
Yang Seraphina rasakan adalah dirinya berada dalam kegelapan kelam sendirian.
Tidak melihat apapun kemanapun dirinya pergi...
Hanya ada ruangan serba gelap....
Tidak ada apa-apa selain dirinya sendiri...
Tidak ada setitik cahaya sedikitpun...
Sejujurnya, hal yang paling Seraphina takuti adalah kegelapan...
Berdasarkan ingatan yang baru saja dirinya dapatkan, dirinya pernah terjebak dalam kegelapan untuk waktu yang tidak di ketahui.
Sebuah ingatan yang terpendam begitu dalam dan terlupakan...
Yang berada di ujung ingatannya...
Ingatan paling menakutkan....
Seolah-olah saat ini kembali kemasa-masa kegelapan yang tidak diketahui itu lagi....
Begitu gelap...
Dan tidak ada siapa-siapa....
Hanya ada dirinya sendiri di kegelapan tanpa batas...
Tidak ada yang tahu, kapan kegelapan itu berakhir...
Tanpa sadar Seraphina meringkuk disana, dan meneteskan air matanya...
Ketika perlahan ingatan lama mulai muncul....
Dulu...
Dulu sekali...
Ditengah kegelapan yang seperti ini...
Kegelapan yang membuatnya putus asa...
Namun kadang-kadang... akan ada sebuah cahaya yang terkandang muncul...
Sebuah suara yang akan menenangkannya...
'Aku penasaran kapan kamu akan terbangun.....'
Lalu sebuah cahaya hangat mulai menghangatkannya dalam kegelapan tanpa batas itu.
Cahaya itu akan muncul tiba-tiba dan akan menghilang tiba-tiba...
Namun cahaya kecil itu akan selalu datang dan meneranginya dalam kegelapan....
Dan sebuah suara akan muncul bersama cahaya itu...
Terkadang suara itu akan mulai bertanya-tanya pada dirinya,
'Hey, apakah kamu akan terbangun? Lihat bahkan yang lebih muda darimu sudah terbangun....'
'Hahaha.... Sudah begitu lama... Aku rasa kamu tidak akan terbangun...'
'Namun tidak apa-apa jika kamu masih ingin tetap disini, aku akan selalu menemanimu....'
Dan terkadang sebuah suara curhatan yang tidak akan pernah dirinya mengerti.
'Hari ini aku mendapatkan sebuah hadiah.... Ini adalah sebuah Pedang yang begitu Indah... Aku ingin kamu juga melihatnya... Namun kurasa itu tidak mungkin?'
'Hari ini, aku melihat banyak orang mati.... Seandainya saja aku lebih kuat, apakah aku bisa menyelamatkan mereka?'
__ADS_1
'Aku berlatih melatih kekuatanku mulai sekarang, lihat aku sudah bisa membuat sihir lebih banyak...'
'Akhirnya aku mencapai keinginanku dan menjadi lebih kuat, mulai sekarang aku akan melindungi semua orang....'
Saat dalam kegelapan panjang kala itu, terkadang Seraphina ingin menjawab dan berbicara dengan cahaya terang itu, namun tidak bisa...
Karena keberadaannya saat itu tidak lebih dari kesadaran semu....
Sebuah keinginan untuk bertemu dengan pemilik cahaya yang begitu indah itu...
Cahaya satu-satunya dari kegelapan yang hanya selalu dirinya lihat...
Satu-satunya hadapan dalam mimpi itu....
'Aku berpikir aku ingin bertemu denganmu, jika aku memberimu lebih banyak sihir, apakah kamu akan terbangun?'
Kemudian, sebuah kehangatan datang pada Seraphina saat itu...
Seolah mengisi kekosongan dalam dirinya....
Sampai entah berapa waktu yang berlalu saat itu....
Sebuah rutinitas yang sama....
Akan ada suara seperti mencoba mengajaknya berbicara...
Lalu memberinya cahaya yang begitu hangat...
Sampai suatu hari ada keputusasaan di sana....
'Hey, aku selalu bertanya tanya kapan semua perang ini berakhir?'
'Aku sangat lelah melihat semua orang mati satu persatu....'
'Aku sudah begitu kuat namun tidak bisa mengakhiri semua ini...'
'Apa harus aku lakukan?'
'Walaupun ini demi menjaga keseimbangan...'
'Aku sudah tidak tahu lagi...'
Namun setelah itu cahaya itu jarang datang lagi, namun begitu datang hanya sesekali mengatakan banyak kata-kata putus asa
Lalu suatu hari ada sebuah kata-kata penuh kemenangan juga keputusan....
'Aku akhirnya bisa menghentikan semua ini... Menyelamatkan semua orang namun kenapa mereka masih membenciku?'
'Mulai bertanya-tanya kenapa mereka takut padaku?'
'Aku pikir aku memiliki segalanya namun sepertinya aku tidak memiliki apapun yang tersisa hanyalah... Aku ada sendirian di sini... Ah tidak, aku masih memilikimu....'
Namun seiring berjalannya waktu cahaya itu mulai lebih sering menghilang....
Sampai suatu hari, suara penuh kegilaan mulai muncul,
'Jika aku mendapatkan segalanya, jika aku menjadi yang terkuat dari yang terkuat, apakah mereka akhirnya akan menerimaku? Lagipula aku juga cukup lelah melihat 'Dia' hanya berada disana menonton.....'
'Aku akan mendapatkan segalanya.... Dan lebih banyak dari yang aku miliki sekarang..... Semuanya akan menjadi milikku... Aku tidak ada lagi yang bisa menentangku di dunia ini.....'
Namun suatu hari suara perpisahan muncul....
'Jika aku gagal hari ini, mungkin aku tidak akan bisa berkunjung lagi... Padahal aku pikir aku ingin bertemu denganmu, ingin melihat bagaimana kamu akan terbangun...'
'Aku hanya bisa berharap.... Kamu akan terbangun suatu saat nanti sebagai seorang malaikat yang cantik dan begitu indah... Yang cinta semua orang... Namun jangan menjadi begitu kuat atau kamu mungkin akan dijauhi dan ditakuti oleh semuanya..... Seperti Aku....'
'Aku berharap kita akan bertemu, jangan pernah lupa, Aku adalah......'
Namun bagian terakhir dari kata-kata itu tidak bisa Seraphina ingat...
__ADS_1
Namun entah kenapa Air mata turun....
Lautan ingatan itu terus berlanjut....
Berikutnya hanya tersisa ingatan soal kegelapan tanpa batas....
Dalam kegelapan tanpa batas dalam ingatan itu, sebuah keinginan selalu muncul...
Untuk bisa bertemu kembali dengan cahaya menyilaukan itu sekali lagi....
Sebuah harapan kecil yang menyinari dunia nya yang terdiri dari kegelapan....
Begitu Seraphina sadar dari lamunan ingatannya itu, dia masih berada didalam kegelapan yang begitu gelap dan menakutkan seperti dalam ingatan itu...
Rasanya sangat menakutkan sendirian dalam kegelapan....
Seperti halnya dalam ingatan itu....
Seraphina mulai menagis sendiri disana.....
Tidak tahu harus bagaimana.....
Begitu takut....
Terlalu mengerikan....
Dan ingatan apa yang barusan dirinya dapatkan?
Ingatan tentang kegelapan tanpa ujung...
Namun dengan ingatan gelap itu ada sebuah cahaya yang entah bagaimana sangat dirinya rindukan....
Sebuah cahaya yang sangat ingin ditemui nya....
Kemudian ketika Seraphina masih menagis dalam kegelapan itu, sebuah suara memanggilnya....
Begitu juga dengan sebuah cahaya yang begitu hangat dan terang....
"Seraphina...... Ayo sadarlah...."
Ada sebuah titik cahaya di sana....
Seraphina lalu berlari mengapai cahaya itu.....
Ini mirip dengan cahaya yang ada dalam ingatan misterius itu....
Cahaya yang sangat hangat dan nyaman....
Seperti sebuah kerinduan mendalam....
Seolah takut cahaya itu akan menghilang tiba-tiba seperti dalam ingatan itu, Seraphina mulai mempercepat larinya....
"Seraphina....."
Seolah ada sebuah tangan hangat yang meraih tangannya dari arah cahaya itu....
Menarik Seraphina dari kegelapan.....
Ketika Seraphina membuka matanya, yang dia lihat adalah wajah tampan yang familiar sedang mencium bibirnya....
Seolah-olah semua kegelapan barusan hancur berkeping-keping dan digantikan dengan cahaya terang didepannya....
'Touma......'
Wajah Kekasihnya muncul...
Orang yang paling dirinya cintai...
__ADS_1
####
Bersambung