
Sore itu, Lucifer masih kebingungan untuk mencari Seraphina.
Dia bahkan sudah mengecek apartemen milik gadis itu, namun tidak juga menemukan tanda-tanda keberadaannya.
Semakin banyak waktu berlalu, semakin cemas lah Lucifer.
Dia lalu mulai menelepon Itsuki agar membantunya mencari Seraphina.
"Itsuki, bantu aku mengecek kamera CCTV disekolah, Seraphina menghilang,"
'Apa? Seraphina hilang lagi? Langkah kakak selalu mengawasi nya?'
"Hanya aku tinggal sebentar tapi tiba-tiba menghilang begitu saja bagaimana aku tahu dia pergi ke mana. Ini benar-benar membuatku cemas. Aku takut kalau dia sampai diculik salah satu musuh-musuh ku kamu tahu bukan musuhku memiliki banyak musuh?"
'Baik, Kak aku akan mencoba memeriksa semua kamera CCTV,'
Tanpa banyak bertanya, Itsuki mematuhi perintah Kakaknya.
Walaupun sekarang, sejak kejadian hari itu, Itsuki tahu kalau Kakaknya ini mata bukan benar-benar saudaranya tapi untuknya, Touma tetap Kakaknya.
Kakaknya sudah menceritakan beberapa hal soal dirinya yang perlu diungkap dari itu namun dirinya juga belum terlalu menanyakan detailnya.
Yang membuatnya paling terkecil adalah sampai jika Kakaknya Touma ini sebenarnya bukan Iblis, namun merupakan seorang 'Fallen Angel,'.
Yang itu artinya, Kakaknya sebelumnya nah menjadi seorang malaikat di Heaven.
Sebuah fakta yang bahkan tidak bisa Itsuki terima pada awalnya.
Malaikat yang terjatuh karena berbuat dosa....
Hari-hari seperti apa yang kakak alami selama ini?
Angel adalah musuh besar Iblis....
Dia yang dibuang di Negeri Para Iblis yaitu Underworld....
Sepertinya Ayahnya juga sangat tahu identitas Kakaknya ini.
Sekarang sedikit masuk akal, kenapa Ayahnya selalu cukup sopan dengan Touma.
Ya...
Nama dia yang sebenarnya adalah Lucifer....
Baik bukanlah saatnya memikirkan hal-hal itu, saat ini dirinya harus fokus untuk mencari keberadaan gadis bernama Seraphina ini.
Walaupun dirinya juga tidak tahu hubungan apa yang gadis itu memiliki dengan kakaknya...
Yang penting sepertinya gadis itu merupakan sosok yang penting untuk kakaknya...
Tapi Seraphina itu, hanya seorang manusia biasa....
Kakaknya Lucifer mungkin menyukai gadis manusia bukan?
Di entahlah kakaknya memang seseorang yang tidak bisa ditebak.
Setelah banyak berpikir, Itsuki lalu pergi menuju ruang pengawas berada.
Hanya bisa berharap, bahwa di sana dirinya akan menemukan sebuah petunjuk tentang keberadaan Seraphina.
Semakin cepat bertemu semakin baik.
####
Dalam kebingungannya mencari orang yang dicintainya itu, Lucifer masih berkeliling sekolah, mencoba lagi mencari semacam petunjuk.
Tidak lama, dirinya mendapatkan telepon.
Mengira ini mungkin kabar baik dari Itsuki, Lucifer mengabil ponselnya, namun itu ternyata adalah telepon dari Azazel.
Menghela nafas kesal, namun pada akhirnya Lucifer mengangkat telepon itu.
"Apa?" tanyanya dengan nada dingin.
__ADS_1
'Aku butuh ban....'
Sebelum Azazel selesai berbicara, Lucifer sudah memotongnya.
"Aku sedang sibuk."
'Ayolah, ini benar-benar situasi mendesak.'
"Kalau ini mendesak kenapa tidak kamu saja yang langsung turun tangan?"
'Aku tidak bisa, karena aku masih harus mengurus 'Dream Maker' yang membuat masalah setelah, Eric menghilang,'
"Eric masih belum ditemukan?"
'Ditengah kekacauan, dia dibawa pergi oleh Ilmuwan gila itu, dan saat ini aku sibuk mengurus dan mendeteksi keberadaan orang sialan itu, ini benar-benar hal buruk. Jadi saat ini aku butuh bantuanmu,'
"Aku juga sedang sibuk mencari seseorang yang penting sekarang. Dia barusan hilang,"
'Aku memiliki semua kamera Nano Chip di seluruh Advance City, kecuali penculiknya sangat Profesional atau Esper Tipe Elektromaster, tidak ada yang bisa lolos dari jangkauan kameraku,'
Mendengar itu, Lucifer menjadi marah juga,
"Kenapa kamu tidak pernah bilang memiliki hal-hal berguna seperti itu?"
'Walaupun aku bilang alat itu ada diseluruh kota, namun beberapa orang menyebalkan selalu membuat masalah dan kerusakan dengan alat-alat itu,'
"Jadi kamera-kameramu itu tidak berguna?"
'Ini mungkin memberikan petunjuk untuk menemukan temanmu yang hilang itu,'
"Aku memikirkannya, kamu bahkan tidak bisa menemukan Eric? Mau membantuku mencari temanku?" Kata Lucifer dengan tidak percaya.
Azazel dibalik layar itu, merasa kata-katanya Lucifer benar-benar tepat sasaran.
Sial...
Yang dikatakannya benar.
'Tapi setidaknya, dia tidak akan pernah bisa keluar dari kota ini,'
"Bagaimana kamu yakin?"
'Pokokknya keamanan kota ini cukup baik, mungkin cukup mudah masuk, namun tidak untuk pergi keluar. Jadi masukan kamu membantuku sedikit? Aku akan membantumu menemukan orang yang kamu cari,'
"Kamu berani memerintah ku?"
'Tidak, tidak. Bahkan walaupun kamu tidak membantu, aku akan tetap membantu Tuan untuk mencari orang itu, jadi bagaimana dengan ciri-cirinya?'
"Aku akan mengirimkan rinciannya lewat email beserta fotonya,"
Ketika mereka berdua sedang mengobrol, Langit tiba-tiba berubah warna menjadi gelap.
Dari arah jauh, terdegar sebuah ledakan besar di daerah pegunungan pinggiran kota.
Saking besarnya ledakan, itu sampai ke penjuru kota kecil ini.
Ledakan energi besar muncul, bersama langit yang semakin gelap, seolah ada konsentrasi sihir besar yang terkumpul dilangit malam.
Lucifer merasakan ada energi besar dari arah pengunungan di ujung sana, perlahan melihat kelangit, dirinya melihat pola yang familiar.
Lucifer yang kaget hampir menjatuhkan ponselnya.
Ini adalah salah satu jenis sihir dari 'Great Magic' milik seorang Angel level Atas, harusnya hanya seorang Archangel yang bisa mengunakan jenis sihir ini.
Sihir penghancur, 'Destroyer Light'.
Ini disebut cahaya kehacuran karena daya serang nya yang luas dan mematikan.
Dimasalalu, sihir ini terkadang akan digunakan untuk menyapu bersih pasukan Iblis saat perang, namun karena daya serangnya yang menantikan dan luas, yang bahkan bisa melukai pasukan Angel, sihir ini dilarang untuk digunakan.
Lebih banyak kerugian yang didapatkan dari pada keuntungannya.
"Sial, kamu lihat itu Azazel? Apa-apa dengan lingkaran sihir dilangit itu? Apakah itu berniat meratakan sebagian kota atau sesuatu?"
__ADS_1
'Itu masalah yang aku maksud....'
"Sial, apa Para Angel itu sekarang tahu kalau Advance City ini milik Kami pada Fallen Angel? Jadi mereka membuat masalah dan ingin menghancurkan tempat ini! Sampai-sampai mengirimkan Angel level atas kesini,"
'Seharusnya mereka tidak.'
"Terus apa-apa dengan lingkaran sihir diatas itu?"
'Aku juga mana tahu!! Tiba-tiba ada keributan seperti itu!! Sepertinya melihat dari Kamera yang aku pasang, ada seorang Angel yang mengamuk,'
"Sial, kenapa disaat seperti ini? Bagaimana jika orang yang aku cari ternyata berada disalah satu tempat disekitar lingkaran sihir berbahaya itu?"
'Itulah kenapa aku meminta bantuan mu. Ini ulah Angel Level atas, paling tidak Angel bersayap 10 keatas, anak buahku di sini saat ini tidak bisa mengatasi ini, Pasukan Fallen Angel kami yang kuat, semua ada di Underworld, dan hanya kamu yang tersisa,'
Sambil mengelap nafas dengan kesal, Lucifer akhirnya membuat keputusan dan menjawab,
"Kotamu ini, benar-benar bermasalah sekali bukan? Sungguh bagaimana kerjamu,"
'Sebelumnya tidak ada masalah seperti itu sebelum kamu kesana....'
"Kamu mau bilang aku pembawa sial atau sesuatu, hah?" Kata Lucifer dengan penuh emosi.
'Mana berani aku berkata begitu,'
"Sudah lupakan, kirimkan kordinat sumber sihirnya padaku."
'Ya.'
Dengan itu, sebelum Lucifer kembali mencari Seraphina, dirinya harus menghentikan sumber bencana sihir ini, atau mungkin Seraphinanya bisa saja terjebak dalam hal ini.
Sungguh merepotkan sekali.
Setelah menerima peta lokasi, Lucifer segera mengeluarkan sayap-sayapnya Iblisnya, lalu terbang dengan kecepatan tinggi menuju sumber masalah.
Karena terburu-buru, dia bahkan sempat lupa memakai topengnya.
Namun hal yang dia lihat ketikan sampai disana adalah kekacauan.
Sesuatu yang awalnya sebuah pegunungan itu, sekarang hanya sekedar tanah rata yang berantakan.
Menatap diantara Kekacauan ini, Lucifer semakin pusing.
Ketika dirinya menatap kesana, dia melihat seseorang yang familiar.
Tatapan Ciel bertemu dengan Lucifer.
Dua orang itu saling menatap kaget.
"Touma....."
"Ciel kamu...."
Namun sebelum Lucifer dan Ciel saling bertukar sapa, sebuah sihir hujan panah cahaya mendatangi mereka.
Lucifer dengan mudah menghalanginya dengan Prisainya.
Dibalik kekacauan dan debu disekitar mereka, akhirnya Lucifer melihat sedikit kearah sumber serangan.
Seorang malaikat berambut pirang panjang disana, dengan tatapan kosong dan sepuluh sayap putih miliknya, dan halo diatas kepalanya.
Wajah yang familiar....
"Tidak mungkin.... Seraphina...."
Itu sangat mengejutkan....
Lucifer tidak akan pernah berpikir kalau gadis yang dicintainya adalah Angel yang paling dibencinya....
Bagaimana ini mungkin?
####
Bersambung
__ADS_1