My Beloved Devil

My Beloved Devil
Chapter 31: Kemunculan Vampire


__ADS_3

Mendengar pertanyaan Esper level 6 didepannya itu, membuat Ryuki terdiam. Namun bukan ini yang penting,


"Jadi apakah kamu menemukan hal-hal aneh yang terjadi di Sekolah ini?"


Disini, Eric lalu baik bertanya,


"Seperti?"


"Orang hilang atau sesuatu.... Atau mungkin bertemu dengan Malaikat atau Iblis....."


"Esper level 5 seperti mu percaya pada hal-hal Mitos seperti Malaikat dan Iblis? Heh..."


"Aku pikir kamu level 6 lebih tahu banyak hal dari pada aku, ternyata tidak."


"Soal kamu benar-benar diculik itu nyata?"


"Ya, itu nyata."


"Bagaimana bisa?"


"Hal-hal yang bahkan Esper level atas seperti kita tidak bisa atasi...."


"Ah.... Batu Penyegel? Bukankah seharusnya hanya petinggi Kota ini yang memiliki itu?"


"Insiden ini jelas ditutup-tutupi oleh Para Petinggi Kota...."


"Dan?"


"Sesuatu diluar akal sehat kita mungkin terlihat,"


"Sesuatu seperti Iblis dan Malaikat?"


"Ya."


Disana, Eric tertawa mendengar perkataan Ryuki.


"Kamu lucu."


"Aku tidak bercanda, Yuuta yang pernah melihat mereka!!"


Disini Eric lalu terdiam,


"Nyata? Seberapa kuat mereka?"


"Tidak sekuat yang aku kira? Yuuta tidak kalah... Tapi..."


"Tidak begitu kuat? Itu bukan masalah besar."


"Tapi bisa jadi ada yang lebih kuat... Ini mungkin ada hubungannya dengan rahasia Kekuatan Esper."


"Ah? Jadi kamu masih menyelidiki hal-hal seperti itu?"


"Tidak bisakah?"


Tatapan mereka sekali lagi bertemu, lalu ruang dan waktu yang tadinya berhenti kembali bergerak.


####


Di ruangan Laboratorium malam itu, ketika Seraphina menarik Lucifer lalu menciumnya, waktu terhenti.


Tidak-tidak, ini bukan dibuat-buat atau hanya khayalan, namun waktu benar-benar berhenti.


Disini, Lucifer bisa melihat semua hal disekitarnya berhenti, termasuk gerakan gadis didepannya.


Kejadian barusan membuat Lucifer tidak bisa bertindak.


Tidak benar-benar bisa berpikir dengan baik.


Apa maksud ciuman ini....


Apakah ini artinya....

__ADS_1


Namun sekali lagi...


Gadis didepannya tidak bergerak, seperti sekitarnya dimana waktu berhenti.


"Cih, ada yang bermain-main dengan ruang dan waktu ditempat sekitar sini. Ini perasaan yang cukup familiar seperti pagi itu..."


Ya, Lucifer memiki beberapa Sihir khusus untuk menangkis perubahan yang terjadi pada ruang dan waktu, jadi dia akan menyadari jika ada yang salah dengan dimensi ruang dan waktu dimana dirinya berada.


"Waktu berhenti disaat yang tidak tepat. Ini... Hanya satu orang yang seharusnya bisa bermain-main dengan ruang dan waktu... Bocah level 6 itu Kah?"


Disini, Lucifer yang merasa tadinya dalam mood yang baik itu sekarang kembali menjadi lebih buruk.


Lucifer lalu menatap gadis didepannya ini.


Ini adalah seorang gadis aneh, dia selalu bersikap begitu aneh dan tidak pernah dirinya duga.


Seperti malam ini....


Awalnya seolah gadis ini menolaknya...


Namun...


Apa-apa dengan ciuman ini?


Memikirkannya membuat Lucifer merasa rumit.


Namun sepertinya waktu yang berhenti ini cukup bagus, jadi bisa membuat Lucifer lebih bisa banyak berpikir.


Diam-diam, Lucifer sedikit tertawa sambil menatap Seraphina.


Gadis ini menerimanya bukan?


Iya kah??


Lucifer ingin segera bertanya pada gadis ini, namun waktu masih berhenti.


Dirinya hanya bisa mengamati saja.


"Ini...."


Namun belum sempat Lucifer memikirkannya, waktu yang berhenti itu, lalu kembali bergerak.


Lucifer yang sudah ada menjauh dari Serphina itu membuat Seraphina mencium pintu didepannya.


Tentu saja ekpersi Seraphina begitu kaget.


Dirinya jelas yakin kalau barusan dirinya mencium Touma....


Eh??


Apa-apa ini?


Kenapa jadi pintu?


Lucifer disini menatap gadis itu dan tiba-tiba merasa ingin tertawa, melihat sikap binggungnya itu.


Mendengar suara tawa yang familiar dibelakangnya, Seraphina lalu mulai berbalik, dan menatap Touma.


"Touma? Kamu? Sepertinya... Tadi..."


Seraphina masih sedikit tidak mengerti.


"Hey, kalau kamu menyukaiku juga kenapa tidak langsung jujur saja? Tidak perlu terlalu malu, Ah~"


Disini, Seraphina yang merasa malu itu memukul Touma ringan dengan tangannya.


"Kamu masih menyebalkan!!"


"Ya, walaupun aku menyebalkan, namun aku tetap Kekasihmu mulai dari hari ini dan seterusnya, Ah~"


Seraphina tidak bisa membantah, hanya mengaguk ringan.

__ADS_1


"Kita benar-benar berkencan?" Tanya Touma lagi.


"Kamu pikir?" Tanya Seraphina baik.


DUARRRRR


Namun ketika dua orang itu kembali mengobrol, terdengar sebuah ledakan.


Dua orang itu saling menatap, ini seperti adegan yang familiar.


"Apakah, Yuuta dan Rui menemukan sesuatu?"


"Mungkin?"


Disini, Lucifer juga mulai tertarik.


Seraphina disisi lainnya merasa sedikit cemas.


####


Disisi lainnya, Ciel yang awalnya pergi bersama Yuuta dan Touma dia merasa kesal, dan berpisah dengan dua orang itu, dia memilih untuk berkeliling sendirian.


Dirinya tidak akan mengira kalau saat sedang berkeliling, dirinya akan mendengar suara ledakan.


Ciel mengikuti suara ledakan itu.


Itu berasal dari lantai bawah, kalau tidak salah itu dari tempat dimana Ryuki dan yang lainnya berada.


Ketika Ciel datang kesana, dirinya melihat dua orang terbang di langit-langit gedung, dengan sebuah lubang besar muncul disana.


Ada debu halus dan asap yang menutupi seluruh lokasi itu, membuat Ciel yang barusan datang tidak bisa melihat dengan jelas.


Disini, lalu Ciel melihat Itsuki yang terkapar ditanah.


"Itsuki? Apa yang terjadi?"


Itsuki sebenarnya tidak terluka, hanya saja serangan itu terlalu mendadak dan terlalu tiba-tiba.


Entah bagaimana caranya, dirinya tiba-tiba terpental lalu jatuh ketanah, dan sudah ada lubang dinding itu.


Saat ini, Eric dan Ryuki berada diluar gedung, menatap keberadaan yang tiba-tiba menyerang mereka.


Itu adalah seseorang yang menembus batas ruang dan waktu yang saat itu berhenti, dan menyerang mereka tiba-tiba.


Orang itu memiliki rambut biru gelap, dengan dua buah sayap mirip kelelawar, sedang terbang disana dengan Mata merahnya, menatap kearah Eric dan Ryuki.


"Aku tidak akan mengira kalau malam ini akan ada tangkapan bagus... Namun sayang sekali, kalian berdua terlalu berisik!"


Disini, Eric yang paling pertama merasa pusing, karena Arena Ruang dan Waktu miliknya baru saja dihancurkan entah bagaimana.


"Itu yang aku maksud dengan sesuatu yang tidak akan pernah kamu kira," ucap Ryuki dengan tenang.


"Kamu seolah menunggu hal seperti ini...."


"Mungkin ini bukan pertama kalinya, jadi aku tidak terkejut,"


"Apa mahluk didepan itu?"


"Mungkin sesuatu yang disebut Iblis? Bukankah kalau Malaikat, akan memiliki penampilan seperti 'Dream Maker'? Dia sangat suka cosplay Malaikat, apakah dia pernah bertemu satu atau sesuatu?"


"Dia selalu aneh, dan selalu mengoceh ingin menjadi 'Malaikat' atau sesuatu,"


"Dia mungkin lebih tahu banyak dari pada kamu..."


"Mungkin."


Dua orang itu lalu kembali menatap kearah Iblis didepan mereka.


Ya, malam ini masih baru saja dimulai, begitu pula dengan pertunjukan tengah malam.


Ini berbeda dengan SMA Elite Y yang sepi, SMA X merupakan sekolah Asrama dimana Siswa tinggal di lantai bawah.

__ADS_1


Sekolah yang harusnya tenang ini, nantinya akan begitu meriah, sama seperti malam festival sekolah.


__ADS_2