Merubah Istri Gendut

Merubah Istri Gendut
BAB 45 : Keributan


__ADS_3

Kanzia merasakan aliran darahnya berhenti mendengar pernyataan cinta dari Abian.


"Bian,,,," gumam Kanzia, ia bangun dan menatap Abian shok, kenapa begitu banyak kejutan yang ia dapatkan hari ini? Itulah yang ada dipikiran Kanzia.


"Aku sangat mencintaimu Zia, aku sudah tertarik sejak melihat mata bulat itu hanya di foto dan jatuh cinta padamu saat pertemuan pertama kita di taman, sampai sekarang hanya dengan tatapan matamu itu mampu membuat jantungku meronta, aku selalu ingin di sampingmu aku tidak bisa membuatmu terluka sedikitpun, aku selalu berusaha untuk menjadi lebih kuat agar bisa melindungi mu."


"Jika kamu masih belum bisa menerima perasaanku, aku akan terus menunggu,,,," ucap Abian kembali sambil menatap Kanzia lembut.


Sementara Kanzia masih saja terdiam ia hanya bisa melongo mendengar semua ucapan Abian  padanya.


Apakah ini benar benar nyata? Ini bukan mimpi? Selama ini ia tidak pernah mengharapkan jika suatu saat Abian mencintainya, bisa tetap berada di sisinya saja sudah cukup bagi Kanzia, tapi ternyata laki laki ini begitu mencintainya dengan sangat dalam dengan penuh ketulusannya, bagaimana bisa ia menolaknya sementara hatinya telah berlabuh pada laki laki penolongnya ini.


Kanzia langsung menghambur ke dalam pelukan Abian.


Ia menelusupkan wajahnya pada dada bidang Abian sambil berucap.


"Aku juga mencintaimu Bian,,,," Kanzia menjawab pernyataan cinta Abian sambil mempererat pelukannya menyalurkan perasaannya pada laki laki di hadapannya.


Abian melepaskan pelukannya lalu menatap Kanzia dengan penuh cinta dan langsung menyambar bibir ranum Kanzia yang sudah menjadi candunya.


*****


Pagi harinya


Kanzia sedang memasak sarapan untuk ia dan Abian pagi ini dikejutkan oleh tangan kekar yang tiba tiba saja memeluk pinggangnya dari belakang, Abian yang tidak mendapati istrinya di sampingnya langsung bangun dan beranjak ke kamar mandi tapi ia tidak menemukan Kanzia di sana, ia pun keluar dari kamar dan mencium aroma sedap menusuk penciumannya Abian pun terus melangkah ke arah dapur dan melihat Kanzia sedang berkutat dengan alat masaknya, Abian langsung menghampirinya dan memeluknya, ia mencium leher jenjang Kanzia, menikmati aroma tubuh Kanzia.


"Bian lepasin aku lagi masak,,," ucap Kanzia berusaha melepaskan belitan Abian.


"Tidak usah hiraukan aku, lanjutkan saja masakan mu," ucap Abian yang semakin mempererat pelukannya.


"Tapi kamu menggangu kegiatan masak ku, aku tidak bisa leluasa bergerak kalau kamu terus menempel seperti ini," gerutu Kanzia.


"Aku tidak menggangu mu sama sekali, aku hanya memelukmu," ucap Abian tanpa melepaskan pelukannya.


Kanzia pun akhirnya pasrah dan membiarkan saja Abian memeluknya dan ia tetap menyelesaikan masakannya.


Setelah masakannya selesai Kanzia memindahkannya ke meja makan dan melayani Abian seperti biasa, tapi hari ini terasa berbeda dari hari hari sebelumnya karna dua orang manusia yang sedang dilanda perasaan yang sangat menggebu.


Perasaan bahagia menyelimuti hati mereka karna cinta yang tumbuh bermekaran dihati sepasang suami istri yang sudah saling mengungkapkan perasaan masing masing, sudah tidak ada keraguan lagi dalam hati mereka yang telah memantapkan dan memastikan perasaaan mereka.


"Hari ini adalah hari pertamamu datang ke perusahaan Angkasa grup, jadi aku sendiri yang akan mengantar mu," ucap Abian saat Kanzia sedang memakaikan dasi untuknya.


"Baiklah, tapi bagaimana dengan masa kerjaku di Pramudya grup apa tidak apa apa jika aku tiba tiba berhenti tanpa pemberitahuan?" Tanya Kanzia pada Abian sambil menepuk dada Abian merapikan jas yang digunakannya.


"Kamu tidak perlu memikirkan soal itu, apa kamu lupa jika suamimu adalah pemilik perusahaan," ucap Abian.


"Baiklah,,,, harusnya aku tidak perlu khawatir karna suamiku adalah bosnya,,,," gumam Kanzia lalu mengambil tasnya dan tas Abian.


Merekapun berangkat bersama tanpa diantar sopir ataupun Kevin, sepanjang perjalanan Abian terus menggenggam tangan Kanzia sambil tetap fokus menyetir.


Setelah beberapa menit akhirnya mobil yang dikendarai Abian sampai di gedung Angkasa grup.


"Nanti pulang kerja suruh Vita mengantar mu ke kantorku, malam ini aku harus lembur jadi aku ingin kamu menemaniku," ucap Abian.


"Baik tuan,,,,"


Cup!


"Hukuman karna memanggilku dengan sebutan tuan," ucap Abian setelah mencium Kanzia, ia tidak suka jika Kanzia memanggilnya dengan sebutan tuan.


"Ish,,," kesal Kanzia.


"Ingat jaga matamu, jangan melirik laki laki lain selama aku tidak berada di sampingmu, kamu harus ingat jika kamu adalah istri dari Jonathan Abian Pramudya," ucap Abian mengingatkan Kanzia sebelum turun dari mobil, ia mulai menunjukan tingkah posesifnya pada Kanzia.

__ADS_1


"Iya kamu tenang saja aku hanya bisa melihat dirimu, jadi tidak perlu khawatir aku tidak akan melirik laki laki manapun," ucap Kanzia sambil tersenyum lucu dengan tingkah suaminya.


Abian langsung menarik tubuh Kanzia ke dalam pelukannya, ia terus menciumi pipi Kanzia dengan gemas," kalau seperti ini aku jadi ingin bolos kerja , mengurung mu seharian di dalam kamar dan mengulang kegiatan semalam," ucap Abian sambil memeluk Kanzia.


Kanzia langsung mendorong dada Abian, jangan berpikiran yang aneh aneh Bian kita harus tetap bekerja," ucap Kanzia sambil mengerucutkan bibirnya.


"Baiklah,,,,," ucap Abian, tapi sebelum ia benar benar membiarkan Kanzia keluar ia menarik tengkuk Kanzia dan menciumnya dengan lembut.


"Aku sudah mengambil vitaminku, sekarang kamu sudah bisa keluar," ucap Abian sambil mengusap bibir Kanzia.


"Dasar mesum!" Ucap Kanzia cemberut dan ia pun keluar dari mobil Abian dengan jantung yang berdebar, Abian selalu saja membuat jantungnya seperti ini dengan semua tingkahnya yang tidak terduga.


Abian hanya tersenyum melihat kekesalan istrinya karna ulahnya yang tidak bisa menahan diri ketika didekat Kanzia dan ia pun baru melajukan mobilnya setelah memastikan Kanzia masuk ke gedung perusahaan itu.


*****


Kanzia melangkah masuk ke gedung perusahaan dengan perasaan gugup disana sudah ada Vita dan Siska yang menunggunya di pintu masuk perusahaan Angkasa grup.


"Selamat pagi Nona muda,,,," sapa Siska dan Vita bersamaan yang sudah menunggu kedatangan Nona mudanya.


"Selamat pagi,,," balas Kanzia sambil tersenyum ramah.


"Mari Nona,,,," Vita mempersilahkan Kanzia untuk masuk terlebih dahulu.


Kanzia pun melanjutkan langkahnya memasuki gedung perusahaan.


semua karyawan menunduk memberi hormat begitu melihat kedatangan Kanzia bersama Vita dan Siska yang berjalan di belakangnya.


Kanzia hanya menanggapinya dengan tersenyum manis ke arah para karyawannya.


Sebenarnya Kanzia merasa risih mendapatkan perlakuan seperti itu, tapi seperti kata suaminya jika ia harus terbiasa dengan semua ini.


Ia tetap melangkah dengan anggun dan masuk ke dalam lift khusus yang akan membawanya ke ruangannya.


Pintu lift pun terbuka dengan langkah ringan ia masuk ke ruangannya dan mendudukkan diri di kursi kebesarannya. Kanzia mulai berkutat dengan berkas berkas yang telah disiapkan oleh siska untuk tugas pertamanya sebagai pemilik perusahaan Angkasa grup.


"Halo,,,,"


"Halo Zia kamu kemana aja sih, kok beberapa hari ini kamu tidak datang ke kantor? Kamu gak kenapa napakan? Kamu gak sakit kan?" Cerocos Tania.


"Hm,,, aku baik biak saja Tania kamu tidak perlu menghawatirkan ku," ucap Kanzia.


"Jika kamu baik baik saja terus kenapa dua hari ini kamu gak datang ke kantor?" Tanya Tania.


"Oh soal itu, maaf Tania mulai hari ini aku udah gak bekerja lagi di Pramudya grup, aku dipindahin ke perusahaan lain oleh pak Jonathan," bohong Kanzia yang masih tidak bisa mengatakan yang sebenarnya pada Tania.


"What! Berhenti bekerja!"


"Kamu gak sedang bercanda kan? Bagaimana bisa pak jonathan memindahkan mu seenaknya saja," kesal Tania.


"Aku serius, lagi pula disini lebih menyenangkan dari pada aku terus meladeni bos mesum mu itu,,,," ucap Kanzia.


Tania hanya bisa menghela napas mendengar ucapan Kanzia.


"Tapi kamu beneran baik baik ajakan disana?"


"Iya kamu tenang aja, tapi ngomong ngomong kamu kok segitu khawatirnya sama aku? Kamu gak punya perasaan sama aku kan Tania?" Ucap Kanzia bercanda.


"Sembarangan aja kalau ngomong, Kamu pikir aku penyuka sesama jenis?" Kesal Tania.


"Hahahaha,,,, maaf kan siapa tau, ya udah kalau gitu aku tutup dulu ya,,, soalnya aku mau lanjut kerja dulu jangan sampai nanti aku diomelin bos gara gara telponan terlalu lama," ucap Kanzia.


"Oke, buy,,,," mereka pun mengakhiri kegiatan menelponnya.

__ADS_1


*


*


Abian yang baru saja selesai meeting mendudukkan tubuhnya di sofa ruang kerjanya, Kevin tiba tiba masuk ke ruangan itu, sepertinya ia akan melaporkan sesuatu kepada Abian.


"Tuan,,," ucap Kevin menundukkan kepalanya.


"Ada apa?" Tanya Abian yang tau jika ada hal penting yang ingin di sampaikan Kevin.


"Ini soal kakak tiri Nona Kanzia, dia sudah dibebaskan dari masa hukumannya hari ini," ucap Kevin.


"Bagiamana bisa? Apa ada yang membantunya?"


"Iya tuan dan sepertinya orang yang membantunya adalah salah satu aparat kepolisian disana," curiga Kevin.


"Kalau begitu biarkan saja, tapi tetap awasi dia dan ibunya jangan sampai mereka melakukan sesuatu yang dapat melukai istriku lagi dan cari tau siapa orang yang telah membantunya itu, karna aku memiliki pirasat jika hal ini juga ada kaitannya dengan kematian ibu mertuaku," ucap Abian.


"Baik tuan,,," ucap Kevin.


"Lalu bagiamana dengan laki laki brengsek itu? Apa dia sudah keluar dari rumah sakit?" Abian menanyakan tentang Noah yang ia pukuli tanpa ampun di malam itu.


"Iya tuan, dia juga tidak berani membawa permasalah malam itu ke jalur hukum, bahkan orang tuanya yang awalnya terus mendesaknya untuk melaporkan Nona Kanzia atas kejadian yang menimpa putranya kini bungkam karna semua bukti tertuju pada laki laki itu," jelas Kevin yang tetap memantau pergerakan Noah beberapa hari ini.


"Bagus, dan ingat tetap tempatkan orang orangmu untuk menjaga istriku dari jauh, aku tidak ingin kecolongan lagi," perintah Kevin.


"Baik tuan akan saya lakukan," ucap Kevin sebelum keluar dari ruangan Abian.


"Kalian tunggu saja aku akan membuat istriku membalas semua yang pernah kalian lakukan padanya di masa lalu secara perlahan," batin Abian.


*****


Kanzia yang baru saja selesai dengan pekerjaannya, segera bersiap untuk berangkat ke kantor suaminya, seperti yang dikatakan Abian jika malam ini ia akan menemani Abian yang akan lembur.


"Mari Nona,,,,," ucap Vita membukakan pintu mobil untuk Kanzia.


"Terimakasih Vita, tapi kamu tidak perlu melakukan hal itu, aku bisa melakukannya sendiri," ucap Kanzia yang merasa tidak enak pada Vita.


"Nona tidak perlu sungkan karna saya digaji untuk melakukan hal itu," jawab Vita.


"Baiklah terserah padamu, tapi bisakah kau tidak terlalu kaku?" ucapan Kanzia hanya ditanggapi dengan senyum oleh Vita.


Vita mulai melajukan mobilnya membawa Nona mudanya meninggalkan gedung angkasa grup.


Setelah beberapa menit mobil yang membawa Kanzia akhirnya telah sampai di perusahaan Abian, dan disana terlihat seorang wanita paruh baya sedang membuat keributan di depan gedung perusahaan, Kanzia merasa seperti mengenal orang itu ia yang penasaran dengan orang yang sedang beradu mulut dengan security akhirnya menghampiri keributan itu dan baru saja ia mendekat ia dikagetkan oleh suara seseorang yang meneriaki namanya.


"Kanzia! Dasar ******!" Seorang wanita paruh baya yang ribut dengan security itu menghampirinya tiba tiba dan melayangkan tangannya pada pipi Kanzia.


Plak!


.


.


.


Bersambung . . . . . . .


Jangan lupa di like👍🏻


Komen


Favorit

__ADS_1


Vote


...Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan...


__ADS_2