
Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 tapi Abian masih fokus di depan layar laptopnya menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda karena kegiatannya bersama sang istri.
Kanzia keluar dari kamar pribadi Abian lalu menghampirinya.
"Apakah masih lama?" tanya Kanzia yang sudah mulai bosan, karna ia sudah terlalu lama terkurung di ruang kerja suaminya, padahal ia datang ke kantor sekalian ingin bertemu dengan Tania, tapi Abian malah mengurungnya seharian ini di dalam ruang rahasianya.
"Tunggu sebentar lagi selesai," jawab Abian tanpa mengalihkan pandangannya dari layar leptopnya.
Kanzia pun duduk di sofa, ia dengan sabar menunggu sang suami menyelesaikan pekerjaannya.
Beberapa menit kemudian Abian telah selesai dengan pekerjaannya, tapi ketika ia melihat ke arah sofa ia mendapati Kanzia sudah terlelap dengan posisi duduk.
Abian mendekat ke sofa dan berjongkok di hadapan Kanzia sambil mengelus pipi istrinya.
"Maaf membuatmu menunggu ku terlalu lama," ucap Abian.
Abian yang tidak tega membangunkan Kanzia yang terlihat sangat nyenyak langsung mengangkat tubuh Kanzia dengan hati hati agar sang istri tidak terbangun, ia pun keluar dari ruangannya dengan menggendong Kanzia.
"Tuan," ucap Kevin yang masih setia menunggu tuannya.
"Kita langsung pulang!" perintah Abian.
"Baik tuan," Kevin pun mengantarkan nona dan tuannya menuju rumahnya.
Sesampainya di kediamannya Abian kembali menggendong Kanzia untuk masuk ke dalam rumah, setelah sampai di kamar Abian membaringkan tubuh istrinya dengan sangat hati hati agar tidur Kanzia tidak terganggu, ia melepaskan sepatu yang digunakan Kanzia, tidak lupa ia juga menggantikan pakaian Kanzia dengan baju tidurnya dan mencium kening Kanzia sebelum ia ikut terlelap menyusul Kanzia.
*
*
1 Minggu kemudian
Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, Kanzia sudah mulai terbiasa dengan posisinya saat ini, ia semakin dibuat sibuk dengan pekerjaannya sebagai pemimpin perusahaan Angkasa grup, dan Abian yang semakin hari semakin cerewet pada Kanzia.
Kanzia berjalan dengan anggunnya masuk ke gedung perusahaan Angkasa grup setelah meeting dengan kliennya di luar, ia benar benar merasa puas dengan pekerjaannya hari ini, semuanya berjalan lancar sesuai dengan apa yang ia inginkan.
__ADS_1
Ia mendudukkan tubuhnya di sofa begitu sampai di ruangannya.
Siska sekretaris Kanzia masuk dengan membawa segelas air dan vitamin yang sudah beberapa hari ini rutin Kanzia minum sesuai dengan perintah Abian.
"Nona ini jangan lupa vitaminnya diminum dulu," ucap Siska memberikan vitamin dan air yang dibawanya.
Kanzia mengambilnya dari tangan Siska sambil menghela napas.
"Astaga bisakah kamu melupakan tentang vitamin ini sehari saja?" gerutu Kanzia.
"Maaf nona tidak bisa, saya bisa mendapat amukan dari tuan kalau sampai lupa," ucap Siska.
"Wah, sebenarnya kamu bekerja pada siapa? Aku atau suamiku?" ucap Kanzia sambil tetap meminum vitamin yang telah disiapkan Abian.
"Maaf nona saya hanya mengikuti perintah tuan, saya bisa dipecat kalau berani membantah."
"Baiklah kau memang tetap anak buah suamiku," ucap Kanzia dan siska pun keluar setelah memastikan atasannya itu meminum vitaminnya.
"Kenapa juga akhir akhir ini suami tampan ku menjadi semakin cerewet??" Gumam Kanzia mengingat ucapan Abian.
"Kenapa semakin hari dia semakin bertingkah menggemaskan?" gumam Kanzia sambil tersenyum membayangkan wajah Abian.
"Dia sudah seperti emak emak yang mengomeli anaknya saja, padahal dia sendiri kalau sudah fokus dengan pekerjaannya ia sampai lupa dengan waktu istirahatnya," gumam Kanzia kemudian ia kembali melanjutkan pekerjaannya.
*****
Sementara itu di sebuah ruang kerja milik Abian yang sangat luas dengan desainnya yang mewah, ia duduk di kursi kerjanya sambil membaca berkas yang baru saja ia dapatkan dari Kevin tentang hasil penyelidikannya yang didapatkan oleh asisten pribadinya itu soal Maya dan Clara.
"Jadi selama ini perempuan licik itu menjalin hubungan dengan seorang petugas kepolisian?" Gumam Abian sambil melihat berkas yang diberikan Kevin.
"Benar tuan, nyonya Maya sudah lama menjalin hubungan dengan laki laki tersebut, bahkan sebelum ia menikah dengan ayah nona Kanzia mereka sudah melakukan hubungan terlarang itu dan yang lebih mengejutkannya lagi ternyata Clara yang selama ini di kira sebagai anak tiri dari tuan Rudi ternyata merupakan anak kandungnya sendiri, saya juga menemukan sebuah kejanggalan di balik kecelakaan yang dialami ibu dari nona Kanzia dan sepertinya ini ada kaitannya dengan selingkuhan ibu tiri Nona muda," Kevin menjelaskan pada Abian tentang Maya dan Clara.
Abian mengerutkan keningnya mendengar penjelasan dari asisten pribadinya soal Maya dan Clara.
"Jika Clara adalah anak kandung dari ayah Kanzia itu artinya, tuan Rudi telah berselingkuh dari bundanya Kanzia," gumam Abian sedikit geram mendengar tentang kenyataan jika ayah Kanzia berselingkuh dari ibu mertuanya.
__ADS_1
"Apakah menurutmu nyonya Maya adalah orang dibalik kecelakaan yang dialami bundanya Kanzia, lalu ia meminta bantuan pada selingkuhannya itu untuk menutupi perbuatannya dan menjadikan kasus tersebut sebagai murni kecelakaan?" Abian menanyakan pendapat asisten pribadinya.
"Iya tuan karna dari info yang saya dapatkan, sepertinya ibu nona Kanzia mengetahui tentang perselingkuhan itu, karna dari CCTV yang di temukan di sebuah restoran dekat tempat tinggal nyonya Maya, jika tepat di hari kecelakaan itu ibu nona Kanzia terlihat bertemu dengan Nona Maya di sebuah restoran, dan semuanya terlihat seperti sudah direncanakan, karna di temukan jika rem mobil yang digunakan ibu nona seperti sengaja dirusak, tapi entah kenapa tiba tiba kasus kecelakaan itu ditutup dan diumumkan sebagai kecelakaan murni," Kevin menjelaskan semua yang ia temukan selama satu Minggu ini pada Abian.
"Kira kira apa yang menjadi penyebab wanita itu melakukan perbuatan kejam itu?"
"Karna harta, atau bisa jadi ada hal lain, seperti perasaan pribadi," jawab Kevin.
"Perasaan pribadi?"
"Iya tuan, karna dari cerita teman teman kuliahnya dulu, nyonya Maya di masa lalu selalu mengejar ngejar tuan Rudi yang merupakan seniornya, tapi tuan Rudi selalu menolaknya, bahkan sampai tuan Rudi menikah dengan ibu kandung nona Kanzia ia tetap tidak menyerah untuk mendekati tuan Rudi, tapi hal itu masih belum pasti tuan, mungkin tuan bisa menanyakan hal itu pada ayah nona," ucap Kevin kembali.
"Jika itu memang benar pasti wanita licik itu juga tidak akan segan segan melakukan hal yang sama pada istriku," gumam Abian meremas kertas yang ada ditangannya.
"Cari info lebih detail lagi soal selingkuhan wanita tua itu, kita harus segera menemukan bukti untuk memenjarakan mereka sebelum ia melakukan hal hal yang tidak diinginkan pada istriku!" Perintah Abian pada Kevin.
"Baik tuan," ucap Kevin lalu ia pun keluar dari ruangan Abian.
"Sepertinya masalah ini memang sangatlah rumit, sepertinya aku harus menemui tuan Rudi seperti yang dikatakan Kevin," gumam Abian.
.
.
.
Bersambung . . . . . .
Jangan lupa di like👍🏻
Komen
Favorit
Vote
__ADS_1
...Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan...