
Hari-hari sekali lagi telah berlalu, Seraphina menjalani kehidupan keseharian di sekolahnya.
Namun, dia masih belum memiliki teman disana karena semua orang sudah memiliki kelompok masing-masing, belum lagi beberapa topik yang mereka bicarakan, Seraphina tidak mengerti, tentang merk make up lah, tentang brand baru terbarulah, atau mungkin film yang sedang tayang di Bioskop.
Kebetulan sore ini Seraphina dapat jatah piket di Sekolahnya, jadi kebetulan dia pulang hari sudah cukup gelap.
Memikirkan hari-hari sepinya itu, Seraphina merasa sedih.
Dirinya tidak bisa beradaptasi dengan baik di lingkungan ini.
Beberapa orang yang kebetulan dirinya ajak ngobrol adalah Ketua Kelas di Kelasnya dan Touma, hanya mereka berdua.
Di siang hari, saat jam makan siang, dirinya akan makan siang dengan Touma sesekali, namun Touma kadang suka menghilang saat jam makan siang, jadi dirinya hari ini makan sendiri.
Tapi untungnya, di rumah ada kucing kecil manis yang menemaninya.
Memikirkan ini membuat Seraphina cukup bahagia didunia kecilnya.
Lalu saat dirinya melewati taman, dia melihat penjual es krim, karena tertarik, Seraphinapun kesana dan memesan Es Krim.
Namun sayangnya, saat dia sedang menikmati Es Krimnya sambil berjalan, ada seorang pemuda berambut merah menabraknya.
"Aduh, maafkan aku," kata pemuda itu.
"Ah, tidak masalah,"
"Maaf aku sedang buru-buru,"
Namun ketika pemuda itu masih sibuk minta maaf ke Seraphina, tiba-tiba ada seorang gadis lainnya yang datang, terlihat gadis itu sangat marah pada pemuda berambut merah.
"Yuuta!! Jangan berani kamu lari dari tanggungjawab!!" Kata gadis itu dengan nada marah.
Seraphina binggung melihat dua orang dihadapannya itu bertengkar dengan hebat.
Melihat sekilas, Seraphina merasa wajah dua orang ini cukup familiar.
Tunggu....
Bukankah ini Esper dari Sekolah Elite Y tempo hari?
Seraphina yang melihat dua orang itu berdebat, lalu mulai bertanya,
"Ada apa sebenarnya? Kalian bisa tenang dan ceritakan dengan kepala dingin? Aku rasa jika kalian berdua bertengkar, tidak akan menyelesaikan masalah,"
"Kamu siapa?" Tanya gadis didepannya yang menatap Seraphina dengan dingin.
"Aku.... Aku Seraphina, murid dari Sekolah X."
Mendengar itu, gadis itu jadi sedikit tertarik.
"Aku Rui. Aku berasal dari Sekolah Elite Y. Kamu benar dari Sekolah X? Apakah kamu pernah mendengar rumor jika ada orang hilang belakangan ini?"
Mendengar pertanyaan gadis itu, membuat Seraphina binggung.
__ADS_1
"Orang hilang?"
"Sudahlah, Rui jangan bertanya pada gadis tidak jelas ini. Aku rasa tidak ada gunanya mencoba bertanya pada level 0 seperti dia." Kata pemuda berambut merah itu dengan ketus.
"Diamlah, Yuuta!! Kamu pikir Ryuki hilang karena siapa?"
"Apa maksudmu siapa? Belum tentu dia hilang bukan? Bisa saja dia hanya bolos kelas?"
"Dia hilang!!! Dia hilang!! Aku sudah tidak bisa menghubunginya sejak kemarin malam!"
"Mungkin dia hanya sibuk dengan beberapa percobaan?"
"Tapi belakangan aku mendengar ada beberapa orang hilang secara misterius."
Melihat dua orang didepannya masih berdebat, Seraphina lalu sekali lagi bertanya.
"Hilang bagaimana?"
"Ini hanya rumor, jagan dengarkan omong kosong, Rui."
"Ini bukan rumor!! Minggu lalu ada salah satu siswa hilang tiba-tiba, namun dia ditemukan dalam keadaan linglung tidak bisa mengunakan Kekuatannya dan seperti kehilangan jiwanya, dan koma di rumah sakit sampai sekarang."
"Jika ada berita seperti itu kenapa tidak tersebar sekolah?"
"Kamu pikir pihak sekolah bodoh? Jika kabar ini tersebar, bukankah akan terjadi keributan?"
"Itu masuk akal."
"Di sekolahku, aku belum mendengar ada orang hilang. Emm, aku tidak begitu tahu karena aku masih siswa baru disana."
"Kalau aku boleh tahu, sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Seraphina lagi.
"Ryuki hilang!! Dia adalah Esper level 5!! Menurutmu hal gila apa yang bisa mengalahkan seseorang sehebat dia?" Kata Rui dengan cemas.
"Eh?? Bagaimana bisa?"
"Rui! Kamu berlebihan, Ryuki tidak hilang."
"Dia habis bertarung denganmu kan kemarin?"
"Tapi ayolah, aku benar-benar tidak bisa melukainya oke? Lihat kemampuan psikisnya, kemampuan Espernya bisa mengendalikan semua hal yang ada disekitarnya, dengan kemampuannya sangat sulit untuk sekedar melukai orang itu."
"Tapi sekarang dia hilang!!"
"Kalian.... Aku rasa kalian berhenti dulu bertengkar. Dan soal orang yang ditemukan dari hilang itu seperti apa? Apakah benar seperti kehilangan jiwanya?"
"Itu benar, dia sekarang koma dengan alasan yang tidak diketahui, dan kekuatannya hilang....."
Memikirkan ini, Seraphina merasa sedikit aneh.
Ini sebenarnya mirip dengan gejala ketika jiwanya dimakan oleh Iblis.
Tapi ini Advance City kan?
__ADS_1
Tidak mungkin ada Iblis disini kan?
Jika ada....
Seraphina lalu mengigat lagi kata-kata Ayahnya.
'Ingat Seraphina, Advance City adalah Kota Esper, disana penuh dengan jiwa-jiwa manusia yang kuat, tempat yang paling disukai oleh Iblis, walaupun keamanan disana cukup bagus... Tidak menutup kemungkinan ada Iblis yang lolos. Jika seandainya ada tanda-tanda Iblis, kamu harus menyelimutinya dan kalau bisa membereskannya oke? Aku takut akan ada banyak korban disana mengigat disana ada banyak Esper... Atau kamu bisa menghubungiku, dan meminta bantuan.'
Disaat Serpihan mulai melamun, dia disadarkan oleh pertanyaan Rui,
"Apakah kamu tahu sesuatu, Seraphina?"
"Iblis.... Kemungkinan... Jiwanya dimakan oleh Iblis...."
Mendengar perkataan Serpihan barusan, Yuuta tertawa,
"Hahahaha... Jangan bodoh. Tidak ada hal yang seperti itu oke? Ibis itu tidak ada, kalaupun seandainya benar-benar diculik, bukankah lebih login jika pelakunya adalah seorang organisasi gelap dikota ini? Sudah bukan rahasia umum lagi, tentang kegelapan yang ada dikota ini... Menurutmu... Untuk aku menjadi level 5.... Berapa banyak pengorbanan yang harus dibayarkan?"
"Yuuta!! Jaga bicaramu itu!"
"Tapi itu memang nyata. Semua hal yang terlihat damai dikota ini, tidak seperti semua yang terlihat. Jadi lupakan soal Ibis yang kamu katakan itu,"
"Tapi aku cukup setuju. Tidak ada yang namanya Iblis disini. Ini mungkin benar-benar ulah salah satu Organisasi gelap, atau entah apa..."
"Tapi... Mungkin saja bukan?" Kata Seraphina lagi.
"Kamu baru disini bukan? Kamu belum tahu banyak hal tentang Kota ini." Kata Yuuta dengan dingin.
"Namun bukan berarti aku tidak tahu apa-apa oke? Bukankah kata kalian teman kalian hilang? Bagaimana kalau mencoba cek di Sekolah kalian? Mungkin ada jejak?" Kata Seraphina lagi.
"Itu benar. Kami akan kesana untuk mengeceknya."
"Bolehkah aku ikut?"
"Tidak boleh, sangat merepotkan harus melindungi seorang level 0,"
"Jangan dengarkan Yuuta, namun ini bisa menjadi hal yang bisa menjadi hal yang berbahaya, aku tidak tahu apa yang akan terjadi,"
"Namun bukankah ini juga berbahaya untuk kalian berdua? Aku hanya akan sedikit membantu dan menjaga diluar jika ada sesuatu terjadi aku bisa membantu memanggil orang bukan?"
Yuuta dan Rui saling bertatapan, lalu mengaguk setuju.
Ketika mereka mengecek akan lebih baik jika ada yang berjaga diluar.
Dan begitulah akhirnya, Seraphina berkunjung ke Sekolah Elite Y, tempat dimana akan ada pertemuan yang tidak akan pernah dia duga.
####
Bersambung
####
Terimakasih atas dukungannya ya,
__ADS_1
Nantikan saja kelanjutannya 😉