
Ini adalah malam yang cukup cerah, dengan cahaya bulan terlihat cukup terang.
Namun sayangnya, disalah satu malam yang indah ini, terjadi sebuah ledakan disalah satu gedung kosong di salah satu Sekolah Elite Y.
Seorang gadis yang tiba-tiba muncul melancarkan serangan kearah Lucifer, namun tentu saja berhasil dihindari.
Tatapan Lucifer dan gadis itu bertemu.
"Jadi kamu pelakunya!!!! Kamu!!! Iblis Sialan!!!"
Gadis itu mulai melancarkan serangan sihir cahaya miliknya, panah-panah cahaya meluncur kearah Lucifer.
Tunggu dulu, Azazel tidak menyebut kalau akan ada Angel disini?
Memikirkan ini membuat Lucifer menjadi malas, ini terlalu merepotkan untuk berurusan dengan mereka.
Disisi lainnya awalnya, Seraphina yang awalnya sedang mencari-cari keberadaan Iblis, secara tiba-tiba merasakan hawa membunuh dan energy Iblis yang sangat besar.
Jadi dia langsung menuju lokasi tempat dideteksinya energi Ibis itu.
Itu berasal dari salah satu gedung terbengkalai disana.
Ketika dirinya masuk, benar saja, dirinya melihat seorang Iblis bertopeng dengan dua sayap Iblisnya, sedang mencoba melakukan sesuatu pada seorang gadis yang terbaring dilantai.
Melihat gadis dilantai itu berada dalam posisi yang menyediakan, membuat Seraphina terbawa emosi, lalu langsung menyerang Iblis itu dengan Kekuatannya.
Disini, Lucifer memberi sinyal pada Itsuki agar tidak terlibat dan hanya menonton mereka saja.
Kemudian, Lucifer yang sekali lagi mendapatkan serangan panah cahaya dari gadis malaikat itu, membuat Prisai tembus pandang dengan sihirnya, panah-panah itu langsung lenyap didepan Prisai tipis itu.
"Kamu!!! Dasar Iblis jahat!!! Aku akan membunuhmu!!" Teriak Seraphina dengan nada begitu marah melihat serangannya ditangkis.
Dia lalu mulai merapalkan lagi sihirnya.
"Aku memanggilmu wahai cahaya yang kemerlap,
!"
Kemudian konsentrasi cahaya terang muncul di tangan Seraphina, dia lalu melemparkan serangannya pada Lucifer didepannya.
Namun sekali lagi, Lucifer dengan mudah menghindari serangan itu, namun serangan itu mengenai dinding gedung, memubuat lubang besar disana, membuat gedung yang memang rapuh ini semakin rapuh.
Seraphina yang sihirnya berhasil dihindari sekali lagi terteguh.
Namun sebelum dia bisa berpikir lagi, ternyata Lucifer sudah ada didepannya.
Jarak mereka terlalu dekat....
Lucifer ada tepat dibelakangnya, memegang salah satu sayap putihnya.
Lucifer mencengkeram salah satu sayap putih itu, membuat Seraphina merintih.
"Akhhhh......"
"Wow.... Ini adalah sayap seorang Malaikat Muda... Tidakkah ini terlalu berlebihan mengirimkan Malaikat semuda ini ketempat seperti ini? Apa Heaven sekarang mulai kekurangan Malaikat?"
Tawa gila Lucifer memenuhi ruangan itu, saat dia perlahan mencabut beberapa bulu putih indah di sayap Seraphina.
Sihir para Angel berada pada sayap-sayap mereka, mereka memiliki sayap yang sangat sensitif juga, dengan sayapnya yang merupakan sumber kekuatannya dicengkeram oleh Lucifer seperti itu membuat Seraphina kesakitan.
"Lepaskan Aku, Brengsek!!!" Kata Seraphina mencoba memberikan tendangan pada Lucifer dibelakangnya, namun sekali lagi Lucifer malah menghalau tendangan itu, dan dia masih perlahan mencabut bulu-bulu putih itu, sampai beberapa darah keluar dari sayap-sayap Seraphina membuat dia merintih kesakitan.
"Ukhhhh... Le... Lepaskan...."
"Wow.... Sayap putih seperti ini memang begitu indah... Bagaimana rasanya jika aku mencabut semua bulu-bulu ini, Ah? Ini berwarna putih terlalu indah membuatku mual!"
Dulu, dirinya memiliki tiga belas sayap putih yang begitu indah.
Semua orang selalu memuji ketiga belas sayapnya yang begitu indah itu.
Saat itu tidak ada Malaikat yang memiliki Sayap sebayak miliknya, dan seindah miliknya.
Warna putih seputih salju, dan selembut kapas, yang menyimpan begitu banyak sihir cahaya yang begitu murni, sayap-sayap yang terkadang akan memancarkan cahaya putih yang hangat dan indah.
Ketiga belas sayap indahnya....
Kebanggaannya....
Namun saat ini dirinya sudah tidak lagi memiki ketiga belas sayap putihnya yang begitu indah itu....
Hanya sayap hitam kelam yang menurutnya jelek.
Seperti sayap burung gagak.
Dirinya masih akan selalu membenci sayap-sayap hitamnya ini, itulah kenapa dirinya selalu menyebuyikannya.
Dan ini membuat dirinya selalu membenci sayap-sayap putih milik Para Angel.
Sayap-sayap putih yang mengingatkannya pada masalalu.
__ADS_1
Membuat dirinya muak dan kesal.
Tatapan mata merahnya terlihat semakin berkilau ditengah gelapnya malam, melampirkan emosi dan obsesi jahat dalam dirinya yang penuh kegilaan.
"Ahkk.... Tolong jangan....."
Seraphina yang tidak bisa menggunakan Sihirnya karena sayapnya dipegang itu hanya bisa merintih sesakitan.
Dirinya benar-benar merasa sangat lemah dan tidak berdaya....
Harusnya dirinya mencoba meminta bantuan dari Heaven, bukan malah menjadi sok pahlawan seperti ini.
Dan saat ini tidak ada siapa-siapa disini....
Tidak akan ada yang akan menolongnya.....
Tiba-tiba ratapan keputusan muncul diwajahnya.
Mendengar rintihan menyakitinya dari Malaikat didepannya, membuat Lucifer kembali tersadar dari kegilaannya.
Dia melihat tangannya penuh dengan darah, dan bulu-bulu yang awalnya seputih salju itu diwarnai dengan warna merah.
Mengigat lagi, kalau Angel didepannya ini hanyalah Angel muda tidak berdaya, Lucifer menghentikan kegilaannya itu.
Lagipula, dirinya walaupun jatuh, masih memiliki beberapa harga diri, tidak perlu menyakiti anak kecil seperti ini, Angel Muda yang mungkin tidak tahu apa-apa.
Buka gayanya untuk melawan sesuatu yang lemah seperti ini.
Dengan itu, Lucifer melemparkan Seraphina yang ada didepannya ini kearah lubuang didinding yang mengarah kearah halaman belakang.
Dari sana, Seraphina terpental cukup jauh, namun karena Lucifer mengendalikan Kekuatannya dengan baik, Seraphina tidak terluka saat terlempar, hanya terjatuj ringan disana, namun tetap saja membuat dirinya merintih.
Lalu, Seraphina segera merapalkan sihir penyembuhan sederhana pada sayapnya, setidaknya ini adalah pertolongan pertama.
Disini, Lucifer terbang dengan sayap-sayap Iblisnya kearah Seraphina, memandang Malaikat Muda itu dengan tampang kasian.
"Hey, Malaikat Muda... Aku ingin bertanya padamu," katanya dengan nada ringan.
"Seraphina yang mendengar suara maskulin sekaligus terdengar dingin itu mengangkat matanya, menatap sosok Ibis yang terbaring tidak jauh darinya.
Itu hanyalah Iblis yang memiliki dua sayap....
Namun kenapa dia begitu kuat?
"Aku tidak akan menjawab pertanyaan dari Ibis jahat sepertimu!!" Kaya gadis itu lalu perlahan bangkit, dan mulai terbang sekali lagi.
"Wahai cahaya kemerlap, teragi tempat ini dengan kedatanganmu, !!"
Namun sekali lagi, Lucifer hanya terbang dan menghindari semua serangan itu dengan santai.
Lucifer mulai berpikir untuk sedikit bermain-main dengan malaikat muda yang bodoh ini, yang mana tidak tahu siapa lawannya.
""
Lucifer mengucapkan mantra Sihirnya yang sederhana.
Semakin kuat kemampuan Sihir, mantra Sihirnya menjadi semakin simpel, bahkan beberapa tidak perlu menggunakan Mantra hanya perlu mengendalikan Mana.
Kali ini, sekitar lebih dari sepuluh panah berwarna hitam muncul, semua itu mengarah pada Seraphina dengan kecepatan supersonik, sampai-sampai gadis muda itu tidak bisa merespon dengan baik.
Ketika panah itu semakin mendekat, dia bergitu cemas dan panik.
Namun sayangnya panah hitam itu hanya melewatinya, hanya satu panah yang sedikit menggores wajahnya, mengeluarkan sedikit darah.
Pengalaman hampir mati terkena panah-panah itu membuat Seraphina merinding.
Disini, Lucifer hanya tertawa menikmati pertunjukan.
Benar, tentu saja dari awal dia segaja tidak mengarahkan panah-panah itu pada Sang Angel Muda, hanya sedikit gertakan untuk main-main.
Dan lihat wajah takutnya yang begitu lucu, bahkan dibalik topeng putih.
Benar-benar terlihat manis....
Eh??
Apa karena dirinya sudah lama tidak melihat Angel, jadi obsesi dan kegilaannya meningkat?
Apa yang baru saja dirinya pikirkan soal manis?
"Hey Malaikat Muda, aku akan bilang padamu dengan jujur. Kamu bukanlah lawanku. Cepat panggil Mikaela, Rafael atau Uriel kalau kamu ingin melawanku, Ah~" kata Lucifer sambil tertawa disana.
Seraphina menatap kaget setelah mendengar kata-kata Ibis didepannya itu.
Panggil siapa?
Mikaela Ayahnya Sang Pemimpin Archangel?
Hah...
Rupanya Ibis didepannya ini terlalu sombong!!
Sungguh Arogan!
__ADS_1
Untuk Ibis rendahan sepertinya berani menyebutkan nama Ayahnya yang Agung itu!!
"Tutup mulutmu!!"
Dan disini, dimulalah pertarungan antara keduanya.
Disini Seraphina terlihat serius, namun Lucifer benar-benar hanya bermain-main, seperti mempermainkan anak kecil ketika dia dengan mudah menghindari serangan Seraphina.
Namun tanpa diduga....
Hal-hal yang tidak pernah mereka duga muncul....
"!"
Ada banyak meteor berwarna violet yang memancarkan suhu yang sangat banyak dari langit.
Seolah-olah, serangan itu benar-benar berniat untuk menghancurkan apapun yang ada dibawanya.
Ini adalah kedatangan salah satu Esper Level 5, dengan julukan Violet Strom, Yuuta.
Dia bergabung dalam pertempuran....
Seraphina tentu saja sekali lagi tidak bisa merespon keberadaan serangan Badai Api Violet dari langit itu.
Dengan kecepatan cukup tinggi, sesuatu seperti meteor itu jatuh, kebawah kearah Lucifer dan Seraphina.
Tentu saja, Lucifer bisa meresponnya dengan baik.....
Namun secara refleks, dia mencoba menyelamatkan Malaikat bodoh yang ada didepannya.
Dia menarik Angel Muda itu kedalam pelukannya, mengunakam sayap-sayapnya untuk melindungi mereka berdua.
Seraphina yang awalnya ketakutan dan siap terbakar itu kaget, ketika dia tidak merasakan rasa sakit apapun.
Malahan....
Dirinya merasakan sebuah pelukan hangat....
Entah kenapa pelukan ini begitu hangat dan nyaman....
Terdengar Familiar entah bagaimana.
Membuat jantungnya berdebar lebih kencang.
Dia mulai menatap pemuda yang memeluknya.
Dari dekat, dirinya bisa melihat sebagaian wajah pemuda yang tertutup topeng.
Kulit yang begitu halus dan putih, bibir merah muda yang menawan....
Aroma maskulin yang entah kenapa sangat wangi....
Seolah-olah, rasanya ingin terus dipeluk seperti ini selamanya....
Begitu hangat dan nyaman....
Seolah-olah, tidak akan pernah ada bahaya yang akan mengancamnya, selama dirinya terus ada dalam pelukannya.
Tatapan Seraphina bertemu dengan tatapan Lucifer.
Bersama kekacauan Badai Api Violet yang ada disekitar mereka.
Seolah-olah waktu berhenti ketika mereka berdua bertatapan.
"Kakak!!"
Teriakan Itsuki menyadarkan lamunan Lucifer.
Melihat gadis dipeluknya masih sibuk menatap kearahnya, jiwa isengnya mulai bangkit.
"Apakah kamu sekarang jatuh cinta padaku, Malaikat Muda?"
Mendengar godaan Iblis didepannya ini membuat Seraphina tersadar dari lamunannya, wajahnya memerah karena malu.
"Brengsek!!!"
"Awww... Kamu begitu manis..."
Lucifer yang iseng mencium ujung pipi Seraphina.
Disana, Seraphina langsung mendorong Lucifer menjauh, dan pergi menjauh dari Lucifer.
"Iblis Jahat Brengsek!!! Aku membencimu!! Berani-beraninya kamu mengodaku!!!" Teriak Serpihan yang wajahnya memerah itu, antara malu, tersipu, dan marah.
Disini Badai Api telah padam.
Itsuki mengerti tugasnya dengan baik, dia pergi melawan Yuuta yang baru datang itu.
Dan disini, dimulailah pertarungan antara Sang Pangeran Underworld dan salah satu Esper level 5 terkuat di Advance City.
__ADS_1