
Dikamar salah satu ruangan di Asrama siswa, terlihat seorang pemuda berambut pirang sedang menatap kearah layar.
Malam itu, dirinya sempat merekam sebagaian adegan dan gambar Iblis yang bertarung di atas langit.
Dirinya memperbesar gambar itu, menunjukkan wajah seorang pemuda Misterius yang mengenakan sebuah topeng.
Seseorang disana terlihat mengenali di Si Iblis bertopeng Misterius lalu memanggil sesuatu seperti namanya,
"Lucifer?"
Disini, Ciel mulai berpikir, dirinya sepertinya pernah mendengar nama ini sebelumnya.
Ini seperti nama yang cukup familiar...
Atau mungkin hanya perasaannya saja?
Dirinya memang sangat suka hal-hal misteri dan sebuah teka-teki,.
Dirinya suka membaca buku-buku tentang sejarah di dunia manusia maupun catatan di Heaven, dirinya akan terkadang berkunjung ke Perpustakaan Besar di Heaven yang menyimpan segala bentuk Informasi dan data-data sejarah.
Disana ada berbagai tingkat informasi yang dirahasiakan.
Dari beberapa Informasi rahasia itu, tentu saja dirinya selalu penasarannya akan buku-buku itu.
Rasa penasaran yang muncul membuat dirinya pernah diam-diam menyelinap ke Perpustakaan dengan kartu khusus milik Ayahnya yang merupakan Archangel, menyusup mencari bagian terdalam dari Perpustakaan.
Namun apa yang dirinya temukan?
Itu adalah sebuah buku dengan sampul berwarna emas, terlihat mewah namun sayangnya sudah sangat tua, dan sepertinya sudah lama tidak dibuka, ditutup dengan beberapa debu disana, berada disudut paling terpencil di perpustakaan rahasia.
Karena penasaran, dirinya mengintip sedikit isi buku itu.
Isinya adalah sebuah kisah tidak masuk akal.
Ciel masih mengigat sedikit baris pertama dari paragraf dibuku itu.
'Ini adalah kisah tentang, Dia yang adalah sesosok yang melambangkan keindahan, Malaikat paling indah dalam sejarah.
Dia memiliki ketigabelas sayap putihnya yang indah melambangkan seberapa kuatnya dia.
Dia adalah Malaikat yang sangat dicintai dan dipuja.
Dia memiliki segalanya...
Keindahan...
Kekuatan...
Kekuasaan...
Dan dia yang paling dicintai Surga...
Sang Bintang Fajar yang di puja-puja dengan segala keagungannya....
Archangel Lucifer.'
Dirinya merasa aneh saat membaca buku itu, karena dirinya tidak pernah mendengar nama Lucifer saat itu.
Seorang Archangel memang memiliki sebuah buku khusus untuk menceritakan kisahnya yang nantinya akan diwariskan dan dipelajari kisahnya menjadi pembelajaran untuk para Angel Muda.
Semua catatan tentang Archangel terutama bisa dilihat dimanapun diseluruh Heaven. Nama-nama mereka terukir di batu besar Aula utama Heaven.
Kisah-kisah mereka diketahui oleh semua malaikat dan bahkan tersebar pada manusia pengikut Heaven, seperti Kisah Sang Archangel Mikaela, yang dijuluki Sang Juru Selamat.
Dalam buku aneh yang dibacanya itu memiliki judul yang cukup mengejutkan,
Kisah Sang Malaikat Paling Indah, Archangel Lucifer.
Sayang sekali dirinya belum sempat membaca buku itu, karena saat itu Ayahnya datang ke Perpustakaan, yang mengambil buku itu dengan segera.
Dirinya menjadi sangat penasaran dengan nama ini....
Lucifer....
__ADS_1
Siapa itu?
Ayahnya, Sang Archangel Rafael, mengerutkan wajahnya ketika mendengar nama itu.
'Jangan sebut lagi nama itu.'
Kata-kata yang jelas dan padat.
Namun seperti kebanyakan orang, semakin dilarang, akan semakin membuat penasaran.
Itulah yang saat itu Ciel rasakan.
Dirinya mulai melakukan penelusuran soal nama ini, namun memang benar, kalau dirinya tidak menemukan petunjuk apapun soal nama ini, seolah-olah, ada seseorang yang menutup-nutupi soal nama ini.
Namun justru inilah yang membuat dirinya semakin penasaran.
Jika Lucifer ini adalah seorang Archangel, dimanakah keberadaannya?
Kenapa seolah-olah keberadaannya menghilang?
Itu terlalu mencurigakan.
Ditengah-tengah penyelidikannya itu, dirinya kebetulan juga menjadi saat itu diangkat menjadi salah satu Asisten guru di Academy untuk membimbing Para Malaikat Muda.
Disana dirinya menemukan sebuah fakta yang lebih menarik.
Diarena ruang kerja kepala sekolah, ada sebuah ruangan rahasia.
Disana penuh dengan begitu banyak buku, seperti banyak buku pengetahuan penting, dan hasil dari penelitian seseorang.
Disalah satu buku, dirinya menemukan sebuah nama yang juga cukup menarik.
Azazel
Berbeda dengan nama Lucifer sebelumnya yang Misterius dan terlihat keberadaannya dihilangkan. Nama Azazel sebenarnya cukup populer dikalangan pada cendikiawan di Heaven berkat semua mahakarya dan buku-buku serta penelitian sihir miliknya.
Namun Identitasnya, cukup misterius.
Hanya disebutkan bahwa dia adalah seorang malaikat jaman Era Perang, namun tidak diketahui juga soal sejarah atau hal-hal lain soal dirinya.
Dideretan banyak buku disana, dari berbagai pengetahuan soal sihir dan teori ruang dan waktu, juga penelitian dimensi, dirinya menemukan sebuah buku menarik.
Ini terletak di bagian paling tersembunyi disana.
Sebuah buku bersampul hitam kecil.
Dalam buku itu tidak memiliki sampul, namun didalamnya...
Dirinya belum membuka.
Karena saat itu sebelum sempat membacanya dirinya disibukkan dengan hal-hal lainnya dan harus ke Dunia Manusia seperti sekarang.
Saat ini Ciel lalu mengeluarkan buku catatan berwarna hitam itu, lalu membukanya,
Hanya ada beberapa tulisan sepertinya, ini semacam surat wasiat.
Terlihat dari awalannya,
'Jika kamu membaca buku ini, itu berati mungkin semua rencana gagal. Jika semua gagal ada kemungkinan keberadaanku dan Tuanku yang Agung akan dihilangkan dalam sejarah.
Disini, aku menulis untuk mengungkapkan sejarah bahwa kami pernah ada.
Ini adalah Kisah tentang Tuanku yang Agung, Sang Archangel Lucifer.....'
Ketika Ciel sibuk membaca buku itu, isinya merupakan sebuah cerita tentang Perang Besar antara Malaikat dan Iblis di Jaman Kuno.
Arcangel Lucifer, Sang Malaikat Agung Pemimpi Para Archangel saat itu, Sang Panglima garis depan dalam Perang itu.
Fakta yang membuat Ciel cukup tercengang.
Bukankah yang memimpin Perang saat itu adalah Archangel Mikaela?
Di ceritakan kalau Pemimpin Pasukan saat itu adalah Archangel Mikaela, seseorang yang telah membunuh Raja Iblis dan Mengakhiri Perang Besar....
__ADS_1
Sang Juru Selamat....
Pemimpin Archangel sampai saat ini....
Ini....
Ciel menjatuhkan buku yang dipegangnya karena terkejut.
Ketika dia masih gemetar dan tidak mengerti akan apa yang barusan dibacanya, ada suara keributan di luar.
Itu adalah sebuah suara musik yang terdengar cukup aneh ditelinga Ciel.
Musik norak ini membuat Ciel yang awalnya tegang karena membaca buku itu menjadi kehilangan konsentrasi dan mood.
Dirinya bisa menebak ini ulah siapa, ini jelas ulah tetangga sebelah kamarnya.
Tahu sendiri kalau Apartemen sekolah tidak kedap suara namun menyetel musik semacam ini?
Karena kesal, Ciel lalu membuka kamar asramanya, kemudian mengetuk pintu sebelah.
Disana lalu keluar wajah cukup familiar, ya Ciel juga tahu siapa pemilik kamar sebelah, disana adalah Kamar Touma.
Dari sana, dirinya bisa melihat layar laptop yang masih menyala memperlihatkan beberapa gambar anime gadis-gadis muda yang bernyanyi.
Ciel mengeleng-gelengkan kepalanya menatap curiga pada hobi orang didepannya ini.
"Terlalu berisik! Sangat menaggu!"
"Hehe, aku minta maaf, spekernya tiba-tiba, error. Kamu juga jangan terlalu kaku begitu, Ciel. Kenapa tidak menonton beberapa film Animasi bersamaku? Ini cukup menarik," kata Touma sambil merangkul akrab Ciel.
Ciel langsung menepis rangkulan sok akrab ini.
Tumben anak ini sok-sokan akrab?
"Jangan sok akrab denganku. Dan matikan spekernya, jangan keras-keras, itu mengagu konsentrasiku."
"Kamu begitu dingin, tidak baik marah-marah seperti itu, kamu bisa terkena darah tinggi,"
"Berisik!!"
"Ayolah, aku hanya ingin sedikit akrab dengan mu oke? Aku dengar kamu teman Seraphina, jadi teman Seraphina temanku juga,"
"Jauhi dia,"
Wajah cemberut muncul di wajah Lucifer.
"Cih, kamu begitu menyebalkan!!" Disini, Lucifer lalu menutup dengan keras pintu kamarnya, meninggalkan Ciel yang kesal itu didepan pintu.
Ciel tidak habis pikir dengan kelakuan orang ini.
Dia sangat aneh dan sikapnya berubah-ubah.
Sungguh....
Cerminan siswa nakal, memang yang seperti ini tidak bagus untuk dekat-dekat dengan Seraphina.
Namun untuk beberapa alasan, Ciel merasa wajah itu cukup akrab.
Jika sosok Iblis itu menganti topengnya dengan sebuah kacamata, sosok Touma terlihat cukup mirip?
Betuk bibir dan hidung itu tidak bisa disembunyikan, seolah topeng Iblis itu menyembunyikan semacam keindahan yang tidak terpikirkan.
Apakah hanya perasaannya saja?
Disini, Ciel lalu mengetuk pintu lagi, dan Touma yang kesal membuka pintu,
"Apa lagi maumu? Aku sudah mematikan musiknya!"
Tanpa Lucifer duga, tangan Ciel begitu gesit lalu mengambil kacamata tebal yang dipakainya.
Tatapan Ciel bertemu dengan tatapan mata berwarna merah itu.
Untuk beberapa alasan, Ciel juga merasa terteguh sejenak.
__ADS_1
####
Bersambung