My Beloved Devil

My Beloved Devil
Chapter 45: Kecurigaan Seraphina


__ADS_3

Malam itu, karena Seraphina tidak ingin membuat beberapa orang khawatir, dia ingin segera ijin untuk pulang ke Apartemennya pada Allen.


"Masih terlalu berbahaya untukmu keluar sekarang,"


"Ta... Tapi... Aku tidak ingin membuat temanku khawatir,"


"Kenapa kamu tidak bilang kamu berada disini? Kamu bisa bilang kamu menginap dulu disini untuk keamanan,"


Seraphina sebenarnya juga memikirkannya, namun dirinya merasa kalau Touma tahu dirinya bersama dengan Kakak tingkat ini, bukankah dia akan marah lagi?


Tapi memikirkan lagi soal Touma membuat dirinya merasa rumit.


Pernyataan yang dilontarkan oleh Diana....


Jika Touma adalah Iblis....


Tapi...


Tapi bagaimana bisa?


Itu tidak mungkin bukan?


Perasaannya menjadi tidak nyaman ketika memilikirkan ini.


"Itu... Aku tidak bisa..."


"Kenapa?"


"Aku hanya tidak ingin merepotkan, Kakak."


"Bagaimana kalau kamu diculik lagi?"


Disini, Seraphina juga memikirkan soal itu.


Orang-orang di luar sana kemungkinan masih ingin mengejarnya.


dan saat ini dirinya tidak memiliki kekuatan sihir yang tersisa untuk membela diri.


Namun jika dirinya terus ada di rumah ini, dirinya takut akan membawa kekacauan pada penolongnya.


Itu benar saat ini, ada Ciel yang bisa membantunya.


Ciel merupakan Angel tingkat atas dan dia cukup kuat, kalau ada Ciel pasti hal-hal akan cukup aman.


Dirinya bisa menelepon Ciel setelah ini.


"T.. Tidak... Lagipula keamanan apartemenku cukup baik,"


"Tapi tetap saja...."


Disini sebenarnya Allen cukup ragu, karena yang mengejar gadis ini ada Werewolf.


Sangat merepotkan berurusan dengan makhluk-makhluk menyebalkan itu.


"Tidak, tidak apa-apa, aku ingin segera pulang."


"Baiklah kalau kamu memaksa, aku akan mengantarkanmu ke Apartemen,"


"Tentu saja, maaf merepotkan Kakak."


Dari sana, lalu Seraphina diantar oleh Allen menaiki mobil mewahnya, menuju arah Apartemen Seraphina.


Saat perjalanan ini, dia juga mencoba menelepon seseorang.


Awalnya dirinya ingin segera menghubungi Touma, melihat dirinya tidak ada dikelas dan di Apartemennya, pasti dia sangat cemas...


Tapi...

__ADS_1


Dirinya juga tidak ingin merepotkan Touma, karena bisa juga Touma menjadi target penangkapan berikutnya.


Jadi dia segera menghubungi Ciel.


"Hallo..."


Dari ujung telepon, Seraphina mendengar suara cemas dan panik,


'Seraphina dari mana saja kamu?'


"Ceritanya panjang, mari segera ke Apartemenku, nanti aku akan menceritakan semuanya,"


'Baik, aku akan segera kesana.'


Panggilan itu cukup singkat, hingga Seraphina menutup teleponnya.


Perjalan dimobil lalu menjadi hening, Seraphina yang cukup lelah itu sedikit mengantuk dan tertidur disana, kepalanya berada di pundak Allen.


Allen cukup kaget dengan kepala seseorang dipundaknya.


Dirinya segera menatap kearah gadis disampingnya.


'Dia terlihat begitu lelah begitu, namun begitu keras kepala untuk pulang, sungguh gadis yang aneh.'


Namun semakin dia menatap Seraphina, semakin gadis itu terlihat menarik.


Itu membuat dirinya semakin menginginkan gadis itu, mengiginkan gadis ini untuk menjadi miliknya.


####


Ketika Seraphina sampai di Apartemennya, dia diantar oleh Allen sampai atas.


Ketika pintu Apartemennya dibuka, disana ada Ciel dan Touma yang menatap Seraphina dengan cemas dan khawatir.


Seraphina kaget melihat Touma, disini Touma langsung menuju kearah pintu dan memeluk Seraphina.


"T.. Touma?"


"Banyak hal yang terjadi....."


Disini, Seraphina mulai menceritakan bahwa dia diculik oleh rombongan orang mencurigakan yang menyekapnya di sebuah gedung kosong.


Dirinya tidak tahu di mana lokasinya, situ dirinya terburu-buru dirinya hanya asal terbang.


Tentu saja dirinya tidak mengandung bercerita yang sedikit dapat menjadikan itu di depan Touma, dan lagi saat ini masih ada Allen.


Lucifer menatap Allen dengan dingin, namun dirinya juga harus berterimakasih padanya karena menyelamatkan Seraphina...


Namun Identitas Allen....


Apa mungkin....


Sebelum ini, dirinya mendapatkan kabar dari para Werewolf sialan itu bagaimana Seraphina dibawa pergi oleh Vampir.


Namun sekarang bagaimana bisa dia bersama dengan Allen?


"Terimakasih Kak Allen sudah menyelamatkan Seraphina," katanya menatap kearah Allen dengan dingin.


Allen pun juga merasa tidak suka dengan tatapan Touma.


"Ya, aku melakukannya untuk Seraphina, aku kebetulan ada di sana,"


Disini lainnya, Ciel masih menatap Seraphina dengan penuh pertanyaan.


Tak mungkin orang-orang yang menculiknya adalah orang biasa.


Setidaknya ini pasti berhubungan dengan Iblis atau mungkin Esper kelas atas.

__ADS_1


Sepertinya Seraphina belum ingin mengungkapkannya.


Mungkin itu karena ada orang-orang lain di situ.


Dirinya jadinya mulai memikirkannya bagaimana orang-orang ini juga sangat mengganggu.


Hari itu karena Seraphina cukup lelah, segera menyeluruh Allen untuk pulang.


Dan sekarang tersisa 3 orang di ruangan.


"Aku akan menginap di sini," kata Touma tiba-tiba.


Dan tentu saja itu membuat dua orang lain di ruangan itu cukup kaget.


"Apa-apa kamu menginap disini? Memang kamu siapa?"


"Aku siapa? Aku sebenarnya....."


Sebelum Touma mengatakan hal omongan kosong didepan Ciel, Seraphina menutup mulutnya dengan tangan.


"Saja itu karena mungkin dia khawatir padaku, akibat penculik itu bukan?"


"Ya, tidak tahu mungkin saja mereka bisa datang kapan saja."


"Aku juga akan menginap disini,"


Mendengar kata-kata Ciel barusan, Lucifer menatap kearah orang itu.


"Apa? Tentu saja aku juga khawatir pada Seraphina, bagaimana tidak? Bagaimanapun juga aku dipercaya oleh Ayah Seraphina untuk menjaganya ketika dia ada disini,"


"Ayah Seraphina kamu bilang?"


Mendengar bagaimana pemuda di depannya ini terlihat dekat dengan keluarga Seraphina, membuat Lucifer merasa kesal.


Namun saat ini bukan saat yang cocok untuk berdebat.


Pada akhirnya mereka bertiga tinggal di apartemen itu.


Apartemen itu tentu saja hanya memiliki satu kamar tidur.


Jadi, Ciel dan Touma dipaksa untuk tidur di Ruang Tamu.


Karena tidak ada pilihan, dua orang itu terpaksa di ruang tamu bersama.


Masing-masing tertidur dengan pikiran mereka sendiri.


Terutama Seraphina, yang mulai bermimpi buruk.


Itu benar, tiba-tiba malam itu, Seraphina memimpikan Iblis yang dirinya temui tempo hari.


Iblis bertopeng.


Ketika topeng itu dibuka, wajah yang muncul adalah wajah Touma.


Touma dengan sayap-sayap Iblisnya dan tanduk Iblisnya, menatap dirinya dengan penuh kebencian.


"Hah, dasar Angel sampah," katanya sambil mencekik dirinya, hal itu membuat Seraphina terbangun dari tidurnya dengan keringat dingin.


"Tidak.... Tidak mungkin... Touma di hanya manusia biasa, apa dikatakan oleh Werewolf itu pasti semuanya adalah kebohongan,"


Namun bagaimana jika itu benar...


Bagaimana kalau Touma sebenarnya adalah Iblis....


Tidak....


Ini tidak mungkin....

__ADS_1


####


Bersambung


__ADS_2