
Sementara itu di tempat lain. Kanzia saat ini baru saja sampai bersama Vita asistennya di perusahaan sang suami sambil menenteng kotak makan siang, karna ia dan Abian memiliki janji untuk makan siang bersama. Semua karyawan yang melihat kedatangan Kanzia yang merupakan istri dari Abian memberi hormat padanya, apalagi Kanzia bukan hanya sekedar istri dari bosnya tapi juga pemilik perusahaan besar kedua setelah Pramudya grup.
Sementara Kanzia hanya membalasnya sapaan para karyawan dengan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, ia sekarang sudah terbiasa dengan hal hal seperti itu.
Sebelum ia masuk ke ruangan Abian, Kanzia juga menyapa Tania yang sekarang menjadi sekretaris suaminya.
"Hai Tania ... selamat siang," sapa Kanzia seperti biasa.
"Selamat siang Nona muda ..." Tania menjawab sapaan Kanzia formal.
"Kenapa harus seperti itu?" tanya Kanzia.
"Maksud Nona?" bukannya menjawab pertanyaan Kanzia Tania malah balik bertanya.
"Kamu bisa menyapaku seperti biasanya, tidak perlu seformal itu," ucap Kanzia, ia merasa aneh dengan sikap Tania yang menurutnya sedikit berbeda, bahkan Tania yang biasanya terlihat sangat santai dan selalu bicara apa adanya pada dirinya sekarang terlihat seperti menjaga jarak dengannya.
"Maaf Nona saya harus bisa membedakan mana urusan pekerjaan dan urusan pribadi, Anda adalah istri tuan Jonathan jadi saya harus bersikap sopan dan hormat," ucap Tania.
"Tapi–"
"Sayang ..." panggil Abian membuat ucapan Kanzia terpotong.
"Kenapa kamu lama sekali, aku sudah menunggu mu dari tadi dan aku sudah lapar," ucap Abian yang tiba tiba saja membuka pintu ruangannya.
"Iya Maaf," ucap Kanzia.
"Ayo cepat masuk, aku benar benar sudah sangat lapar," ucap Abian kembali sambil menarik tangan Kanzia lembut untuk masuk ke ruangannya.
__ADS_1
Kanzia mulai menyiapkan menu makan siang yang ia bawa untuk Abian. Dengan telaten Abian mulai menyuapi Kanzia. "Bagaimana apakah kamu tidak merasakan mual?" tanya Abian sambil memperhatikan ekspresi Kanzia yang sedang mengunyah makanannya.
"Nggak," jawab Kanzia kembali membuka mulutnya untuk di suapi. Semenjak hamil Kanzia sangat sulit untuk makan, kecuali makanan dari tangan Abian, itulah salah satu alasan kenapa ia datang ke kantor Abian untuk makan siang, karna ia tidak bisa makan tanpa disuapi suaminya.
Abian terus menyuapi Kanzia bergantian dengan menyuapi dirinya sendiri.
Tidak perlu menghabiskan waktu yang lama Kanzia dan Abian telah selesai dengan makan siang mereka karna perut mereka yang memang sudah lapar.
"Oh iya sayang, bukannya hari ini kamu akan ke rumah sakit?" ucap Abian mengingatkan Kanzia.
"Astaga, aku hampir lupa soal itu," ucap Kanzia sambil membereskan bekas makan siangnya.
"Kalau begitu tunggu aku menyelesaikan pekerjaanku, aku akan menjemputmu ke kantormu nanti," ucap Abian.
"Aku bisa pergi sendiri jika kamu memang benar benar sibuk," ucap Kanzia.
"Kamu lebih baik tidak pergi jika tidak bersamaku, aku adalah ayahnya jadi aku tidak ingin melewatkan sedikit pun tentang perkembangan anakku," ucap Abian sambil mengelus perut Kanzia.
"Tidak bisakah kamu diam di sini lebih lama lagi," ucap Abian menempelkan wajahnya pada perut Kanzia.
"Jangan mulai lagi papa," ucap Kanzia dengan menyebut kata papa.
Abian mendongakkan kepalanya mendengar panggilan Kanzia barusan. "Panggil aku dengan sebutan itu, aku sangat menyukainya," ucap Abian sambil menatap Kanzia.
"Baiklah papa, kalau begitu sekarang lepaskan aku ya ..." ucap Kanzia mencubit pipi Abian gemas.
"Kalau begitu cium aku dulu," ucap Abian sambil menyodorkan pipinya pada wajah Kanzia.
__ADS_1
"Dasar," ucap Kanzia lalu ia pun mencium pipi Abian sebelum beranjak dari ruangan sang suami.
Abian mengantar Kanzia sampai ke parkiran untuk memastikan keselamatan Kanzia, entah kenapa ia tiba tiba merasakan perasaannya tidak enak.
"Jaga Nona dengan baik sampai tujuan, segera hubungi saya jika ada sesuatu yang mencurigakan," pesan Abian pada Vita.
"Baik tuan," jawab Vita.
"Kamu terlalu berlebihan Bian ..." ucap Kanzia.
"Aku hanya tidak ingin kamu terluka sayang." lalu mobil pun melaju meninggalkan perusahaan Abian.
Abian baru masuk kembali setelah mobil yang membawa Kanzia menghilang dari pandangannya.
"Semoga ini hanya perasaanku saja," gumam Abian sambil melangkah masuk.
.
.
.
Bersambung . . . . . .
Jangan lupa like👍
Komen
__ADS_1
Favorit
Vote