My Beloved Devil

My Beloved Devil
Chapter 48: Pertarungan


__ADS_3

Malam itu Lucifer berhasil meminta izin pada Seraphina untuk pergi, Dia memiliki hal-hal yang harus diurus dengan salah satu temannya di luar.


Sebenarnya Itu hanya alasan untuk menanggapi panggilan adiknya Itsuki itu.


Panggilan bahaya, ini benar-benar tidak terduga untuk mendapatkan panggilan seperti ini apakah terjadi sesuatu di sekolah?


Saat ini musuhnya yang bernama Demitri itu memang belum tertangkap dan siapa yang tahu jika orang itu benar-benar berani memunculkan lagi dirinya di sekolah.


Hanya memikirkan si vampir Brengsek itu membuat dirinya sangat kesal.


"Awas saja kalau Demitri sialan itu tertangkap!!"


Dengan nada penuh kesalahan, Lucifer mulai memakai topengnya, kematian berubah menjadi Mode Ibis, mengeluarkan sayap sayapnya untuk mulai terbang menuju ke arah sekolah.


Malam ini cukup sepi, entah kenapa firasat nya menjadi buruk.


Saat ini Itsuki belum bisa dihubungi.


Apakah benar-benar terjadi sesuatu padanya?


Ya ampun bagaimana ini, Aku tidak akan membiarkan hal-hal seperti itu terjadi pada Itsuki.


Sialan memang hal-hal seperti ini sangat buruk, dirinya harus segera komplain pada Azazel, di mana ternyata kota miliknya ini benar-benar memiliki pertahanan sampah.


Bebas dari Iblis dan Malaikat bagaimana?


Beberapa kejadian melibatkan makhluk-makhluk sialan itu.


Sial pengamanan di kota ini harus benar-benar diperbaiki.


Sambil dalam perjalanan itu, Lucifer tempat menelepon Azazel.


"Azazel, coba cek apa yang terjadi di SMA X sekarang?"


"Sudah dari satu jam lalu, Aku kehilangan kontak di SMA itu. Di sana sepertinya terputus segala bentuk komunikasi. Semua kamera CCTV sudah dimatikan, kan aku sudah menyuruh beberapa orang untuk mengecek Namun sepertinya ada semacam penghalang yang menghalangi orang orang untuk masuk ke sana,"


"Sialan, kenapa kamu tidak segera mengabariku?"


"Ya mana aku tahu kalau kamu tidak ada di sana? Aku kira kamu ada di sana Jadi aku cukup senang dengan situasi ini,"


"Sialan, dasar tidak berguna."


"Maafkan aku Tuan Lucifer, saya benar-benar cukup berubah tentang keadaan saat ini,"


Dengan keadaan kesal Lucifer matikan panggilan telepon yang tidak berguna itu.


Gerbang sekolah hampir dekat, dan benar saja ketika dirinya sampai di gerbang itu, ada sebuah penghalang sihir Tidak terlihat yang menghalangi orang-orang untuk masuk.


Dari sini dirinya mengamati penghalang itu, lalu dirinya mulai menyentuh dinding transparan itu.


Lucifer mulai merapalkan sebuah mantra.


Tiba-tiba ada ledakan cahaya yang begitu kuat, dan tidak lama dinding transparan itu mulai menunjukkan karetakan.


Tidak sampai memakan waktu 1 menit, seluruh dinding transparan itu hancur berkeping-keping.


"Sangat mudah ternyata," kata Lucifer dengan sombong.


Namun ketika dia hendak berjalan memasuki gerbang, tiba-tiba sebuah panah cahaya melewatinya 1 cm tepat dihadapannya, tuh pelindung palindung transparan Lucifer.


Menatap serangan tiba-tiba itu, Lucifer berbalik.


Di tengah kegelapan malam, terlihat sesuatu terbang di langit, itu terang di terangi oleh cahaya bulan di atas sana, sesosok gadis malaikat tertentu dengan dua dunia putihnya terbang menatap ke arah Lucifer dengan ganas.


"Kamu!! Ini semua lagi-lagi perbuatanmu bukan?"


Mendengar kata-kata kasar dari malaikat kecil di depannya itu membuat, Lucifer semakin kesal.

__ADS_1


dirinya benar-benar tidak melakukan apa-apa kenapa sekali lagi dituduh yang tidak-tidak oleh malaikat sampah di depannya ini?


Benar-benar membuat Lucifer merasa kesal.


"Hah, share malaikat brengsek apa maumu?"


"Kamu!! Dasar Iblis sialan!!"


Tanpa pandang bulu Seraphina menyerang dengan sihir panah cahaya miliknya.


"Wahai cahaya kemerlap datanglah memenuhi panggilanku,"


""


Bola-bola cahaya kecil, terbang dan membuat sebuah pusaran seperti angin ribut kearah Lucifer.


Lucifer yang memang merasa kesal, terpengaruh oleh juru sihir kelas rendah ini.


Dengan beberapa pengendalian sihir, dia mulai mengeluarkan sihir cahaya yang sama.


Dua badai cahaya saling memberi bentrokan satu sama lain namun terlihat jelas apa yang akan menang dalam pertarungan itu.


Badai sihir milik Lucifer unas jauh lebih besar dan jauh lebih kuat.


Melihat sihir cahaya yang ber bentrokan dan berbalik melawannya itu membuat Seraphina merasa terheran-heran.


"Bagaimana bisa, seorang Iblis mengunakan sihir cahaya?" Ungkapannya dengan nada tidak percaya.


Namun sebelum gadis itu sempat bereaksi lebih, Lucifer dengan cepat terbang kearahnya, ikan pukulan yang sangat menyakitkan pada bagian perut Seraphina membuat gadis itu terpental jatuh dari langit.


Itu adalah yang menyakitkan.


Namun tidak cukup di situ, Lucifer lalu menangkap gadis malaikat muda itu, mencekik lehernya dengan kejam.


"Melihatmu benar-benar membuatku sangat muak. Benar-benar malaikat yang tidak berguna dan tidak tahu apa-apa, tidak tahu siapa aku bukan? rani sekali kamu mengusik untuk seorang malaikat mudah sepertimu dasar kurang ajar,"


Kata-kata yang dingin dan kejam itu memasuki telinga Seraphina, membuat membuat gadis itu merinding.


Dirinya hari segera masuk dan mencari tahu apa yang terjadi.


Didia muleh melemparkan gadis itu ke tanah dengan kejam.


Seraphina, yang kesadarannya hilang, melihat sosok hitam itu terbang menjauh.


Sial, seandainya dirinya lebih kuat....


Aku sangat membenci Iblis itu...


Itu adalah pikiran terakhir Seraphina sebelum dia benar-benar pingsan.


####


Lucifer lalu langsung memasuki gerbang, dia terkejut dengan pemandangan yang dilihatnya.


Disana, disalah satu ujung gedung, terlihat 1 orang tergeletak, itu adalah seorang malaikat dengan delapan sayap putih.


Malaikat itu sepertinya yang menyerangnya tempo hari dengan panah cahayanya, ah pantas itu cukup kuat jadi itu berasal dari Angel level atas?


Namun bukan itu yang penting, yang penting adalah adegan berdarah di depannya.


Dia melihat Demitri, mengunakan sebuah pedang darah untuk menebus ujung bagian perut Itsuki, Lucigu bisa melihat, bagaimana penampilan Itsuki yang berantakan, dengan wajah yang cukup pucat, dan darah yang mengalir dari mulutnya.


Perlahan darah menetes, tes demi tetes, dari perutnya yang terluka cukup parah itu.


Berkat sihir Blood Domination milik Vampir, sihir Regenerasi Itsuki sepertinya tidak berfungsi.


"Heh? Siapa ini yang datang? Apakan akhirnya Lucifer datang?" Kata Demitri dengan senyum sinisnya, sambil menusuk luka Itsuki lebih dalam, membuat Itsuki merintih kesakitan.

__ADS_1


"DEMITRI!! KAMU BERANI!!" Lucifer sangat marah melihat Itsuki diperlakukan seperti itu, dan terluka parah seperti itu.


Sialan, ini gara-gara dirinya membuang-buang waktu untuk bertarung tidak jelas dengan Angel di depan tadi, coba saja tidak, pasti dirinya akan sampai disini tempat waktu sebelum Ituski terluka begitu parah.


"Kak... Ja... Jangan perdulikan aku..." Kata Itsuki dengan terbata.


"Itsuki, kamu tenang saja Kakak akan segera menyelamatkanmu."


"Heh? Sungguh sebuah Drama yang melodramatis bukan? Tidakkah sekarang sebaiknya kamu berhenti berakting, Lucifer? Sejak kapan Iblis kecil ini saudaramu? Wahai Sang Malaikat Yang Agung,"


Sebuah tawa menghina muncul ketika Demitri menyebut gelar lama Lucifer, terdengar jelas suatu penghinaan dari nada kata-katanya itu.


"Diam kamu!!"


Itsuki yang mendengar itu barusan sedikit terkejut...


Malaikat Agung apa?


Dirinya tidak mengerti...


"Dengar, Keponakan kecilku, orang didepanmu itu bukan Iblis, dia adalah perhianat dari penghianat. Dialah yang membunuh Raja Iblis sebelumnya..."


"Tutup Mulutmu itu!"


"Ahahahaha, aku sekarang baru ingat, memang orang-orang penghianat berani menjadi penguasa Underworld? Wow, lihat Bahkan Heaven telah membuang mu,"


Lucifer yang marah itu bersiap melancarkan serangan panah cahaya dengan kilat, namun Demitri lalu mengangkat Itsuki didepannya sebagai tameng.


"Ah, apakah kamu ingin membunuh adik tercinta mu ini?"


"Kamu!! Dasar licik!!"


Demitri tertawa senang melihat trik kecilnya ini benar-benar berhasil.


Heh?


Iblis kecil ini benar-benar hal yang berharga untuk Lucifer itu?


Disisi lainnya, Ciel yang tadi sempat pingsan karena terkena serangan, dia sedikit sadar.


Tadi dirinya sempat bekerja sama dengan Ibis bertopeng itu melawan, namun Vampir itu terlalu kuat.


Dengan pandangan buram, dia melihat saat ini Iblis yang membantunya tadi tengah dicekik oleh Vampir itu.


Disisi lainnya dia juga melihat ada bala bantuan datang dari teman Iblis Bertopeng ini, namun sepertinya dia ragu-ragu menyerang karena ada sandera.


Aneh...


Iblis juga bisa lemah dengan hal-hal seperti ini?


Bukankah mereka tidak punya hati?


Namun dirinya tidak terlalu banyak memikirkannya.


Dengan sisa-sisa kekuatan sihirnya, Ciel mengunakan sihir panah cahaya miliknya, dengan akurat menyerang begitu cepat dan mendadak mengarah pada tangan Vampir yang mencekik Itsuki, membuat tangan itu putus, dan menjauhkan Itsuki.


Dengan sigap Lucifer mengangkap Itsuki ditangannya, menatap Malaikat kecil ditanah dengan heran.


Ternyata malaikat yang ini lebih masuk akal dan berotak dari pada malaikat sampah di depan tadi.


"Kamu sekarang bisa tenang Itsuki, dan kamu juga Malaikat muda, aku akan mengurus segalanya,"


Senyum licik muncul diwajah tampan Lucifer, menatap horor kearah Demiri yang masih kesakitan akibat terluka itu.


Memang, sihir cahaya sangat bisa melukai Iblis, dan memberikan lebih banyak efek.


Dengan itu, pertarungan sebenarnya akan segera dimulai...

__ADS_1


####


Bersambung


__ADS_2