Merubah Istri Gendut

Merubah Istri Gendut
BAB 55 : Kenangan Masa lalu


__ADS_3

Rudi keluar dari perusahaan Pramudya grup setelah pembicaraannya dengan Abian dan kebenaran yang mengejutkan yang baru saja ia ketahui.


Sekarang keterkejutannya telah berubah menjadi rasa lega karna putrinya berada pada orang yang tepat.


Ia bisa melihat dari mata Abian kalau ia benar benar mencintai Kanzia dengan sangat tulus.


"Aku yakin tuan Jonathan pasti bisa melindungi mu dari orang orang yang ingin mencelakai mu putriku,,," gumam Rudi sambil menatap gedung perusahaan Abian.


Sebenarnya Rudi sangat menyayangi Kanzia, tapi ia mengacuhkan putrinya dan terlihat lebih menyayangi Clara untuk melindunginya dari keluarga mendiang istrinya yang masih mengincar pewaris angkasa grup.


Bahkan perusahaan kecantikan Ayu beauty yang ia bangun dari nol bersama mendiang istrinya telah diwariskan sepenuhnya pada Kanzia tanpa sepengetahuan Maya, Rudi hanya mengelolanya saja sementara Clara hanya mendapatkan sebagian saja aset yang ia miliki diluar Ayu beauty dan selain untuk melindunginya dari keluarga istrinya ia juga melakukan hal itu karna Rudi tidak ingin Maya mencelakai Kanzia seperti apa yang dilakukannya pada istrinya Renata. Maya memang sudah tergila gila dengan Rudi sejak ia belum menikah dengan Renata tapi Rudi selalu menolaknya, Maya semakin menggila ketika tau jika Rudi telah menikah dengan Renata perempuan yang tidak jelas asal usulnya yang dirawat Rudi setelah ditemukan disungai, ia terus menggoda Rudi sampai suatu hari diacara reunian sekolah ia menjebak Rudi sampai ia hamil Clara, jadi Clara bukanlah anak tirinya tapi anak kandungnya dan terpaksa Rudi harus menikahi Maya diam diam.


Sampai akhirnya terjadilah kecelakaan yang merenggut nyawa Renata dan maya memberitahukan pada Rudi jika ialah yang telah membunuh Renata dan mengancam akan melakukan hal yang sama pada Kanzia jika tidak bisa menerima dirinya dan Clara, dari sanalah ia mulai bersikap tidak peduli pada Kanzia.


*****


Sesampainya di kantor ia masuk ke ruang kerjanya lalu mengeluarkan foto mendiang istrinya yang ia simpan diam diam di kantornya.


Tuan Rudi terus memandangi foto Renata yang sangat mirip dengan Kanzia, dan hal itu menuntunnya pada ingatan masa lalu.


Flashback On. . . . .


Rudi yang saat itu sedang berlibur bersama teman teman kuliahnya untuk merayakan kelulusannya, pergi ke sebuah kota yang suasana alamnya masih terlihat asri, saat ia mencari tempat yang bagus untuk ia jadikan foto tiba tiba saja ia melihat sesuatu yang aneh, karna penasaran Rudi pun terus mendekat dan tanpa sengaja ia menemukan seorang perempuan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan terbaring lemah di pinggiran sungai saat ia akan mengambil foto pemandangan alam disana.


Dengan tangan gemetar ia memeriksa keadaan gadis itu apakah masih hidup atau tidak.


"Syukurlah ternyata dia masih hidup," Rudi menghela napas lega saat merasakan denyut nadi dari perempuan itu.


"Aku harus segera membawanya ke rumah sakit terdekat di sekitar sini," ucap Rudi lalu ia pun segera menggendong tubuh lemah itu untuk membawanya ke rumah sakit terdekat.


Sebelum itu ia menghubungi teman temannya agar mereka balik ke hotel terlebih dahulu karna ia masih ada urusan yang harus diselesaikan.


Beberapa menit kemudian mobil yang dikendarai Rudi telah sampai di depan rumah sakit, ia kembali membopong tubuh lemah itu untuk masuk ke rumah sakit.


"Dokter tolong ada yang terluka!" Teriak Rudi dengan napas terengah engah karna ia berlari membawa tubuh gadis itu.

__ADS_1


Dokter pun segera menghampiri Rudi dan membawa Kanzia ke ruang gawat darurat. "Maaf masnya sebaiknya tetap tunggu diluar saja," cegah dokter ketika melihat Rudi hendak masuk mengikuti gadis itu.


"Iya dokter," entah kenapa ia juga begitu khawatir dengan perempuan yang baru saja ia tolong.


Setelah beberapa menit akhirnya dokter keluar dari ruangan itu.


"Bagaimana keadaan teman saya dok? Apa dia baik baik saja?" Tanya Rudi.


"Syukurlah temanmu bisa melewati masa kritisnya, untunglah kamu cepat membawanya ke rumah sakit jika telat sedikit saja maka nyawanya tidak akan tertolong," ucap dokter tersebut.


"Syukurlah,,," gumam Rudi sambil bernapas lega.


Setelah menyelesaikan administrasi Rudi masuk ke ruang rawat gadis itu, ia terpaku melihat wajah cantik gadis itu yang kini sudah tidak terlihat pucat lagi seperti saat ia membawanya ke sini.


Saat ia sedang memperhatikan wajah cantik gadis yang ditolongnya, terdengar suara lenguhan dari mulut mungil gadis itu.


Dengan perlahan ia mulai membuka matanya dan orang yang pertama kali ia lihat adalah Rudi.


"Apa aku sudah mati? Apa kamu adalah malaikat?" Tanya gadis itu.


"Benarkah aku masih hidup? Lalu aku sekarang ada dimana?" Ia masih tidak percaya kalau ia selamat dari kecelakaan itu,"


"Iya, dan sekarang kamu sedang berada di rumah sakit.


"Apa kamu yang menolongku dan membawaku kemari?" Tanyanya kembali.


"Iya, kenalkan aku Rudi," ucapnya sambil mengulurkan tangannya pada gadis yang masih terbaring di ranjang pesakitan itu.


"Renata, terimakasih karna telah menolongku," ucapnya menerima uluran tangan rudi sambil tersenyum manis, dan hal itu semakin membuat Rudi terpesona melihat senyum gadis yang bernama Renata itu.


Setalah itu Rudi tetap datang untuk menemui Renata ke rumah sakit, bahkan ia menambah waktu liburannya di kota ini hanya untuk menemani Renata.


Setalah keadaan Renata sudah mulai pulih Rudi kembali mengunjunginya, mereka berbincang tentang banyak hal.


"Maaf kalau aku lancang, sebenarnya apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu bisa hanyut ke sungai dalam keadaan terluka?" Tanya Rudi penasaran.

__ADS_1


Renata pun menceritakan tentang kecelakaan yang dialaminya dan kecurigaannya pada seseorang yang memang telah sengaja merencanakan kecelakaan itu untuk melenyapkan dirinya.


"Pantas saja beberapa hari ini aku melihat orang orang berjas hitam sedang mencari seseorang disekitaran sungai, sepertinya orang yang mereka cari adalah kamu,


lalu apa yang akan kamu lakukan? Apa kamu akan kembali ke rumahmu?" Tanya Rudi.


"Entahlah aku pun belum tau tapi yang pasti aku tidak akan kembali ke rumah untuk saat ini, karna orang yang telah merencanakan kecelakaan itu pasti akan kembali melakukan hal yang sama padaku," jawab Renata terlihat sendu.


"Bagaimana kalau kamu ikut saja denganku, kebetulan ada rumah milik keluargaku yang tidak di tempati, jadi kamu bisa tinggal disana sampai kamu dapat bukti tentang orang yang telah mencelakai mu itu," Rudi memberikan sarannya, entah kenapa ia merasa iba dengan nasib tragis yang dialami gadis cantik di hadapannya.


"Apakah itu tidak merepotkan mu, bantuan mu yang ini saja aku belum bisa membalasnya, tapi kamu sudah menawarkan bantuan yang lainnya," ucap Renata merasa tidak enak.


"Kamu tidak usah pikirkan hal itu, aku tulus membantumu, bukankah kamu anak orang kaya jadi kamu bisa membayarku ku nanti setelah kamu kembali ke rumah orang tuamu," ucap Rudi bercanda untuk mencairkan suasana.


"Dasar tadi katanya tulus, tapi ujung ujungnya minta bayaran juga,,," Renata ikut menimpali candaan Rudi, entah kenapa ia merasa nyaman padahal ia baru mengenal Rudi beberapa hari yang lalu.


Setelah pertimbangan yang matang akhirnya Renata pun setuju untuk menerima bantuan dari Rudi, apalagi orang orang berjas hitam itu masih berkeliaran di kota ini, jika ia tetap tinggal di kota ini maka keberadaannya akan segera diketahui dan ia pun akhirnya ikut dengan Rudi pulang ke kotanya.


.


.


.


Bersambung . . . . . .


Jangan lupa di like👍🏻


Komen


Favorit


Vote


...Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan...

__ADS_1


__ADS_2