My Beloved Devil

My Beloved Devil
Chapter 54: Lepas Kendali


__ADS_3

Sore itu, Lucifer pergi ke kelas Seraphina, ini ketika pergi ke sana dia tidak menemukan orang yang dia cari.


Lucifer sungai bertanya pada beberapa siswa.


Salah satu siswa menjawab seadanya,


"Tadi aku melihat dia membuka pesan di tengah jam pelajaran terus, ya langsung izin pergi ke kamar mandi tapi dia tidak pernah kembali."


"Izin ke kamar mandi?"


"aku juga tidak tahu dia pergi terlihat seperti terburu-buru ini lihat akan Tasnya juga masih di sini?"


Kata siswa itu yang kebetulan duduk di samping Seraphina.


"Dia tidak mengatakan sesuatu padamu?"


"Kami memang tidak begitu dekat hanya kebetulan duduk tempat yang sangat jadi begitulah, dia tidak bilang apa-apa dan hanya pergi bergitu saja,"


"Baiklah terima kasih atas informasinya,"


Lucifer terlihat menjadi panik memikirkan kemana keberadaan jadi ke pasalnya bantuannya tidak bisa dihubungi.


"Masa Seraphina di culik lagi? Iya hanya aku tinggal sebentar tapi jadi itu sudah menghilang bagaikan angin,"


Lucifer terlihat kesal, dia berjalan keluar Ruangan dengan terburu-buru.


Disana, dia bertemu dengan Ciel.


"Touma? Ada apa kenapa kamu buru-buru?"


"Seraphina sepertinya menghilang lagi,"


"Apa katamu? bukankah kamu yang menempel dan menjaganya setiap waktu bagaimana dia bisa hilang?"


"Ya, aku tahu dia di mana. tak kebetulan tidak di kelas yang sama dan ketika aku ingin menjemputnya dia tiba-tiba menghilang."


Ciel entah bagaimana sekarang menjadi begitu emosi.


"Ini benar-benar tidak bisa diandalkan lupakan jangan pernah mendekati Seraphina lagi, biar aku yang mengurus dan mencarinya,"


"Apa-apaan sih kamu kenapa kamu begitu menyebalkan!" Kata Lucifer dengan kesal.


"Kamu yang menyebalkan kamu seharusnya tidak bersama dengan Seraphina. Kamu dan dia tidak cocok satu sama lain, kalian bersama hanya membuat masalah. Harusnya jika Seraphina tidak ngotot untuk tetap disini, kami berdua akan segera pulang ke rumah, dan Serpihana tidak mungkin hilang seperti ini,"


"Apa maksudmu?"


"Ya, langkah tempat ini berbahaya dan tentu saja setelah melaporkan beberapa kejadian ayah gadis itu menyuruhnya pulang apa lagi?"


"Apa? Dia.. Dia tidak pernah memberitahuku."


"Apa lagi? Bukannya dia tidak sedikitpun percaya pada-mu. Kamu bahkan tidak tahu siapa identitasnya yang sebenarnya,"


"Apa maksudmu?"


"Sudahlah itu tidak penting lagi aku yang akan mencari Seraphina. Kamu sebaiknya tidak lagi dekat-dekat dengannya."


Dengan kata-kata itu, Ciel lalu meninggalkan Lucifer yang terdiam disana sendirian.


"Seraphina akan meninggalkan Advance City? Kenapa dia tidak memberitahuku?"


Memikirkan hal itu membuat Lucifer merasa terguncang.


Memang benar kata Ciel, kalau dirinya tidak tahu apa-apa soal Seraphina.


Gadis itu tidak banyak bercerita tentang hidupnya, tahu bagaimana dia sebelumnya, sebelum tiba di Advance City...


Dan lupakan soal hal-hal itu, bahkan dirinya sendiri tidak setelah jujur soal identitas dirinya pada Seraphina.


Mari jangan pikirkan itu untuk sekarang, sekarang fokus mencari keberadaan Seraphina.


Degan itu, sore itu Lucifer mengelilingi sekolah mencoba mencari keberadaan Seraphina.


Namun, bahkan sampai malam hari dia belum menemukan jejaknya.


####


Disisi lainnya, Ciel sudah menyiapkan hal-hal seperti pelacak pada tubuh Seraphina, menghindari hal seperti ini terjadi lagi.


Tidak sia-sia mendapatkan sihir pendeteksi pada tubuh gadis itu, juga alat pendeteksi padanya.


Ciel malam itu, setelah mendapatkan sinyal dari pendeteksian, mulai mengikati jejak pendeteksi.


Itu mengarah ke luar Sekolah.


Ciel lalu, mulai terbang dan menuju lokasi yang di tunjuk.


Itu sepertinya arena pegunungan di ujung Advance City, kakak jauh dari perkotaan.


Kenapa Seraphina bisa sampai sejauh itu?


Apakah dia benar-benar diculik?


'Sial aku benar-benar teledor untuk membiarkan dia diculik lagi.' pikir Ciel dengan perasaan cemas.


Ciel lalu terburu-buru menuju tempat lokasi keberadaan Seraphina.


Dirinya hanya bisa berharap semoga Seraphina baik-baik saja sekarang.


Memang sebaiknya mereka berdua segera pergi dari Advance City ini.


Tempat ini masih terlalu berbahaya.


Ciel mulai berpikir, setelah Seraphina ketemu, dirinya akan memaksa gadis itu pulang, apakah dia mau atau tidak.

__ADS_1


Lagipula dirinya juga tidak suka bagaimana Seraphina tetap berada di Advance City demi Touma sialan itu yang bahkan tidak bisa diandalkan untuk melindungi Seraphina.


Ya, lagipula Touma itu hanya manusia biasa, dia bisa melindungi Seraphina?


Hanya hal-hal buruk yang terjadi sejak tiba di tempat ini.


sambil terus berpikir yang besar dilakukan hanyalah berdoa agar semua baik-baik saja.


####


Di salah satu rumah mewah di atas pegunungan, dikamar itu, Seraphina sedikit terbangun.


Hal pertama yang dia dengar adalah suara musik yang indah.


Namun tubuhnya begitu sakit dan susah digerakkan, seolah semua energinya disedot.


Ruangan yang indah dan familiar, namun juga tidak begitu familiar.


Dirinya pernah ke tempat ini sebelumnya.


Ini adalah kamar dari Allen, Kakak Kelasnya.


"Kamu sudah bangun?"


Mendengar suara maskulin itu, membuat Seraphina tersadar tentang apa yang barusan terjadi.


"Kamu!! Kenapa kamu membawaku kesini?" Kata Seraphina panik sambil menunjuk kearah Allen.


Musik berhenti, kemudian Allen mulai mendekati ke arah gadis itu.


"Tentu saja untuk membuat kamu menjadi milikku,"


"Ukhhh.... Kamu!! Jangan mendekat!! Siapa yang ingin menjadi milikmu? Sudah bilang sebelumnya jika aku sudah memiliki seorang Kekasih."


"Apa yang bagus dari orang itu? Bukankah aku lebih baik dari nya?"


"Kamu tidak akan pernah mengerti!! Kakak segera melepaskan ku dan aku akan melupakan semua kejadian ini,"


Allen mendekati Seraphina, lalu mencengkeram tangan Seraphina, mencegah gadis itu pergi.


"Bagaimana jika aku tidak akan melepaskanmu?"


"Aku akan melawan!"


"Owh? Apakah kamu bisa melawan?"


Saat ini, sebuah tali yang terbuat dari darah muncul, mengikat dua kaki dan tangan gadis itu.


"Kamu... Kamu bukan Manusia!"


Kata Seraphina dengan kaget.


"Memang aku bukan manusia." Kata Allen sambil tersenyum.


"Owh, jadi kamu tahu tentang keberadaan kami?" Tanya Allen penasaran.


"Kalian yang membuat kekacauan malam itu di sekolah bukan?"


"Ah kejadian itu? Itu adalah ulah Pamanku, aku tidak ada hubungannya dengan sikapnya yang suka membuat masalah itu lagipula aku tidak suka membuat masalah. Menikmati hidup damai di kota ini."


"Kalau begitu kenapa kamu menculik ku?"


"Bukankah aku sudah mengatakan padamu tujuanku sejak awal?"


"Aku tidak mengerti!!"


Allen lalu mendekatkan tangan Seraphina kebibirnya, mengigit tangan itu dengan ringan sampai darah keluar.


"Aw....."


Seraphina merasa kesakitan ketika darahnya mulai di hisap.


"Kamu.... Apa yang kamu lakukan!!! Akhhh...."


Bahkan tanpa Seraphina bisa melawan, Allen lalu mengigit tangannya sendiri, memadukan darahnya sendiri kemulutnya, lalu mencium Seraphina memaksa gadis itu untuk meminum darahnya.


Ini adalah cara untuk merubah manusia menjadi Vampir.


Hanya seorang Vampir darah murni sepertinya yang bisa melakukannya.


Sesuatu yang membuat Seraphina akan menjadi miliknya.


Namun hal-hal terjadi tidak seperti yang Allen harapkan.


Disana, ditempat tidur Seraphina mengerang kesakitan setelah meminum darah itu.


Tatapan matanya berubah menjadi kosong, beberapa cahaya kilat menyebar dari sekelilingnya, membuat Allen yang berniat mendekatinya tiba-tiba terpental.


"Ini... Apa yang terjadi?"


Allen merasa binggung dengan perubahan dari Seraphina.


Di tengah-tengah ruangan itu saat ini, Seraphina melayang di udara, dengan hallo diatasi kepalanya, dan sayap-sayap putih malaikat muncul satu demi satu, bersama teriakan menyakitkan Serphina.


"Akhhhhh....."


Dua sayap malaikat muncul...


Empat Sayap Malaikat muncul...


Seiring sayap yang mucul, Seraphina mengeluarkan sihir cahaya yang luar bias merusak membuat kamar itu roboh.


Terjadi ledakan besar, membuat Allen terpental jauh.

__ADS_1


Allen dari jauh menatap Seraphina melayang dan terbang di langit.


Itu adalah sosok Malaikat yang memiliki sepuluh sayap sekarang, menatap kosong kearahnya.


""


Puluhan panah cahaya muncul, dan berkat ledakan vampir dalam dalam rumah juga dari korban, menatap heran tentang apa yang terjadi.


Allen lah yang paling syok...


"Jadi.... Seraphina adalah seorang Angel? Sekarang semuanya masuk akal kenapa jiwa miliknya sangat...."


Seraphina saat ini tengah lepas kendali berkat sihir cahaya miliknya tercemar oleh sihir kegelapan.


Seraphina terlahir dari Pohon Kehidupan...


Namun tidak begitu sempurna, dia terlahir dengan sepuluh sayap malaikat dan sihir cahaya yang tidak terkendali Itulah kenapa Kekuatannya disegel.


Hal-hal yang Allen lakukan membuat segel rusak, membuat guncangan hebat pada sihir cahaya murni dalam tubuh Seraphina.


Beberapa Vampir mencoba menghentikan Kekacauan itu, film rekap mendekat mereka sudah dimusnahkan dengan panah cahaya.


Allen cukup kewalahan, Allen mulai terbang mengeluarkan delapan sayap Iblisnya.


Memang, dirinya sadar...


Angel dengan sepuluh sayap akan lebih merepotkan...


Pernah menyangka hal-hal akan berubah menjadi seperti ini....


Seraphina mulai melayang dan terbang.


Sekarang gelombang cahaya yang berkumpul di sekitarnya seolah dengan membuat sebuah kumpulan serangan hebat.


"Gawat... Ini salah satu jurus Angel yang paling mematikan... 'Star Strom' ini adalah badai cahaya yang hanya bisa dibuat oleh Angel kelas atas, jangkauan serangannya sangat buruk.... Apakan dia berniat menghancurkan seluruh pegunungan ini?" Kata Allen dengan cemas.


Allen ingin mencoba menghentikan Serpihana.


"Seraphina!! Sadarlah!!"


Namun suaranya tidak mencapai pada gadis itu.


Ketika Ciel sampai di lokasi, yang dirinya lihat adalah Seraphina yang mengamuk dengan ke sepuluh sayap malaikatnya, yang sedikit berkelap-kelip dan terkadang sebelah sayapnya berbuah menjadi hitam.


"Ini.... Bagaimana Sihir Serpihana bisa lepas kendali...."


DUARRRRR


Sihir cahaya tingkat tinggi terjadi, menghancurkan seluruh pengunungan itu, tidak memandang siapa lawan siapa teman.


Serangan luar biasa yang lepas kendali.


Ciel berhasil terbang menghindar, tapi Allen yang dekat dengan Seraphina terlempar dari terluka cukup parah berkat ledakan itu.


Namun ditengah-tengah itu, Seraphina masih meluncurkan seraganya, sekarang sebuah tombak raksasa muncul.


Entah kearah mana tombak itu.


Menuju kearah kota di dekat pegunungan...


Ciel berhasil merespon, dan membuat Prisai untuk menahan tombak cahaya itu.


Prisai miliknya hampir runtuh ketika Tombak cahaya besar itu menembusnya.


Ciel mulai memuntahkan darah karena mengunakan terlalu banyak kekuatan sihir.


"Ini.... Bagaimana ini... Dengan kemampuanku... Aku mungkin tidak bisa menghentikan Seraphina yang lepas kendali..... Bagaimana ini......"


Semua menjadi kacau, dan Ciel menjadi binggung sendiri, akan gawat jika Serpihana terus mengamuk, akan membuat kerusakan akan yang cukup banyak.


Beruntung saat ini berada di pegunungan yang angkat jauh dari keramaian sudah ini di tengah-tengah kota.....


Ciel bisa membayangkan apalagi yang mungkin terjadi.....


Disini, Ciel masih binggung apa yang sebenarnya terjadi kenapa sihir Seraphina bisa lepas kendali...


Namun melihat Seraphina yang terkadang sayapnya sedikit berbuah menjadi hitam, Ciel sedikit tahu penyebabnya.


Sihirnya tercemar oleh sihir kegelapan....


Ciel pernah membaca ini dalam sebuah buku di Perpustakaan sebelumnya...


Malaikat yang kehilangan Halo miliknya, dan sayapnya yang berubah menjadi hitam....


Itu adalah siksaan paling berat, yang membuat Malaikat kehilangan cahaya miliknya....


Tubuh Angel terbuat dari Cahaya namun dipaksa menerima sihir gelap....


Malaikat yang tercemar...


Tidak begitu jelas soal hal itu dalam buku, namun sepertinya pernah terjadi....


Angel yang tercemar karena melakukan banyak dosa....


Hukuman terberat bagi Angel yang melanggar peraturan....


Hukuman kejatuhan....


Mereka disebut...


"Fallen Angel....."


####

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2