My Beloved Devil

My Beloved Devil
Chapter 46: Tetangga Baru


__ADS_3

Ini adalah pagi yang lainnya, sejak hari Seraphina diculik, tidak banyak hal yang terjadi.


Keesokan paginya, Seraphina berangkat ke sekolah seperti biasanya, ditemani oleh Ciel dan Touma.


Disini, tatapan Ciel dan Touma selalu penuh kebencian satu sama lainnya.


Ciel ingin memiliki waktu berdua dengan Seraphina agar dirinya bisa menyelidiki sebenarnya apa yang terjadi, namun sayangnya seperti Touma mengijinkan hal itu terjadi, selalu menggagu tiap kali Ciel mencoba mendekati Seraphina.


Hah..


Sungguh menyebalkan.


Dan ketika saatnya masuk ke kelas, Ciel terpaksa harus berpisah dengan dua orang itu karena mereka memiliki kelas berbeda hari ini.


Sebenarnya hari ketika Seraphina hilang, tidak banyak yang menyadarinya.


"Seraphina, kamu harusnya dirimah saja tidak perlu ke Sekolah dulu, kamu baru saja mengalami hal-hal buruk,"


"Ti.. Tidak-tidak, hanya saja aku hanya ingin ke Sekolah saja, sangat bosan berada dirumah,"


Sebenarnya ada alasan lain kenapa Seraphina ingin Ke Sekolah.


Ini karena dirinya ingin memastikan sesuatu.


Ini soal Diana si Siswi Pindahan.


Namun ternyata ketika berada di Kelas, Seraphina tidak melihat orang itu.


Ini aneh.


Atau....


Dirinya juga tidak tahu apa yang terjadi.


Apakah dia takut kalau Identitasnya terbongkar makanya dia tidak ke Sekolah?


Memikirkan ini saja membuat dirinya pusing.


Dirinya juga belum cerita hal ini ke Ciel, Touma begitu lengket dari kemarin, sangat susah mencari waktu untuk hanya berdua dengan Ciel.


"Seraphina? Kenapa kamu melamun dari tadi?"


"Eh? Tidak ada,"


"Apakah karena Penculikan itu? Apa kamu melihat sesuatu yang aneh saat penculikan?"


"Ti... Tidak, aku tidak tahu bagaimana para penculik itu...."


"Ah begitu."


Disini Lucifer sedikit lega melihat jika Seraphina tidak tahu soal insiden Para Werewolf itu, dan lagi dirinya juga sudah membereskan mereka, tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan soal mereka, tapi ini masalah lain yaitu Vampir.


Ya, bagaimana Seraphina bisa bebas?


Memikirkan lagi kalau sebenarnya Vampir jelas berada dipihak musuh besarnya, membuat Lucifer cemas, apalagi Demitri berhasil melarikan diri dan belum ketemu sampai sekarang.


Bagaimana kalau-kalau Seraphina harus terlibat?


Dirinya harus menjaga Seraphina tetap aman.


Disini Lucifer mulai memiliki sebuah ide, dia lalu pergi sebentar untuk menelepon seseorang.


####


Hal mengejutkan yang Seraphina ketahui ketika pulang Ke Apartemennya adalah, bagaimana dirinya memiliki tetangga baru.


Melihat kearah pintu sebelah, beberapa tukang pengantar barang sepertinya sedang mengirimkan barang-barang milik penghuni baru.


Sebelumnya, kamar disebelah memang kosong.


Jadi ini membuat Seraphina bertanya-tanya dan penasaran soal penghuni baru ini.


Namun yang mengejutkan, seseorang yang baru saja keluar dari kamar sebelah.


Disana terlihat wajah yang familiar, dia sedang mengintruksikan para pengantar barang untuk bisa segera pergi karena semua sudah beres.


Melihat itu, Seraphina lalu datang mendekati Touma dengan ekpersi kaget.

__ADS_1


"Touma?"


"Hai, Seraphina! Ini adalah sebuah kejutan!"


"Kamu pindah?"


"Ya, tentu saja aku Khawatir denganmu, bagaimana kalau kamu diculik lagi? Dan lagi kamu tinggal sendiri bukan? Advance City tidak aman,"


"Kamu tidak perlu berlebihan,"


"Berlebihan apa? Aku khawatir padamu,"


"Ayolah, aku bukan anak kecil yang perlu dijaga oke?"


Disini, Lucifer lalu menarik Seraphina ke Apartemennya yang baru, dan menutup pintu.


"Tentu saja, kamu bukan anak kecil, ini hanya alasan agar aku bisa lebih dekat dengan Kekasihku," bisiknya dengan manis ditelinga Seraphina.


"Touma kamu...."


Sebelum Seraphina lebih banyak bereaksi, Touma sudah mencium kecil pipi Seraphina.


"Apa sayangku?"


"Kamu nakal!"


"Memang, kamu baru tahu kalau aku seperti ini? Dengan aku tinggal disini, akan lebih mudah menyelingi ke Kamarmu, Ah~"


Mendengar godaan Touma membuat Seraphina sedikit memerah.


Malam itu mereka menikmati makan malam bersama di Apartemen Baru Touma, menikmati masa-masa indah mereka berdua.


Keduanya sama-sama mencoba ingin melupakan kekhawatiran masing-masing, dan memutuskan untuk menikmati hari-hari damai ini.


'Hmm, Touma tidak mungkin Iblis. Touma manusia, Aku harus yakin akan hal itu, lagipula Aku tidak merasakan hawa dan sihir Iblis dari Touma... Lebih seperti ini adalah sesuatu yang lebih nyaman... Sangat hangat ketika bersamanya, entah kenapa sihir cahayaku sedikit lebih pulih ketika bersamanya,'


Itulah yang saat ini dipikiran oleh Seraphina.


Sejak kemarin, sihir cahayanya benar-benar seperti menghilang, namun bersama dengan Touma entah kenapa sihir cahayanya perlahan-lahan pulih.


Kembangkan Fallen Angel, mereka adalah pengendali Cahaya dan Kegelapan yang cukup baik.


Bisa menyeimbangkan Sihir yang bertolak belakang itu, hanya mereka yang bisa, karena sebenarnya jika sihir cahaya dan kegelapan bersentuhan, dua sihir itu menolak satu sama lain.


Ketika mereka kehilangan cahaya mereka setelah di Usir dari Heaven, mereka berada di Underworld yang penuh dengan Sihir Gelap, itu membuat beberapa Fallen Angel hampir gila hanya berada ditempat yang penuh sihir gelap.


Itu adalah sebuah cerita yang panjang.


"Apakah makananmu enak?" Tanya Lucifer sambil menyuapi Seraphinanya dengan udang goreng.


"Ini, enak. Masakanmu sungguh enak, apakah kamu sering mengoda gadis-gadis diluar sana dengan trik ini?"


"Trik apa? Kamu tahu? Aku hanya memasak untukmu,"


"Apa? Kamu benar-benar sangat suka mengoda,"


Keduanya saling tertawa, dan saling pandang.


"Aku juga memiliki salad buah, mau?"


"Boleh,"


Disini, Touma lalu mengabilkan salad buah di kulkas.


Seraphina menatap salad buah yang terlihat menyegarkan itu.


Dia menunggu Touma membukanya dan menyuapinya, namun Touma malah mengodanya, dan memasukan salah itu kedalam mulutnya sendiri.


"Hmm, ini enak."


"Kamu tidak membiarkanku mencobanya?"


"Tentu saja aku akan membiarkan mu mencobanya,"


Disini, lalu Touma mengambil sepotong stroberi dengan sumpit, mengarahkannya ke Seraphina, namun ketika satu centimeter didepan Seraphina, dia langsung memasukan kemulutnya sendiri.


"Touma!!" Respon Seraphina lagi-lagi kesal.

__ADS_1


Namun sebelum dia bisa bereaksi, Touma menarik Seraphina kearahnya, menempelkan bibir mereka, memasukan stroberi di mulutnya ke mulut Seraphina.


"Enak?"


Goda Lucifer setelah melepaskan bibir Seraphina.


Muka Seraphina sekarang memerah, dia lalu mengabil bantal disampaignya dan melemparkannya pada Touma.


"Touma kamu..


"Iya, sayangku...."


Suasana disana benar-benar sangat harmonis.


####


Disisi lainnya, malam itu disekolah, disalah satu sudut Sekolah, terlihat beberapa orang tengah terlibat perkelahian.


"Hah, Eric jadi kamu bersembunyi disini...."


"Kamu..."


Eric menatap kaget pada seseorang berpakaian serba putih didepannya.


Ini adalah Ilmuan yang membantunya mengembangkan Kekuatan Espernya sampai saat ini.


Dia masih mengejar dirinya saat ini untuk percobaan level 7 walaupun dirinya menolak, itulah alasannya dirinya bersembunyi disini.


Orang itu entah bagaimana bisa membuat dirinya tidak bisa mengunakan Kekutannya dengan leluasa.


Sebuah pukulan tiba mengenai Perut Eric.


Itu adalah pukulan dari seorang Pria yang berada disamping pria berpakaian serba putih itu.


"Jadi ini sosok yang digembor-gembirkan sebagai Esper yang terkuat?"


"Ya, Tuan Demitri. Terimakasih telah membantuku menangkapnya,"


"Tapi dia tidak sekuat yang aku kira," kata Demitri dengan angkuh, saat ini dia mengunakan wujud manusianya, namun perlahan dia menunjukan mode Vampirnya, tangannya yang mencengkram leher Eric, kuku-kukunya menjadi lebih panjang, matanya berwarna merah, menatap pemuda didepannya.


Memikirkannya, betapa jiwa didepannya ini sangat kaya dan menarik, sangat lezat...


Gigi-gigi taring mulai keluar....


"Aku memikirkannya, jika aku memakannya bukanlah ini menjadi hal yang lebih gampang?"


"Ukhhh.... Lepaskan!!" Teriak Eric marah, dia berusaha untuk lepas dari cengkeraman orang itu, berusaha mengunakan kekuatannya namun gagal.


"Tempat ini sudah menjadi Medan anti Kekuatan Esper, jadi percuma kamu melawan," kata ilmuwan itu dengan dingin.


Disini Eric menatap kaget pada pemuda yang mencengkramnya.


Dia....


Dia jelas bukan manusia....


"Hah! Pemimpin Advance City tidak akan membiarkan kalian!"


Ketika mereka tengah berseteru disana, tiba-tiba serangan meteor api hitam mengarah kearah mereka.


Itu membuat Demitri kaget, lalu dia menatap kearah serangan itu.


Disana, ada sesosok Iblis dengan sayap-sayap hitamnya.


Ini adalah sosok yang dikenalnya.


"Hah... Bukankah ini Pangeran Kecil kita? Ini membuatku bertanya-tanya di Kakakmu?"


"Diam kamu!!"


Demitri mulai tertawa, memikirkan kalau malam ini begitu baik.


Dia akan mendapatkan tangkapan bagus malam ini.


####


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2