Merubah Istri Gendut

Merubah Istri Gendut
BAB 57 : Flashback Of


__ADS_3

Pagi harinya


Rudi bangun sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing, ia bangun dan mendudukkan tubuhnya, ia begitu terkejut ketika melihat dirinya tanpa menggunakan pakaian dan ia tidak berada di kamarnya, ia semakin dibuat terkejut saat mendengar suara seseorang di sampingnya bukanlah suara istrinya.


"Apa kamu sudah bangun?" Ucap  Maya sambil menggeliatkan tubuhnya.


"Maya! Apa yang kamu lakukan disini dan kenapa kita bisa tidur di kamar yang sama dan dimana pakaianku?"


"Aku harus segera pulang Renata pasti mengkhawatirkan ku," Ucap Rudi yang mulai panik.


"Astaga tidak perlu terburu buru, apa kamu beneran lupa dengan apa yang kita lakukan semalam?"


"Apa maksudmu?"


"Aku sangat sedih kalau sampai kamu tidak mengingatnya setelah apa yang kamu lakukan padaku Rudi, kamu telah merenggut apa yang telah aku jaga selama ini," ucap Maya mulai mengeluarkan ekspresi sedihnya.


"Jangan bilang kita telah melakukan hal itu? Tapi aku tidak mengingatnya Maya, kamu tidak sedang menjebakku kan?" Tanya Rudi tidak percaya dengan ucapan Maya.


"Rudi aku tidak mau tau kamu harus bertanggung jawab kamu sudah mengambil kehormatan ku!" Teriak Maya mulai emosi, ia tidak ingin rencananya gagal.


"Cih kehormatan bukankah aku bukanlah pria pertama yang pernah meniduri mu, walaupun semuanya terasa seperti mimpi aku sangat yakin jika kamu bukanlah seorang perawan jadi jangan coba coba menipuku," ucap Rudi lalu menggunakan pakaiannya hendak beranjak meninggalkan Maya.


"Berhenti Rudi kamu tidak bisa melakukan hal ini padaku, bagaimana kalau aku hamil?" Tanya Maya sebelum Rudi membuka pintu kamar itu.


"Jika pun kamu hamil belum tentu juga itu adalah anakku, jadi lupakan saja apa yang telah terjadi antara kita dan ingat jangan pernah memberitahu istriku, aku sangat yakin kamulah orang yang telah mencampurkan sesuatu ke dalam minuman ku semalam," ucap Rudi lalu segera bergegas meninggalkan Maya.


"Sial! Ternyata Rudi tidak sebodoh yang aku pikirkan," ucap Maya yang lagi lagi gagal, tapi ia kembali tersenyum sambil mengelus perutnya.


"Aku sangat yakin sebentar lagi ia akan tumbuh di sini, tunggu saja aku akan membalas penghinaan mu padaku Rudi, aku akan kembali membuat keluargamu hancur," gumam Maya dengan senyum mengerikannya entah apa yang sedang ia rencanakan.


Tidak terasa akhirnya sudah sepuluh tahun sejak kejadian Maya menjebaknya dan keluarga Rudi semakin terlihat bahagia dan harmonis apalagi semenjak ke hadiran putri cantiknya Kanzia yang sekarang sudah berumur 9 tahun.

__ADS_1


Tapi kebahagian itu tidak berlangsung lama setelah kedatangan Maya yang kembali mengusik keluarga Rudi, ia tiba tiba saja menghubungi Rudi dengan membawa seorang anak perempuan berumur 10 tahun dan mengatakan jika itu adalah anaknya, Rudi sempat tidak percaya sampai akhirnya ia melakukan tes DNA dah hasilnya membuatnya lemas, ternyata gadis kecil itu adalah putri kandungnya, Maya memanfaatkan anaknya untuk menikahi Rudi dengan ancaman ia akan membongkar semuanya pada Renata, dan Rudi yang tidak ingin kehilangan Renata dan Kanzia akhirnya menyetujui permintaan Maya dan menikah siri dengan syarat ia tidak akan mengatakan kepada siapapun jika ia dan Maya telah menikah.


Maya berhasil menikahi laki laki yang selama ini ia inginkan, tapi semakin hari sikap Rudi kepadanya semakin dingin bahkan ia sama sekali tidak peduli dengan Clara, yang ia nomor satukan hanyalah kebahagian Renata dan Kanzia.


Tepat di hari ulang tahun Kanzia yang kesepuluh, seperti biasa Rudi dan Renata merayakannya dengan acara yang sederhana, dengan mengadakan syukuran dan berbagi di panti asuhan, sebenarnya Rudi sangat ingin membuat acara besar besaran untuk putri kecilnya dan memamerkannya pada rekan bisnisnya, tapi semenjak Renata mengatakan jika sepupunya mulai curiga jika ia masih hidup dan kembali mengincar nyawanya akhirnya mereka sepakat untuk menyembunyikan identitas Kanzia demi keselamatan putri kesayangan mereka.


Maya yang sudah tidak tahan diperlakukan tidak adil oleh Rudi dan tidak dianggap, apalagi saat mendengar ucapan tetangganya yang selalu menyebut putrinya dengan sebutan anak haram.


Sampai akhirnya suatu ketika, Maya memutuskan untuk menghubungi Renata dan mengajaknya untuk bertemu.


Renata melangkahkan kakinya masuk ke dalam restoran tempat mereka akan bertemu.


"Ada urusan apa kamu ingin menemui ku?" Tanya Renata sambil mendudukkan tubuhnya di kursi yang sudah dipesan Maya.


"Ternyata kamu datang juga, aku pikir kamu tidak akan datang untuk menemui ku," ucap Maya tersenyum miring.


"Katakan saja apa yang ingin kamu katakan padaku Maya tidak usah bertele-tele." Ucap Renata tetap terlihat tenang.


"Lihatlah!" Maya menyodorkan sebuah foto dirinya dan Rudi saat di hotel waktu itu dan juga foto saat mereka melakukan nikah sirih.


"Wanita sialan!" geram Maya sambil melayangkan tangannya hendak menampar Renata, tapi sebelum itu terjadi Renata sudah terlebih dahulu menangkap tangan Maya dan memutarnya kebelakang.


"Berhenti mengganggu keluargaku!" ucap Renata sambil terus menekan tangan Maya.


"Sampai mati pun aku tidak akan pernah berhenti sampai keluargamu benar benar hancur Renata!"


"Ishh,,, jika kamu ingin kamu dan putrimu ingin tetap hidup tenang sebaiknya tinggalkan Rudi," ucap Maya sambil meringis menahan rasa sakit pada pergelangannya.


"Hidupku selama ini sudah biasa dikelilingi oleh orang orang yang ingin melenyapkan ku, jadi kamu bukan apa apa bagiku Maya, begitupun dengan putriku," Renata sama sekali tidak takut dengan ancaman Maya.


Renata melepaskan cengkraman tangannya pada lengan Maya, lalu pergi meninggalkan Maya yang tersungkur karna ia mendorongnya dengan keras.

__ADS_1


"Kamu terlalu angkuh Renata, nikmati saja akhir dari hidupmu itu," ucap Maya dengan senyum liciknya, tanpa disadari oleh Renata ternyata Maya telah menyabotase rem mobil Renata.


Tepat di pertengahan jalan Renata merasa ada yang aneh dengan rem mobilnya.


"Sepertinya kamu benar benar tidak menyerah untuk menyingkirkan ku Maya,,,," gumam Renata.


"Sepertinya kali ini aku tidak akan mendapatkan keberuntungan ku, suatu saat putriku pasti akan datang untuk membalas semua perbuatan mu ini Maya," ucap Renata yang tetap terlihat tenang sampai akhirnya kecelakaan maut itu tidak bisa dihindari lagi, takdir mengharuskan ia berpisah dengan suami dan putri cantiknya.


Sejak saat itulah Maya hadir di dalam kehidupan keluarga Rudi, menghancurkan kebahagian Kanzia.


...Flashback Of . . . . ....


Rudi diam diam mengeluarkan air matanya mengingat keluarga kecilnya di masa lalu, tawa bahagia putri kecilnya telah berubah menjadi tangis kesakitan untuk Kanzia setelah kepergian Renata.


"Maafkan ayah Zia,,,, kamu berhak membenci ayahmu yang tidak berguna ini,,,,," gumam Rudi sambil menghapus air matanya, inilah yang sering ia lakukan saat ia sendiri mengingat kenangan keluarga kecilnya.


"Tapi sekarang ayah bisa sedikit tenang karna kamu mempunyai sosok suami yang hebat, ayah yakin ia pasti mampu melindungi mu," gumamnya kembali.


.


.


.


Bersambung . . . . . .


Jangan lupa di like👍🏻


Komen


Favorit

__ADS_1


Vote


...Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan...


__ADS_2