
Hari itu, ketika Seraphina sadar dari pingsannya, dia sudah berada di klinik Sekolah, dibawa kesana oleh seorang siswa.
Ketika gadis itu bangun, dirinya tidak begitu ingat apa yang terjadi, yang dirinya ingat, tiba-tiba kepalanya pusing lalu tidak ingat lagi apa yang terjadi.
Ingatan terakhirnya adalah ketika, dirinya tiba-tiba dicium!!!
Astaga!! Dirinya dicium lalu tiba-tiba pingsan?
Ada apa dengan Pangeran Sekolah yang menyebalkan itu?
Akhhh......
"Seraphina, kamu tidak apa-apa?" Kata Ciel yang datang ke Klinik keesokan harinya itu.
"Aku tidak apa-apa, mungkin hanya lelah saja,"
"Ah, kamu membuatku khawatir. Aku dengar kamu pingsan tiba-tiba tadi malam. Apa yang terjadi?"
Disini, Seraphina binggung apa yang harus dirinya katakan.
Tidak mungkin bukan dirinya mengaku kalau seseorang baru saja menciumnya tadi malam?
Dan ciuman itu.....
Memilikirkan ini, perasaan Seraphina cukup rumit.
Ini masih sama-sama sebuah ciuman....
Namun kenapa rasanya begitu berbeda??
Seraphina masih ingat dengan ciuman Pemuda Misterius yang mengaku Malaikat itu.
Itu adalah ciuman sekilas, yang begitu lembut dan penuh kehati-hatian.
Itu hanya sesaat, bahkan tidak bisa benar-benar disebut ciuman, itu hanya kecupan....
Namun rasanya.....
Membuat dirinya berdebar...
Ketika Seraphina lagi-lagi terngelam dalam lamunannya, suara seseorang datang dari pintu Klinik.
"Seraphina, aku dengar kamu pingsan semalam. Ini Tas kamu bukan? Aku membawakannya untukmu,"
Itu adalah suara Touma, namun ekpersi Touma yang awalnya cerita itu mendadak menjadi gelap saat menatap ada Ciel disana.
Tatapan Touma dan Ciel bertemu, ada seperti percikan-percikan tidak terlihat disana.
Sejujurnya Touma merasa tidak nyaman dengan keberadaan Ciel ini.
"Aku tidak apa-apa. Terimakasih Touma, telah membawakan Tasku." Kata Seraphina dengan senyumannya.
####
Hari-hari kemudian berlalu sekali lagi, walaupun Seraphina masih penasaran dengan Pangeran Sekolah, namun sejak hari itu dirinya tidak lagi melihat orang itu.
Apakah itu kemampuan Esper atau sesuatu yang terjadi hari itu, Seraphina segera tidak terlalu memikirkannya, lagipula semua orang-orang disini cukup aneh.
Hari ini kebetulan adalah Festival Sekolah. Sekolah dibuka untuk umum hari ini, dan siswa-siswi membuat beberapa stan di Sekolahnya.
Walaupun ini moving class, namun masih ada kelas pokok bagi siswa-siswi ini.
Kebetulan, kelas Seraphina membuka stand cafe, tapi sayangnya stand ini tidak begitu populer, jadi lumayan sepi.
Disini, Seraphina bertugas untuk mencari pelanggan di depan, dia sudah menawarkan kesana-kemari dengan begitu lelah, namun hanya ada beberapa pelanggan.
Namun tidak beberapa saat, ada rombongan ramai dari Sekolah sebelah. Owh, ini ada beberapa orang yang kebetulan Seraphina kenali.
"Ah, ini stan kelasmu, Seraphina?"
"Rui? Kamu kesini?"
"Iya, kebetulan kelasku bebas." Kata gadis itu sambil tersenyum. Lalu setelah menyapa Seraphina dia mulai mengajak teman-teman untuk masuk.
Ini adalah siswa-siswi dari SMA Elite Y, apalagi Rui merupakan sosok Icon disana, sebagai seorang Level 5, dia yang merekomendasikan tempat stand kelas Seraphina itupun menjadi ramai pengunjung.
Ketika tempat itu ramai, harusnya tugas melelahkan Seraphina selesai, namun siapa yang tahu, teman-teman sekelasnya sudah banyak yang pergi berkeliling Stan, akhirnya sekali lagi, Seraphina dipanggil ke Dapur untuk membantu memasak, belum lagi, dia juga disuruh melayani orang-orang yang datang.
Tidak beberapa lama, rombongan orang-orang itu akhirnya selesai.
Ketika, Seraphina menghela nafas lega, ada seorang siswi disampaignya yang mulai mengeluh,
"Kamu jangan membawa begitu banyak orang, ini benar-benar merepotkan, kamu tahu?"
"A.. aku hanya ingin tempat ini menjadi laku."
"Kamu tahu? Bukan itu yang kelas kita inginkan, kami hanya ingin pergi bersantai. Sekarang aku akan pergi, jadi kamu sebaiknya menjaga stan ini,"
"Itu benar. Kita butuh istirahat, ini semua gara-gara kamu," kata siswi lain menimpali.
Seraphina jadi binggung sendiri sekarang, namun tiba-tiba seseorang datang.
"Hey, bukankah kalian dari tadi mengagur? Aku bisa melihat kalian tidak melakukan apa-apa saat tamu ramai. Hanya berjalan kesana kesini tidak jelas. Sedangkan Seraphina sibuk mengurusi dapur juga melayani orang-orang yang datang,"
Siswi yang ditegur itu lalu menjadi marah,
__ADS_1
"Ini urusan kelas kami, bukan kelasmu!!"
"Tidakkah kamu keterlaluan? Kamu melimpahkan semua tugas berat pada Seraphina,"
"Sudahlah, Touma. Mereka tidak bermaksud begitu,"
"Kamu jangan terlalu baik. Kadang-kadang ada beberapa orang yang tidak tahu diri, yang menyalahgunakan kebaikanmu," kata Touma lagi dengan nada sinis.
Namun sebelum pertengkaran lebih lanjut berlanjut. Ketua Kelas datang dan menengahi, lalu dia menyuruh Seraphina untuk Istirahat dulu. Lagipula sebentar lagi mereka akan mulai menutup stan karena stok makanan sudah mau habis.
####
Festival yang masih begitu ramai itu, Seraphina dan Touma berjalan-jalan berkeliling.
Disini, Touma masih mengeluh pada Seraphina.
"Apakah teman-teman sekelasmu selalu seperti itu?"
"Tidak seperti itu, hanya saja...."
"Terlalu minta tolong terlalu banyak? Kamu terlalu baik, bukan?"
"Aku hanya melakukan apa yang aku bisa."
"Bagaimana kalau yang kamu lakukan itu sia-sia? Bahkan beberapa orang tidak akan terlalu memikirkan perbuatan baikmu itu pada mereka,"
Disini, Seraphina terus berjalan kedepan, lalu melihat beberapa stan penjual Permen Kapas, sambil melihat-lihat, dia kembali menatap kearah Touma.
"Apakah itu penting? Aku hanya ingin berbuat apa yang aku bisa, dan apa yang ingin aku lakukan, apakah itu sampai pada hati orang-orang.... Itu tidak penting bukan?"
"Terus apa gunanya itu kalau perbuatanmu tidak dianggap seperti itu? Bahkan walaupun kamu berusaha keras, orang-orang akan melupakanmu,"
"Tapi mungkin suatu saat perasaanku akan sampai pada orang-orang. Seperti kebaikanmu yang sampai padaku," kata Seraphina sambil tersenyum, lalu lanjut berkata, "Lagipula hal yang baik yang aku lakukan juga diperhatikan oleh kamu, dan itu cukup untukku. Aku tidak butuh pengakuan dari semua orang, hanya dari satu orang sudah cukup,"
"Kamu benar-benar aneh,"
"Apa yang aneh dariku?"
Keduanya lalu saling menatap, dan tertawa, tidak tahu apa yang mereka tertawakan itu, apakah itu percakapan tidak jelas mereka?
Seraphina lalu membeli beberapa camilan, setiap kali dia menemukan sesuatu yang enak, dia akan meminta Touma untuk mencobanya.
"Ini adalah Tanghulu, camilan manis Khas China, buah dengan lapisan caramel. Ini pertama kali aku mencobanya, kamu harus mencobanya juga Touma," kata Seraphina dengan semangatnya sambil mengulurkan buah yang ditusuk itu kebibir Touma, berniat menyuapinya sekali lagi.
Mau tidak mau, Touma mencobanya juga.
Ini juga pertama kalinya dirinya mencoba ini. Ini cukup enak, tidak buruk sama sekali.
Keduanya benar-benar bersenang-senang di Festival, mengujugi berbagi stand disana.
Sampai, ketika mereka ada di ruang pertunjukan, seseorang dari balik panggung terlihat panik.
Itu sepertinya mereka kekurangan orang tiba-tiba untuk memberikan efek-efek Panggung karena yang bertanggung jawab tiba-tiba sakit.
Touma dan Seraphina yang kebetulan lewat, lalu saling pandang.
Touma tahu, apa yang ingin Seraphina lakukan.
Lihat gadis itu terlihat begitu baik dan tanpa pamrih itu mengigatkannya pada kenangan masa lalu.
"Hey, Mikela. Lihat itu ada beberapa manusia yang sepertinya kesulitan saat membawa begitu banyak barang dengan gerobaknya, kenapa kita tidak menolongnya?" Itu adalah kata-kata, Lucifer yang kebetulan sedang patroli dan melihat-lihat dunia manusia kala itu.
"Kita tidak boleh berurusan dengan urusan manusia secara langsung, apalagi menunjukan kekuatan kita pada mereka,"
"Siapa yang ingin menunjukkan Kekuatanku? Lagipula ini hanya masalah sepele,"
"Tapi kamu tidak akan menambah pengikut jika tidak menunjukkan kemampuanmu dan namamu,"
"Siapa yang butuh pengakuan seperti itu? Aku hanya melakukannya ketika aku ingin. Itu terserah pada manusia apakah mereka percaya padaku dan menjadi pengikutku atau tidak,"
Itu adalah kata-kata seorang Malaikat Muda kala itu.
Masih begitu polos, dan tidak tahu pandangan dunia.
Itu hanya hal-hal kecil dan sepele yang kadang dilakukan diwaktu luangnya.
"Hey, Mikaela, aku ingin segera bisa mengendalikan Kekuatanku. Jadi aku bisa melindungi semua orang nantinya,"
"Pfffff tapi kamu sudah begitu kuat, lebih kuat dariku,"
"Tapi aku belum bisa mengendalikannya dengan baik,"
"Baiklah-baiklah, Lucifer. Mari kita berlatih dengan keras, dan suatu saat bisa menjadi Archangel yang hebat yang bisa melindungi semua orang dan membantu banyak orang,"
Itu adalah sebuah janji kecil dari dua orang malaikat muda kala itu.
Kenangan yang begitu lama, kembali terbesit dibenak Lucifer.
Apakah aku sudah mengabil jalan yang begitu salah?
Hey, Mikaela....
Apa hari itu kamu mencoba menghentikanku agar aku tidak menyesal?
Itu adalah sebuah pikiran konyol yang tiba-tiba terbesit dibenar Lucifer.
"Touma, ayo kita bantu mereka!"
Kata-kata Seraphina barusan membuyarkan lamunan Lucifer.
__ADS_1
Serpihan lalu mengandung Lucifer untuk pergi kesana.
Serpihan yang seperti ini benar-benar entah kenapa membuat Lucifer berdebar.
Senyuman yang memikat hatinya.....
####
Tidak terasa, hari sudah malam, setelah membantu pertujukan, Seraphina dan Touma pergi ke atap untuk menikmati Kembang Api.
Disana, akan bisa melihat kembang api festival lebih banyak.
Seraphina yang tidak pernah melihat kembang api dan festival seperti ini begitu bersemangat, dia menarik Lucifer keatap dengan penuh semangat.
Sampai di atap, dia melepaskan tangan Lucifer, lalu mulai berputar-putar disana menikmati udara malam yang segar.
"Malam ini begitu indah bukan?" Kata Seraphina dengan ceria.
"Ya,"
"Touma, responmu terlihat begitu tidak bersemangat sama sekali,"
"Kamu saja yang terlalu bersemangat, itu terlihat jelas di wajahmu,"
Mendengar ini, wajah Seraphina memerah karena malu.
Seraphina baru menyadarinya kalau dirinya dari tadi mengandeng tangan Touma, dan menyeret pemuda itu kemana-mana.
Ini memalukan sekali bukan?
"Lihat wajahmu yang memerah ini, ini terlihat begitu jelas bahkan dikegelapan,"
"Berhentilah mengodaku... Kamu selalu memakai kacamatamu itu, tidak pernah menunjukkan wajahmu, apa-apaan itu,"
Lucifer mulai iseng dan ingin mengodanya lebih banyak.
"Kamu penasaran? Kamu bisa melepaskan kacamataku,"
Sorot wajah antusias terlihat jelas dari Seraphina.
"Benarkah?"
"Ya, kamu bisa melepaskannya jika kamu ingin."
Disana, Seraphina menatap Lucifer, tangannya mulai memegang bingkai kacamata tebal Lucifer.
Perlahan, bingkai kacamata itu terlepas, memperlihatkan wajah Lucifer yang Seraphina kenali.
Ini adalah wajah yang sangat tampan, wajah yang juga sangat familiar....
Sorot mata merah yang terlihat hangat, senyum penuh mengoda dan terlihat licik.
Bulu mata panjang yang indah...
Deg
Bersama dengan bingkai kacamata yang terjatuh kelantai, kembang api mulai bermunculan dilangit malam yang gelap.
Suara kembang api juga terdengar.
Sosok wajah tampan didepannya itu semakin terlihat jelas, terlihat begitu indah diteragi cahaya kelap-kelip kembang api.
Ini....
Ini adalah orang yang sama yang dirinya cium hari itu!!!!
?@#+@&@__#
Jadi....
Dia ternyata Touma?
Akhhhh.....
"Jadi kamu selama ini tahu?" Kata Serpihan yang merasa malu itu.
Hatinya benar-benar berdebar kencang saat ini.
"Bukan aku yang mencium seseorang yang sedang tidur," kata Lucifer sambil tersenyum licik.
Namun senyuman itu masih terlihat sangat memukau dan indah didepan mata Seraphina.
Seraphina benar-benar merasa malu!!!
Lucifer mulai mendekatkan wajahnya, kearah Seraphina.
Jarak mereka bergitu dekat sekarang.
Tatapan mata violet bertemu langsung dengan tatapan mata merah.
Hanya kurang dari 2 centimeter jarak antara bibir mereka.
Diiringi dengan kembang api yang masih berkelap-kelip di langit hitam yang gelap.
Maaf kalau Updatenya lama, 😆😆😆
__ADS_1
Tapi Chapter kali ini cukup panjang, semoga kalian suka.
Ilustrasi Karakter kalau tertarik bisa cek Profilku ya, di Post Trending 😉