
Mendengar sebuah cerita dari Mikaela, Ayahnya, Seraphina memiliki perasaan yang rumit.
Juga dirinya penuh dengan begitu banyak pertanyaan, tentang siapa Angel Misterius yang dikatakan Ayahnya itu.
Juga Angel Misterius yang muncul dalam ingatannya itu.
Makin memikirkannya semakin membuat Seraphina pusing.
"Kamu tidak perlu memikirkannya, Yang penting kamu sebaiknya istirahat dulu dan soal segel ditubuhmu... Ini aneh..."
"Maksud Ayah?"
"Sepertinya ada seseorang yang membuat segel baru...."
"Aku juga tidak tahu...."
Mikaela lalu melihat bagian tanda segel di tubuh Seraphina.
Disana ada huruf L, yang dikelilingi oleh simbol sihir menyegel.
"Ini...."
Tentu saja, Mikaela cukup kaget dengan gaya segel ini...
Gaya segel ini....
Terlihat sangat familiar....
Seperti milik Lucifer...
Jangan bilang....
"Katakan, sebenarnya apa yang terjadi?"
"A... Aku juga tidak tau, saat itu kekuatanku meledak dan mengamuk namun tiba-tiba ada sebuah segel baru ditubuhku...."
Tentu saja, Seraphina tidak berani bercerita soal pertemuannya dengan Touma yang sepertinya merupakan seorang Ibis kelas atas.
Bagaimana jika ayahnya tahu dirinya memiliki hubungan dengan seorang Iblis?
Memikirkan bahwa dirinya mungkin tidak akan pernah diizinkan ke dunia manusia lagi, perasaan Seraphina terasa rumit.
Itu benar masih banyak hal yang harus dipikirkan daripada memikirkan soal Angel Misterius dalam mimpinya itu.
Ini soal hubungannya dengan Touma...
"Begitu? Baiklah. Ini memang aneh, namun kamu tidak perlu terlalu memikirkannya,"
__ADS_1
Mikaela sendiri cukup heran, namun tidak mungkin Lucifer berada disana dan sampai bertemu Serpihana bukan?
Ini hanya bisa mengira-gira kemungkinan besar karena memang dari awal ada sihir Lucifer dalam tubuh Seraphina, ketika Seraphina mungkin kehilangan kesadaran dia tidak sengaja menghinakan sihir segel ini.
"Tapi... Kenapa dengan segel ini?"
"Tidak ada apa-apa,"
"Kenapa Ayah malah merahasiakan ini dariku? Dan soal kekuatanku ini... Ayah selalu merahasiakannya... Kenapa?"
"Karena ini bukan waktu yang tepat. baiknya kamu istirahat aku mendengar jika kamu mengalami banyak hal buruk saat berada di kota itu,"
Dengan itu Mikaela keluar dari sana, meninggalkan Seraphina sendirian.
Tiba-tiba Kembali ke tempat asalnya membuat terapinya merasakan sebuah kekosongan.....
Dirinya tidak lagi bisa melihat wajah Touma....
Bahkan walaupun Touma seorang Iblis...
Mencoba melupakannya merupakan hal yang sulit...
Namun dalam hati kecilnya, Seraphina tidak ingin melupakan Touma....
"Apakah.... Apakah mencintaimu adalah sebuah Dosa, Touma? Karena aku adalah Angel dan Kamu adalah Devil?"
Dan begitulah hari-hari sangat cepat berlalu.
Waktu di Heaven cenderung berbeda dengan waktu di bumi.
Setelah beberapa hari berlalu, Seraphina akhirnya bisa mulai dijinakkan keluar dari Rumahnya.
Hal pertama yang Seraphina pikirkan adalah pergi ke Perpustakaan.
Benar-benar tidak ada yang bisa dirinya lakukan di sini.
Sebaiknya, dirinya juga mencari informasi tentang keberadaan Angel Misterius dalam mimpinya.
Namun yang mengejutkan, ketika Seraphina sampai di Perpustakaan, dirinya melihat wajah yang familiar terlihat serius menatap sebuah buku.
"Ciel?"
Ciel lalu menatap kearah Seraphina.
"Kamu sudah boleh keluar?"
Melihat ekspresi datar, Ciel Seraphina tiba-tiba merasa marah.
__ADS_1
Jadinya ingat bahwa orang di depannya inilah yang membawanya paksa untuk pulang.
Bahkan tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Touma.
Bagaimana pendapat Touma setelah tahu kalau dirinya adalah Angel?
Apakah dia juga akan marah dan membenci dirinya?
Apalagi sekarang dirinya pergi tanpa kata-kata....
"Ciel!! Kenapa kamu membawaku ke sini secara paksa?"
"Bukankah sudah jelas aku tidak ingin melihatmu berhubungan dengan iblis bernama Touma itu, terlalu mencurigakan!"
"Ciel!! Setidaknya aku ingin mengucapkan beberapa kata-kata padanya, tidak ingin berpisah secara sepihak seperti ini,"
"Aku tidak mau tahu pada akhirnya jika kamu Bertemu dengannya siapa yang tahu jika mungkin kamu akan dibawa pergi olehnya secara paksa jika itu terjadi aku mungkin tidak bisa menyelamatkanmu."
"Touma bukan orang yang seperti itu!!"
"Tapi dia Iblis!?"
"Tidak ada gunanya berbicara padamu."
Seraphina lalu menuju ke deretan beberapa buku, meninggalkan Ciel dimeja.
Ciel sendiri mencoba mencegah Seraphina pergi.
"Ciel?? Lepaskan aku! Apa sih maumu?"
"Aku hanya ingin mencoba membantumu jangan marah jadi apa yang kamu cari di sini?"
"Itu bukan urusanmu lepaskan aku cepat!"
Ketika Seraphina menepis tangan Ciel, buku yang Ciel baca terjatuh.
Seraphina terkejut ketika melihat sampul dari buku itu.
Sampul buku berwarna emas...
'Kisah Sang Malaikat Paling Indah, Archangel Lucifer'
"Ciel? Buku apa itu?"
Ciel segera mengambil buku itu, kalau menyembunyikannya, memastikan Tidak ada orang lain di sana yang juga melihat buku itu.
"Ini bukan apa-apa, kamu tidak perlu tahu..."
__ADS_1
"Arcangel? Arcangel apa?"