My Beloved Devil

My Beloved Devil
Chapter 35: Rahasia antara Kita


__ADS_3

Ciel menatap wajah Lucifer dengan ekpersi sedikit terkejut sejenak, namun dia segera menormalkan ekpersinya.


Lucifer menatap Ciel dengan kesal, lalu mengambil kacamatanya kembali.


"Kenapa? Ada apa dengan kacamataku?"


"Tidak ada. Aku hanya penasaran kenapa kamu memakai Kacamata yang begitu tebal."


Disini, Lucifer lalu tertawa,


"Itu karena aku terlalu tampan bukan? Aku takut orang-orang akan jatuh cinta padaku,"


Ciel menunjukan ekpersi jijiknya mendengar perkataan Lucifer yang percaya diri itu.


"Terlalu percaya diri."


"Aku hanya mengatakan sebuah fakta. Seseorang pernah terpukau saat menatap wajahku, sampai sempat bilang aku seperti Malaikat, jadi apakah aku seindah Malaikat?"


"Jangan bicara omong kosong. Tidak ada Malaikat sepertimu,"


"Tentu saja tidak ada karena jika aku adalah Malaikat, aku adalah Malaikat paling indah,"


Disini, Lucifer terlihat memuji dirinya sendiri dengan bangga, disini Ciel merasa kalau kecurigaannya barusan itu terlihat salah.


Tidak mungkin orang seperti ini Iblis malam itu kan?


Nah bahkan jika dia Iblis malam itu, tidak mungkin dia ada hubungannya dengan Malaikat Misterius bernama Lucifer ini.


Ciel membaca dalam buku, digambarkan sosok Lucifer sebagai seseorang yang bijaksana dan rendah hati.


Dan orang di depannya ini jauh dari dua kata itu.


Hanya seseorang yang gila narsis.


Memalingkan wajahnya, Ciel lalu pergi dari sana.


"Hey, kenapa pergi tiba-tiba? Dasar tidak jelas," kata Lucifer dengan kesal.


"Bukan apa-apa," disana Ciel lalu langsung menutup kamarnya.


Didalam, dia ingin kembali membuka buku catatannya itu, namun dirinya memiliki tugas lain sekarang, yaitu menulis sebuah laporan.


Cukup sulit berkomunikasi secara langsung dengan Heaven karena medan Advance City cukup aneh, ini menyulitkan berkomunikasi dengan pihak luar dengan sihir.


Hal pertama yang ingin Ciel tulis adalah soal keberadaan Iblis malam itu yang terlihat sangat kuat dan lagi....


Disini, Ciel ingin bertanya soal Lucifer pada Mikaela namun dia sedikit ragu.


Sudahlah, mungkin itu akan di urus nanti.


Lagipula keberadaan Arcangel Lucifer masih dipertanyakan, apakah ini benar-benar ada atau tidak.


Bisa jadi buku catatan itu hanya berisi sebuah kebohongan.


Namun memang ada yang aneh dengan Iblis malam itu, bagaimana dia bisa mengunakan 'Heavenly Arrow'?


Itu adalah tehnik sihir Khusus untuk Para Angel, belum lagi, Busur Panah yang digunakannya....


Walaupun itu berwarna hitam, namun bentuk itu terlihat sangat familier.


Dan lagi panah cahaya berkecepatan tinggi yang hampir mengenainya dan Seraphina....

__ADS_1


Ibis bisa mengunakan sesuatu seperti itu?


####


Hari telah berlalu, saat ini adalah hari Senin.


Sama seperti hari lainnya, pagi itu terlihat seorang gadis tertentu, terlihat terburu-buru untuk berlari ke arah SMA X.


Dia sepertinya bangun kesiangan.


Hal yang mengejutkan Serphina adalah ketika dirinya melihat sosok pemuda tertentu di gerbang, terlihat sedang menunggu seseorang.


Itu adalah Touma?


Kenapa dia ada disana?


Touma melirik ke arah Seraphina, lalu melambaikan tangannya.


Gadis itu lalu mendekat dan menyapanya,


"Kenapa kamu disini? Tidak masuk?"


Disini, Lucifer sedikit tertawa, lalu berguma pelan,


"Aku sedang menunggu Kekasihku tentu saja,"


Mendengar kata 'Kekasih' membuat wajah Seraphina memerah karena malu.


"Kamu harusnya masuk, nanti telat."


"Aku hanya ingin masuk kelas bersama dengan Kekasihku, apakah ini salah?"


"Jangan mengodaku seperti itu."


"Touma, jangan seperti itu...."


Disini Seraphina lalu berpikir kalau hubungannya dan Touma tidak boleh diketahui oleh orang lain, terutama oleh Ciel.


Bagaimana kalau Ciel tahu?


Bukankah dia akan melapor pada Ayahnya?


Bagaimana kalau Ayahnya tahu kalau dirinya berkencan dan jatuh cinta pada manusia?


Memikirkannya saja, Seraphina tidak berani.


"Kenapa?"


"Aku memiliki situasi rumit, aku ingin hubungan kita dirahasiakan."


Ekpersi gembira Touma segera menjadi wajah cemberut.


"Aku ingin semua orang tahu,"


"Tapi itu tidak bisa...."


Disini Lucifer juga jadi memikirkannya, itu benar sebenarnya terlalu berbahaya untuk orang tahu jika dirinya memiliki seorang Kekasih, apalagi ini adalah Kekasih Manusia.


Melihat sepertinya masih ada musuh yang berkeliaran di sekitar sini, ini terlalu barbahaya.


Dirinya benar-benar tidak ingin Seraphina sampai terlihat sesuatu yang berbahaya.

__ADS_1


"Baiklah. Ini adalah Rahasia antara kita?"


"Ya, hanya antara kita."


Setelah menyetujui itu, mereka mendengar bel masuk berbunyi, segera mereka terburu-buru untuk masuk ke dalam gedung.


Disini, tangan Lucifer mengandeng tangan Seraphina secara tiba-tiba.


Rasanya ini membuat Seraphina gugup.


Awalnya dirinya tidak terlalu memikirkan jika mereka bergandengan tangan...


Tapi sekarang...


Dengan seratus mereka sebagai sepasang Kekasih....


Apalagi semalam dirinya sempat melakukan beberapa penelitian, tentang hal-hal yang dilakukan oleh sepasag Kekasih....


Itu juga yang membuat dirinya tidak bisa tidur semalaman....


Memikirkan itu membuat muka Seraphina merasa malu sendiri.


Disisi lainnya, tanpa mereka berdua sadari ada seseorang yang menatap mereka.


Itu adalah seorang gadis berambut merah muda.


Dia menatap kesal pada dua orang itu.


'Sial, kenapa gadis itu begitu dekat dengan Lucifer ku? Aku harus segera mendekati Lucifer untuk melancarkan rencana Keluarga ku agar bisa kembali ke Underworld. Sangat susah mendapatkan Informasi tentang bagaimana Lucifer menyamar didunia manusia. Ini adalah kesempatan bagus untuk mendekatinya namun gadis itu.... Pengagu sialan!!!'


Itulah yang Diana pikirkan saat itu, lalu dia mulai membuat beberapa rencana dikepalanya.


'Aku akan membuat gadis itu tidak dekat-dekat lagi dengan Lucifer. Gadis manusia murahan itu tidak layak untuk dekat-dekat dengan Tuan Lucifer yang agung! Gadis sialan itu!!!'


####


Disisi lain disebuah laboratorium, terlihat beberapa orang berkumpul.


Ditengah-tengah itu ada sosok Demitri yang sedang berbaring ditempat tidur terlihat masih terluka. Luka yang dideritanya berkat sihir cahaya milik Lucifer bisa pulih dengan regenerasi miliknya.


"Tuan Demitri apa yang terjadi?"


"Ah, ada masalah serius.... Aku bertemu dan seseorang yang mungkin bisa menghancurkan rencanaku. Dan juga aku menemukan sesuatu yang menarik,"


"Apa itu?"


"Bukankah kamu mencari Esper pengendali Ruang dan Waktu itu? Aku menemukan dia bersembunyi di sekolah itu,"


"Dia disana?"


"Ya,"


"Bagus bisa menemukannya lebih dekat. 'Dream Maker' benar-benar tidak berguna. Dia aku suruh mencarinya namun dia tidak kembali dan aku tidak tahu kemana dia sekarang, ketika aku telepon hanya menjawab dengan dingin dan gak mengatakan apa-apa soal keberadaan orang itu padaku, sialan."


"Jadi apakah rencanamu akan bisa berjalan dengan baik?"


"Itu benar, jika rencana ini sukses, dan mengubah dia menjadi level 7, kita bisa memutar kembali waktu..."


"Ya, itu yang sangat aku harapkan.... Lihat saja aku akan kembali dan merubah masalalu...."


Dengar sebuah tawa jahat salah.

__ADS_1


####


Bersambung


__ADS_2