My Beloved Devil

My Beloved Devil
Chapter 30: Perasaan Rumit


__ADS_3

"Apakah kamu bercanda?" Kata Seraphina dengan nada tidak percaya dengan apa yang barusan didengar nya.


"Ini benar-benar tidak lucu," kata Seraphina lagi.


Namun gadis itu mendapatkan jawaban yang tidak dirinya duga.


"Aku tidak bercanda, aku serius."


Wajah tenang dan sorot mata merahnya yang menunjukkan keseriusan itu membuat Seraphina sedikit bergetar.


Dirinya tidak tahu harus bersikap seperti apa....


Terutama dihadapan orang ini...


Wajah yang terkandang bisa membuat tersipu dan tergoda untuk melakukan hal-hal terlarang...


Seorang Pemuda aneh yang sampai saat ini Seraphina masih tidak mengerti...


Seorang pemuda yang membuat dirinya berdebar-debar...


"Jadi apakah kamu menyukai ku?" Tanya Seraphina lagi.


"Ya, aku menyukaimu."


"Apa yang kamu suka dariku?"


"Apakah menyukai seseorang butuh sebuah alasan? Ini adalah pertama kalinya aku menyukai seseorang seperti ini, aku juga tidak mengerti... Aku merasa sangat marah dan kesal ketika melihat kamu dengan laki-laki lain, aku ingin memelukmu, aku ingin memilikimu dan menjadikanmu milikku seorang...."


Lalu, Lucifer mulai berbisik di telinga Seraphina, "Aku juga ingin mencium mu lebih banyak,"


Mendengar jawaban yang terlihat polos dan jujur juga sedikit mengodanya itu membuat Seraphina tidak tahu harus merespon seperti apa.


Dirinya tahu, ini adalah perasaan yang salah...


Dirinya tidak boleh seperti ini...


Dirinya juga tidak akan lama di Dunia Manusia.


Dirinya adalah seorang Angel, sesuatu yang seharusnya tidak bersama dengan manusia...


Suatu Mahluk yang mendekati keabadian....


Serphina hanya bisa memalingkan wajahnya lalu menjawab,


"Tapi... Aku tidak bisa..."


Mendengarkan jawaban yang tidak pernah Lucifer duga itu, dia kembali bertanya,


"Kenapa? Apakah ada orang lain yang kamu suka?"


"Tidak.... Hanya saja...."


"Kenapa?"


Disini, Lucifer tidak mengerti.


Ya, itu karena dirinya tidak pernah ditolak sebelumnya, ah bukan berati dirinya pernah menyatakan cinta pada seseorang hanya saja....


Dirinya selalu merasa jika dirinya ingin, dirinya bisa mendapatkan cinta siapapun.


Ah...


Sekarang dirinya ingat...


Itu dulu bukan?


Sebelum dirinya jatuh...

__ADS_1


Sekarang mungkin ini adalah hal yang lain.


Tatapan yang awalnya penuh keseriusan dan harapan itu perlahan menjadi gelap.


Gejolak Emosi yang belum pernah dirinya rasakan....


Jadi begini rasanya ditolak?


Ini sangat menyakitkan...


"Maaf...."


"Ah? Begitu? Aku mengerti."


Disini, Lucifer menjauhkan dirinya dari Seraphina.


Seraphina yang mendengar kata-kata penuh kekecewaan itu merasa hatinya juga tidak nyaman.


Ketika dirinya mulai menatap kearah Touma lagi, dirinya bisa melihat tatapan mata merah itu mulai redup penuh kesedihan.


Memikirkan hal ini membuat perasaan Seraphina menjadi begitu rumit.


Sejujurnya dirinya juga tidak tahu harus bagaimana....


Hati kecilnya bilang jika dirinya juga memiliki perasaan yang sama...


Ini aneh....


Perasaan yang juga cukup baru untuk dirinya...


Perasaan cemburu ketika melihatnya Touma dikelilingi banyak gadis lainnya...


Perasaan ini memeluknya...


Dan perasaan berdebar dihatinya ketika tatapan mereka bertemu.


"Baik, lupakan saja apa yang barusan aku katakan. Ini tidak akan merusak pertemanan kita." Kata Touma lagi dengan ekpersi nya yang terlihat datar itu.


Tapi...


Bagaimana....


Apa yang harus dirinya lakukan?


Mereka berbeda...


Terlalu berbeda...


Mereka hidup didunia berbeda...


Dirinya tidak boleh seperti ini...


"Aku hanya berpikir bagaimana kalau kenyataannya... Kita benar-benar berbeda? Mungkin aku bukan Seraphina yang kamu tahu..."


"Ya itu mungkin saja. Terus kenapa? Itu mungkin tidak akan merubah perasaan ku padamu. Aku merasa tidak ada yang salah dengan cinta ku padamu..."


Gadis itu lalu terdiam, masih tidak tahu harus bagaimana.


Namun melihat tatapan mata didepannya...


Melihat tatapan mata penuh kecewa ini dirinya tidak bisa...


Tatapan mata yang selalu membuat dirinya terhipnotis dan tidak bisa memalingkan wajahnya....


"Sudahlah, kamu tidak perlu terlalu memikirkannya."


Disini, Lucifer hendak pergi dan melangkah mendekati arah pintu.

__ADS_1


Masih diruangan yang familiar, tempat kedua kalinya mereka bertemu...


Disituasi yang canggung hari itu..


Sebuah ciuman yang tidak akan pernah Lucifer kira...


Seorang gadis yang entah bagaimana hari itu berhasil menembus penghalang yang dirinya pasang...


Ya...


Namun pada dasarnya mungkin hanya dirinya sendiri yang mengagap kalau itu istimewa, tidak dengan gadis itu.


Perasaan depresi dan frustasi ini benar-benar menyakitkan...


Namun sebelum Lucifer membuka pintu, dirinya ditarik.


Seraphina menarik Lucifer lalu membiarkan pemuda itu berada didepannya, lalu menciumnya.


Disini, Seraphina merasa ya...


Tidak perlu terlalu memikirkan hal-hal rumit...


Masa depan masih jauh...


Setidaknya selama dirinya masih di Dunia Manusia...


Tidak masalah jika dirinya menyukai seseorang...


Ya...


Dirinya juga sangat menginginkan Pemuda didepannya ini untuk menjadi miliknya...


Itu adalah sebuah ciuman penuh kejutan untuk Lucifer.


####


Disisi lain ruangan tertentu, terlihat beberapa orang sedang mengamati beberapa kelas disana.


Ini adalah kombinasi tidak terduga.


"Kalian mau memeriksa kemana lagi? Aku merasa dari awal tidak ada gunanya memeriksa sekolah seperti ini," kata Itsuki dengan kesal, itu juga karena dirinya harus dipisahkan dengan Kakaknya dan harus berkumpul dengan orang-orang aneh ini.


"Aku dari awal disini karena memang tertarik dengan beberapa Misteri disini, mungkin saja aku menemukan beberapa petunjuk soal penculikan itu," kata Ryuki lagi.


Disini, ada seseorang yang tidak tahu apa-apa, lalu bertanya,


"Penculikan apa?" Tanya Eric sedikit penasaran.


Disini, Ryuki lalu menatap Eric disampaignya.


Tatapan mereka bertemu...


"Minggu lalu seseorang menyergapku dan sempat menculik ku..."


"Seorang level 5 seperti mu?"


Disini jelas Eric cukup kaget, karena setahu dirinya, Ryuki adalah Esper level 5 yang paling kuat.


Disini, Ryuki menatap curiga pada Eric, lalu berkata,


"Mungkin Yuuta memang agak bodoh dan tidak ingat namun aku ingat, jangan berpura-pura tidak mengenali ku.... Eric..."


Ketika Ryuki berbicara, dirinya bisa merasakan kalau waktu disekitarnya tiba-tiba berhenti.


"Level 6, Lord Space and Time."


"Owh? Jadi kamu ingat?"

__ADS_1


"Kenapa seorang Esper level 6 seperti mu berada di Sekolah Biasa ini?"


"Tidak bisakah?"


__ADS_2