
Kanzia yang baru saja turun dari kamarnya setelah didandani oleh MUA suruhan Kevin sesuai dengan permintaan tuannya.
Kevin sempat dibuat terpesona melihat penampilan Kanzia yang terlihat sangat cantik, dengan gaun warna navy yang membalut tubuhnya dan riasan yang tidak terlalu berlebihan, sampai akhirnya bayangan kemarahan Abian menyadarkannya dari kekagumannya itu.
"Mari Nona kita berangkat," ucap asisten Kevin menunduk hormat pada Kanzia.
Kanzia hanya menganggukkan kepalanya kemudian melangkah dengan anggun menuju mobil yang telah disiapkan untuknya.
*
*
Di sebuah hotel mewah milik perusahaan Pramudya grup tempat di selenggarakannya acara rutin perusahaan yang diadakan setiap tahun untuk merayakan ulang tahun perusahaan, terlihat suasana di dalam ballroom hotel saat ini sangat meriah.
Para tamu undangan sudah hampir semuanya hadir di tempat acara yang telah di dekor sedemikian rupa hingga terlihat sangat mewah dan megah. Acara ini tentunya di hadiri oleh pemilik perusahaan besar di kota ini dan momen ini sangat di tunggu tunggu oleh kalangan pengusaha untuk dapat menjalin koneksi dan kerjasama dengan para pengusaha hebat lainnya, terutama dengan Pramudya grup.
Bahkan para pengusaha yang memiliki anak gadis, dengan penuh antusias mereka membawanya ke acara itu untuk di perkenalkan pada Abian dengan harapan sang CEO muda akan tertarik pada putri putri mereka dan bisa menjadikan pria hebat itu menantunya.
"Sepertinya anda juga membawa putri anda Tuan, apakah anda ingin memperkenalkannya pada tuan Jonathan?" tanya salah satu tamu yang membawa putrinya.
"Betul sekali Tuan, siapa tau salah satu dari kita ada yang beruntung bisa menjadikan orang hebat seperti tuan Jonathan sebagai menantu," ucap tamu yang lainnya sambil tertawa. Mereka berharap keberuntungan itu jatuh ke tangan mereka.
Pesta pun semakin meriah tapi bintang utama di acara ini belum juga muncul di tempat itu.
Kanzia yang baru saja tiba di hotel merasa gugup karna untuk pertama kalinya ia datang ke acara besar seperti ini.
"Mari Nona," ucap Kevin membukakan pintu mobil untuk Kanzia.
"Kevin, apa Tuan juga sudah ada di sini?" tanya Kanzia sebelum ia turun dari mobil.
"Tuan masih menyelesaikan urusannya Nona, tapi Anda tidak perlu khawatir tuan pasti akan segera datang," ucap Kevin.
"Oh ..." Kanzia pun turun dari mobil dan langsung di sambut oleh Vita sang asisten.
Kanzia pun melangkah memasuki tempat acara di kawal oleh Kevin yang selalu berada di belakangnya.
__ADS_1
Semua tamu undangan yang sedang menikmati acara itu mengalihkan perhatiannya sejenak pada kedatangan seseorang di pintu utama yang terlihat sangat memukau.
Mereka begitu terkesima melihat kecantikan Kanzia, bahkan beberapa pengusaha muda dibuat jatuh hati pada pesona seorang Kanzia.
Kanzia yang mendapatkan tatapan dari orang orang itu berusaha menghilangkan kegugupannya, ia melangkah dengan anggun dan tetap dengan wajah dinginnya melewati kerumunan para tamu undangan saat ini.
"Mari Nona ikut saya," ucap Kevin membawa Kanzia ke meja khusus yang telah di siapkan untuknya.
Kanzia pun mengikuti kemana langkah Kevin. "Silahkan Nona anda bisa duduk di sini, jika ada yang anda butuhkan anda bisa menyuruh mereka," ucap Kevin sambil menunjuk dua orang pramusaji yang berdiri tidak jauh darinya. "Dan kamu tetap awasi Nona muda jangan sampai terjadi sesuatu pada Nona Kanzia," ucap Kevin mengingatkan Vita, lalu beranjak meninggalkan Kanzia dan asistennya.
Sementara Tania yang melihat kehadiran Kanzia di tempat itu dibuat heran apalagi saat melihat Kanzia duduk di tempat khusus para tamu spesial, dan beberapa staf perusahaan juga terlihat sangat menghormati Kanzia seakan akan dia adalah atasannya. Tapi Tania tidak bisa menghampiri Kanzia untuk bertanya tentang hal itu.
"Bukankah itu Kanzia? Tapi kenapa dia bisa di meja khusus itu, sebaiknya aku tanyakan nanti saja pada Kanzia," gumam Tania yang menahan rasa penasarannya.
Beberapa menit kemudian.
Akhirnya sosok yang di tunggu tunggu telah tiba di tempat acara. Abian melangkah dengan penuh kharisma melewati semua orang yang menatapnya penuh kagum. Ekspresi Abian yang terkesan dingin dan datar malah menambah ketampanan laki laki itu berkali kali lipat. Wajah tampannya yang penuh pesona itu membuat hati para wanita menjerit ingin memiliki sang tuan muda.
Para wanita muda itu mulai merapihkan penampilannya agar bisa menarik perhatian sang pemilik perusahaan yang sama sekali tidak berniat untuk melirik mereka.
Sementara Kanzia hanya melihat hal itu dari kejauhan tanpa berniat untuk menghampiri Abian, padahal ia ingin sekali memeluk tubuh dengan wangi yang sangat disukainya itu. Bagaimana jadinya jika ia tiba tiba saja menghampiri Abian dan memeluknya bisa bisa ia akan membuat gempar dan mengacaukan acara besar saat ini.
"Tahan Kanzia kamu bisa memeluknya sepuasnya nanti setelah di rumah," gumam Kanzia dalam hati yang berusaha menahan diri, mungkin karna hormon kehamilannya membuatnya selalu ingin menempel pada Abian.
Abian kembali melangkah ke area tempat duduknya, disana juga sudah ada sang kakek.
Tatapan Abian tidak lepas dari Kanzia, ia menatap sang istri dengan tatapan penuh cinta, namun hal itu berubah menjadi tatapan dingin saat menyadari betapa cantiknya istrinya itu dengan balutan gaun yang sangat pas ditubuhnya memperlihatkan lekukan lekukan pada tubuh Kanzia.
Ia sangat geram saat menyadari tatapan para pria yang terus menatap istrinya dengan tatapan penuh damba karna Kanzia terlihat menggiurkan malam ini. Tapi ia tetap berusaha untuk bersikap tenang walaupun hatinya tidak rela membiarkan para lelaki itu memandang keindahan tubuh istrinya.
"Kurang ajar siapa yang mendandani istriku seperti itu? Awas saja jika ini perbuatan Kevin aku akan memotong gajinya," batin Abian kesal lalu ia pun duduk di samping kakeknya.
"Bian istrimu benar benar sangat cantik," bisik kakek Abian ketika Abian sudah duduk di sampingnya. Ia sengaja menggoda cucunya saat melihat ekspresi kesal Abian.
"Tentu saja karna dia adalah istriku," jawab Abian datar.
__ADS_1
Acara pun berlangsung dengan meriah dan saatnya Abian memberikan sambutannya.
"Selamat malam semuanya ... saya selaku pemimpin perusahaan Pramudya grup mengucapkan banyak terimakasih pada semua yang sudah menyempatkan diri untuk menghadiri acara tahunan perusahaan," Abian memberikan sambutannya, tapi tatapannya terus tertuju pada satu sosok yang juga sedang menatapnya dengan penuh kekaguman.
Sebelum ia mengakhiri sambutannya Abian akan memberitahukan sebuah berita yang akan membuat semua orang terkejut.
"Sebelum saya ingin memperkenalkan seseorang yang sangat penting dalam hidup saya di acara penting ini, sosok yang mampu menggetarkan jiwa dan raga saya," ucap Abian sambil tersenyum menatap ke arah Kanzia.
Semua orang dibuat tertegun dengan ucapan sang tuan muda, mereka mengikuti pergerakan Abian yang turun dari panggung dan melangkah ke arah meja Kanzia.
Sementara Kanzia yang melihat Abian semakin mendekat padanya merasakan jantungnya berdebar kencang, tatapan mereka saling mengunci menyalurkan perasaan masing masing.
Abian meraih tangan Kanzia dan menggandeng nya, kini keduanya berjalan bergandengan menuju ke atas panggung. Abian menatap semua orang yang sedang fokus melihat ke arahnya dengan perasaan penasaran.
"Inilah sosok yang ingin saya perkenalkan pada kalian semua yang hadir di acara ini," ucap Abian kembali menjeda ucapannya sambil mempererat genggamannya pada tangan Kanzia dan menatapnya lembut.
"Wanita cantik yang ada di samping saya adalah Kanzia Ayudia Renata dia adalah istri sah saya, dan dia juga adalah Nona muda dari keluarga Wiguna, cucu kandung dari Tuan besar Raksa Angkasa Wiguna pewaris tunggal dari perusahaan Angkasa grup," Abian memperkenalkan Kanzia sebagai istrinya sekaligus pewaris dari keluarga Wiguna.
Suasana pesta tiba tiba berubah menjadi senyap saat mendengar pengakuan Abian, semua orang tampak tercengang ini benar benar berita yang sangat mengejutkan, terutama untuk seseorang yang langsung terlihat lemas mendengar kabar mengejutkan itu.
.
.
.
Bersambung . . . . .
Jangan lupa Like
Komen
Favorit
Vote
__ADS_1