
Ini adalah cuaca yang cukup cerah, pagi baru yang cukup indah.
Seperti pagi-pagi lainnya, hari ini Seraphina pergi ke sekolah seperti biasanya.
Hanya saja.....
Tubuhnya sakit semua, belum lagi karena sayapnya belum pulih benar, juga karena semalam terlalu banyak menggunakan mana, tubuhnya tidak beregenerasi dengan baik.
Seraphina masih ingat kejadian menyempatkan semalam.
Ingatan tentang semalam kembali berputar diingatkannya.
Malam itu, saat dirinya melawan seorang Iblis yang bahkan di goda oleh Iblis itu, seorang Esper datang.
Itu adalah Yuuta, sepertinya dia salah mengira mereka semua sebagai musuh dalang dibalik penculikan ini.
Semalam dirinya masih bertarung dengan Iblis itu, ketika ada Ibis lainnya yang sepertinya melawan Yuuta.
Dirinya setelah itu masih berusaha untuk menyerang kearah Ibis didepannya.
"Kamu!!! Aku tidak akan pernah memaafkanmu!!" Katanya dengan penuh emosi, namun hanya di abaikan oleh Iblis yang dilawannya.
Dirinya sudah berusaha menyerang dengan semua sihir miliknya, namun sepertinya berhasil dihindari, malahan terlihat pemuda yang dia lawan itu terlihat fokus kearah lainnya.
Meyaksikan pertarungan Yuuta dan Ibis disisi lain halaman belakang.
"Wow.... Coba lihat itu, jadi itu kemampuan dari Violet Strom, Yuuta. Esper level 5 yang bisa menciptakan Api sampai kelevel itu, untuk melihat seorang manusia sampai pada kelevel itu.... Seperti apa seorang Esper level 6...." Kata Lucifer sambil tertawa sambil melihat pertarungan Itsuki dan Yuuta.
Adiknya, Itsuki adalah penggunaan sihir api juga, namun api yang adiknya miliki adalah Api Hitam, saat ini di samping mereka hawa panas yang besar saling berbenturan.
Masing-masing dari mereka, dikelilingi oleh Api Violet dan Api Hitam.
Namun Api Violet milik Yuuta sedikit berbeda dari Api biasa, ini memiliki suhu lebih tinggi, belum lagi memancarkan radiasi cahaya ultraviolet yang cukup panas sampai jarak yang cukup jauh.
"!"
"!"
Badai Api Violet bertemu dengan Badai Api Hitam, kemerlap panasnya bahkan sampai kesekitar Lucifer dan Seraphina.
Bisa terlihat semua daerah sekitar dua orang itu terbakar menjadi debu.
"!"
Dari arah langit, puluhan meteor kecil bermunculan mengarah kearah Itsuki.
Disana, menghalau serangan, Itsuki mulai membuat Prisai untuk melindungi dirinya, namun Meteor-meteor ini terlalu banyak dan menembus Prisai Itsuki, membuat dirinya sedikit terbakar. Apalagi dengan radiasi yang dihasilkan dari Api-api Ultraviolet ini.
Ya, menjadi Pyrokinesist level 5, membuat Yuuta bisa menciptakan Api dengan kapasitas lebih banyak dan lebih panas, yaitu Api berwarna Violet, itulah kenapa dia disebut Violet Strom.
Disini Itsuki mulai mengeluarkan pedangnya, lalu melapisinya dengan Api Hitam, kembali menyerang dengan kilat kearah Yuuta disana.
CRASSSS
Pedang hitam itu berbenturan dengan sebuah tongkat berlapis api Violet.
"Aku penasaran, sebenarnya apa kalian?" Kata Yuuta dengan penuh penasaran.
Ini adalah pertama kalinya dirinya menemukan lawan seperti ini.
Itu adalah api berwarna hitam pertama kali yang dirinya lihat, secara teori ini sebenarnya cukup sulit untuk dibuat.
Namun melihat Api Hitam yang terlihat begitu indah itu membuat Yuuta hanya bisa tertawa,
"Tapi siapapun kamu, kamu lawan yang boleh juga,"
"Diam kamu!" Kata Itsuki dengan emosi, disini dirinya sudah sedikit terluka, sedangkan pemuda didepannya ini tidak memiliki goresan sedikitpun.
Ini membuat Itsuki merasa frustasi, betapa lemahnya dirinya.
Seraphina dan Lucifer sepintas akan melihat pertarungan itu, disini Lucifer sekali lagi berkomentar,
"Lihat itu, ini adalah pemandangan yang sangat indah bukan? Ketika Api Violet dan Api Hitam bertemu, Wow.... Ini benar-benar sangat menarik,"
Memang benar kata Lucifer, kombinasi pertemuan dua api itu terlihat sangat indah dari jauh menerangi gelapnya malam.
Pancaran Api Violet terutama, terlihat begitu memukau dan indah.
Seraphina disini menatap pemandangan itu dengan takjub.
Seraphina tidak pernah berpikir kalau Esper bisa sekuat itu, bahkan bisa imbang melawan Iblis yang memiliki enam sayap.
Dan dibalik indahnya Api Violet itu, itu adalah Api yang membakar dan mematikan yang menghaguskan daerah disekitarnya.
"Lihat, itu terlihat seperti pemandangan yang begitu Romantis.... Api Violet yang mengagumkan," kata Lucifer lagi.
"Diam kamu! Brengsek!!"
Sekali lagi, Seraphina mencoba melemparkan Panah Cahayanya.
Namun sekali lagi, itu dihindari, lalu Lucifer terbang dengan cepat kearah Seraphina, mengunakan dua jarinya untuk untuk menjitak dahi Seraphina hingga gadis itu terpental.
Sekali lagi sebuah ledakan besar terjadi, kali ini Api Violet terlihat lebih unggul.
Melihat ini, Lucifer jadi khawatir dengan Adiknya, Itsuki.
Sialan, anak-anak ekperimen Azazel benar-benar mengerikan.
Ini hanya Esper level 5 yang terkuat nomer dua, Violet Strom.
Bagaimana dengan seseorang yang pingsan di ditanah itu?
Dia adalan Controller Master, yang bisa mengontrol segalanya dengan Kekuatan Espernya, yang terkuat diantara Esper level 5.
Lucifer mulai berpikir, bagaimana cara Iblis lemah itu bisa menangkap Esper konyol yang kuat itu.
__ADS_1
Namun Lucifer segera ingat, ada batu tertentu yang dibuat untuk bisa meniadakan Kemampuan Esper.
Dari mana Iblis jelek itu mendapatkan sesuatu seperti itu?
Sialan, Iblis itu sudah mati sebelum ditanya, karena dirinya terlalu mengunakan Kekuatannya yang berlebihan.
Disini Lucifer melihat Itsuki jatuh ke tanah.
"Ah.... Sepertinya permainan ini telah selesai, sampai jumpa Malaikat Kecil," kata Lucifer lagi, yang melihat Seraphina merintih ditanah.
"Jangan pergi!! Tunggu!!"
Dia langsung pergi, dari sana dan menuju kearah adiknya yang ada ditanah.
Kali ini sebuah Meteor Violet yang begitu besar, sebesar sebuah ruangan ada diatas Itsuki.
Disini, Lucifer tiba tepat waktu dan mengunakan Sihir penghalang, lalu menghilangkan diri dalam kegelapan mengunakan Sihir Teleport yang sudah disiapkan sejak awal.
Melihat lawannya itu menghilang tiba-tiba, membuat Yuuta binggung.
Disini, Seraphina yang melihat kejadian ini juga mengabil kesempatan untuk menyelinap pergi.
Akan sangat merepotkan jika dirinya bertarung dengan Yuuta.
Namun untunglah, semalam Seraphina berhasil pergi dengan aman.
Dirinya bahkan bertemu Rui dan Yuuta di dekat gerbang setelahnya.
Mereka membawa dua orang, yaitu Ryuki dan gadis tidak dikenal.
"Kalian tidak apa-apa?" Tanya Seraphina.
"Tidak ada masalah, tapi.... Lihat batu mencurigakan ini, aku melihat batu ini dileher Ryuki. Dia adalah Esper yang begitu kuat, jadi ini dengan batu Anti Esper, bagaimana dia ditangkap,"
Namun sejujurnya, Seraphina tapi begitu mengerti apa yang terjadi, dia lalu berpisah dengan mereka setelah bertukar kontak.
Dan itulah bagaimana dia kembali ke Apartemennya dengan penuh luka menyakitkan.
#####
Disepanjang jalan menuju ke Sekolahnya, Seraphina masih memikirkan soal hal-hal semalam.
Soal Kakak Beradik Iblis itu. Sebenarnya siapa mereka?
Belum lagi, Iblis yang diawalnya semalam....
Itu begitu aneh...
Sangat aneh malah.
Awalnya, Seraphina bisa merasakan hawa membunuh dan aura yang menakutkan dari Iblis itu.
Lihat dari cara dia mencabut bulu-bulu di sayap miliknya, yang sampai saat ini masih terasa menyakitkan.
Saat itu Seraphina bisa melihat tatapan penuh kegilaan dibalik topengnya itu.
Kalau saat itu dirinya tidak diselamatkan mungkin....
Seraphina mulai mengeleng-gelengkan kepalanya.
Tapi kenapa?
Kenapa Iblis itu menyelamatkannya?
Kenapa?
Belum lagi, Iblis Sialan itu sempat mengodanya dan mencium pipinya.
Memikirkan ini membuat wajah Seraphina memanas, dia memegangi pipinya itu, bekas ciuman semalam, bibir yang begitu hangat dan lembut.
Memikirkan ini Seraphina merasa malu sendiri.
Akhhhh....
Dasar Iblis Brengsek!!!
"Hay, Seraphina kenapa kamu terlihat melamun dari tadi?"
Itu adalah suara Lucifer yang datang dan langsung mendekat kearah Seraphina, merangkulkan tangannya di lehernya, bertingkah sok akrab.
"Diamlah Touma. Aku hanya baru saja memikirkan cowok gila."
"Cih, cowok mana lagi yang menggodamu kali ini?"
"Tidak ada yang mengodaku. Dan lepaskan tanganmu ini, ini begitu risih,"
"Kamu tahu, Seraphina? Lihat wajahmu itu begitu lucu ketika digoda seperti ini," kata Lucifer melepaskan tangannya, lalu mencubit pipi Seraphina.
Disana, dia melihat keanehan tertentu,
"Ada apa dengan dahimu?"
Mendengar ini membuat Seraphina ingat, ini adalah luka dari jitakan semalam, dan karena sihirnya beluk pulih, lukanya masih meninggalkan beberapa bekas merah.
"Semalam terjatuh."
"Ahhh, itu mengigatkanku. Aku semalam ke Apartemenmu bersama Adikku. Kemana kamu semalam kenapa tidak ada?"
"Ada beberapa urusan penting."
"Apa itu?"
"Bukan urusanmu," kata Seraphina dengan nada dingin.
"Aw, kamu begitu dingin. Baiklah kalau kamu tidak ingin cerita."
__ADS_1
Dan begitulah mereka mengawali pagi mereka.
Kemudian mereka memasuki ruang kelas dan mengikuti pelajaran seperti biasa.
####
Hari sudah semakin siang, sudah saatnya memasuki jam Istirahat.
Disini, Seraphina mulai membereskan buku-bukunya, lalu membangunkan Pangeran Tidur disampingnya itu.
"Touma, jam pelajaran sudah selesai,"
Mendengar bisikan gadis itu, Touma segera bangun dari tidurnya.
Ini mengigatkannya pada sesuatu.
"Owh iya, Seraphina mari kita makan siang bersama, aku ingin memperkenalkanmu dengan adikku,"
"Adikmu? Apakah itu Itsuki?"
"Owh? Bagaimana kamu tahu?"
"Aku sudah pernah bertemu dengannya,"
"Itu bagus. Ini akan menjadi lebih udah jika kalian saling mengenal,"
Dan begitulah, Lucifer mengajak Seraphina untuk ke Kantin Sekolah.
Namun kali ini, Kantin yang mereka tuju bukan Kantin yang biasa Seraphina kunjungi.
Tunggu...
Ini Kantin yang familiar, bukankah ini Kantin milik Kakak Senior?
Kantin Khusus atau sesuatu?
"Touma, aku rasa kita salah masuk Kantin, kamu tahu aku pernah masuk kesini dan kena sial setelah bertemu beberapa Kakak Senior."
"Ya, ini memang Kantin Khusus, tapi kamu tahu? Adikku adalah Anggota OSIS Sekolah ini, dia cukup populer dan memiliki kedudukan yang cukup baik di Sekolah ini, tentu saja dia memiliki hak untuk berada di Kantin ini,"
"Tapi tidak dengan kita berdua,"
"Kamu santai saja oke? Ah itu dia adikku," kata Lucifer sambil menunjuk kearah seorang pemuda tertentu yang berdiri didekat pintu kantin.
Pemuda itu mengenakan seragam sekolahnya, dengan tambahan sebuah jaket informal yang menggantikan Jas seragam Sekolah.
Dia terlihat memiliki wajah yang cukup dingin, namun wajahnya terlihat begitu tampan, kulit putih bersih, dan rambut biru gelap, juga anting-anting yang dipakai dikedua telinganya, berdiri disana saja, seperti seseorang yang sedang melakukan Photoshoot untuk semua majalah.
Auranya yang terlihat dingin itu benar-benar cocok untuknya.
Namun wajah yang terlihat dingin itu, lalu tersenyum ketika Lucifer melambaikan tangannya.
Senyum yang begitu manis, yang mungkin akan membuat gadis-gadis tersipu jika melihatnya.
Dari sini, Seraphina bisa menebak kalau Itsuki tipe yang sangat dimanjakan oleh Kakaknya.
Lihat, sekarang tatapan pemuda itu begitu dingin ketika melihat kearah Seraphina.
Disini, Seraphina hanya menyapa singkat, lalu mereka bertiga mulai memilih makanan di Kantin.
Di Kantin itu cukup sepi, hanya ada satu rombongan di ujung kantin.
Melihat sekilas, itu sepertinya sosok yang Seraphina kenali.
Bukankah itu Sang Pangeran Sekolah tempo hari?
Sangat merepotkan bertemu rombongan mereka.
Jadi disini Seraphina mencoba menutupi dirinya dengan berada dibelakang Lucifer.
Melihat seorang gadis dekat-dekat dengan Kakaknya, membuat Itsuki merasa sedikit kesal.
Siapa kamu gadis manusia?
Berani-beraninya kamu dekat-dekat dengan Kakakku!!!
Itsuki menerobos mereka berdua, lalu berjalan diantara mereka berdua.
Membuat Seraphina yang terdorong kesampaing itu kaget.
Ah....
Kalau dilihat-lihat, walaupun mereka saudara, mereka benar-benar sangat berbeda bukan?
Lihat Itsuki adalah seseorang yang terlihat populer disekolah....
Sedangkan Touma....
Hanya seseorang yang suka tidur dikelas dan melakukan hal-hal aneh.
Mereka bahkan tidak ada kemiripan sedikitpun.
Kalau membicarakan soal Kakak beradik, ini mengigatkannya pada sepasang Iblis bersaudara tadi malam.
Terlihat Sang Adik juga sangat menghawatirkan Kakaknya, dan perhatian padanya, dan Sang Kakak juga terlihat mencemaskan adiknya.
"Itsuki, kamu kalau makan jangan pilih-pilih. Makan sayurnya!" Kata Touma yang saat ini sudah pada duduk dimeja, mengabil sayur dipiringnya diberikan pada Itsuki yang di piringnya tidak ada sayuran sedikitpun.
"Aku tidak suka. Dan jangan perlakukan aku seperti anak kecil,"
"Tapi untukku kamu tetap adik kecilku yang manis," kata Touma sambil mengelus kepala Itsuki, yang membuat Itsuki diam-diam merasa malu namun juga sebenarnya senang.
Ya ampun, mereka sangat lucu, itulah yang Seraphina pikirkan.
####
__ADS_1
Bersambung