keponakan dari istri tuannya itu, kalau tidak ia akan mendapatkan amukan dari tuan Bara.
"Sebentar lagi aku pasti akan menemukan pewaris tunggal Angkasa grup yang selama ini disembunyikan," gumam tuan Bara dengan senyum liciknya.
*
*
Di kantor Pramudya grup
Abian dengan raut wajah dinginnya masih mengompres pipi Kanzia yang terkena tamparan Rosa. "Beraninya wanita tua itu menampar pipi istriku yang berharga," gerutu Abian sambil mengelus pipi Kanzia.
"Sudah ini beneran gak apa apa, lagian aku sudah membalas mereka lebih dari ini, aku yakin mereka lebih kesakitan dari pada aku," ucap Kanzia berusaha menenangkan Abian yang terlihat sangat marah ketika melihat pipinya yang memerah karna tamparan tadi.
"Maaf, tadi aku ada meeting jadi aku tidak tau kalau kamu sedang dalam masalah," ucap Abian yang merasa bersalah melihat pipi istrinya.
"Kamu tidak perlu minta maaf, ini bukan salah kamu,"
__ADS_1
"Apa perlu aku memberikan pelajaran pada mereka, agar mereka tau jika mereka telah berurusan dengan siapa?" Ucap Abian, terlihat ekspresi kemarahan diwajah tampannya itu.
Kanzia menghela napas melihat ekspresi Abian.
"Sayang,,, sudah biarkan saja kamu bisa memberikan mereka pelajaran nanti kalau mereka kembali membuat masalah denganku, hm,,," bujuk Kanzia.
Abian yang mendengar Kanzia memangilnya dengan kata sayang langsung berhenti mengompres pipi Kanzia, ia mengangkat tubuh Kanzia dan mendudukkannya di pangkuannya.
"Aaa,,, Bian apa yang kamu lakukan!" Ia kaget dengan Abian yang tiba tiba mendudukkannya di pangkuannya.
"Panggil aku dengan panggilan tadi," perintah Abian.
"Bian?"
"Bukan," ucap Abian.
"Sayang?" ucap Kanzia ragu ragu.
Abian yang mendengarnya langsung menyambar bibir ranum Kanzia dan **********, ia melepaskannya setelah kehabisan napas.
Bugh!
"Aw sakit!" ringis Abian yang mendapatkan pukulan dari Kanzia setelah melepaskan ciumannya.
"Ini di kantor jangan main sosor aja," ucap Kanzia cemberut karna ulah Abian yang tidak tau tempat.
"Memangnya kenapa?
Kanzia langsung mencubit pinggang Abian. "Aw sakit Zia!"
"Makanya jangan mesum, lagian aku tidak pernah membaca novel seperti itu," kilah Kanzia yang malu pada Abian.
"Sudahlah ngaku saja,,, dulu waktu masih di vila kamu sering begadang membuka aplikasi novel online yang ada cerita mesumnya kan?"
"Enak aja aku gak gitu ya,,,, aku memang sering membaca novel online tapi gak yang mesum juga, tapi tunggu dulu bagaimana kamu bisa tau kalau aku sering membaca novel online malam malam, kamu selama ini memata mataiku ya?" Kanzia menatap Abian curiga.
"Aku memasang CCTV di setiap sudut vila salah satunya di kamarmu," jujur Abian.
"Apa!" Kanzia menutup mulutnya, itu artinya selama ini Abian melihat semua aktivitasnya di kamar itu.
"Dasar mesum!" Kanzia memukuli punggung Abian karna malu mengingat ia selalu mengganti pakaiannya di sana.
"Ampun Zia kenapa kamu jadi semakin bar bar seperti ini, lagian kamu kan istriku jadi wajar jika aku melihatnya, bahkan sekarang aku sudah bisa merasakannya setiap malam," ucap Abin yang semakin membuat Kanzia kesal.
Kanzia semakin memukul tubuh Abian, ia benar benar tidak habis pikir dengan tingkah suaminya yang benar benar jauh berbeda dari yang dibicarakan orang orang.
Sementara Kevin yang masih berdiri di ruangan itu seperti patung yang tidak dianggap oleh kedua orang yang sedang dimabuk cinta itu.
__ADS_1
"Setidaknya mereka harus menyuruhku keluar dulu sebelum bermesraan di hadapanku, apa mereka tidak sadar dengan apa yang baru saja mereka bicarakan dihadapan laki laki jomblo sepertiku,,," batin Kevin.
"Maaf tuan apakah saya sudah boleh keluar?" Tanya Kevin menghentikan kegiatan sepasang suami istri itu.
Kanzia langsung menghentikan pukulannya pada tubuh Abian dan langsung turun dari pangkuan Abian, ia lupa jika di ruangan itu masih ada asisten Kevin, ia semakin malu ketika mengingat jika Abian tadi sempat menciumnya.
"Astaga Kanzia bodoh, bagaimana bisa kamu melupakan keberadaan Kevin di ruangan ini, ini juga salah Abian kenapa ia tidak menyuruh asistennya yang aneh itu keluar," gerutu Kanzia dalam hati.
"Kamu sudah boleh keluar," ucap Abian yang terlihat santai, seperti tidak terjadi apa apa dan Kevin pun segera keluar meninggalkan pasangan tidak tau tempat itu.
"Ih Bian aku malu, ini semua karna kamu,,," ucap Kanzia menutup wajahnya dengan tangannya.
"Kamu tidak perlu memikirkan hal itu, Kevin tidak akan peduli dengan apa yang kita lakukan tadi," ucap Abian dengan santainya, padahal dalam hatinya ia juga merasa canggung dengan sang asisten.
"Bian ... ."
"Panggil aku dengan sebutan sayang," ucap Abian sambil menatap tajam Kanzia.
"Sayang, Kevin masih menyukai perempuan kan?" Kanzia mulai berpikiran aneh.
"Entahlah," jawab Abian.
"Astaga apa dia benar benar menyukai laki laki?" tnya Kanzia heboh.
"Ini tidak bisa dibiarkan, sayang bagaimana kalau kita jodohkan saja asisten Kevin dengan seseorang, kita bantu dia untuk mencari seorang pacar," Kanzia memberikn sarannya.
Abian kembali mengangkat tubuh Kanzia dan mendudukkannya di pangkuannya. "Kenapa kamu malah memikirkan laki laki lain, aku sudah bilang kamu hanya boleh memikirkan aku," ucap Abian.
"Ishh, aku tidak memikirkan laki laki lain Bian, aku hanya ingin membantu mencarikan asisten Kevin agar ia tidak merebut suamiku," ucap Kanzia.
"Astaga apa kamu pikir aku akan tergoda dengannya, wah apa istriku sedang meragukan,,,, sepertinya aku harus membuktikan jika aku benar benar pria normal," ucap Abian pura pura tersinggung dengan ucapan Kanzia, lalu menggendong tubuh istrinya ke kamar pribadinya yang ada di ruang kerjanya.
Entah apa yang terjadi selanjutnya antara mereka hanya Abian dan Kanzia yang tau, author pun tidak tau apa yang mereka lakukan di dalam sanaπππ
.
.
.
Bersambung . . . . . .
Jangan lupa di likeππ»
Komen
Favorit
__ADS_1
Vote
...Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan...