
Sore itu, Advance City masih ramai seperti biasanya, orang-orang baru mulai pulang dari aktivitas sehari-harinya, beberapa pulang dari kantor, atau beberapa siswa sekolah yang baru saja pulang sekolah.
Namun diantaranya, ada juga beberapa siswa yang pergi untuk hangout bersama teman-temannya.
Disini, disalah satu orang-orang yang sibuk, terlihat dua orang remaja tertentu.
Mereka berada ditaman, masih mengamati kucing kecil yang saat ini bermain-main sebuah batu kecil.
"Kucing ini lucu, lihat? Dia sebenarnya tidak begitu takut padamu, hanya saja dia mungkin pemalu,"
Disini, Lucifer masih mengamati kucing itu, mencoba menyentuh kucing itu, namun kucing itu seperti bermain-main dan menghindari sentuhannya.
"Dia tidak mau aku sentuh,"
Disini, Seraphina mencoba menyentuh kucing itu, dan malah kucing itu jadi begitu manja dan mengelus-elus tangan Seraphina.
"Ini begitu menurut,"
"Aku pikir ini kucing pilih kasih. Dia hanya ingin dibelai oleh seorang gadis cantik. Kucing yang benar-benar pintar,"
Mendengar komentar Touma tiba-tiba itu, membuat Seraphina sedikit memerah karena malu.
"Kamu mulai bicara omong kosong,"
Touma hanya tersenyum menanggapi respon lucu gadis itu.
Dia masih asik mengamati kucing itu yang saat ini menjilati jari Seraphina.
"Aku pikir kucing ini lapar," kata Lucifer lagi.
"Benarkah? Ah tapi aku tidak memiliki makanan sekarang,"
"Dari sini aku juga bisa melihat kalau ini adalah kucing liar, jika kita meninggalkan nya mungkin kucing ini hanya akan disini,"
"Aku jadi kasihan dengan kucing ini,"
"Sayang sekali, aku tinggal di Asrama tidak bisa membawa kucing ini kerumah,"
Disini, Seraphina baru saja memiliki sebuah ide.
"Aku kebetulan tidak tinggal di Asrama."
"Kamu ingin memeriharanya?"
__ADS_1
"Aku pikir itu ide yang bagus?"
Dan begitulah, keduanya lalu pergi ketempat Pet Shop, untuk memeriksa kucing itu, juga untuk membuat hal-hal yang dibutuhkan untuk seekor kucing.
Disini, Seraphina tentu saja tidak tahu apa-apa soal ini.
Semua ini jelas ide Lucifer, dirinya kira awalnya hanya sekedar membawa kucing itu ke rumah dan memberikannya makan, namun dirinya tidak mengira akan serumit ini.
"Ya, kita harus ke dokter hewan dulu di Pet Shop, untuk melihat apakah kucing ini sehat atau tidak."
Disini, Seraphina tidak tahu apa apanya mengangguk dan mengikuti kemana Touma berjalan.
Disini, Seraphina yang tiba-tiba digandeng tangannya oleh Touma yang terlihat jelas semangat itu menjadi malu sendiri.
Itu, benar, Touma malah yang terlihat paling bersemangat soal ini, seolah-olah dirinya lah yang akan memelihara kucing itu.
Bahkan saat kucing itu diperiksa oleh dokter, dialah yang paling banyak bertanya pada dokter itu.
Dan sekarang, setelah diperiksa dan akan dimandikan oleh petugas disana, lagi-lagi, dia lalu dia mengandeng Seraphina untuk memasuki toko.
Disana, pertama-tama keduanya memilih makanan untuk kucing kecil.
Di sana ada begitu banyak jenis makanan untuk kucing membuat mereka binggung.
"Belum,"
"Aku juga belum, aku melihat hal-hal seperti ini dari Novel yang aku baca,"
Disana Seraphina lalu tertawa,
"Apakah kamu menganggap sesuatu yang kamu baca di novel merupakan hal yang serius?"
"Tentu saja tidak. Namun beberapa hal bisa dijadikan sebagai beberapa bahan pertimbangan. Aku akan mencari info soal ini di internet."
"Kenapa tidak coba tanya pada penjualnya saja?"
Dan begitulah keduanya, lalu petugas yang di sana untuk membantu memilihkan tentang makanan kucing yang baik untuk kucing kecil.
Setelah masalah makanan selesai, karang keduanya memiliki tempat tidur untuk kucing.
Nah, disini, Touma menyuruh Seraphina untuk memilih mana yang bagus.
"Yang bagus menurutmu yang mana? Yang biru atau yang hitam? Tapi aku pikir yah warna merah muda terlihat lucu," kata gadis itu melihat kebeberapa tempat tidur kucing.
__ADS_1
"Itu terserah kamu memilih yang mana,"
"Aku binggung kamu tahu?"
"Ya, mau bagaimana lagi?"
Disini, begitu banyak barang yang akan dibeli.
Sampai-sampai keduanya lupa hal yang paling penting.
Benar, setelah memilih beberapa barang mereka lupa soal, bagaimana cara membawa semua barang-barang ini ke rumah.
Didepan meja kasir kedua orang itu saling tertawa, melihat kebodohan mereka.
"Ya ampun, aku hampir lupa soal ini," komentar Lucifer.
"Jadi bagaimana ini?"
Namun untungnya, sepertinya toko ini menyediakan jasa pengantaran, jadi mereka berdua tidak perlu memikirkan lagi bagaimana untuk membawa semua ini.
Setelah, Lucifer membayar semuanya dengan Kartu hitam yang dibawanya, mereka berdua segera keluar dari sana dan kembali mengambil kucing kecil.
Di sini, Seraphina bisa melihat sikap Touma yang terlihat lucu dari tadi.
Ini benar-benar seperti anak kecil yang baru pertama kalinya dibelikan mainan, dia sangat suka untuk memikirkan soal kucing ini. Senyum polosnya saat melihat kearah kucing kecil itu terlihat sangat murni dan manis.
Seraphina mulai berpikir, walaupun merepotkan untuk menyamar tadi manusia seperti ini, namun ternyata itu bukanlah hal yang buruk.
Dirinya jadi lebih mengenal soal hal-hal baru di luar sana, hal-hal yang belum pernah di cobanya.
Mulai melihara hewan peliharaan yang lucu.
Semua ini merupakan hal yang sangat menyenangkan.
Touma terlihat sangat baik, terasa nyaman untuk berdua dengannya seperti ini.
"Bagaimana untuk namanya?" Tanya Touma disini.
"Aku pikir itu terserah kamu?"
"Aku memiliki selera yang buruk soal nama,"
####
__ADS_1
Bersambung