My Beloved Devil

My Beloved Devil
Chapter 13: Pertemuan yang Mengejutkan


__ADS_3

Saat Lucifer mengangkat teleponnya, dia mendengar suara laki-laki yang familiar.


"Azazel?"


"Tuan Lucifer, bolehkah saya meminta beberapa waktu anda?"


"Ya ya ya, ada apa dengan ini?"


"Aku ingin meminta tolong padamu,"


"Ini terdengar merepotkan," kata Lucifer sambil menghela nafas lelah, hari ini dirinya ingin bersantai dengan Seraphina dan Itsuki, bahkan sudah menyiapkan bahan masakan, namun selain Seraphina tidak ada, tiba-tiba Azazel meminta bantuan.


Dirinya tahu, kalau Azazel bukan tipe yang akan meminta bantuan kalau situasinya tidak mendesak.


Jadi.....


Situasi apa yang membuat ini menjadi mendesak?


"Katakan dengan jelas,"


"Belakangan ada beberapa siswa Sekolah yang hilang...."


Belum sampai Azazel mengatakan masalahnya dengan benar, sudah di potong oleh Lucifer.


"Aku benar-benar tidak tertarik dengan sesuatu seperti ini. Cari orang lain."


"Ayolah Tuan Lucifer, aku hanya bisa meminta bantuan pada anda karena anda cukup dekat dengan lokasi,"


Disini, lagi-lagi Lucifer menghela nafas,


"Aku benar-benar terlalu malas," dia hampir mau menutup teleponnya, namun tiba-tiba suara panik Azazel muncul.


"Ini Esper level 5 berhargaku yang hilang, lokasi hilang ada di SMA Elite Y, dia adalah Esper level 5 yang terkuat saat ini, Controller Master. Menurutmu siapa yang bisa membuat masalah dengan anak itu?"


"Bukankah kamu memiliki tiga level 6? Bisa saja pertengkaran antara anak-anak, ini sudah hal yang biasa pula."


"Kalau ini pertengkaran anak-anak, saya tidak akan meminta bantuan anda,"


"Jadi apa masalahnya?"


"Ini kemungkinan Ulah Iblis."


Disini, Lucifer kaget mendengar berita soal ini, tidak percaya akan apa yang dirinya dengar.


"Apa? Ada Iblis disini?"


"Kemungkinan Iya. Kalau menurut pendapatku, mereka bisa menyusup ketempat ini. Ada kemungkinan ini adalah 'mereka' yang lari dari Underworld setelah Perang Besar,"


"Bagaimana kamu bisa yakin?"


"Di beberapa siswa yang ditemukan setelah hilang, ada yang hanya diambil esensi jiwanya, ada juga yang hanya tinggal mayat yang diambil darahnya. Ini jelas adalah ulah Vampir, hanya mereka yang akan mengambil esensi jiwa manusia seperti itu."


"Hah.... Jadi para Vampir brengsek itu yang kabur dan bisa menyusup sampai kesini. Demitri Brengsek dan Anak Buahnya itu!"


"Ya, ini sudah ratusan tahun berlalu sejak Perang Besar. Aku yakin Pangeran Demitri merencanakan sesuatu setelah dia Kabur bersama pamannya, Raja Vampir setelah kalah Perang, dia kemungkinan masih memiliki dendam pada adiknya Raja Iblis Asmodeus dan...."


"Tidak perlu dikatakan, dia jelas memiliki dendam padaku bukan?"


"Ya, dia adalah Putra tersayang Raja Iblis sebelumnya, bagaimana dia bisa menerima seseorang yang membunuh Ayahnya juga orang yang mengambil kendali Underworld darinya?"


Disini, Lucifer tertawa mendengar hal-hal yang sudah sangat jelas dari Azazel.


Melihat Kakaknya tertawa tiba-tiba itu membuat Itsuki bertanya-tanya tentang apakah ini?


"Ada apa Kak?"


Lucifer menjauhkan telepon sebentar lalu menjawab,


"Ini adalah Kabar menarik dari Paman tersayang kita. Mungkin kita akan memberinya beberapa kata sapaan."


Itsuki tidak bisa berhenti bertanya-tanya soal ini,


Paman?


Memang dirinya punya seorang Paman?


Ibunya tidak memiliki saudara....


Lalu....


Ayahnya.....


Dirinya masih seorang Iblis Muda, dan tidak begitu tahu soal Perang Besar di Underworld, tapi seingatnya, Ayahnya, Raja Iblis yang Sekarang memang memiliki Saudara.

__ADS_1


Tapi....


Bukankah mereka semua sudah mati saat Perang Besar perebutan Underworld?


"Maksud Kakak?"


"Nanti akan, Aku jelaskan."


Lucifer kembali mendekatkan teleponnya, dan bertanya lagi pada Azazel.


"Baik aku akan kesana, beritahu soal rinciannya,"


"Tapi memang ada kemungkinan juga ini tidak berhubungan dengan Vampir, ini hanya sebuah Teori, jangan marah kalau ini tidak benar,"


"Tidak masalah. Mendengar ceritamu, aku juga jadi sedikit tertarik pada Misteri ini. Lagipula, aku juga selalu tertarik pada Para Esper level 5 ini seperti apa mereka,"


"Jangan mencoba menyakiti anak-anakku, mereka hanya anak-anak muda yang tidak tahu dunia."


"Anak-anakmu katamu? Kamu benar-benar terlalu berlebih-lebihan bukan?"


"Mereka adalah objek penelitianku yang berharga, tentu saja mereka adalah 'anak-anakku',"


"Hentikan omong kosongmu. Aku sudah mengerti, aku hanya akan bermain-main nanti."


"Aku harap kamu bisa segera menemukannya,"


Setelah itu, Lucifer mendapatkan kiriman berkas di ponselnya soal rincian Insiden siswa hilang itu.


Dan ternyata ini tidak hanya terjadi di Sekolah Elite Y, namun dibeberkan Sekolah lainnya, termasuk Sekolah miliknya, dan kabar ini tentu saja di Rahasiakan.


Mendengar itu, dia langsung menyuruh Itsuki untuk ikut dengannya ke SMA Elite Y.


####


Tidak beberapa lama, Lucifer telah sampai di SMA Elite Y.


Sampai di gerbang, dia melihat bahwa tempat ini memiliki sistem keamanan yang ketat.


Menilai dari situasinya, dia lalu menyuruh Itsuki berubah ke mode Iblisnya, lalu menyuruhnya mengenakan sebuah Topeng, dirinya juga berubah menjadi mode Iblis.


Itsuki sekarang memperlihatkan ke 6 sayap Iblisnya, dengan dua tanduk kecil di kepalanya, sedangkan Lucifer juga mengikuti pernubahan Itsuki, berjubah kemode Iblis dengan 6 sayap Iblis.


Jumlah Kekuatan Iblis tergantung pada jumlah sayapnya, Iblis tingkat atas biasanya memiliki sayap lebih dari 6, dan masih bisa bertambah tergantung perkembangan kekuatannya.


Lucifer, memiliki 13 sayap, tapi dia menyembunyikan 13 sayap Malaikat Hitamnya, merubahnya menjadi 13 sayap Iblis, saat ini dia menyembunyikan sayap-sayapnya yang lainnya, menyesuaikan bentuk Itsuki.


Keduanya masuk tanpa banyak kesulitan.


Didalam sana, Lucifer langsung mengunakan Kekuatan pendeteksi Iblis miliknya, dan tidak beberapa lama, dia merasakan Sihir gelap Iblis sedang digunakan.


Ini cukup mudah mendeteksi keberadaan Iblis dengan tingkat Kekuatan Sihir Lucifer.


####


Disisi lainnya, saat ini Seraphina masih mencoba mencari lokasi iblis dengan sudah payah. Seraphina mulai berubah menjadi mode Malaikatnya, lalu mengenakan sebuah topeng untuk penyamaran.


Kedua sayap putihnya, akhirnya dibebaskan.


Merasakan sayap-sayapnya kembali, dan bisa terbang lagi membuat Seraphina merasa lega.


Jadi dia mulai merapatkan lagi beberapa sihir pendeteksi iblis, namun masih cukup sulit untuk menemukan keberadaannya.


Dia hanya bisa menghela nafas pasrah.


Memang, kemampuan sihirnya tidak tinggi.


Sebagai Putra seorang Archangel, Seraphina juga merasa malu dengan kemampuannya ini.


Tapi ayahnya bilang, kemampuannya masih bisa meningkatkan.


Dirinya juga mengabil misi ke Dunia Manusia ini untuk mencari beberapa pengalaman, dan agar bisa mengingatkan kekuatannya entah bagaimana nanti.


####


Disalah satu gedung terbengkalai, terlihat sebuah cahaya dari sihir gelap sedang dilakukan.


Gambar darah dilantai muncul, dan terhubung ke sebuah tubuh seorang gadis muda diatasi gambar itu.


Perlahan-lahan, sebuah esensi jiwa yang berbentuk transparan seperti air keluar dari tubuh gadis muda itu, membuat tubuh gadis muda yang tidak sadarkan diri itu mengejang.


Tubuhnya, kejang-kejang bersama dengan esensi jiwanya yang ditarik keluar.


Disana, Iblis yang menarik Jiwa gadis itu tengah tertawa terbahak-bahak, menikmati esensi jiwa cantik didepannya.

__ADS_1


Namun sayangnya, kesenangannya segera cepat berakhir.


Ada dua buah bayangan yang datang dari arah pintu masuk.


Ketika Iblis itu menoleh, itu sudah terlambat.


Sesuatu yang berada dipintu itu langsung menuju kearahnya, dan memukul tubuhnya, membuat sebagian organ tubuhnya hancur, mulutnya mengeluarkan darah yang menyakitkan, dia terbaring di lantai, perlahan dia bisa melihat sosok bayangan yang datang itu.


"Hah? Jadi ini yang membuat semua hal merepotkan ini? Aku tidak mengira dia akan selemah ini, bagaimana dia bisa mengankap seorang Esper Level 5?" Lucifer dengan arogannya, lalu mencekik leher Ibis didepannya ini, menguntungkan di dekat dinding.


"Cepat katakan!! Siapa yang menyuruhmu melakukan ini! Aku yakin kamu punya semacam atasan,"


Iblis itu berteriak merintih,


"Kak Touma jangan mencekiknya, dia tidak akan bisa menjawab jika Kakak cekik seperti itu,"


Lalu Lucifer tersenyum kearah adiknya itu.


"Ah, aku sampai lupa kalau aku mencekiknya, aku sudah lama tidak mengunakan kekuatan ku, membuatku sedikit tidak bisa mengendalikannya,"


Sorot mata merahnya, bersinar menyeramkan dibalik setengah topeng yang menutupi wajahnya itu, ketiga belas sayapnya tiba-tiba muncul.


Iblis yang terluka itu, menjadi ketakutan melihat seseorang yang mencekiknya itu, dia meronta ketakutan setelah jatuh ke tanah.


"Cepat jawab!!" Kaya Lucifer lagi, sambil memancarkan aura membunuh yang sangat kuat.


Namun Iblis itu hanya gemetar ketakutan tidak bisa menjawabnya.


Gemetar melihat ke tiga belas sayap Lucifer.


Itsuki yang melihat Kakaknya yang tiba-tiba menunjukkan kekuatannya itu hanya bisa menatap kagum.


Suatu saat dirinya juga ingin sehebat Kakaknya.


Melihat Ibis ditanah itu tidak membalasnya, membuat Lucifer kesal dan menendang Iblis itu membentur dinding.


Sepintas, dia melihat tubuh seorang gadis muda terbaring ditanah dengan penampilan yang menyakitikan, ada busa-busa yang keluar dari tubuhnya, lalu tubuhnya masih kejang-kejang.


Disini lainnya, dia menatap seorang pemuda yang masih terikat dengan tali, pingsan di ujung ruangan.


Dia kembali melihat pelaku dari kejahatan ini.


Namun sayang sekali, belum sempat dia mengintrogasi pelaku, pelakunya ini sudah mati.


Lucifer hanya bisa melihat tubuh ibils itu perlahan-lahan terkulai menjadi debu.


"Apakah aku terlalu berlebihan?"


Menyadari dirinya sedikit berlebihan dalam memberikan tendangan barusan, Lucifer lalu menghela nafas, kembali menstabilkan kekuatannya, menyebuyikan sayap-sayap Iblisnya, hanya menyisakan dua.


"Itsuki, cepat Periksa pemuda yang ada ditahan itu, lihat apakah dia yang kita cari,"


Menuruti perintah Kakaknya, Itsuki segera memeriksa tubuh pemuda yang terbaring ditahan.


Sedangkan Lucifer, berjalan mendekati gadis yang kejang-kejang itu.


Dia lalu merapatkan beberapa mantra sihir, dan gadis itu perlahan-lahan pulih dari kejang-kejangnya, walaupun tetap tidak sadar.


Namun sayang sekali, Lucifer yang tadi barusan memancarkan aura dan sihir Iblisnya terlalu banyak, mengundang keberadaan yang tidak terduga.


Ketika dia hendak menyentuh gadis yang terbaring itu, tiba-tiba, ada sebuah sinar seperti leser yang menyerang kearahnya.


Dari arah pintu, cahaya bulan menyinari tamu tidak diundang itu.


Disana, adalah seorang gadis berambut pirang panjang, dengan sayap berwarna putih, dan pakaian serba putih, menunjukan kedua sayap putih besarnya.


Sosok yang sepintas terlihat bergitu cantik dibawah cahaya bulan.


Tatapan mata Lucifer bertemu dengan tatapan gadis bertopeng itu.


####


Bersambung


####


Jangan Lupa tetap dukung penulis agar tetap Update dengan cara, Like, Komentar, atau Gift


🥰🥰🥰🥰


Terimakasih juga ya yang sudah mendukung cinta ini,


Nantikan Kelanjutannya

__ADS_1


__ADS_2