Merubah Istri Gendut

Merubah Istri Gendut
BAB 51 : Kejutan yang gagal


__ADS_3

Di sebuah restoran yang tidak terlalu mewah tapi terlihat suasana romantis dimeja yang ditempati sepasang suami istri yang tadi sempat cekcok karna kesalahpahaman kini terlihat sedang menikmati makan malam romantis.


Setelah pertengkaran pertama mereka Abian dan Kanzia akhirnya memutuskan untuk tetap datang ke tempat yang telah disiapkan Kanzia sebelumnya untuk acara kejutan ulang tahun Abian yang malah berujung kesalahpahaman.


"Sayang terimakasih untuk kejutannya,,,," ucap Abian sambil tersenyum kearah Kanzia.


"Sama sama, tapi ini sudah bukan kejutan kamunya keburu ngambek," Kanzia berucap sambil cemberut.


"Maaf," ucap Abian dengan ekspresi sendu, ia masih merasa bersalah soal kejadian tadi.


"Eh, kenapa ekspresi mu seperti itu?" Tanya Kanzia yang melihat ekspresi sendu Abian.


"Maaf," lagi lagi Abian mengucapkan kata maaf.


"Astaga sayang ini sudah yang kesepuluh kalinya kamu meminta maaf,,, udah gak usah terlalu dipikirkann, lagian aku juga udah gak apa apa, lebih baik sekarang kita nikmati saja makan malam romantisnya, jangan sampai usaha aku buat nyiapin ini semua sia sia karna kamu terus terusan merasa bersalah," ucap Kanzia berusaha membuat perasaan Abian membaik.


Bukannya melanjutkan makannya Abian malah menatap dengan lembut istrinya itu dan tentu saja hal itu membuat jantung Kanzia berdebar kencang melihat tatapan Abian padanya.


"Ada apa? Kenapa melihatku seperti itu?" Apa ada sesuatu yang aneh di wajahku? Tanya Kanzia gugup sambil memegangi wajahnya.


Abian tidak menjawab pertanyaan Kanzia lalu berucap.


"Cantik," ucap Abian tanpa mengalihkan pandangannya dari sang istri.


"Ha?" Kanzia hanya bisa bengong mendengar ucapan Abian dengan semburat merah yang mulai muncul di pipinya.


"Suapi aku!" Pinta Abian sambil menyodorkan makanannya ke Kanzia meminta untuk disuapin.


"Dasar manja," ucap Kanzia, tapi ia tidak menolak permintaan suaminya dan dengan senang hati ia mengambil makanan Abian dan mulai menyuapinya.


"Mmm,,, ternyata disuapin sama istri tercinta makanannya terasa lebih nikmat padahal tadi aku tidak berselera untuk memakannya," ucap Abian sambil mengunyah makanan yang disuapin Kanzia.


"Lebay banget sih, bilang aja kamu memang mau disuapin,,,," ucap Kanzia sambil menahan senyum melihat tingkah Abian.


"Aku serius loh sayang,,,, makan tanpa lauk pun kalau kamu yang suapin pasti makanannya akan terasa sangat enak," ucap Abian mulai menggombal.


"Astaga Bian,,,,," Kanzia hanya bisa geleng geleng kepala mendengar gombalan receh Abian, entah dari mana laki laki yang biasanya berekspresi dingin di hadapannya ini belajar menggombal.

__ADS_1


"Apa aku terlihat aneh?" Tanya Abian disela sela makannya.


"Sebenarnya aku mau bilang iya tapi takut kamu malah ngambek lagi kayak tadi siang, jadi aku jawab enggak aja," ucap Kanzia kembali menyuapi Abian.


"Bukankah secara tidak langsung kamu sudah mengatai ku aneh," ucap Abian sambil memperlihatkan kekesalannya.


Kanzia malah senyum senyum melihat kekesalan Abian. "Bian kadang aku sering berpikir kalau gosip yang beredar tentang kamu di kantor itu hanyalah fiktif belaka," ucap Kanzia sambil terkekeh melihat sifat Abian yang berbanding terbalik dengan gosip yang sering ia dengar di kantor.


"Oh,,, jadi selama ini kamu diam diam sering membicarakanku ya,,, aku tau kamu pasti sudah terpesona dengan wajah tampanku ini sejak pertama kali melihatku, hanya saja kamu terlalu gengsi, atau kalau waktu itu kamu belum menikah pasti kamu akan ngejar ngejar aku sama kayak wanita wanita lainnya," ucap Abian dengan penuh percaya diri.


"Ishhh,,, aku jadi semakin yakin kalau kamu memang benar benar aneh," ucap Kanzia dan kembali menyuapi Abian.


Kanzia terus menyuapi Abian sampai lupa dengan makanan miliknya karna terlalu fokus dengan suaminya, Abian yang melihat hal itu langsung meraih makanan Kanzia, lalu ia pun ikut menyuapi Kanzia dan terjadilah adegan saling menyuapi antara kedua pasutri itu.


Wah,,,, Kanzia apa yang sedang kamu lakukan di tempat seperti ini dengan seorang pria yang padahal kamu sudah memiliki seorang suami?" Clara tiba tiba saja datang menghampiri Kanzia yang sedang bersama seorang pria yang terlihat tidak asing sedang suap suapan, tapi pria itu bukan suami anehnya.


"Bukan urusanmu, lagi pula kita tidak sedekat itu untuk mengetahui urusan masing masing jadi aku tidak perlu memberitahu apa yang sedang aku lakukan padamu," jawab Kanzia tidak peduli, ia tetap menyuapi suaminya.


Begitupun dengan Abian, ia terlihat seperti tidak menganggap keberadaan Clara di sana dan tetap menikmati makanan dari tangan sang istri.


"Dasar murahan, ternyata ini kelakuan kamu sebenarnya, bagaimana kalau ayah tau jika putrinya ternyata seorang wanita penggoda padahal ia sudah memiliki seorang suami, tapi ia malah bermesraan dengan pria lain," ucap Clara tanpa melihat siapa laki laki yang bersama Kanzia.


"Berani beraninya wanita rendahan sepertimu menyebut wanitaku dengan sebutan itu!" Geram Abian sambil menggebrak meja, lalu menatap Clara dengan tatapan tajamnya.


"Tu,,,tuan Jonathan,,," Clara begitu kaget ketika melihat seseorang yang bersama Kanzia, ia tidak menyangka jika laki laki itu adalah Jonathan pengusaha muda no 1 di kota ini yang menjadi incaran setiap wanita tidak terkecuali dirinya.


"Sial! Bagaimana bisa Kanzia bisa bersama tuan Jonathan di tempat seperti ini dan terlihat begitu dekat?" Batin Clara.


"Aku tidak bisa membiarkannya, perempuan seperti Kanzia tidak pantas untuk seseorang seperti tuan Jonathan, aku harus memberitahunya tentang Kanzia yang telah menikah," Clara kembali berucap dalam hati.


"Maaf tuan, kenapa tuan bisa bersama dengan adik saya Kanzia?" Tanya Clara basa basi.


"Bukan urusan mu," ketus Abian dan menerima suapan terakhir dari tangan Kanzia.


"Lagi?" Tanya Kanzia.


Abian menggelengkan kepalanya sambil berucap. "Aku sudah kenyang sayang, terimakasih kalau begitu sekarang giliran aku yang akan menyuapi mu," ucap Abian karna makanan di piring Kanzia belum habis.

__ADS_1


Clara dibuat kaget dengan panggilan sayang yang diucapkan Abian untuk Kanzia.


"Maaf tuan apa hubungan anda dengan adik saya?" Clara kembali bertanya.


"Kemarilah!" Abian tidak menghiraukan pertanyaan Clara ia malah menyuruh Kanzia untuk mendekat ke kursinya, lalu menarik pinggang Kanzia dan mendudukkan istrinya itu dipangkuannya.


Tentu saja Clara semakin dibuat terkejut dengan apa yang dilihatnya saat ini, ia benar benar tidak habis pikir melihat keintiman dua orang dihadapannya ini, Abian memangku Kanzia sambil menyuapinya.


"Maaf tuan bukannya saya lancang, tapi Kanzia sudah memiliki seorang suami dan tidak sepantasnya dia bertingkah seperti ini dengan laki laki lain saya sebagai kakaknya harus mengehentikan perbuatan buruknya ini, mungkin adik saya belum memberitahu anda jika dia sudah menikah, sebaiknya tuan menjauhi adik saya sebelum anda terkena masalah," ucap Clara sok peduli.


"Dan kamu Kanzia, seharusnya kamu tidak melakukan perbuatan memalukan ini, ayah pasti akan kecewa jika mengetahui apa yang sudah kamu lakukan saat ini, walaupun suamimu memiliki wajah yang buruk, tapi tidak seharusnya kamu menghianti suamimu, dan orang terhormat seperti tuan Jonathan tidak pantas dengan perempuan sepertimu, jadi jangan sampai kamu merusak nama baik tuan Jonathan, jika kamu melakukannya karena uang kamu bisa bilang kepadaku ataupun ayah." Ucap Clara sok bijak, ia sengaja melakukannya hal itu agar ia terlihat baik dan dapat menarik perhatian Jonathan.


"Cih, sejak kapan kamu jadi perhatian padaku Clara, dan kamu tidak perlu ikut campur dengan urusan rumah tanggaku, sebaiknya kamu urus saja rumah tanggamu yang sebentar lagi akan berakhir itu," ucap Kanzia dengan senyum sinisnya menatap Clara.


Sementara Abian tetap diam saja, ia malah sibuk membersihkan bibir Kanzia dengan tisu dan menciumnya di hadapan Clara dan hal itu membuat Clara melebarkan matanya melihat aksi Abian yang tanpa rasa canggung mengecup bibir Kanzia.


"Kita sudah selesai makannya, sebaiknya sekarang kita segera pulang karna aku ingin segera memakan mu sayangku,,,," ucap Abian sambil mengelus kepala Kanzia.


Clara semakin meradang melihat hal itu, apalagi tuan Jonathan yang tidak peduli dengan keberadaannya.


"Ayo sayang aku juga sudah tidak sabar," ucap Kanzia dengan senyum menggodanya dan turun dari pangkuan Abian sengaja memanas manasi Clara, lalu beranjak dari tempat itu meninggalkan Clara sambil menggandeng lengan Abian dengan mesranya.


Clara hanya bisa mengepalkan tangannya melihat kedekatan Abian dan Kanzia.


.


.


.


Bersambung . . . . . .


Jangan lupa di like👍🏻


Komen


Favorit

__ADS_1


Vote


...Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan...


__ADS_2