
Malam ini, hari cerah dan sekali lagi Seraphina menghabiskan awal malam ini untuk membersikan Laboratorium sebelum pulang.
Namun kali ini, dia dibantu oleh Lucifer yang awalnya berniat mengajaknya pulang bersama.
"Kamu begitu rajin di Sekolah, namun kamu jarang membersihkan Apartemenmu," kata Lucifer dengan nada sedikit mengodanya.
Kata-kata ini membuat Seraphina merasa malu.
"Kamu jangan berkata terlalu jujur,"
"Ahahahaha... Aku yang membersikannya,"
"Siapa yang menyuruhmu membersihkannya?"
"Aku tidak suka berantakan,"
"Kamu sepertinya terkena OCD atau sesuatu seperti itu,"
"Kamu sembarangan saja ya,"
Mereka lalu mulai tertawa bersama, dan dengan santai merapikan beberapa peralatan Laboratorium.
Begitu selesai, mereka berdua keluar dari sana, di sambut oleh sebuah lorong gelap yang sepi.
Lampu utama sudah dimatikan, jadi hanya tersisa remang-remang cahaya, ini untuk mencegah agar siswa dan siswi tidak berkeliaran saat malam hari.
Dua orang itu berjalan dengan diam di tengah keheningan malam.
Perlahan, tangan Lucifer meraih tangan Seraphina, lalu mulai mengandengnya.
Seraphina masih belum terbiasa dengan ini, sesuatu seperti pulang ke rumah bersama.
Rasanya masih sangat canggung.
Tangannya merasa sedikit berkeringat.
Diam-diam Seraphina menatap wajah berkacamata disampingnya.
Melihat dari samping seperti ini, jika dilihat dari dekat, Touma memang terlihat cukup tampan.
Memang, godaan wajah ini yang membuatnya jatuh cinta, terlebih Touma adalah seseorang yang baik hati.
"Kenapa kamu menatapku?"
"Ti... Tidak." Kata Seraphina sambil memalingkannya wajahnya.
Disini, Lucifer lalu menghentikan langkah kakinya, menarik Seraphina kearahnya, hingga wajah mereka begitu dekat.
"Sayang, kamu selalu bisa menatapku dari dekat, kamu adalah Kekasihku, tidak perlu malu, aku milikmu,"
Mendengar kata-kata barusan membuat wajah Seraphina sedikit memerah.
"Kamu jangan mengodaku,"
"Ini bukan godaan, ini kenyataan... Aku milikmu,"
Touma perlahan menarik Seraphina kearahnya, lalu mencium gadis itu dilorong sepi itu, seolah-olah dunia adalah milik berdua.
Ditengah cahaya bulan yang memasuki jendela lorong, suasana malam itu sangat romantis untuk mereka berdua.
Tanpa mereka berdua sadari, dari sudut lorong ada seseorang yang mengamati mereka berdua.
Dia adalah Allen, dia pulang terlambat karena masih ingin bermain beberapa Not Piano.
Siapa yang tahu ketika dirinya melewati lorong, dirinya melihat dua orang yang familiar.
__ADS_1
'Sial, ternyata mereka benar-benar berkencan.'
Selama ini, Allen selalu mendapatkan apapun yang dirinya inginkan, jadi di tolak oleh Seraphina seperti ini membuatnya merasa kesal.
Awalnya dirinya mau mencoba mendekati gadis itu pelan-pelan...
Namun sejak kapan dirinya bisa sesabar ini?
Ini adalah perasaan baru yang rumit, perasaan begitu Kuat mengiginkan sesuatu.
Perasaan aneh....
####
Disisi lainnya, Ciel baru saja melaporkan kejadian yang terjadi malam itu, soal bagaimana kemunculan Vampir yang membuat kacau sekolah.
Disini Ciel merasa sedikit ragu untuk mengungkapkan hal-hal yang sebenarnya terjadi terutama tentang Iblis Misterius Bertopeng.
Dalam buku yang dirinya buka saat itu, hanya ada beberapa halaman selain penjelasan tentang Malaikat bernama Lucifer itu secara singkat disana juga tertulis kalau dia adalah pemilik 'Twilight Sword'.
Sesuatu yang dirinya tidak mengerti.
Dari pada pusing memikirkannya kata-kata dalam buku yang hanya setengah-setegah karena sepertinya belum selesai ditulis, Ciep memutuskan untuk berkeliling Sekolah.
Ya, siapa yang tahu kalau ada hal-hal aneh terjadi lagi bukan?
Jadi akan lebih baik bisa mengantisipasi sebelum hal-hal aneh terjadi.
Ciel lalu menaiki lift menuju lantai atas.
Ketika dia sampai disekitar lantai 12, dia lalu keluar dari jendela, menggunakan sayapnya, dirinya berencana terbang dan memeriksa masing-masing kelas dari jendela sekilas.
Tidak lupa dirinya menggunakan sihir tembus pandang.
Memang tidak ada yang aneh.
Namun ketika dia berkeliling, dan sampai didekat jendela lorong tertentu, dirinya melihat sosok dua orang yang familiar.
Dua orang itu saling berpelukan, dan...
Saling berciuman..
Itu...
Seraphina dan Touma?
Apa yang mereka lakukan....
####
Saat itu jam Istirahat, Seraphina kebetulan tidak disuruh-suruh lagi oleh Kakak Kelas, dan Touma sedang pergi entah kemana.
Seraphina saat ini berjalan menuju lift untuk ke kantin mencari makanan.
Disana, seseorang tiba-tiba menarik tangannya.
"Seraphina!"
"Ciel? Ada apa?" Tanya Seraphina dengan pandangan binggung.
"Kamu... Kenapa kamu berhubungan dengan manusia itu?"
Wajah keterkejutannya dan kepanikan muncul di wajah Seraphina, dia mencoba mengelak.
"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti,"
__ADS_1
"Kamu jangan mengelak. Aku tahu kamu memiliki semacam hubungan dengan Touma itu, pantas saja kalian begitu dekat,"
"Dengan Touma? Tentu saja kami adalah teman yang baik,"
"Jangan mencoba mengelak, aku tahu segalanya,"
"Ayolah, apa yang kamu katakan, jangan bicara omong kosong,"
Cengkraman tangan Ciel pada Seraphina menjadi lebih kuat.
"Awww... Kamu apa-apaan lepaskan aku!"
"Kamu menjadi seperti ini setelah di Dunia Manusia? Kamu tahu Manusia tidak bisa bersama dengan kita,"
"Ciel.... Aku tidak...."
"Kalau begitu kenapa kamu membiarkan manusia sialan itu menciummu? Aku melihatnya sendiri,"
Seraphina lalu terdiam.
Apakah sudah tidak ada tempat untuk mengelak?
"Aku... Aku menyukainya...."
"Seraphina! Kamu tahu itu tidak bisa! Kita Para Angel tidak boleh jatuh cinta pada manusia! Kamu harus nya paham!"
"Tapi aku mencintainya...."
"Seraphina kamu tidak bisa!!"
"Kamu apa-apaan sih? Kenapa kamu jadi mengaturku?"
"Mari kita kembali ke Heaven saja, aku pikir tidak ada gunanya disini lebih lama,"
"Kembali bagaimana? Aku belum melakukan apapun disini,"
"Aku sudah melaporkan semua kejadian malam itu dan kasus penculikan mu pada Para Petinggi, jadi cepat atau lambat mereka pasti akan segera menyuruh kita pulang, dan hari itu kamu tidak akan lagi bisa berhubungan dengan laki-laki itu."
Seraphina lalu terdiam.
Dirinya harus berpisah dengan Touma?
Tidakkah ini terlalu cepat....
"Tidak. Aku belum mau pulang, lagipula Kota ini masih memiliki banyak misteri, dan aku masih menyelidikinya."
"Apa yang bisa kamu lakukan? Semua orang disini begitu kuat, kamu bahkan tidak bisa mengalahkan seorang Esper sederhana, apa lagi Iblis."
"Ciel! Jaga bicaramu!"
"Kamu bahkan sempat diculik bukan? Tidakkah ini tidak ada gunanya? Dan lagi apa ini? Kamu jatuh cinta pada manusia. Hanya kesia-siaan disini."
Kamu seharusnya milikku....
Tidak ada yang boleh menyentuhmu termasuk laki-laki sialan itu.
Kita di takdirkan untuk bersama....
Seraphinaku...
Itu hal-hal yang Ciel pikirkan namun dia tidak mengatakannya.
####
Bersambung
__ADS_1