Merubah Istri Gendut

Merubah Istri Gendut
BAB 46 : Membereskan sampah


__ADS_3

Plak!


Kanzia memegangi pipinya yang di tampar oleh seseorang yang ia kenal, orang yang juga selalu merendahkan dirinya dan tidak segan segan mengeluarkan kata kata yang menyakitkan untuknya dan perempuan paruh baya itu adalah nyonya Rosa ibu kandung Noah.


"Aku tidak sudi memiliki menantu buruk rupa sepertinya, sudah dekil, gendut jelek, tidak ada bagus bagusnya sama sekali ia hanya akan menjadi aib bagi keluarga kita, gadis buangan sepertinya tidak pantas untuk di nikahi, kecuali laki laki itu bodoh,"


Kanzia mengingat semua kata kata yang sering diucapkan nyonya Rosa dimasa lalu ketika Noah berniat untuk menikahinya semua kata kata hinaan itu ia terima dari ibu kandung Noah, bahkan tatapan sinis dan jijik sering ia terima dari wanita itu ketika mereka bertemu.


"Kenapa anda tiba tiba menamparku?" Tanya Kanzia yang berusaha menahan emosinya.


"Itu belum seberapa dengan apa yang sudah kamu lakukan pada putraku!" Ucap nyonya Rosa dengan tatapan yang dipenuhi amarah.


"Memangnya apa yang aku lakukan dengan putramu, aku merasa tidak pernah punya urusan dengan putramu yang brengsek itu nyonya,,," ucap Kanzia yang sudah kembali santai


"Putraku ditemukan di hotel dalam keadaan babak belur, bahkan ia sampai harus dirawat di rumah sakit, aku sangat yakin jika itu semua adalah perbuatan mu, karna saat dia dalam keadaan tidak sadar putraku terus menyebut namamu, aku yakin pasti kamu berusaha menggoda putraku dan membawanya ke hotel," tuduh nyonya Rosa pada Kanzia.


Ibu kandung Noah itu tetap bersikeras jika Kanzia lah yang telah membuat putranya masuk rumah sakit, padahal Noah sudah berulangkali mengatakan jika semua ini bukan ulah Kanzia dan ia juga telah mengingatkan ibunya supaya tidak membuat masalah dengan Kanzia.


Kanzia tersenyum sinis kearah nyonya Rosa mendengar tuduhannya itu.


"Seandainya saja itu memang benar perbuatan ku mungkin putramu tidak hanya masuk rumah sakit, tapi aku akan membuatmu melakukan acara pemakaman untuknya saat ini, sayang sekali waktu itu aku tidak sadarkan diri," ucap Kanzia dengan santainya.


"Dasar perempuan kurang ajar beraninya kamu berkata seperti itu," ucap nyonya Rosa maju dan melayangkan tangannya hendak menampar Kanzia kembali, tapi sebelum tangan renta itu menyentuh pipi Kanzia kembali, tangan itu sudah terlebih dahulu di tangkap oleh Kanzia lalu dihempaskan dengan kasar membuat tubuh nyonya Rosa terhuyung ke belakang, untungnya sepupu Noah yang ikut bersamanya menahan tubuhnya.


"Berani sekali kamu Kanzia!


Apa kamu tidak punya sopan santun terhadap orang yang lebih tua?" ucap Erika yang merupakan sepupu Noah, ia juga sama seperti Rosa ia tidak pernah menyukai Kanzia dan selalu mencari masalah dengan Kanzia dimasa lalu, bahkan dia dengan terang terangan lebih mendukung jika Noah memiliki hubungan dengan Clara.


"Aku tidak bersikap sopan dengan manusia manusia seperti kalian," jawab Kanzia.


"Dasar murahan!"


Erika yang sudah sangat emosi dengan perempuan di hadapannya itu maju dan melayangkan tangannya ke pipi Kanzia, namun Kanzia dengan santainya menangkap tangan Erika lalu memutarnya kebelakang membuat Erika mengerang kesakitan karena Kanzia yang menekan tangannya dengan sangat kuat.


"Aw! Sakit! Apa yang kamu lakukan gadis sialan! Cepat lepaskan tanganku!" maki Erika yang berusaha untuk melepaskan tangannya, tapi Kanzia semakin menekannya dengan kuat.


Nyonya Rosa yang melihat keponakannya kesakitan semakin emosi dan kembali maju untuk menyerang Kanzia, tapi lagi lagi kanzia menangkap tangannya dan memutarnya seperti yang dilakukannya pada Erika, membuat kedua perempuan itu mengaduh kesakitan.


"Dasar wanita sialan! Lepaskan kamu menyakitiku! Beraninya perempuan rendahan sepertimu memperlakukan kami seperti ini!" Teriak nyonya Rosa kesakitan tapi ia masih berani memaki Kanzia.


"Wanita yang selalu kalian anggap rendahan ini tidak perlu menakuti orang orang rendahan lainnya," ucap Kanzia tetap santai menjawab ucapan kedua orang yang masih kesakitan karna Kanzia semakin menekan dengan kencang belitannya pada tangan kedua orang itu.

__ADS_1


"Aaa!! Kamu benar benar kurang ajar Kanzia," Erika semakin emosi mendengar ucapan Kanzia yang secara tidak langsung telah mengatai mereka rendahan, tapi ia sama sekali tidak bisa melakukan apapun.


"Zia lepaskan mereka!" teriak Noah yang tiba tiba saja sudah berada di sana dan menghampiri mereka, tapi Kanzia tidak peduli dan tetap tidak melepaskan mereka.


"Cih akhirnya pria brengsek ini datang juga," gumam Kanzia dengan tatapan sinisnya.


"Zia tolong lepaskan mereka, jangan sampai memperpanjang masalah," ucap Noah.


"Aku tidak pernah mencari masalah dengan kalian, tapi kalian lah yang selalu mencari masalah denganku," ucap Kanzia, lalu melepaskan tangan mereka sambil mendorongnya keras sampai kedua perempuan beda usia itu terjerembab ke badan mobil.


Noah langsung membangunkan ibu dan sepupunya, mereka berdua memegangi pinggang yang membentur badan mobil sambil dibantu bangun oleh Noah.


"Kanzia bagaimana bisa kamu sekejam ini, kamu benar benar telah berubah," ucap Noah menatap Kanzia, ia tidak percaya Kanzia yang dulu lemah lembut mampu memperlakukan seseorang seperti ini.


"Tentu saja untuk melawan manusia manusia seperti kalian aku harus berubah menjadi lebih baik, apa kamu pikir aku akan selamanya menjadi orang bodoh dan menerima begitu saja semua perlakuan buruk kalian padaku," ucap Kanzia.


Kanzia menatap tajam ke arah Erika dan Rosa.


"Lain kali aku akan mematahkan tangan kalian jika kalian kembali mencari masalah dan mengusik ketenangan ku, jadi aku peringatkan jangan coba coba membuat masalah denganku jika kalian masih sayang dengan tubuh kalian," ucap Kanzia lalu beranjak meninggalkan mereka.


Mereka bertiga hanya bisa dibuat melongo dengan sikap Kanzia yang benar benar sangat berbeda, Erika dan nyonya Rosa dibuat merinding dengan ancaman Kanzia, awalnya ia pikir jika Kanzia hanya penampilannya saja yang berubah tapi ternyata mereka salah wanita itu sangatlah mengerikan.


Noah hanya bisa menghela napas melihat punggung Kanzia yang semakin menjauh, ia benar benar sudah tidak mempunyai kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya pada Kanzia dengan membuatnya kembali ke sisinya karna di mata Kanzia hanya ada kebencian untuknya apalagi dengan kenyataan yang baru ia ketahui jika Kanzia adalah istri dari seorang Jonathan.


Noah membawa ibu dan sepupunya pergi dari tempat itu setelah kepergian Kanzia.


Setalah mereka sampai di rumah, Noah kembali mengingatkan mereka agar tidak menggangu Kanzia.


"Bukankah aku sudah bilang pada kalian agar tidak membuat masalah dengannya," ucap Noah pada ibu dan juga sepupunya yang tetap bersi keras menemui Kanzia.


"Tapi kita tidak bisa diam saja, mama semakin yakin jika memang dia yang sudah membuatmu terluka," ucap nyonya Rosa.


"Ma! Aku bilang berhenti membuat masalah dengan Kanzia, jika mama tidak ingin keluarga kita kehilangan perusahaan kita sebaiknya berhenti mengusiknya,"


"Memangnya siapa dia? Kamu pikir dia bisa melakukan hal itu pada keluarga kita?"


"Iya kak seharusnya kamu membantu kita untuk membalas perempuan sialan itu, bukan malah menyalahkan kami dan aku juga yakin pasti dia yang telah menjebak kak Clara sampai ia di tahan, pasti ia melakukan hal itu agar kakak menceraikan kak Clara dengan begitu ia bisa kembali dengan kakak," ucap Erika yang malah membahas masalah Clara dan menuduh Kanzia lah dalang dari penggerebekan Clara.


"Jika kalian tau siapa Kanzia aku sangat yakin kalian akan menyesali semua perlakuan kalian padanya, dan soal Clara itu tidak ada sangkut pautnya dengan Kanzia," ucap Noah tidak suka jika Kanzia di bawa bawa dalam permasalahan rumah tangganya.


"Kamu selalu saja membela perempuan murahan itu kak," kesal Erika.

__ADS_1


"Aku tidak membelanya tapi memang itulah kebenaranya, dan aku peringatkan kalian sekali lagi jangan ganggu Kanzia jika tidak ingin tidur di jalanan."


"Apa dia adalah simpanan om om kaya makanya wanita itu mampu melakukan hal itu?" Tanya Erika dengan nada mengejek.


"Selama wanita itu tidak menjadi simpanan tuan Jonathan keluarga kita tidak perlu takut akan hal itu," ucap Rosa sambil tersenyum remeh.


"Bagaimana jika itu benar?" tanya Noah.


"Hahahaha!" Mereka tertawa bersamaan mendengar ucapan Noah seperti lelucon.


"Apa kamu pikir wanita itu benar benar wanita simpanan tuan Jonathan yang hebat itu, sepertinya kamu berpikir terlalu jauh Noah ..." ucap Rosa sambil menggelengkan kepalanya, ia tidak habis pikir bisa bisanya putranya memiliki pikiran seperti itu.


"Dia bukan hanya sekedar wanita simpanan tuan Jonathan, tapi Kanzia adalah istri sah dari tuan Jonathan Abian Pramudya CEO dari Pramudya grup pengusaha muda nomor satu di kota ini," ucap Noah dengan tersenyum miris membandingkan dirinya yang tidak ada apa apanya jika dibandingkan dengan laki laki berkuasa seperti Jonathan.


Nyonya Rosa dan Erika hanya bisa terdiam mendengar ucapan Noah tentang Kanzia.


"Kamu pasti sedang bercanda, kan?" Rosa masih belum mempercayai ucapannya Noah.


"Iya kak kamu pasti hanya menakut nakuti kita kan, supaya kita berhenti menggangu Kanzia?"


"Aku tidak ada waktu untuk bercanda tentang sesuatu yang tidak penting, asal kalian tau saja orang yang telah membuatku babak belur di hotel adalah tuan Jonathan, di sanalah dia mengatakan jika Kanzia adalah istrinya, jadi jangan buat masalah dengan istrinya jika tidak ingin kita semua tinggal di kolong jembatan," jelas Noah lalu beranjak meninggalkan kedua orang yang masih diam mematung dengan wajah pucat, mengingat semua ucapannya pada Kanzia.


"Dan satu lagi jangan kasih tau siapapun tentang hal ini, jika kalian tidak ingin terluka," Noah menghentikan langkahnya dan kembali mengingatkan mereka untuk merahasiakan semua yang tadi ia katakan soal Kanzia lalu melanjutkan langkahnya meninggalkan mama dan sepupunya.


"Tante jika yang dikatakan kak Noah benar apa kita akan baik baik saja?" tanya Erika.


"Entahlah, Tante juga pusing," ucap Rosa lalu ikut beranjak dari ruang tamu sambil memegang kepalanya.


.


.


.


Bersambung . . . . . .


Jangan lupa di like👍🏻


Komen


Favorit

__ADS_1


Vote


...Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan...


__ADS_2