Merubah Istri Gendut

Merubah Istri Gendut
BAB 61 : Kebenaran


__ADS_3

"Baik tuan soal itu kami masih berusaha untuk menyelidikinya, karna sosok itu tidak bisa diremehkan," ucap anak buah tuan Bara.


"Apa kalian memiliki petunjuk soal orang yang berada di belakang gadis itu?" Tanya tuan Bara.


"Sebenarnya kami mencurigai seseorang tuan," jawab salah satu anak buah tuan Bara.


"Katakan siapa!" Ucap tuan Bara ingin tahu.


"Orang itu adalah tuan Jonathan Pramudya tuan, karna kemarin saat kami menghadang gadis itu, tuan Jonathan tiba tiba saja datang dan dia terlihat sangat mengkhawatirkan keadaan gadis itu, tapi kami belum mempunyai bukti yang menguatkan kecurigaan kami tuan." Jawab anak buahnya.


"Iya tuan, karna bisa jadi itu hanya kebetulan saja," anak buahnya yang satunya lagi ikut menimpali.


"Kalau begitu lakukanlah dengan hati hati, karna jika memang benar Jonathan adalah orang yang melindungi putri kandung Renata, itu artinya lawan kita tidaklah mudah," ucap tuan Bara.


"Baik tuan, kami akan segera memastikan semuanya," ucap anak buah tuan Bara, lalu setelah itu mereka pun segera beranjak dari ruangan tuan Bara.


Brak!


Tuan Bara memukul meja kerjanya dengan kuat setelah kepergian anak buahnya, ia semakin dibuat emosi saat mendengar informasi anak buahnya tentang Jonathan.


"Jika memang benar Jonathan ikut andil dalam menyembunyikan keberadaan gadis itu selama ini, mau tidak mau aku harus kembali berurusan dengan keluarga Pramudya." Gumamnya sambil mengepalkan tangannya.


*


*


Sementara Kanzia yang berada di rumah ia sama sekali tidak melakukan kegiatan apapun seperti yang dikatakan Abian sebelum suaminya itu berangkat ke kantor, jadi dari pagi yang ia lakukan hanyalah rebahan di kamar sambil bermain hp, bahkan Vita dan Siska sama sekali tidak menghubunginya untuk menanyakannya soal pekerjaannya dan ia yakin jika semua itu pasti ulah suaminya.


"Astaga,,, ini benar benar membosankan,,," keluh Kanzia.


Ditengah kebosanannya itu, tiba tiba ponselnya berdering, seseorang dengan nomor tidak dikenal menghubunginya.


karna penasaran Kanzia pun menjawab panggilan masuk di ponselnya itu dengan malas.


"Halo,,," ucap Kanzia.


"Kanzia! Apa yang telah kamu lakukan pada ayah sampai sampai ia bersikap dingin padaku!" Suara seseorang di sebrang sana terdengar seperti sedang marah marah padanya dan Kanzia sangat mengenali suara itu.

__ADS_1


"Kenapa kamu menanyakan soal perubahan sikap ayahmu padaku? Apa ayahmu sudah tidak menyayangimu lagi Clara?" Tanya Kanzia sambil tersenyum sinis saat mengetahui jika orang yang menelponnya adalah Clara.


"Tidak usah pura pura Kanzia,,, aku tau pasti kamu yang telah menghasut ayah, bahkan sekarang ia terus membandingkan diriku dengan dirimu dan terus menyalahkan ku sementara dia selalu membelamu padahal ia tahu jika kamu memiliki hubungan gelap dengan tuan Jonathan," ucap Clara dengan emosi yang menggebu gebu.


"Benarkah? Wah berarti kasihan sekali kamu Clara, bahkan aku belum melakukan tindakan apapun untuk membalas mu tapi kamu sudah merasa tersiksa seperti itu,,,," ucap Kanzia dengan nada mengejek.


"Sialan kamu Kanzia! Aku tidak akan membiarkan mu hidup tenang aku pasti akan membalas mu!" Clara semakin dibuat emosi mendengar ucapan Kanzia.


"Clara,,, Clara,,,, sudah berapa kali kamu mengatakan hal itu, kamu terus mengancam ku setiap kali kesal denganku tapi sampai sekarang kamu tidak melakukan tindakan apapun, bahkan aku sampai bosan menunggunya,,," ucap Kanzia sambil tertawa samar.


"Kurang ajar kamu Kanzia! Aku,,,,"


"Ishh sudahlah aku malas berdebat dengan orang yang hanya modal omongan doang," ucap Kanzia memotong ucapan Clara.


"Oh iya kakak ku tersayang,,, mulai sekarang sebaiknya kamu dan ibumu mulai mempersiapkan diri, karna tidak lama lagi aku pasti akan mengambil semua yang pernah kalian rebut dariku, satu hal yang perlu kalian ingat, semua fasilitas yang saat ini kalian nikmati masih atas nama ibuku," ucap Kanzia dengan nada mengancam, lalu mematikan sambungan telponnya.


"Arghhh! Kurang ajar kamu Kanzia!" Teriak Clara di kamarnya sambil melempar ponselnya kesembarang arah.


Ia benar benar dibuat pusing dengan masalahnya saat ini, belum selesai urusannya dengan Noah yang tetap bersikukuh untuk menceraikannya, ditambah lagi dengan kehamilannya yang tidak ia ketahui dengan pasti itu anak siapa dan sekarang sikap ayahnya yang tiba tiba saja berubah sejak ia pergi menemui tuan Jonathan.


"Ini semua bukan salahku, tapi semua ini gara gara Kanzia, seandainya saja dia tidak kembali semua ini tidak akan pernah terjadi, pasti hidupku akan berjalan sesuai dengan rencana ku dan Noah tidak akan menceraikan ku," gumam Clara sambil mengepalkan tangannya, ia tetap saja menyalahkan Kanzia.


*


*


Abian yang berada di ruang kerjanya sedang menunggu informasi yang akan disampaikan Kevin tentang pelaku penyerangan kemarin.


"Bagaimana apa kamu sudah menemukan pelakunya?" Tanya Abian pada Kevin.


"Iya tuan, benar seperti dugaan anda sebelumnya, jika yang memerintahkan mereka untuk menyerang nona Kanzia adalah tuan Bara," ucap Kevin menceritakan informasi yang ia temukan.


"Tuan Bara sepertinya sudah mulai curiga dengan keberadaan nona Kanzia, dan mulai mencari tau soal identitas Nona yang sebenarnya." Ucap Kevin kembali.


Abian mengepalkan tangannya mendengar penjelasan asisten Kevin.


"Kevin mulai sekarang perketat penjagaan pada istriku, aku sangat yakin jika laki laki serakah itu pasti sudah mengetahui soal identitas Kanzia," ucap Abian pada Kevin.

__ADS_1


"Baik tuan," ucap Kevin.


"Lalu bagaimana dengan kecelakaan yang dialami ibu kandung Kanzia? Apa kamu sudah mendapatkan informasinya?" Tanya Abian pada Kevin yang ia suruh untuk mencari tau tentang kecelakaan yang dialami mertuanya yang ia curigai adalah karna perbuatan seseorang.


"Pelakunya memang nyonya Sinta, ibu sambung dari Nona Kanzia tuan,,," ucap Kevin.


Kevin menyerahkan semua bukti yang ia dapatkan pada Abian, dari mulai rekaman CCTV dan bukti lainnya, sampai rekaman suara yang ia dapatkan dari orang suruhan nyonya Sinta, yang waktu itu sengaja merekam suara mereka saat melakukan kesepakatan, untuk berjaga jaga jika suatu saat nyonya Sinta mengkhianatinya dan mengkambing hitamkan dirinya.


"Saya telah menemukan orang suruhan nyonya Sinta yang ia bayar untuk menyabotase mobil yang digunakan ibu nona muda waktu itu tuan, dan tuan Rudi juga telah mengetahui akan hal itu karna itu dia terus bersikap acuh pada nona Kanzia untuk melindunginya dari tindakan nekad istrinya itu tuan."


Asisten Kevin menyampaikan semua informasi yang didapatkannya bahkan sampai tindakan licik yang dilakuan nyonya Sinta untuk dapat menikahi tuan Rudi.


"Pasti selama ini istriku telah mengalami banyak kesulitan hanya karna ambisi manusia manusia serakah itu." Abian tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan istrinya waktu itu yang harus kehilangan sosok ibu dan juga kasih sayang dari seorang ayah saat umurnya masih sangat muda.


"Sepertinya aku harus segera bertindak untuk menuntaskan serangga serangga yang terus mengusik istriku,,," gumam Abian sambil meremas kertas yang ia pegang.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang tuan? Apa kita akan menyerahkan bukti bukti ini ke pihak berwajib?" Tanya Kevin.


"Untuk saat ini simpan dulu bukti bukti itu, kita ikuti permainan mereka dan satu lagi tetap awasi selingkuhan wanita licik itu!" Perintah Abian pada Kevin.


"Baik tuan," ucap Kevin menunduk hormat.


"Aku juga akan membuatnya dimasukkan ke dalam jeruji besi itu bersama kekasihnya," gumam Abian dengan senyum misteriusnya.


.


.


.


Bersambung . . . . . .


Jangan lupa di like👍🏻


Komen


Favorit

__ADS_1


Vote


...Selamat hari raya idul Fitri 1443 H mohon maaf lahir dan batin...


__ADS_2