My Beloved Devil

My Beloved Devil
Chapter 8: Antara Baik dan Jahat


__ADS_3

Siang itu masih panas, namun diatap gedung tertentu, memiliki udara yang cukup sejuk karena pengaruh angin yang cukup kencang.


Disana bisa menjadi tempat yang pas untuk beristirahat menghilangkan rasa lelah.


Saat ini disana, ada seorang pemuda tertentu yang masih berdiri melamun disana sambil memegangi pipinya yang sedikit memerah itu, karena tamparan dari seorang gadis.


Dia masih belum bisa memahami hal-hal yang baru saja terjadi.


Dirinya barusan ditampar?


Dirinya ditampar dengan menyediakan oleh seorang gadis!!


Ini belum pernah terjadi sebelumnya!!!


Memikirkan gadis aneh bernama Seraphina itu, disini Lucifer diam-diam tertawa.


"Pfffff, gadis itu semakin dilihat semakin menarik saja,"


"Tapi gadis itu ganas juga, tamparannya masih terasa dipipiku."


"Dan ada apa denganku yang tiba-tiba menciumnya tadi? Awalnya aku hanya ingin sedikit mengodanya, namun ah...."


Lucifer terlihat cukup terkejut dengan tindakan Impulsifnya barusan.


Ketika tatapan mereka bertemu, entah kenapa barusan seperti ada gelombang kupu-kupu diperutnya, dan sedikit debaran didadanya.


Dirinya akui, gadis itu cukup cantik.


Namun tidak pada kecantikan yang berlebihan, namun ada sesuatu dari gadis itu yang membuatnya tertarik namun dirinya juga tidak mengerti.


Tatapan mata yang terlihat Familiar, dan warna rambut yang terlihat Familiar.


Namun, jelas dirinya belum pernah bertemu dengan gadis itu sebelumnya.


Ini sungguh aneh, semua hal tentang gadis itu.


Setelah bermonolog disana, Lucifer lalu mulai memakai kembali semua atribut penyamarannya, lalu berjalan turun ke tangga.


####


Ini adalah sore hari, suasana Advance City masih terlihat ramai seperti biasanya, bahkan di Sore hari begini.


Disana, Seraphina berjalan disalah satu jalanan yang ramai disana, berniat untuk pulang ke Apartemen sewaannya.


Yah, walaupun Sekolah tempatnya bersekolah menyediakan Kamar Asrama, namun disana nanti satu Ruangan untuk dua orang, akan sangat merepotkan kalau sampai rahasianya ketahuan, karena dirinya tidak sengaja mengeluarkan sayap-sayap dimalam hari atau sesuatu yang lainnya.


Ketika Seraphina berjalan melewati sebuah taman, dia melihat siluet yang cukup familiar, sedang berdiri dengan aneh didekat suatu pohon di ujung taman.


Seraphina yang penasaranpun mendekati pemuda itu, menyapanya dari belakang.


"Touma? Kenapa kamu disini?" Tanya gadis itu.


Disana, Touma yang sibuk mengamati sesuatu diatas pohon terjolal kaget atas kedatangan Seraphina yang tiba-tiba, dia menoleh lalu menatap gadis itu.


Ini masih gadis yang sama yang menamparnya tadi siang, namun gadis aneh ini bahkan tidak mengenali dirinya saat memakai kacamata seperti ini, huh.


"Ada seekor kucing yang berada diatas pohon. Awalnya aku kebetulan lewat sini, ketika aku mencoba mendekati kucing itu, dia tiba-tiba kaget dan ketakutan, lalu lari dan memanjat pohon itu, sekarang kucing kecil itu terlihat tidak bisa turun dari pohon."


Mendengar penjelasan panjang itu, lalu Seraphina menatap Lucifer dan tertawa.


"Pfffff, kamu bisa menakuti kucing?"


"Apakah aku terlihat menakutkan dimatamu? Dari segi mana aku terlihat menakutkan?"


Disini Lucifer baru saja ingat, kalau dirinya memang akan sedikit memancarkan energi iblis, dan biasanya hewan-hewan akan lebih sensitif, mungkin karena hal itu kucing itu jadi takut padanya.


Bahkan sampai sekarang masih ada beberapa hal yang membuatnya dirinya tidak terbiasa setelah Kejatuhannya, ya mungkin karena memang dirinya sejak kejatuhan, lama tidak keduniaan manusia.


Yah, walaupun itu sudah ratusan tahun berlalu.


Dahulu ketika dirinya masih Malaikat dan kebetulan melihat-lihat Dunia Manusia, ketika bertemu dengan beberapa hewan kecil, mereka akan datang dan mendekat padanya seolah-olah ingin dielus dan dimanajakan.


Makhluk-makhuk kecil itu akan selalu ingin menempel padanya kemanapun dirinya pergi, mengikutinya entah bagaimana.


Tapi lihat sekarang, bahkan dirinya belum menyentuhnya dan hanya lewat namun kucing kecil itu sudah takut padanya.


Apakah seburuk itu ketika dirinya Jatuh?


Memang, sejak Kekuatannya berubah dan dibuang ke Underworld, banyak hal yang terjadi.


Kekuatan yang hanya ada untuk menghancurkan.....


Namun ditengah lamunannya itu, suara Seraphina menyadarkanya.


"Kamu tidak menakutkan. Tidak ada seseorang yang menyakutkan sejak awal, itu mungkin hanya kucingnya kaget saja,"


"Bahkan walaupun itu orang jahat, apakah tetap tidak menakutkan?"

__ADS_1


"Aku selalu percaya, sebenarnya semua orang tidak ada yang terlahir jahat, mereka hanya menjalani beberapa proses yang sulit hingga menjadi jahat. Walaupun masih akan terlihat menakutkan, mungkin jika melihat kedalam hati mereka, masih ada hal-hal baik yang tersisa."


"Kata-katamu sungguh menarik."


"Ya, jadi kenapa kamu tidak mencoba menurunkan Kucing itu?"


"Hmm, bukankah aku bilang kalau kucing itu takut padaku? Kupikir bahkan dia tidak mau bersentuhan denganku."


"Baiklah, aku yang akan menolongnya kalau begitu,"


"Kamu?"


"Kamu ragu padaku? Tentu saja aku bisa menolong kucing itu agar mau turun."


"Bagaimana?"


Mendengar pertanyaan itu, sekarang gadis itu juga terlihat binggung sendiri.


Bagaimana menurunkan Kucing itu?


Akan mudah jika dirinya bisa terbang keatas.


Namun tentu saja, saat ini dirinya tidak bisa mengunakan Kekuatannya Sihirnya.


Disini, Lucifer yang melihat ekpersi gadis itu hanya tertawa, lalu berkata,


"Bagaimana kalau memanjat pohon ini? Apa kamu bisa?"


"Memanjat? Aku belum pernah melakukannya,"


Disini Lucifer lalu mulai memikirkan beberapa ide.


"Aku bisa memanjat, tapi... Aku pikir Kucing itu akan takut jika aku yang naik,"


"Kamu belum mencobanya kenapa langsung mengambil kesimpulan?"


"Tapi...."


"Tidak apa-apa, cobalah dulu. Kucing itu mungkin hanya sedikit pemalu,"


Dan sesuai permintaan Seraphina, mau tidak mau Lucifer memutuskan untuk naik keatas pohon itu.


Ya, hal-hal seperti ini mudah jika terbang langsung, namun dirinya ini cukup fleksibel dan bisa melakukan hal-hal manual seperti ini.


Jadi Lucifer memanjat pohon pelan-pelan, sampai kearah cabang tempat kucing itu ketakutan.


Namun seperti yang dirinya duga, begitu dirinya mendekati kucing itu, kucing itu malah makin menjauh.


Cabang itu kecil, kucing kecil yang ketakutan itu tidak sengaja terpleset dan jatuh.


Namun untunglah, Seraphina menangkap kucing itu, dari bawah Seraphina lalu mengacungkan jempolnya pada Lucifer, sambil sedikit menjulurkan lidahnya, bercanda dengannya.


Diatas sini, Lucifer hanya bisa tertawa, jadi ini rencana gadis itu?


Membuat dirinya naik untuk menakut-nakuti Kucing agar kucing itu mau loncat kebawah....


Benar-benar, dirinya tidak bisa berkata-kata lagi....


Dia hanya bisa menatap kearah bawah, dimana kucing itu sekarang berada didalam pelukan Seraphina, terlihat begitu manja dan menempel pada gadis itu, seperti terkena pengaruh magnet.


Disini, Lucifer langsung loncat turun juga, membuat Seraphina sedikit terkejut.


"Kamu bermain-main denganku, Seraphina?"


"Apa? Ya, mau bagaimana lagi kalau kucing ini takut padamu?"


Lucifer yang sedikit kesal itu lalu meraih ujung leher kucing itu untuk dipegangnya.


Walaupun kucing itu sedikit gemetar, namun tidak menunjukkan perlawanannya.


Dirinya memeriksa sesuatu...


"Owh ini kucing jantan, pantas saja."


"Ada apa dengan kucing jantan?"


"Itu mungkin karena aku terlalu tampan dan memukau bahkan membuat kucing kecil jantan ini merasa iri dan segan padaku,"


Disini Seraphina tidak bisa menahan tawanya melihat sikap narsis pemuda didepannya, lalu kembali mengambil kucing itu kepelukannya.


Entah kenapa sikap ini mengingatkan pada Pemuda Misterius yang ditemuinya tadi siang.


"Pfffff.... Kamu sungguh lucu, Touma, terlihat sangat narsis sekali, itu mengingatkanku pada seseorang yang aku temui sebelumnya, hanya karena dia sedikit tampan, dia jadi begitu narsis dan menyombongkan dirinya, bahkan mengaku sebagai Malaikat,"


Mendengar penjelasan panjang Seraphina itu, membuat Lucifer tertarik. Jelas itu karena yang dibicarakan oleh gadis itu adalah dirinya bukan?


"Owh, ada apa dengan pemuda itu? Apakah dia memang begitu tampan?"

__ADS_1


Secara refleks, Seraphina langsung menjawab,


"Iya, dia memang sangat taman, sampai-sampai aku hanya bisa menahan nafas ketika menatap kearahnya terlalu tampan.... Ah..."


Menjawab jujur seperti itu membuat Seraphina malu, apalagi melihat Touma malah tertawa disana.


"Berhentilah tertawa!! Walaupun orang itu tampan, tapi dia menyebalkan!! Dia tidak sopan!"


"Bagian mananya yang tidak sopan? Apakah dia melakukan sesuatu padamu?"


"Dia....."


Sebelum Seraphina bisa keceplosan lagi soal ciuman, dia langsung menutup mulutnya.


"Dia apa?" Tanya Lucifer pura-pura penasaran, mengamati gadis didepannya memiki wajah sedikit memerah.


"Memang itu penting? Bagaimana dengan kucing kecil ini? Bukankah kucing ini lebih penting?"


"Jangan bilang kamu menyukai orang itu?"


"Apa? Mana mungkin aku jatuh cinta pada orang tidak jelas begitu,"


"Jadi seperti apa tipemu kalau aku boleh tau?"


Seraphina lalu berpikir sebentar, dan berpikir untuk menggoda pemuda didepannya ini.


"Mungkin ini adalah tipe yang baik hati dan penyayang seperti, kamu Touma...." Katanya sambil mencubit pipi Lucifer disana.


Melihat jawaban yang mendadak itu membuat Lucifer cukup terkejut.


"Dari mana kamu tahu kalau aku baik? Aku bisa saja adalah orang jahat,"


"Aku pikir kalau kamu jahat, pada hari pertama kita bertemu kamu tidak akan menolongku bukan? Seorang gadis bodoh yang bahkan tidak mengerti bagaimana mengungkan mesin penjual otomatis,"


"Tapi itu bukan berarti aku adalah orang yang baik hati,"


"Kamu bahkan terlihat khawatir dengan kucing ini ketika dia naik kepohon bukan? Aku selalu memiliki firasat yang baik soal hal-hal seperti ini, jadi aku tahu kamu pasti orang yang baik hati,"


Disana Lucifer hanya tersenyum menanggapi kata-kata naif dari gadis didepannya ini.


Sudah cukup lama sejak seseorang menyebutnya 'baik hati', karena dirinya selalu memiliki reputasi yang buruk sejak lama.


Di Underworld dirinya juga dikenal dan dicap sebagai salah satu Penjahat yang mambunuh Raja Iblis sebelumnya.


Namun hal-hal kecil ini mengigatkannya pada sesuatu yang lain.


Dulu tidak lama setelah dirinya dibuang di Underworld dan terpisah dengan anak buahnya, dirinya bertemu seorang Iblis Kecil.


Iblis kecil itu kebetulan adalah Pangeran ke Tujuh negeri Iblis, Putra dari Raja Iblis sebelumnya yang dirinya bunuh ketika Peperangan Besar.


Walaupun dia seorang Pangeran, namun Iblis kecil itu terlihat lemah dan tidak memiliki apapun.


Hanya kebetulan saat itu dirinya menyelamatkan Iblis kecil itu dari beberapa keroyokan Iblis besar lainnya, namun sejak saat itu Si Kecil selalu mengikutinya kemana-mana bahkan setelah dirinya bilang pada Iblis itu kalau dirinya yang membunuh ayahnya, jika dirinya ini jahat.


Namun apa yang Iblis kecil itu bilang?


"Ah... Mungkin memang Underworld butuh beberapa perubahan? Ayahku kalah Perang karena dia juga terlalu Serakah."


"Aku juga orang yang jahat dan serakah...."


"Aku pikir tidak begitu, kamu adalah seseorang yang baik hati."


"Kenapa kamu berpikir begitu?"


"Jika kamu benar-benar jahat, bukankah sudah dari tadi aku mati? Mungkin kamu akan langsung membunuhku, itu hal yang begitu mudah namun kamu tidak melakukannya....."


Itu adalah kenangan dari ratusan tahun yang lalu.


Kisah seorang Pangeran kecil dan Malaikat Jatuh yang jahat, yang pada akhirnya memenangkan pertempuran dan menjadi pengusa Underworld.


Sang Pangeran kecil yang lemah sekarang sudah menjadi sosok yang begitu Kuat dan di Kagumi, sabagai Raja Iblis Asmodeus.


Namun bagaimana dengan dirinya??


Dirinya masih terlihat sama dan tidak berbeda dari yang dulu....


Apa yang berbeda setelah dirinya mendapatkan segalanya sekali lagi?


"Touma? Hey?"


Mendengar perkataan gadis itu membuatnya tersadar dari lamunannya.


"Mungkin hanya ekpersimu saja yang tinggi padaku, kamu tidak mengenalku bahkan."


"Ya, itu memang benar. Maka dari itu aku ingin lebih mengenalmu, Touma." Kata gadis itu lagi sambil tersenyum.


Lucifer hanya membalas senyuman itu, ah benar-benar gadis yang aneh....

__ADS_1


####


Bersambung


__ADS_2