My Beloved Devil

My Beloved Devil
Chapter 26: Misteri Siswa Menghilang Bagian 2


__ADS_3

Ini adalah hari yang lainnya, kebetulan ini adalah hari Sabtu, hari libur sekolah.


Biasanya di hari libur seperti ini, beberapa siswa Sekolah X, akan pergi bermain atau jalan-jalan dengan teman-temannya keluar Sekolah, menghabiskan akhir pekan setelah begitu suntuk belajar.


Dan itu juga yang dilakukan oleh Seraphina hari ini.


Ini adalah sebuah Distrik Perbelanjaan di dekat Sekolah X.


Disalah satu cafe yang ada disana, terlihat gadis itu tengah menunggu seseorang.


Ini sangat mendebarkan, karena Seraphina akhirnya memiliki seorang teman!


Ya, bahkan walaupun ini dari sekolah yang berbeda.


Tidak lama setelah itu, tampak seorang gadis berambut merah muda dengan kepang dua itu kemudian menghampiri Seraphina, namun dia tidak sendiri, disampaignya ada dua orang tertentu, ada seorang pemuda berambut biru dan berambut merah.


Wajah gadis berkepang dua itu itu merasa tidak nyaman.


"Maaf, Seraphina aku terlambat, aku hanya kebetulan menemukan beberapa masalah ketika perjalanan kesini," kaya gadis itu dengan kesal sambil menunjuk ke dua orang yang ada dibelakangnya.


"Aku tidak membuat masalah apapun," kata Yuuta dengan santai, langsung duduk dikursi didepan Seraphina.


Lalu, pemuda disampaig Yuuta, yaitu pemuda berambut biru itu, duduk disampingnya tanpa berkata apa-apa.


"Ryuki, kamu menjadi sedikit pendiam sejak kejadian hari itu," tanya Yuuta sedikit penasaran.


Sejujurnya, Seraphina tidak akan mengira kalau hari ini dia akan bertemu dengan begitu banyak Esper level atas, bukankah di Sekolah sudah ada Eric?


Dan kenapa Rui harus mengajak dua orang ini?


Melihat tatapan Seraphina yang penuh tanya, Rui lalu menjawab,


"Aku tidak membawa dua masalah ini, ini hanya mereka berdua mengikutiku,"


"Kita tidak mengikutimu, Rui, kami hanya kebetulan berjalan-jalan dan kemudian kebetulan bertemu denganmu,"


Rui menatap mereka berdua dengan curiga,


"Kalian? Berjalan bersama-sama?"


"Aku sekarang berteman baik dengan, Ryuki, benarkan itu, Ryu-kun?" Goda Yuuta sambil merangkul pemuda berambut biru itu.


"Hentikan omong kosongmu itu. Aku disini karena kamu yang memaksaku,"


"Wow? Siapa yang memaksamu? Bukankah kamu sendiri yang tertarik untuk ikut?"


"Bukankah kamu yang bilang kalau hari ini kamu ingin mengungkapkan misteri yang menimpaku Minggu lalu?"


"Itu, benar. Itu baru satu minggu berlalu, namun aku masih sedikit penasaran soal penyebabnya. Jadi bagaimana kamu di tangkap Ryuki?"


"Tunggu? Kenapa kalian mulai membahas masalah itu? Aku disini hanya ingin pergi bersantai dengan Seraphina, bukan menguak misteri tidak jelas ini," komplain Rui.


"Ah? Ya? Kamu gadis bernama Serpihana malam itu kan? Itu mengigatkanku tentang hak yang kamu katakan malam itu sebelum kami ke Sekolah waktu itu,"


"Apa dia katakan?" Ryuki bertanya karena dia memang tidak tahu.


"Sesuatu seperti, 'Kemungkinan Jiwanya di makan oleh Iblis,' Ah awalnya aku pikir itu hanya sebuah lelucon, namun aku bertemu dengan mereka sungguh,"


"Kamu sudah membual soal itu, aku tidak percaya, ada hal-hal seperti Iblis," renspon Rui.


"Kamu tidak disana waktu itu kan? Tapi apa kamu melihat hasil akhir pertarungan itu?"


"Kamu yang menghancurkan seluruh Halaman Belakang, jelas itu semua adalah karena terbakar habis oleh api,"


"Malam itu, aku bahkan melihat seseorang seperti Malaikat, memiliki sayap dan sebuah Halo diatas kepalanya,"


"Jangan mengada-ada," tolak Rui lagi.


"Tapi aku rasa, yang dikatakan Yuuta cukup masuk akal namun juga tidak masuk akal, keberadaan Iblis atau Malaikat, jelas-jelas tidak ilmiah dan tidak bisa dibuktikan, namun dia benar-benar bertemu dengan sosok seperti itu, sesuatu yang setara dengan Esper atau bahkan bisa lebih kuat, mereka bisa menangkapku, oke?" (Ryuki)


"Bukankah itu karena batu penyegel kekuatan Esper?" (Rui)

__ADS_1


"Itu juga salah satunya, tapi...?" (Ryuki)


"Ada hal-hal yang kita tidak pernah tahu namun sebenarnya benar-benar ada, aku tidak percaya sampai aku benar-benar bertemu mereka. Tapi kalau membicarakan soal ini, dari mana awal kekuatan Esper ini? Tidakkah kalian memikirkan juga, siapa Pemimpin Misterius Advance City?" (Yuuta)


"Jadi menurutmu, Pemimpin Advance City sesuatu seperti Iblis atau Malaikat?" (Rui)


"Tunggu.... Tunggu, apa yang sebenarnya kalian bicarakan?" Kata Seraphina dengan binggung, dia tidak bisa mengikuti percakapan dengan baik.


"Seraphina, kamu orang pertama yang bilang percaya pada sesuatu seperti Iblis?" Tanya Yuuta penuh selidik.


"I... Itu benar, bisa saja kan hal-hal seperti itu ada?"


"Ah... Jadi ini hanya tebakan belaka?" Respon Yuuta kecewa.


"Baik, kalau mulai membahas ini, ini mengigatkanku pada salah satu temanku yang lain di Sekolah X, dia adalah salah satu Senior disana, saat ini kelas tiga, dia bercerita kalau disana ada kejadian misterius saat Fertival Sekolah berlangsung," kata Rui tiba-tiba.


"Ah? Aku tahu kalau itu, bukankah itu ulah Para Level 6 itu? Mereka tidak masuk akal dan tukang membuat masalah," respon Yuuta dengan polosnya.


"Kamu berani mengatakan itu Yuuta?"


"Baik, aku mengalah, jadi ada apa dengan temanmu itu?"


"Kamu tidak tahu sesuatu Seraphina?"


"Ah.... Aku tidak begitu dekat dengan orang-orang dikelas..."


Itu benar, Seraphina selama ini hanya berurusan dengan beberapa siswa laki-laki dan mereka tidak pernah bergosip, dan dirinya tidak tahu hal-hal yang terjadi disekolah atau gosip yang beredar.


"Jadi temannya temanku, kabarnya hilang setelah malam itu,"


"Aku tidak mendengar ada berita tentang siswa hilang disekolahku...."


"Kan? Maka aku bilang ini aneh, siswa itu benar-benar hilang karena dia teman sekamar dari temanku, kabarnya sih katanya dia pulang ke rumahnya di Luar Kota, namun aku tahu itu bohong, karena temanku itu biasanya sangat akrab dengannya, namun dia tidak bisa menghubunginya sama sekali, ini aneh bukan? Seperti ada seseorang yang menutup-nutupi insiden ini...."


"Bukankah hal yang sama berlaku di Sekolah kita juga? Insiden soal Siswa hilang tidak dipublikasikan, seperti ditutup-tutupin oleh pihak atasan... Atau...." Kata Ryuci dengan ragu.


"Jelas, kamu bilang saat itu kamu bertemu Ibis juga Malaikat bukan? Jelas sepertinya karena Insiden ini, berkaitan dengan hal-hal diluar nalar, maka dari itu Para Petinggi Kota berniat menyembunyikannya?" Itu kesimpulan yang di ambil oleh Yuuta.


"Karena, Kita Para Esper sepertinya dilarang untuk tahu hal-hal mitos seperti itu," (Ryuki)


"Itu masuk akal, jelas semua orang di Advance City selalu dipengaruhi oleh hal-hal tentang Teknologi, dan menyangkal kalau keberadaan sesuatu seperti Malaikat dan Iblis itu hanya mitos dan tidak ada. Aku rasa ada tujuan tertentu soal ini," (Rui)


"Menurutmu, Apa?" Tanya Yuuta penasaran.


Rui hanya mengelekan kepalanya.


"Entahlah?"


Mereka lalu saling bertatapan, dan memutuskan untuk tidak lagi membahas masalah ini.


Ini masih kan banyak penyelidikan, game saat ini mereka tidak tahu apa-apa dan juga tidak tahu harus memulai dari mana.


Insiden Misterius Siswa Menghilang ternyata masih berlanjut....


####


Itu adalah salah satu malam yang sunyi.


Disalah satu atap gedung-gedung tinggi disana, ada dua orang terlihat menatap dari kejauhan Sekolah Menengah X.


"Demitri-sama, orang yang kita kirim ke Sekolah Elite Y tidak memberikan kabar untuk waktu yang lama, aku rasa dia gagal menjalankan misi,"


"Apakah kamu sudah menyelidiki apa yang terjadi disana?"


"Ada energi Iblis yang cukup kuat terdeteksi...."


"Jadi, ada Iblis lainnya yang terlibat?"


"Namun, kami juga tidak begitu yakin karena ada jejak pertarungan dari Esper level atas disana, SMA Elite Y tempat yang berbahaya bahkan untuk kita,"


"Ya, walaupun disana memiliki Jiwa-jiwa yang menjanjikan, namun mendapatkannya cukup sulit, apalagi kita telah kehilangan 'Batu Jiwa' yang kita miliki untuk menyegel kemampuan Esper,"

__ADS_1


"Tidak ada cara lainnya selain menyelinap ke SMA X,"


Pemuda yang dipanggil Demitri itu menghela nafasnya seolah lelah.


"Namun kamu tahu bukan? Ada Sepupuku Allen disana, aku benar-benar tidak ingin berurusan dengan bocah itu,"


"Benar, ada Tuan Allen disana, jadi bagaimana ini, Tuan Demitri?"


"Jangan sampai Allen tahu, lakukan dengan diam-diam, buat semua ini seperti Insiden Percobaan gelap di Kota,"


"Baik, Tuan. Kami akan segera mengumpulkan lebih banyak lagi jiwa,"


"Ya itu benar! Semakin banyak semakin baik, aku tidak pernah mengira kalau ada tempat yang begitu bagus seperti Advance City ini, Jiwa-jiwa disini memiki kualitas yang bagus, dari jiwa manusia-manusia lainnya, kalau seperti ini, hanya dalam beberapa tahun aku pasti berhasil mendapatkan kekuatan yang cukup untuk balas dendam ke Underworld!"


"Ya, hamba selalu mendukung, Tuan Demitri,"


Bayangan-bayagan itu kemudian menghilang dalam kegelapan.


####


Siang itu, kebetulan Lucifer bersama dengan Itsuki sedang berjalan-jalan di Distrik Perbelanjaan.


Mereka membeli beberapa hal sambil jalan-jalan disana.


Mereka berhenti disalah satu Cafe yang berada disana, mulai berbicara,


"Kak Touma?"


"Ya, ada apa Itsuki?"


"Kakak suka berjalan-jalan di Dunia Manusia?"


"Ya, ini tempat yang cukup menarik,"


"Aku selalu ingin tahu tentang Kakak,"


"Apa yang ingin kamu tahu?"


"Sebelum kita bertemu apa yang selama ini kakak lakukan?"


"Kamu ingin tahu?"


"Ya, Kak. Aku ingin lebih mengenal Kakak,"


"Itu hanyalah hari-hari yang membosankan,"


Disini, Itsuki merasa kalau Kakaknya sepertinya tidak tertarik bercerita.


"Namun hari-hari yang baik datang setelah aku bertemu denganmu," kata Touma lagi.


"Kenapa?"


"Kamu adalah adikku bukan?"


"Ya, aku adalah adik Kak Touma,"


Namun ketika mereka berdua memulai sebuah percakapan serius, Touma melihat seseorang yang familiar berjalan-jalan dalam kerumunan bersama beberapa orang.


"Tunggu, Itsuki, apakah kamu lihat itu? Bukankah itu Seraphina?"


Itsuki yang awalnya ingin bertanya lagi, mengurungkan niatnya lalu menatap ke arah yang ditunjuk Touma.


Benar saja, itu adalah Seraphina...


Namun kenapa gadis itu berkeliaran dengan....


Itu seseorang yang disebut 'Violet Strom'


####


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2